Anda di halaman 1dari 10

NURCHOLIS TAKRIM

02271511077
Pajak Kini

Pajak kini (current tax) adalahsejumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak. Jumlah pajak ini harus
dihitung sendiri oelh wajib pajak berdasarkan penghasilan kena pajak dikalikan dengan tarif pajak,
kemudian dibayar sendiri dan dilaporakan dalam surat pemberitahuan (SPT) sesuai dengan peraturan
peundang-undangan pajak yang berlaku.
Penghasilan kena pajak atau laba fiskal diperoleh dri hasil koreksi fiskal terhadap laba bersih sebelum
pajak berdasarkan laporan keuangan komersial (laporan keuangan akuntansi).Koreksi fiskal harus
dilakukan karena adanya perbedaan perlakukan atas pendapatan maupun biaya yang berbeda antara
standar akuntansi dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Untuk kepentingan internal dan kepentinan
lain wajib pajak dapat menggunakan standar akuntansi yang berlaku umum, sedangkan untuk
penghitungan dan pembayaran pajak harus berdasarkan peraturan perpajakan, dalam hal ini adalah
undang-undang pajak pengahsilan dan peraturan lainnya yang terkait. Perbedaan ini dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu beda tetap/beda permanen (permanent differnce) dan beda
waktu/sementara/temporer (temporary difference).
Beda tetap/beda permanen (permanent diffence) adalah perbedaan yang disebabkan oleh adanya
perbedaan pengakuan pendapatan dan beban standar akuntansidan peraturan perpajakan. Perbedaan ini
akan mengakibatkan perbedaan besarnya laba bersih sebelum pajak dengan laba fiskal atau penghasilan
kena pajak.
Beda waktu/sementara/temporer (temporary difference) adalah perbedaan yang disebabkan adanya
perbedaan waktu dan metode pengakuan penghasilan dan beban tertentu berdasarkan standar akuntansi
dengan perpajakan. Perbedaan ini mengakibatkan perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan beban
antara tahun pajak yang satu ke tahun pajak berikutnya.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan adalah pajak yang kewajibannya ditunda sampai waktu yang
ditentukan atau diperbolehkan. Pada dasarnya antara akuntansi pajak dan
akuntansi keuangan memiliki kesamaan tujuan, yaitu untuk menetapkan hasil
operasi bisnis dengan pengukuran dan rekognisi pengahasilan dan biaya.
Namun ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, bahwa ketentuan
peraturan perundang-undangan perpajakan tidak sekadar intstrumen
penstranfer sumber daya ( fungsi budgeter), akan tetapi seringkali pula
digunakan untuk tujuan memepengaruhi perilaku wajib pajak untuk inveastasi,
kesejahteraan dll ( fungsi mengatur) yang kadang-kadang merupakan alas an
untuk membenarkan penyimpangan dari standar akuntansi keuangan.Pajak
tangguhan diatur dalam PSAK Nomor 46 tentang Akuntansi Pajak
Pengahsilan. Pajak tangguhan memerlukan bagian yang cukup sulit untuk
dipelajari dan dipahami, karena pengakuan pajak tangguhan bisa membaw
akibat terhadap berkurangnya laba bersih jika ada pengakuan beban pajak
tangguhan. Sebaliknya bisa juga berdampak terhadap berkurangnya rugi bersih
jika ada pengakuan manfaat pajak tangguhan.
Perhitungan Pajak Kini
Pajak kini adalah beban pajak penghasilan perusahaan (badan) yang dihitung
berdasarkan tarif pajak penghasilan dikalikan dengan laba fiskal, yaitu laba
akuntansi yang telah dikoreksi agar sesuai dengan ketentuan perpajakan.
: Contoh
PT. Cemerlang pada tahun 2015 mempunyai data sebagai berikut.
1.Laba bersih sebelum pajak komersial Rp500.000.000
2.Bunga deposito Rp20.000.000
3.Sumbangan untuk perayaan 17 Agustus 2015 sebesar Rp5.000.000
Tahun 4.Aset tetap
Hargayang dimiliki terdiri atas: Masa
Masa Metode
Perolehan Perolehan(Rp Manfaat Manfaat( Penyusutan
aset ) (Komersial) fiskal)

Tanah 2006 400.000.000 - - Garis Lurus

Bangunan 2006 800.000.000 20 tahun 20 tahun Garis Lurus

Inventaris 2006 200.000.000 5 tahun 4 tahun Garis Lurus


Beban penyusutan sebagia berikut.

Tahun Komersial (Rp) Fiskal (Rp)


2006 40.000.000 50.000.000
2007 40.000.000 50.000.000
2008 40.000.000 50.000.000
2009 40.000.000 50.000.000
2010 40.000.000 -
Rekonsiliasi Fiskal PT.Cemerlang pada tahun 2015
dilakukan sebagai berikut.
Laba bersih komersial sebelum PPh Rp500.000.000
Beda waktu
Penyusutan (10.000.000)
Beda tetap
Pendapatn bunga (20.000.000)
Sumbangan 5.000.000

Laba fiskal 475.000.00


Rugi fiskal yang dapat dikompensasikan (175.000.000)
Laba kena pajak Rp300.000.000
PPh yang harus dibayar 25%*300.000.000 =Rp75.000.000

Dengan demikian besarnya, pajak kini (pajak yang harus dibayar) oleh PT. Cemerlang adalah Rp75.000.000
Pengakuan Pajak Tangguhan
Apabila pada masa mendatang akan terjadi pembayaran pajak yang lebih besar
maka berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum harus diakui sebagai
suatu kewajiban. Kewajiban didefenisikan sebagai suatu kemungkinan adanya
pengorbanan ekonomi pada masa yang akan datang yang muncul ari kewajiban
masa kini, suatu entitas untuk menyerahkan aset kepada entitas-entitas laiinya
sebagai suatu akibat kejadian masa lalu. Sebagai contoh, perusahaan
menggunakan metode penyusutan yang berbeda antara akuntansi dan fiskal.
Contoh
PT Gemilang pada tahun 2015 mempunyai data sebagai berikut.
1.Laba bersih sebelum pajak komersial Rp500.000.000
2.Kompensasi kerugian tahun 2015 sebesar Rp50.000.000
3.Aset tetap yang dimiliki terdiri atas

Aset Tahun Harga Masa Masa Metode


Peroleh Perolehan Manfaat Manfaat
an (Rp) (Komersial (Fiskal) Penyus
) utan
Tanah 2009 400.000.00 - - -
0
Bangu 2009 600.000.00 20 tahun 20 tahun Garis
nan 0 Lurus
Invent 2009 400.000.00 5 tahun 8 tahun Garis
aris 0 Lurus
Beban penyusutan aset tetap inventaris adalah sebagai berikut.

Tahun Komersial(Rp) Fiskal(Rp) Perbedaan(Rp)

2009 80.000.000 50.000.000 30.000.000

2010 80.000.000 50.000.000 30.000.000

2011 80.000.000 50.000.000 30.000.000

2012 80.000.000 50.000.000 30.000.000

2013 80.000.000 50.000.000 30.000.000

2014 - 50.000.000 (50.000.000)

2015 - 50.000.000 (50.000.000)

2016 - 50.000.000 (50.000.000)

Jumlah 400.000.000 400.000.000 0


Pencatatan kewajiban pajak tangguhan 2015:
(Dr) Aset Pajak Tangguhan 12.500.000
(Cr) Manfaat Pajak Tangguhan
12.500.000
Pencatatan aset pajak tangguhan yang berasal dari rugi fiskal yang dapat
dikompensasi(Rp50.000.000*25%)

Pencatatan kewajiban pajak tangguhan 2012:


(Dr) Beban Pajak tangguhan 12.500.000
(Cr) Aset Pajak Tangguhan 12.500.000

Pengakuan beban pajak tangguhan yang bersal dari rugi yang dikompensasikan
(Rp50.000.000*25%)
(Dr) Beban Pajak Tangguhan 7.500.000
(Cr) Kewajiban Pajak Tangguhan
7.500.000

Pengakuan kewajiban pajak tangguhan yang muncul dari beda temporer


penyusutan inventaris (Rp30.000.000*25%).