Anda di halaman 1dari 49

Case Report Session

ANESTESI SPINAL PADA


KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU (KET)

Dosen Pembimbing:
dr. Panal Hendrik Doloksaribu, Sp.An
CAROLIN TIARA LESTARI INDAH
G1A215063

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JAMBI
BAGIAN ANESTESI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI
2017
ANESTESI SPINAL
Pemberian obat
anestetik lokal ke
dalam ruang
subaraknoid yang
berisi cairan
serebrospinal (CSF/
Cerebrospinal fluid)

1. Latief, S.A., Suryadi, K.A. & Dachlan, M.R. Eds. Petunjuk Praktis Anestesiologi. Edisi ke-2. Bagian
Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI. Jakarta; 2009
2. Mackey DC, Butterworth JF, Wasnick JD. Morgan & Mikhail’s Clinical anesthesiology 5th edition. New
York: McGraw-Hill. 2013. p.945
Persiapan pre-laparatomi
Perdarahan intra cavum
yang mendadak, misal :
abdomen  Syok?
puasa

KET
Rupturnya tempat nidasi ovum
yang berada diluar cavum uteri
akibat tidak dapat menyesuaikan
diri dengan besarnya buah
kehamilan

PENGARUH TERHADAP TINDAKAN ANESTESI SPINAL


1. Prawirohardjo S. Ilmu kebidanan. Jakarta; Bina Pustaka Sarwono Prowirohardjo; 2009.
2. Wiknjosastro H. Ilmu bedah kebidanan. Jakarta; Bina Pustaka Sarwono Prowirohardjo; 2007
KASUS
Identitas Pasien
• Nama : Ny. RA
• Umur : 21 Tahun
• Jenis kelamin : Wanita
• BB : 48 Kg
• TB : 157 Cm
• Gol. Darah : AB Rh+
• Alamat : Kota Baru
• Waktu masuk : IGD, 21/5/2017 Pkl.10:07 PM
• Tanggal operasi : 22 Mei 2017 Pkl. 11.30 AM
Keluhan utama :
Nyeri perut bawah

Pasien mengeluh nyeri perut bagian bawah


sejak 2 hari SMRS. Nyeri timbul secara
mendadak dan menjalar sampai ke
pinggang sebelah kanan. Nyeri dirasakan
terus menerus dan semakin berat jika
pasien bergerak. Pasien juga mengeluh
keluar darah dari jalan lahir setelah
keluhan nyeri timbul. Darah berwarna
cokelat tua dan tidak banyak.
Keluhan utama :
Nyeri perut bawah

Pasien mengaku sedang hamil 5 minggu.


Sebelumnya pasien sering merasakan
keluar flek berwarna coklat tua dari jalan
lahir. Pasien mengeluh badan lemas dan
nafsu makan menurun.
Mual(+), muntah(-), riwayat trauma pada
bagian perut(-), demam(-), nyeri saat BAK
(-), riwayat BAK berpasir (-), dan BAB tidak
ada keluhan.
• Riwayat hipertensi : (-)
• Riwayat Asma : + sejak kecil;
kambuh jika cuaca dingin dan terpapar
debu. Pengobatan dengan menggunakan
inhaler
• Riwayat DM : (-)
• Riwayat Batuk Lama: (-)
• Riwayat Operasi : (-)
• Riwayat Alergi Obat:(-)
• Riwayat Penyakit Lain: (-)
• Kebiasaan merokok : (-)
Pemeriksaan Fisik
• Tanda Vital
KU Tampak sakit sedang TD : 120/90 mmHg

Kesadaran CM HR : 88 x/menit
GCS 15, E4 V5 M6
RR 21 x/menit T : 36,4 0C
• Conjungtiva anemis +/+

MATA • Refleks Cahaya (+/+)


• Pupil isokor (+/+)

• Telinga: Normal

THT •

Hidung: Massa dan polip (-)
Tenggorokan: Normal
• Mulut: Mallampati II Gigi
komplit, gigi palsu (-)

• Mobile
LEHER • JVP 5-2 cmH2O
• Pembesaran KGB dan tiroid (-)
• Insp: Simetris ki=ka

PARU •

Palp: Fremitus ki=ka
Perk: Sonor
• Aus: Ves +/+, Rh-/-, Wh-/-

• Insp: IC tidak terlihat


• Palp: IC ICS V 2 jari med LMVS
JANTUNG •

Perks: Batas jantung dbn
Aus: BJI-II Reg, M (-), G(-)

• Insp: datar, simetris, bekas op (-)

ABD •

Aus: BU(+)
Palp: Supel,NT perut bawah (+)
• Perk: Timpani (+)

EKS • Akral hangat, Edema (-/-), CRT<2’’


Hasil Laboratorium Sederhana
tanggal 21 Mei 2017, Pkl. 10.27 PM

DARAH RUTIN Hasil Normal


WBC 3920 (3,5-10,0 103/mm3)
HGB 12,3 (11,0-16,5 g/dl)
HCT 35,9 (35,0-50,0 %)
PLT 167.000 (150-390 103/mm3)
GDS 91 (<200 mg/dl)
CT - 2-6 menit
BT - 1-3 menit
Gravindex test +
HB Serial

22 MEI 2017 01.06 PM


• HB: 10,8 g/dL
21 MEI 2017 11.37 PM
• HB: 11,3 g/dL

21 MEI 2017 10.27 PM


• HB: 12,3 g/dL
Hasil Laboratorium Sederhana
tanggal 22 Mei 2017, Pkl. 06.48 AM

DARAH RUTIN Hasil Normal


WBC 2670 (3,5-10,0 103/mm3)
HGB 11,7 (11,0-16,5 g/dl)
HCT 34,6 (35,0-50,0 %)
PLT 194000 (150-390 103/mm3)
CT 3 2-6 menit
BT 4 1-3 menit
USG ABDOMEN Suspek KET
EKG SINUS RHYTME
KUNJUNGAN PRA ANESTESI
• ASA: II

• Mallampati: 2

Persiapan
• Pro • Puasa
Laparatomi • Lab darah
• Informed rutin
consent • SIO
LAPORAN ANESTESI
DX pra bedah: G1P0A0 grv 4-5 mg dengan susp. KET

DX post bedah: Ruptur tuba fallopi dextra pars ampularis


Anestesi Lokasi Posisi duduk
spinal
Bupivacaine 0,5 ml
hiperbarik

Morfin 0,1 mg
LAPORAN ANESTESI
Maint : 96ml/jam Jam I : 561 ml
PP : 192 ml Jam II: 528 ml
Stress Op : 384 ml/jam Total : 1089 ml

Jumlah cairan masuk: RL 2500 ml+ HES 500 ml

Perdarahan : Sekitar 880 ml


Urin tampung : Sekitar 550 ml

Selesai op : 12.45
Mulai op : 11.45
Monitoring
PKL 11.30

• Pasien masuk
kamar operasi
• Pasien dipasang
EKG, dan
Oxymetri
• Kateter urine
dikosongkan
• Kepala pasien head
up 150
Monitoring
PKL 11.33
• TD 100/60 Pasang IVFD 2 Jalur
• HR 89 x/mt
• RR 24 x/mt
• SpO2 100%
Monitoring
PKL 11.35
• TD 105/66
• HR 98 x/mt
Loading RL 1000 ml
• RR 22 x/mt Sambil premedikasi :
• SpO2 100%
• Deksa 10 mg IV
• Ondansentron 4 mg IV
• Ranitidin 50 mg IV
Monitoring
PKL 11.40 Tindakan
• TD 118/68 anestesi spinal
• HR 92 x/mt dilakukan
• RR 27 x/mt
• SpO2 100%
Monitoring
PKL 11.44
• TD 115/68 Pemberian
• HR 90 x/mt
• RR 27 x/mt
Oksigen dengan
• SpO2 100% nasal canul
Monitoring
PKL 12.00 Operasi dimulai
• TD 117/68
• HR 100 x/mt Efedrin 10 mg
• RR 24 x/mt IV (Amp I)
• SpO2 100%

PKL 12.15 Operasi dimulai


• TD 90/50 RL 1000 (KOLF
• HR 100 x/mt
IV &V )
dijalankan

Efedrin 10 mg
IV (Amp II)
Monitoring
PKL 12.30
• TD 118/70
Efedrin 10 mg
• HR 93 x/mt
IV (Amp III)

PKL 12.35
HES 500 ml
• TD 120/70
dijalankan
• HR 88 x/mt
Monitoring
PKL 12.45
• Operasi selesai
• TD 124/84
• HR 88 x/mt • Urin
tertampung 550
ml
• RL+ Analgetik
• Pasien masuk RR
PKL 13.00
• TD 124/84
• HR 80 x/mt Inst post OP:
• RR 16 X/mt • Awasi ttv dan
• T 36 0C
perdarahan/15 mt
ALDERETE • Tirah baring dg bantal
SCORE 1x24 jam
• Aktivitas 2
• Makan minum bertahap
• Warna 2
• Th sesuai dr.Zul,Sp.OG
• Sirkulasi 2
• Kesadaran 2
• Pernafasan 2
PERAWATAN DI BANGSAL
23 MEI 2017

S:
Nyeri luka operasi
• TD 110/80 DR post op:
• HR 80 x/mt Hb 11,6
• RR 20 X/mt WBC 7670
• T 36 0C PLT 172.000

Post op laparatomi H-1 ai KET

IVFD RL 30 gtt/mt
Inj Ceftriaxon 2x1gr
Inj Metronidazol 3x500 mg
Tramadol IV 3x1 amp
SPINAL ANESTESI
ANATOMI
ANATOMI
INDIKASI
• Bedah abdomen atas dan bedah pediatri
biasanya dikombinasi dengan anestesi umum
ringan.
• Bedah abdomen bawah
• Bedah ekstremitas bawah
• Bedah panggul
• Tindakan sekitar rektum-perineum
• Bedah obstetri-ginekologi
• Bedah urologenital
KONTRAINDIKASI ABSOLUT
• Pasien menolak • Tekanan intrakranial
• Infeksi pada tempat meninggi (terutama
suntikan massa intrakranial)
• Hipovolemia berat, • Stenosis aortik berat
syok • Steniosis mitral berat
• Koagulopati atau • Fasilitas resusitasi
mendapat terapi anti minim
koagulan • Kurang
pengalaman/tanpa
didampingi konsultan
anestesi
KONTRAINDIKASI RELATIF
• Sepsis • Obstruksi aliran keluar
• Pasien tidak kooperatif ventrikel kiri
• Kelainan neurologis • Infeksi disekitar
• Lesi demielinisasi tempat suntikan
• Lesi katup jantung • Kelainan psikis
stenosis • Penyakit jantung
• Deformitas spinal • Hipovolemia ringan
berat atau nyeri
punggung kronis
PERALATAN
• Peralatan monitor
• Peralatan
resusitasi/anestesi
umum
• Jarum spinal
• ujung tajam (ujung
bambu runcing,
Quinckebabock)
• ujung pensil (pencil
point, whitecare)

• UKURAN: 22, 23, 25,


27, 29
TEKNIK ANESTESI SPINAL
TEKNIK ANESTESI SPINAL

Sterilkan tempat tusukan dengan alkohol atau betadine


Beri anestetik lokal pada tempat tusukan misalnya dengan
lidokain 1-2% 2-3 ml.
TEKNIK ANESTESI SPINAL
KOMPLIKASI
• Hipotensi berat • Mual-muntah
• Bradikardi • Gangguan
• Hipoventilasi pendengaran
• Trauma pembuluh • Blok spinal tinggi
darah atau spinal total
• Trauma saraf
PEMBAHASAN
KPA

Ny. RA (21 TH)


Suspek KET
LAPARATOMI

ASA II
Tetap
TTV Stabil mempertimbangkan
resiko terjadinya syok
HB terakhir: 11,7

Resiko aspirasi pulmo


PUASA hanya 2 jam
dari isi gaster.
Cegah dengan kepala
pasien head up.
Kenapa anestesi spinal?
• Laparatomi salah satu indikasi anestesi spinal

• Tidak menimbulkan masalah selama operasi dan


post operasi

• Perubahan hemodinamik lebih sedikit

• Pemulihan lebih cepat

• Durasi rawat inap post operasi lebih singkat


Premedikasi
• Ranitidin 50 mg IV • Ondansetron 4 mg IV

• Deksametason 10 mg IV

• Cairan lambung dapat meningkat seiring dengan stress


operasi yang timbul

• Profilaksis pneumonitis asam dan aspirasi


selama operasi
• Anti emetik
Teknik anestesi spinal
Bupivacaine 0,5%
Hiperbarik??

Anestesi lokal
golongan amida

Kerja di
Bupivacaine 0,5% Hiperbarik??

BJ CSF pada T 370C


 1003-1008

HIPERBARIK:
Anestetik lokal dengan
berat jenis lebih besar
dari CSF

Mulai kerja lebih lambat namun berakhir lebih lama


yaitu 8 jam
Bupivacaine 0,5% Hiperbarik??
Menyebabkan
hipotensi dan
Bradikardi
12.00 12.15 12.30
TD 117/68 TD 90/50 TD 118/70
HR 100 HR 100 HR 93

DOSIS 5-25 mg
Efedrin 10 mg IV Pencegahan: 0,1
mg/KgBB
Efek direct β-adr
HR dan Efek indirect β-adr
kontraktilitas vasoconstriction.
jantung
Mencegah hipotensi pada Ny. RA

• LOADING
CAIRAN PRE
OP RL 1000 ml

(500-1000 ML)
SELANJUTNYA
• OPERASI SELESAI
• PASIEN TETAP DIOBSERVASI DI
RR
TERIMA KASIH