Anda di halaman 1dari 58

KEBUTUHAN ELIMINASI

Fransiska Erna D

LOGO
Eliminasi

2 FED/AKPW
CONTENTS

Eliminasi Urine & Fekal


- Pengertian Eliminasi Urine & Fekal
- Faktor-faktor yang mempengaruhi
eliminasi Urine dan fekal
- Perubahan Pola Berkemih

3 FED/AKPW
Pegkajian Pemenuhan kebutuhan
Eliminasi Urin dan Fekal

Riwayat Keperawatan
Pemeriksaan Fisik
Intake & output cairan
Pemeriksaan diagnostik

4 FED/AKPW
KEBUTUHAN INDIVIDU

Kebutuhan dasar manusia


- makan
- air
- keamanan
- cinta (hal yang penting untuk
bertahan hidup dan kesehatan.
Sifat tambahan berbeda, tetapi
kebutuhan dasarnya sama

5 FED/AKPW
Hirarki Keb Dasar Manusia ( Maslow)

Aktualisasi
diri

Harga diri

Ciinta dan rasa memiliki

Keselamatan & Keamanan

Kebutuhan Fisiologis

6 FED/AKPW
ELIMINASI
Eliminasi adalah
proses pembuangan
sisa metabolisme
tubuh baik berupa
urin atau bowel
(feses).

7 FED/AKPW
Eliminasi Urin ( Miksi)
 Miksi adalah proses pengosongan kandung
kemih bila kandung kemih terisi
 Eliminasi Urin normalnya adalah
pengeluaran cairan.
 Proses pengeluaran ini sangat bergantung
pada fungsi –fungsi organ eliminasi urin
seperti ginjal, ureter, bladder, dan uretra.

8 FED/AKPW
Fisiologi Eliminasi Urine

Organ Ginjal

Eliminasi Urine
tergantung kepada Fungsi
Ginjal Ureter Kandung
Kencing uretra

9 FED/AKPW
Lanjutan Fisiologi Urine

Terbentuknya urine
 Ginjal menyaring
produk limbah dari
darah untuk
membentuk urine

10 FED/AKPW
ORGAN TERKAIT PERKEMIHAN
Ginjal
Ureter
Kandung kemih
Uretra

11 FED/AKPW
Ginjal

 Produk buanga dari  Ginjal berisi 1juta


hasil metabolisme nefron
sampai ke ginjal dan  Nefron yang merupakan
difiltrasi oleh ginjal unit fungsional ginjal 
 Darah sampai di ginjal memebntuk urine
melalui arteri renalis,  Nefron tersusun atas
yang merupakan glomerolus, kapsul
percabangan dengan bowman, Tubulus
aorta abdominalis kontortus proksimal,
ansa henle, tubulus
distal dan duktus
pengumpul

12 FED/AKPW
Ureter

 Urine keluar dari


tubulus DUKTUS
PENGUMPUL
Mentransfer urine
ke Pelvis renalis
 Urine yang keluar
dari ureter ke
kandung kencing
umumnya steril

13 FED/AKPW
Ureter
Dinding Ureter dibentuk menjadi 3
lapisan
Lapisan bagian dalam merupakan
membran mukosa yang berlanjut
sampai lapisan pelvis renalis dan
kandung kemih

14 FED/AKPW
Lapisan bagian tengah berupa
serabut otot polos mentransfer
urine melalui ureter dengan gerakan
peristaltik
Gerakan peristaltik meyebabkan urine
masuk kandung kemih dalam bentu
semburan

15 FED/AKPW
Vesika Urinaria
Adalah organ cekung yang dapat
berdistensi dan tersusun atas
jaringan otot serta merupakan wadah
tempat urine dan adalah organ ekresi
Bentuk kandung kemih bisa berubah
saat terisi urine
Kandung kemih bisa menampung
urine sekitar 600ml urine
Urine normal yang dikeluarkan 300ml
Haluaran urine normal orang dewasa
1500-1600ml
16 FED/AKPW
Lanjutan...
 Haluaran urine sebanyak 60 ml/jam pada
umumya normal
 Haluaran kurang dari 30ml/jam
mengindikasikan ada gangguan pada ginjal
 VU trsusun atas empat lapisan :
- lapisan mukosa didalam
- Lapisan submukosa pada jar penyambung
- Sebuah lap otot
- Sebuah lapisan seros dibag luar

17 FED/AKPW
Lanjutan....
Spingter uretra interna yang tersusun
atas kumpulan otot yang berbentuk
seperti ciccin
Spingter mencegah urine keluar dari
kandung kencing dan berada dibawah
kontrol valunter( kontrol otot yang
disadari)

18 FED/AKPW
Uretra
Urin keluar dari VU melalui Uretra dan
keluar dari tubuh melalui meatus
uretra
Panjang uretra pada wanita 4-6,5 cm
Panjang uretra yang pendek pada
wanita menyebabkan faktor
predisposisi untuk mengalami infeksi

19 FED/AKPW
Kerja Perkemihan
Kandung kencing ( Vu) dalam kondisi
normal dapat menampung urine
600ml, namun keinginan untuk
kencing bisa dirasakan saat kandung
kencing mulai terisi 150ml sampai
200ml pada orang dewasa dan pada
anak kecil 50 – 200ml

20 FED/AKPW
Proses Miksi
 Proses ini terjadi dari dua langkah
utama yaitu :
 - Kandung kemih secara progresif terisi
sampai tegangan di dindingnya meningkat
diatas nilai ambang, yang kemudian
 - mencetuskan langkah kedua yaitu timbul
refleks saraf yang disebut refleks miksi
(refleks berkemih) yang berusaha
mengosongkan kandung kemih atau jika ini
gagal, setidak-tidaknyamenimbulkan
kesadaran akan keinginan untuk berkemih.

21 FED/AKPW
Lanjutan...
Meskipun refleksmiksi adalah refleks autonomik
medula spinalis, refleks ini bisa juga dihambat
atau ditimbulkan oleh pusat korteks
Kerusakan pada medula spinalis
didaerah sakralis menyebabkan
hilangnya kontrol volunter berkemih,
tetapi reflek berkemih tetap utuh
sehingga memungkinkan berkemih
secara reflek kondisi ini disebut reflek
kandung kemih

22 FED/AKPW
Faktor Yang Mempengaruhi Urinasi
Banyak faktor
- Reversible/ pulih : ISK
- Ireversible/ tdk dapat pulih: gg
pada ginjal

23 FED/AKPW
Kondisi yang menyebabkan
perubahan pada eliminasi urin
• Penurunan vol intravaskuler, dehidrasi, perdarahan, luka bakar syok
• Perubahan resistensi, vaskuler perifer; sepsis, reaksi anafilaktik ( alergi)
• Kegagalan pompa jantung : Gagal jantung kongestif, IM, Penyakit jantung
Kondisi hioertensi
Prarenal

• Obat-obatan nefrotoksik
• Reaksi tranfusi
• Penyakit pada glomerolus
Kondisi • Penyakit sistemik
Renalis • Penyakit Herediter

• Obstruksi Ureter, kandung kemih, uretra kalkulus, hipertrofi prostat


• Hipertrofi prostat
Kondisi • Kandung kemih neurogenik
Pasca Renal

24 FED/AKPW
Lanjutan perubahan eliminasi
Pertumbuhan &
perkembangan Faktor sosio kultural
 Anak –anak  Tradisi setiap
 Dewasa negara
 Lansia  Peraturan di sosial

25 FED/AKPW
Lanjutan

Faktor Psikologis Kebiasaan pribadi


 Ansietas  Privasi dan waktu
 Stress emosional yang adekuat untuk
berkemih biasanya
penting untuk
kebanyakan
individu
 Beberapa individu
memerlukan
distraksi ..
Mis:membaca untuk
rileka
26 FED/AKPW
Tonus Otot Lanjutan
 Lemahnya otot - Atrofi otot setelah
abdomen dan otot menapouse
dasar panggul - Kerusakan otot
merusak kontraksi akibat trauma
kandung kemih dan - Akibat pemasangan
kontrol sfingter kateter yang lama
uretra eksterna
 Disebabkan karena :
- Imobilisasi
- Peregangan otot
selama melahirkan
27 FED/AKPW
Lanjutan

Status Volume  Melalui Keringat dan air


 Jumlah haluaran Urine mata
bervariasi tergantung  IWL : Insensible water
asupan makanan dan Loss
cairan  IWL Dewasa= 15 cc/Kg
 Pada individu sehat BB/hari
asupa air yang berada  Anak: (30-
dalam makanan dan usia(th))cc/kgBB/Hari
cairan seimbang  Kenaikan suhu : IWL :
dengan haluaran air 200( Suhu bdn skrg -
dalam feses, dan 36,8o C)
kehilangan air tidak
kasat mata

28 FED/AKPW
Lanjutan

 Kondisi Penyakit
 Prosedur
Pembedahan
 Obat-obatan
 Pemeriksaan
Diagnostik

29 FED/AKPW
PERUBAHAN DALAM POLA ELIMINASI

Retensi URIN
 Adalah akumulasi urin  Gelisah dan terjadi
yang nyata didalam diaforesis
kandung kemih akibat  Tanda-tanda Retensi
ketidakmampuan Urine akut : Tidak ada
mengosongkan kandung haluaran Urine selama
kencing beberapa jam dan
 Urin terus berkumpul terdapat distensi
dalam kandung kencing kandung kemih
mergangkan dindingnya  Batas kandung kencing
sehingga timbul bisa menahan 2000-
perasaan tidak nyaman, 3000cc
nyeri tekan pada daerah
simfisis pubis

30 FED/AKPW
Infeksi Sal Kemih ( bawah)

 Wanita lebih rawan  Klien yang


terhadap ISK mengalami ISK
 Jarak anus dengan bawah akan
meatus dekat & mengalami nyeri
URETRA yang atau rasa terbakar
pendek saat berkemih
 Pemasangan (disuria) ketika
kateter juga urine melewati
memicu ISK bagian yang
meradang

31 FED/AKPW
Inkontinensia Urine

 Adalah kehilangan  Urine dapat


kontrol berkemih merembes sedikit-
 Bersifat sementara sedikit dan terus
atau menetap menerus
 Klien tidak dapat
mengontrol sfingter
uretra eksterna

32 FED/AKPW
Eneuresis

 Merupakan
ketiksangupan
menahan kencing (
mengompol)
 Biasanya dialami
oleh lansia dan
anak-anak

33 FED/AKPW
PERUBAHAN POLA BERKEMIH ( tugas)
 Frekuensi
 Urgency
 Dysuria
 Polyuria
 Urinary suppresion
 Keraguan Poliuri
 Oliguria
 Nokturia
 Dribbling
 Hematuria
 Retensi Urin
 Residu Urine

34 FED/AKPW
Keraguan Poliuri

35 FED/AKPW
www.themegallery.com

LOGO
SLIDE 2

PENGKAJIAN KEBUTUHAN ELIMINASI


urine

37 FED/AKPW
Masalah-masalah Eliminasi Urin
• 1. Retensi Urin
Merupakan penumpukan urin
dalam bladder dan ketidakmampuan
bladder untuk mengosongkan
kandung kemih
2. Inkontinensia Urin
Adalah ketidakmampuan otot spingter
ekternal sementara atau menetap
untuk mengontrol ( stress
inkonintensia & urge inkontinensia)

38 FED/AKPW
Lanjutan masalah eliminasi
3. Enurisis
ketidaksanggupan menahan kemih
( mengompol) yang diakibatkan
ketidakmampuan untuk
mengendalikan spinter eksterna.
Biasanya terjadi pada anak-anak atau
pada orang jompo

39 FED/AKPW
Perubahan Pola Berkemih
1.Frekuensi : Meningkatkan frekuensi berkemih
tanpa intake cairan yang meningkat, biasanya
terjadi pada cystitis, stress dan wanita hamil
2. Urgency  perasaan ingin segera berkemih
dan biasanya terjadi pada anak-anak karena
kemampuan spinter untuk mengontrol
berkurang.
3. Dysuria Rasa sakit dan kesulitan dalam
berkemih
misalnya : pada isk,trauma, dan strikur uretra

40 FED/AKPW
Lanjutan pola berkemih
4. Polyuria ( Diuresis) Produksi urin
melebihi normal, tanpa peningkatan
intake cairan mis : pada px DM
5. Urinary Suppresion keadaan
dimana ginjal tidak memproduksi urin
secara tiba-tiba
- Anuri urin< 100ml/24 jam
- Oliguri urin =100-500 ml/24jam

41 FED/AKPW
ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
 Riwayat Keperawatan
 Pemeriksaan abdomen
 Intake dan output cairan
 Pemeriksaan diagnostik

42 FED/AKPW
Lanjutan Proses keperawatan
Riwayat Keperawatan
- Pola berkemih
- Gejala dari perubahan berkemih
- Faktor yang mempengaruhi
berkemih
Pemeriksaan Fisik
- Abdomen : pembesaran, pelebaran
pembuluh darah vena, distensi
bladder, pembesaran ginjal, nyeri
tekan

43 FED/AKPW
Lanjutan Pf
-Genetalia Wanita inflamasi, nodus,
lesi, adanya sekret
-Genetalia laki-laki kebersihan,
adanya lesi tenderness
Intake dan output cairan
- Kaji intake dan output cairan
dalam sehari( 24 jam)
- Kebiasaan minum di rumah

44 FED/AKPW
Lanjutan pf
- Intake cairan infus, oral, makanaan
NGT
- Kaji perubahan volume urin untuk
mengetahui ketidakseimbangan
cairan
- Output urin dari urinal, cateter bag,
drainage ureterostomy, sistostomi
- Karakteristik urin : warna, kejernihan,
bau, kepekatan.

45 FED/AKPW
Lanjutan….
• Pemeriksaan Diagnostik
- Pemeriksaan urin ( urinalisis)
 Warna ( N: jernih kekuningan)
 Penampilan ( N: Jernih)
 Bau (N: beraroma)
 pH (N: 4,5-8,0)
 Berat jenis ( N: 1,005-1,030)
 Glukosa( N: Negatif)
 Keton( N: Negatif)
• Kultur Urine ( N: Kuman patogen
negatif)

46 FED/AKPW
Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan pola eliminasi urin (
inkontinensia)
Definisi  Kondisi dimana seseorang
tidak mampu mengendalikan
pengeluaran urine

 Kemungkinan berhubungan dengan


• Gangguan neuromuskuler
• Spasme Bladder
• Trauma pelvic
• Infeksi saluran kemih
• Trauma medulla spinalis

47 FED/AKPW
Lanjutan Dx Keperawatan
 Kemungkinan data yang dapat
ditemukan :
• Inkontinensia
• Keinginan berkemih yang segera
• Sering ke toilet
• Menghindari minum
• Spasme bladder
• Setiap berkemih kurang dari 100ml
atau lebih dari 550 ml

48 FED/AKPW
Lanjutan DX Keperawatan
• Tujuan yang di harapkan :
a. Klien dapat mengontrol
pengeluaran urine tiap 4 jam
b.Tidak ada tanda-tanda
inkonintensia dan retensi
c. Klien berkemih dalam keadaan
rileks

49 FED/AKPW
Lanjutan DX Keperawatan
Inkontnensia

N Intervensi Rasional
O
1 Monitor keadaan bladder Membantu mencegah distensi atau
tiap 2jam komplikasi
2 Tingkatkan aktivitas Meningkatkan kekuatan otot ginjal
dengan kolaborasi dokter/ dan fungsi bladder
fisioterapi
3 Kolaborasi dalam bladder Menguatkan otot dasar pelvic
training
4 Hindari faktor pencetus Mengurangi, menghindari
inkontinensia urine seperti inkontinensia
: cemas
5 Kolaborasi dengan dokter Mengatasi faktor penyebab
dalam pengobatan dan
katerisasi
6 Jelaskan tentang Meningkatkan pengetahuan dan
FED/AKPW
:pengobatan, kateter, diharapkan
50
pasien lebih kooperatif
Dx ke 2 : Retensi Urin
• Definisi : Kondisi di mana seseorang
tidak mampu mengosongkan bladder
secara tuntas
• Kemungkinan berhubungan dengan :
 Obstruksi mekanik
 Pembesaran prostat
 Trauma
 Pembedahan
 Kehamilan

51 FED/AKPW
Lanjutan…….
• Kemungkinan ditemukan data :
Tidak tuntasnya pengeluaran urin
Distnsi bladder
Hipertropi prostat
Kanker
Infeksi Sal kemih
Pembedahan besar abdomen

52 FED/AKPW
Lanjutan
• Tujuan yang diharapkan :
 Pasien dapat mengontrol
pengeluaran bladder setiap 4 jam
Tanda dan gejala retensi urin tidak
ada

53 FED/AKPW
N Intervensi Rasional
O
1 Monitor keadaan bladder tiap Menentukan masalah
2 jam
2 Ukur intake dan output cairan Memonitor keseimbangan cairan
tiap 4 jam

3 Berikan cairan 2000ml/hari Menjaga defisit cairan


dengan kolaborasi

4 Kurangi minum setelah jam 6 Mencegah nokturia


malam
5 Kaji dan monitor analisis urin Membantu memonitor
elektrolit dan berat badan keseimbangan cairan

6 Lakukan latihan pergerakan Meningkatkan fungsi ginjal dan


bladder
7 Lakukan relaksasi ketika Relaksasi pikiran dapat
duduk berkemih meningkatkan kemampuan
berkemih
8 Ajarkan teknik latihan dengan Menguatkan otot pelvis
kolaborasi dr/ fisioterapi
54 FED/AKPW
Macam-macam alat bantu Eliminasi urin
Atas urinal pada
Pria

Urinal pada
wanita

55 FED/AKPW
Lanjutan
Pispot adalah
alat bantu BAB

56 FED/AKPW
Dower cateter urinal bag

57 FED/AKPW
58 FED/AKPW