Anda di halaman 1dari 30

Emulsi

Siti Nashihah, M.Si., Apt


Universitas Muhammadiyah
Banjarmasin
Pendahuluan

Solid Target Umum

Sediaan
oral
- Geriatrik
Liquid Target - Pedratrik
- Kesulitan menelan
tab/caps
• FDA melaporkan 80% obat tidak
mencantumkan penggunaan untuk dewasa
dan anak2 melakukan studi thd penggunaan
obat yang digunakan pada bayi dan balita
• Pada populasi dunia, individu berumur 65
tahun keatas meningkat 800.000 setiap bulan.
Pada tahun 2050, jumlahnya diperkirakan
mencapai hampir 2 milyar  permintaan u/
sediaan alternatif selain tablet dan kapasul
meningkat tajam
Keuntungan sediaan liquid
• Tidak ada waktu hancur dalam saluran
cerna absorpsi lebih baik
• Kekurangan : pencapaian puncak plasma
terlalu cepat  berbahaya

• Solusi : - controlled release drugs


Emulsi
• Sediaan heterogen yang terdiri dari dua cairan
yang tidak menyatu (minyak dan air)dimana salah
satunya terdispersi sebagai tetesan seragam
dalam lain nya
• Emulgere=memerah susu a/ contoh emulsi
alam
• Secara termodinamik tidak stabil  diperlukan
emulgator
• Emulsi umum : susu, mayonaise, ice cream, cat
(o/w) , margarine, lotion, cream (w/o)
• Emulsi untuk pemakaian dalam : emulsi
minyak ikan, dll
• Emulsi u/ pemakaian luar : linimenta 
emulsi kental (M/A) u/ obat gosok
• Suppositoria, salep, sln, mikrokapsul dll
• Uk partikel nya antara 1-20 µm
Jenis emulsi

O/W W/O
• Secara umum minyak dan air secara cepat
terpisah menjadi dua fase secara
makroskopik tidak stabil
• Keberadaan surfaktan (surface active agent)
 membantu menstabilkan kinetik dan uk
tetesan yg lebih kecil. Secara umum, fase
surfaktan paling larut adalah fase kontinu.
Surfaktan
• Adalah komponen yg memiliki bagian bagian
lipofilik dan bagian hidrofilik
• Berfungsi sebagai : 1). Me tegangan antar
muka & me pembentukan tetesan (energi
bebas meningkat shg membentuk permukaan
baru)
• Menstabilkan tetesan emulsi dari flokulasi dan
koalesen
Pemilihan surfaktan
• Harus menunjukkan aktivitas yang baik dan
menurunkan tegangan permukaan
• Harus membentuk lapisan film antarmuka, baik
tunggal atau dikonjugasikan dengan molekul lain
• Dapat menyebar secara cepat dan tegangan antar
muka cukup diturunkan dan emulsi segera
terbentuk
• Eulgator yg larut dalam minyak akan memberikan
emulsi A/M : BM rendah, hidrofilikemulgatur
seperti sabun dapat membentuk emulsi M//A,
larut dalam air
Jenis surfaktan

• Surfaktan anionik (-) : Na lauril sulfat, 2-


naftalen sulfonat, dokuset natrium
• Surfsktan kationik (+) : setil piridinium klorida
• Surfaktan tidak bermuatan : poloksamer,
polisorbat
• Surfaktan zwitterion (-+) : lesitin
nonionik

anionik
Jenis emulsifier
• Anionik : sabun (Na, K, NH4, garam morpholinium), Na
lauril sulfat, Na asetil sulfat
• Kationik : lauril piridium klorida, lauriltrimetil
ammonium klorida
• Non ionik : poli oksietilen lemak alkohol eter, polio
oksietilen asam lemak ester
• BM rendah bersifat lipofil : Mg stearat, Mg oleat, Ca
stearat, Li stearat, lanolin, alkohol
• BM besar : albumin, kasein, gelatin, gom arab,
tragacanth

Teori emulsifikasi (1)
• Teori tegangan
permukaan (surface
tension): apabila dua /
lebih tetesan yg sama
mengalami kontak shg
bergabung membentuk
koalesen.
• Emulgator :
mempermudah
pemecahan tetesan dan
menurunkan tegangan
permukaan
Teori emulsifikasi (2)
• Teori orientasi baji (oriented wedge) : emulsi
terbentuk karena adanya kelarutan selektif dari
bag emulgator (hidrofilik dan lipofilik)
• Molekul akan berorientasi pd tiap fase
membentuk selubung baji/globul
Teori emulsifikasi (3)
• Teori film plastis (interficial film) : Emulgator
kan menempatkan diri pada antar muka
minyak dan airmengelilingi fase internal sbg
lapisan film yg tipis
• Mencegah kontak dan koalesen
System HLB
• Hitunglah nilai HLB campuran surfaktan
R/ Tween 80 70% HLB 15
Span 80 30% HLB 4,5
Latihan soal
• Pada pembuatan 150 ml emulsi tipe M/A
diperlukan emulgator dg HLB 12. sebagai
emulgator dipakai span 20 (HLB 8,6) dan
tween 20 (HLB 6,7) sebanyak 7,5 gram. Berapa
perbandingan bobot antara span 20 dan
tween 20 tsb
• Berapa HLB campuran dari satu bagian span
20 dengan 3 bagian tween 20
• Berapa bobot emulgtor A dan B jika pada
pembuatan 200 ml emulsi tipe A/M
memerlukan 10 g campuran emulgator A dan
B dg nilai HLB campuran adalah 5. diketahui
bahwa nilai HLB emulgator A = 4,3 dan
emulgator B = 8,6
• Berapa nilai HLB campuran dari 25 g vaselin
album (HLB = 8) ditambah cetil alkohol (HLB =
15)
• Berapa nilai HLB zat P sebagai emulgator pada
pembuatan 100 ml emulsi tipe M/A dengan
nilai HLB campuran adalah 12, jika 4,1 gram
zat P tsb dicampurkan dengan zat Q yg HLB
nya adalah 8,6
• Dalam pembuatan 100 ml emulsi tipe M/A
diperlukan emulgator dengan HLB campuran
15. sebagai emulgator dipakai campuran span
40 (HLB = 12,2) dan tween 40 (19,2) sebanyak
5 gram. Berapa perbandingan bobot antara
span 40 dan tween 40

Anda mungkin juga menyukai