Anda di halaman 1dari 127

DAUN

Kelompok 7

Rhismayanti 4411417053
Gabriela Kun Assifa 4411417044
Cindyla Ega Lusiana 4411417064
Dimas Agung Yunanto 4411417070

BIO (2)
MORFOLOGI DAUN :
 daun tunggal – daun majemuk
 Daun lengkap – daun tidak lengkap
 Lamina daun : apex, basis, margo
 Susunan tulang daun
 Permukaan helai daun
 Bangun/bentuk helai daun
 Filotaksis daun
Kegunaan
 Identifikasi tanaman asal
 Pengenalan tanaman
DAUN LENGKAP :
UPIH = PELEPAH=VAGINA
TANGKAI = PETIOLUS
HELAIAN = LAMINA
DAUN TIDAK LENGKAP
 Upih dan helai : Zea mays
 Helaian= daun duduk ( daun memeluk
batang )
 Tangkai menjadi pipih seperti helaian =
Phyllodia
UPIH DAUN
 FAM. POACEAE, ZINGIBERACEAE,
MUSACEAE
 FUNGSI :
-pelindung kuncup yang masih kecil
-memberi kekuatan ( Batang pisang-
Musa paradisiaca )
TANGKAI DAUN :
 BENTUK DAN UKURAN BERMACAM-
MACAM
 UMUM : silinder, pangkal agak
melebar,sisi atas agak pipih
 Penampang melintang :
- bulat berongga, persegi, setengah
lingkaran
HELAIAN DAUN
 UNTUK IDENTIFIKASI
 VARIASI BENTUK DAN UKURAN :
-BANGUN DAN BENTUK
(CIRCUMSCRIPTIO )
-APEX FOLII ( UJUNG DAUN )
-BASIS FOLII ( PANGKAL DAUN )
-NERVATIO/VENATIO (PERTULANGAN)
 MARGO FOLII ( TEPI DAUN )
 INTERVENUM (diantara tulang dan
urat)
 KEADAAN PERMUKAAN ATAS DAN
BAWAH
CIRCUMSCRIPTION
*PENGGOLONGAN : LETAK BAGIAN
DAUN YANG TERLEBAR
1. TERLEBAR DI TENGAH HELAIAN :
- orbicularis ( p:l = 1:1)
- ovalis ( p:l = 1.5-2 : 1 )
- oblongus ( p:l = 2.5 – 3 : 1 )
- lanceolatus ( p:l = 3-5 : 1 )
 2.Terlebar di bawah tengah helaian
( dekat pangkal ) :
 Terlebar di atas tengah helaian( dekat

ujung )
4. Dari pangkal sampai ujung hampir
sama
 Dari pangkal sampai ujung hampir
sama
- linearis ( garis ) : fam. Poaceae
- ligulatus ( pita ) : Zea mays
- enziformis ( pedang ) :Agave sp
- subulatus (dabus ) :Juniperus
communis
- acerosus ( jarum ) :Pinus
APEX FOLII DAN BASIS FOLII
 Runcing, meruncing, tumpul, membulat,
rompang, terbelah, berduri

 Acutus, acuminatus, obtusus, rotundus,


truncatur, retusus, mucronatus
NERVATIO
 BAGIAN TULANG DAUN :
- ibu tulang daun (costa)
- tulang cabang ( nervus lateralis )
- urat daun ( vena )
Tulang cabang tumbuh ke
samping ke arah tepi daun :
 Mencapai tepi daun
 Berhenti sebelum mencapai tepi daun
 Dekat tepi lalu belok ke atas
Berdasar susunan tulang daun
 Penninervis ( umum : dikotil )
 Palminervis ( umum : dikotil )

 Curvinervis ( umum : monokotil )

 Rectinervis ( umum : monokotil )

Perkecualian :
Curvinervis pd dikotil : Piperaceae
Palminervis dan Penninervis pd monokotil
( Musa paradisiaca, Canna hybrida,
Zingiberaceae )
MARGO FOLII
 RATA ( INTEGER )
 BERTOREH ( DIVISUS )
- TIDAK MEMPENGARUHI BENTUK ASLI
DAUN (toreh bebas/merdeka):
- bergerigi (serratus)
- bergerigi ganda ( biserratus )
- bergigi ( dentatus )
- beringgit ( crenatus )
- berombak ( repandus )
 MEMPENGARUHI BENTUK ASLI DAUN :
- BERLEKUK ( LOBATUS )
- BERCANGAP ( FISSUS )
- BERBAGI ( PARTITUS )
PERHATIAN :
Penentuan margo folii dikombinasi dengan
susunan tulang daun yang bersangkutan
karena letak toreh tergantung susunan tulang
daun :
- berlekuk menyirip ( pinnatilobus )
- bercangap menyirip ( pinnatifidus )
- berlekuk menjari ( palmatilobus )
- bercangap menjari ( palmatifidus )
- berbagi menjari ( palmatipartitus )
FILOTAKSIS daun
 Duduk daun pada batang/cabang =
nodus
 Internodus : antara 2 nodus
 Tanda pengenal tumbuhan
ATURAN LETAK DAUN
 1 nodus : satu daun=folia sparsa
 1 nodus : 2 daun berhadapan= folia
opposita
 1 nodus : lebih dari 2 daun= folia
verticilata= duduk daun
berkarang( dalam lingkaran )
 Rozet = karangan :
- daun mengumpul pada tempat
tertentu pada batang
- rozet akar : pada pangkal batang
( tapak liman )
- roset batang : pada ujung batang
( kelapa )
alternate opposite

whorled
1 nodus: satu daun= folia
sparsa= tersebar
 Jarak 2 daun yang terletak berurutan :
filotaksis daun= a/b
a= berapa kali batang harus dikelilingi
untuk mendapatkan dua helai daun
yang berada pada satu garis vertikal
b= jumlah daun yang dilalui waktu
mengitari batang ( daun pertama tidak
dihitung )
 a/b : ½, 1/3, 2/5, 3/8, 5/13, 8/21
 Filotaksis ½ = folia disticha ( duduk
daun berseling ) : Poaceae,
Zingiberaceae
 Filotaksis 1/3, 2/5, 3/8 : dikotil
DAUN MAJEMUK
 Tangkai daun bercabang, tiap cabang
berhelai daun
 Satu tangkai daun punya lebih dari satu
helai daun
majemuk tunggal
Sifat daun majemuk
 Semua anak daun terjadi bersama dan
runtuh bersama
 Pertumbuhan terbatas, tidak punya
kuncup
 Tidak ada kuncup pada ketiak daun
SUSUNAN ANAK DAUN PADA
IBU TANGKAI DAUN
 Daun majemuk menyirip ( pinnatus)
 Daun majemuk menjari ( palmatus)
 Daun majemuk campuran
( digitatopinnatus
Menyirip
 Anak daun tersusun sebelah
menyebelah ibu tangkai daun
 Unifoliatus, abrupte pinnatus,
imparipinnatus, interrupte pinnatus,
bipinnatus, tripinnatus
Menjari
 Anak daun timbul pada ujung ibu
tangkai daun
 Bifoliolatus, trifoliolatus,
quinquefoliolatus, septemfoliolatus
Campuran
 Campuran daun majemuk menyirip
dengan daun majemuk menjari
tipe daun majemuk

palmate

pinnate bippinatus
daun majemuk
pinnate
palmate
daun majemuk daun tunggal
Ujung
Daun
(Apex folli)
Runcing (acutus)
1

Jika tepi ujung daunnya sedikit


demi sedikit menuju ke atas
membentuk suatu bentuk lancip
dengan sudut <90º
Ex: ujung daun oleander ( Nerium
oleander)

2
Meruncing
(acuminatus)
Jika ujung daunnya runcing
tetapi titik pertemuan tepi ujung
daunnya jauh lebih tinggi
sehingga ujungnya nampak
sempit & runcing.
Ex: ujung daun sirsak ( Annona
muricata)
Tumpul (obtusus)
3

Jika tepi ujung daunnya sedikit


demi sedikit menuju ke atas
membentuk suatu bentuk tumpul
dengan sudut >90º
Ex: ujung daun sawo kecik
( Manilkara Kauki )

Membulat
4

(rotundatus)
Jika ujung daun nya tidak
terbentuk sudut sama sekali dan
seperti berbentuk busur.
Ex: ujung daun teratai besar
( Nelumbium nelumbo )
Rompang (truncatus)
5

Jika ujung daun nampak sebagai


garis yang rata.
Ex: ujung daun oleander
( Marselia crenata ) dan jambu
monyet (Anacardium
occidentale).

6
Terbelah
(retusus)
Jika ujung daun memiliki
lekukan.
Ex: ujung daun bayam
( Amaranthus hybridus ).
Berduri (mucronatus)
7

Jika ujung daun ditutup dengan


suatu bagian yang runcing dan
keras.
Ex: ujung daun nenas sebrang
( Agave sp ).
Pangka
l Daun
(basic folli)
Te
pi
pe d
rn au
ah n n
be ya n
rt tid y a t a
em a n
n ka
e
u k a
d b
u
er l
i
p &
Te u
e m
r t
be
Tepi daunnya
tidak bertemu
runcing
meruncing
tumpul
membulat
rompang
berlekuk
Tepi daunnya
bertemu dan
berlekatan

Pertemuan tepi daun Pertemuan tepi daun


terjadi pada sisi pada pangkal terjadi
sebrang batang yang pada sisi
berlawanan atau yang sama terhadap
berhadapan letak batang sesuai dg letak
daunnya. daun pada
batang tadi.
Susunan
tulang
Daun
(Nervatio)
berguna untuk:
1.Memberi kekuatan pada
daun
2.Sebagai berkas-berkas
pembuluh angkut
Berdasar besar
kecilnya:
Urat daun Tulang
Tulang
cabang cabang
Tulang daun terbesar
tk 2 tk 1 tangkai
Ibu tulang Merupakan terusan
daun
Ibu
(costa) Terdapat di tengah membujur
tulang
dan membelah daun
daun

Lebih kecil dari ibu tulang Tulang cabang


Berpangkal pada ibu tulang
(nervus
lateralis)
Tulang cabang yang kecil dan
Urat daun lembut
Membentuk susunan seperti
(vena) jalan
Berdasar arah tulang
daun:

Menyirip : Jika mempunyai 1 ibu tulang daun dan


berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan
tangkai daun.
Menjari : Jika dari ujung tangkai daun keluar
beberapa tulang yang memencar.
Melengkung : Jika mempunyai ibu tulang daun yang
biasanya besar dan yang lainnya mengikuti jalannya tepi
daun.
Sejajar : Jika mempunyai satu ibu tulang yang besar
membujur pada daun sedang tulang yang lain mengikuti dg
arah yang sejajar dengan ibu tulang.
Tepi Berto
reh
Rata
(integ
(divis
Daun us)
er)

(Margo folli)
Toreh Toreh tidak merd
merdeka
Berlekuk menyirip Bercangap menyirip Berbagi menyirip Berlekuk menjari

Bercangap menjari Berbagi menjari


Intervenium

Daging daun pada


Daging daun adalah bagian hakekatnya
daun yang terdapat mempengaruhi tebal
diantara tulang – tulang atau tipisnya helaian
daun dan urat – urat daun, daun. Berdasarkan sifat
bagian inilah yang disebut ini dibedakan beberapa
dapur tumbuhan. daun :
Chartaceus (Tipis tetapi cukup tegar)
Membranaceus (Tipis seperti
selaput )
Perkamenteus (tipis cukup kaku)

Herbaceus (Tipis lunak )


Carnosus (Berdaging)
Coriaceus (tebal dan kaku)
Pada umumnya warna daun adalah hijau,
WARNA
namun tak jarang kita menjumpai variasi
DAUN dari warna daun yang dimiliki oleh daun.

MERAH Codiaeum variegatum

HIJAU
BERCAMPUR
Acalypha wilkesiana MERAH
HIJAU TUA

Mangifera indica
HIJAU
KEKUNINGAN

Warna daun dapat


berubah berkaitan
dengan persediaan
air, makanan dan Chorcorus capsularis
penyinaran.
Umumnya warna daun pada sisi atas dan
PERMUK bawah berbeda. Perbedaan warna ini
AAN disebabkan karena warna hijau lebih
DAUN banyak terdapat pada lapisan atas daripada
di lapisan bawah.

NITIDUS (MENGKILAT)

LAEVIS
(Licin) OPACUS (SURAM)

PRUINOSUS (SELAPUT LILIN)


NITIDUS

Coffea robusta
Ficus benjamina L.

OPACUS .

Ipomoea batatas
PROINUSOS

Colocasia esculenta

Musa paradisiaca
GLABER SCABER
(Gundul) (Kasap)

Eugenia aquea

Tectona grandis
RUGOSUS
(Berkerut)

Stachytarpheta jamaicensis
Clidermia hirta

BULLATUS
( Berbingkul –
bingkul)

Antigonon leptopus
HISPIDUS
PILOSUS (Berbulu
(Berbulu) kasar)

Discorea hispida

Nicotiana tabacum
LEPIDUS
(Bersisik)

Durio zibethinus
STRUKTUR DAUN
Folium Simplex
 Terdapat satu helai
daun pada tangkai
daunnya.
 Ciri khas daun tunggal
adalah terbentuknya
tidak bersamaan dan DAUN Folium Compositum
gugurnya berurutan dari (Jumlah  Tangkai bercabang-
yang tua ke muda. Helai )
cabang dan pada cabang
tangkai daun ini
terdapat helaian
daunnya, sehingga pada
satu tangkai daun
terdapat beberapa
helaian daun.
Daun Majemuk

DAUN
(Jumlah
Helai )

Daun Tunggal
Petiolus

Potiolus Bagian – bagian


communis Foliolum
Daun Majemuk

Vagina
Daun majemuk
menyirip

Berdasarkan susunan
Daun majemuk anak daun pada ibu Daun majemuk
campuran tangkainya, daun menjari
majemuk dibedakan :

Daun majemuk
bangun kaki
Daun majemuk menyirip
 Yaitu daun majemuk yang anak
daunnya terdapat di kanan kiri
ibu tangkai daun yang tersusun
seperti sirip pada ikan.

Beberapa macam daun


majemuk menyirip :
a. Menyirip beranak
daun satu
(unifoliolatus)
b. Menyirip genap
(abrupte pinnatus)
c. Menyirip gasal
(imparipinnatus0
Unifoliolatus

Terlihat seperti daun tunggal tetapi bukan, karena ada


persendian (articulatio) pada tangkai daun sehingga
helaian daun tidak langsung terdapat pada ibu tangkai.
Daun ini sebenarnya mempunyai lebih dari 1 helaian
daun, namun daun yang lain telah tereduksi sehingga
tinggal 1 anak daun saja.

Citrus maxima
Abrupte
pinnatus

Biasanya terdapat sejumlah anak daun yang


berpasangan di kanan kiri ibu tulang, sehingga anak
daunnya berjumlah genap. Untuk menentukan daun
majemuk menyirip ganda atau bukan dilihat ujung ibu
tangkainya, bukan jumlah anak daunnya.

Tamarindus indica
Contoh tumbuhan dengan daun majemuk menyirip
ganda dengan jumlah anak daunnya gasal adalah daun
Kepulasan.

Nepphelium mutabile
Imparipinnatus

Pedomannya adalah ada tidaknya anak daun yang


menutup ujung ibu tangkainya. Ditinjau dari jumlah
anak daunnya, akan didapati jumlah yang gasal jika
berpasangan, sedang di ujung ibu tangkai terdapat anak
daun yang tersendiri.
Menurut duduknya anak
daun dan besar kecilnya
anak daun pada satu ibu
tangkai, daun majemuk
dibedakan:
Pada daun majemuk dapat pula terlihat bahwa anak
daun tidak langsung duduk pada ibu tangkainya
melainkan pada cabang ibu tangkai, disebut Daun
Majemuk Rangkap/Ganda

Daun ganda majemuk menyirip ganda dua


 Yaitu jika anak daun duduk pada cabang
tingkat satu dari ibu tangkai

Daun ganda majemuk menyirip ganda tiga


 Yaitu jika anak daun duduk pada cabang
tingkat dua dari ibu tangkai

Daun ganda majemuk menyirip ganda empat

 Yaitu jika anak daun duduk pada cabang


tingkat tiga dari ibu tangkai
Daun majemuk menyirip ganda dibedakan lagi dalam:

1. Daun Majemuk Menyirip Ganda Sempurna


jika tidak ada 1 anak daun pun yang duduk pada ibu
tangkainya. Biasanya hanya pada daun majemuk menyirip genap.

2. Daun Majemuk Menyirip Ganda Tidak Sempurna


jika masih ada anak daun yang duduk langsung pada ibu
tangkainya. Biasanya hanya pada daun majemuk menyirip gasal.
Caesalpinia pulcherrima Sambucus javanica Moringa oleifera
DAUN MAJEMUK
MENJARI
 Daun majemuk menjari merupakan daun
majemuk dimana anak daun tumbuh pada tiap
tiap ujung ibu tangkai.
 Beranak Daun Dua ( Bifoliolatus )
 Beranak Daun Tiga ( Trifoliolatus )
 Beranak Daun Lima ( Quinquefoliolatus )
 Beranak Daun Tujuh ( Steptemfoliolatus )
 Beranak Daun Dua ( Bifoliolatus )
Pada ujung ibu tangkai nya terdapat dua anak
daun. Ex : daun nam-nam ( Cynometra cauliflora
L. )
 Beranak Daun Dua ( Bifoliolatus )
 Beranak Daun Tiga ( Trifoliolatus )
 Beranak Daun Lima ( Quinquefoliolatus )
 Beranak Daun Tujuh ( Steptemfoliolatus )
 Beranak Daun Tiga ( Trifoliolatus )
Pada ujung ibu tangkai terdapat tiga anak
daun. Ex : Daun Para (Hevea brasiliensis Muell)
 Beranak Daun Dua ( Bifoliolatus )
 Beranak Daun Tiga ( Trifoliolatus )
 Beranak Daun Lima ( Quinquefoliolatus )
 Beranak Daun Tujuh ( Steptemfoliolatus )
 Beranak Daun Lima ( Quinquefoliolatus )
Pada ujung ibu tangkai terdapat lima anak
daun. Ex : Daun maman ( Gynandropsila
Pentaphylla D.C )
 Beranak Daun Dua ( Bifoliolatus )
 Beranak Daun Tiga ( Trifoliolatus )
 Beranak Daun Lima ( Quinquefoliolatus )
 Beranak Daun Tujuh ( Steptemfoliolatus )
 Beranak Daun Tujuh ( Septemfoliolatus )
Pada ujung ibu tangkai terdapat tujuh anak
daun. Ex : Daun Randu ( Ceiba Pentandra
Gaertn )
DAUN MAJEMUK BANGUN KAKI
 Daun ini memiliki susunan seperti daun
majemuk menjari, tetapi dua anak daun yang
paling pinggir tidak berada pada ibu tangkai,
namun pada tangkai anak daun. Ex : Arisaema
filiforme ( Araceae ).
DAUN MAJEMUK
CAMPURAN
 Daun majemuk ganda yang mempunyai
cabang – cabang ibu tangkai memencar seperti
jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun,
namun pada cabang – cabang ibu tangkai ini
terdapat anak – anak daun yang tersusun
menyirip.
TATA LETAK DAUN PADA BATANG

 1. Pada tiap buku-buku batang hanya terdapat


satu daun
 2. Pada tiap buku-buku batang terdapat dua
daun
 3. Pada tiap buku-buku batang terdapat lebih
dari dua daun
 1. Pada tiap buku-buku batang terdapat satu
daun
Letak daun tersebar (folia sparsa). Meskipun
dinamakan tersebar, tetapi jika diteliti justru akan
kita jumpai hal – hal yang sangat menarik, dan
akan tampak nyata bahwa ada hal – hal yang
bersifat beraturan.
Garis spiral yang kita ikuti melingkar batang,
merupakan suatu garis yang menghubungkan
daun – daun berturut – turut dari bawah ke atas,
jadi menurut urut – urutan tua mudanya. Garis
spiral ini dinamakan : spiral genetik.
Roset adalah daun – daun dimana ruas – ruas
batang amat pendek, sehingga duduk daun pada
batang tampak hampir sama tinggi, dan sangat
sukar untuk menentukan urut – urutan mudanya.
Terdapat 2 jenis roset, yakni roset akar dan roset
batang.
 2. Pada tiap buku-buku batang terdapat dua
daun
Dua daun pada setiap buku-buku itu letaknya
berhadapan (terpisah oleh jarak sebesar 180
derajat).
 Berhadapan bersilang
 3. Pada tiap buku-buku batang terdapat lebih
dari dua daun
Tata letak daun ini disebut juga berkarang. Pada
tumbuhan dengan tata letak daun berhadapan
dan berkarang tidak dapat ditentukan rumus
daunnya.
 Daun Berkarang
Spirostik dan Parastik
 1. Spirostik
 2. Parastik