Anda di halaman 1dari 66

1

KAWASAN ANDALAN
KABUPATEN BOYOLALI
(KECAMATAN BANYUDONO, KECAMATAN SAWIT & KECAMATAN TERAS)
STUDIO PERENCANAAN WILAYAH
2

AZ ZAHRA HEMAS M (I0612008)


DINA ARIFIA (I0612012)
DYAH AYU LUPITASARI (I0612014)
FAIZAL ADI SETYAWAN (I0612018)
M. ANWAN BURHANI (I0612029)
NILLA TENI PRATIWI (I0612030)
SHETO DWI ARIANTO (I0612040)
SRI MURDIATI RIN P. S (I0612041)
YULI ALFIANI (I0612044)
YULVIA DWITYA P (I0612045)

ANGGOTA KELOMPOK
3

PENGERTIAN UMUM
Kawasan strategis kabupaten/kota adalah wilayah yang penataan ruangnya
diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup
kabupaten/kota terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan.

Menurut Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2008 Kawasan andalan adalah bagian dari
kawasan budi daya, baik di ruang darat maupun ruang laut yang pengembangannya
diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan tersebut dan kawasan
di sekitarnya.

Kawasan Andalan dapat berada dalam satu kesatuan kawasan perdesaan dan atau
kawasan perkotaan, dan dapat meliputi satu wilayah Kabupaten dan Kota atau lebih;
Pengembangan kawasan harus terpadu dengan penataan ruang wilayah.

Dengan demikian pengembangan kawasan andalan merupakan perwujudan struktur


pemanfaatan ruang nasional (RTRWN), dan sebagai pendorong pertumbuhan
ekonomi wilayah (RTRWP) dalam mewujudkan pemanfaatan ruang wilayah
kabupaten dankota (RTRW Kabupaten/Kota).
4

LATAR BELAKANG
KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
5

LATAR BELAKANG
 Subosukawonosraten merupakan wilayah dengan administrasi strategis dan
memiliki berbagai sumber daya alam yang sangat potensial juga menjadi
salah satu wilayah andalan nasional dari sektor pertanian, pariwisata, dan
industri.
 Kabupaten Boyolali merupakan salah satu bagian dari Kawasan Andalan
Subosukawonosraten yang juga ditetapkan menjadi Pusat Kegiatan Wilayah
(PKW)
 Kegiatan usaha yang diunggulkan di Kabupaten Boyolali adalah pada sektor
pertanian, industri, dan perdagangan.
6

TUJUAN DAN SASARAN


KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
7

TUJUAN DAN SASARAN


TUJUAN
Penyusunan laporan pendahuluan ini merupakan tahapan dalam persiapan
kegiatan studi lapangan sebagai rangkaian proses penyusunan Rencana Tata
Ruang Kawasan Andalan Kabupaten Boyolali tahun 2016-2035

SASARAN
1. Menentukan wilayah kajian sebagai batasan dalam tahap pengumpulan data
dan tahap analisis
2. Menggali isu awal wilayah kajian sebagai dasar dalam menentukan
kebutuhan data
3. Menentukan kebutuhan data yang dibutuhkan dalam proses penyusunan
Rencana Tata Ruang Kawasan Andalan Kabupaten Boyolali
4. Menyusun desain survey yang akan digunakan dalam proses studi lapangan
8

DELINEASI KAWASAN
KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
9

PEMBENTUKAN CLUSTER WILAYAH


Pembentukan cluster menurut Michael Porter, 2008 cluster adalah sebuah
wilayah yang dibangun dengan fokus kepada satu keunggulan tertentu.
Sebuah cluster ditopang oleh beberapa hal, yaitu kondisi bisnis,
infrastruktur, kondisii pasar, regulasi pemerintah, pendidikan, industri lain
yang relevan, serta sumber pendanaan atau keuangan.

PROSES PEMBENTUKAN CLUSTER

Kawasan Strategis
• Berdasarkan PP • Penentuan cluster
nomor 26 th. 2008 berdasarkan
• Berdasarkan RTRW
tentang RTRWN ketentuan wilayah
Kab. Boyolali th.
dan kesamaan
2011-2031
sektor unggulan
Disajikan dalam peta
Sektor Unggulan
administrasi Kab.
Subosukowonosraten
Boyolali
10

CLUSTER WILAYAH

Cluster 1 Cluster 2
Kecamatan Selo, Cepogo dan Ampel Kecamatan Teras, Banyudono dan Sawit

Pada cluster 1 memiliki kesamaan sebagai Pada cluster 2 memiliki kesamaan sebagai
kawasan strategis agropolitan kawasan strategis minapolitan dan
kawasan strategis agropolitan
11

CLUSTER WILAYAH
Cluster 3
Kecamatan Nogosari dan Ngemplak

Pada cluster 3 memiliki kesamaan sebagai


kawasan perbatasan industri
12

KRITERIA DELINIASI KAWASAN


Memiliki potensi SDA yang sudah berkembang
(15)

Memiliki produk unggulan dengan potensi


produksi dan distribusi (25)

Memiliki potensi SDM yang tinggi (15)

Memiliki infrastruktur untuk mendukung aktivitas


dalam kawasan (10)

Berdampak besar bagi kegiatan sosial ekonomi


wilayah (20)

Keterjangkauan nodal di dalam kawasan dengan


nodal yang lebih besar di luar kawasan (15)
13

BOBOT, JUSTIFIKASI, & INDIKATOR KRITERIA 1

Kriteria Bobot Justifikasi

Memiliki potensi SDA yang sudah PP no 47 th 1997 ttg


15
berkembang RTRWN

Indikator Nilai
Belum Berkembang 1
Berkembang 2

Berkembang Pesat 3
14

BOBOT, JUSTIFIKASI, & INDIKATOR KRITERIA 2

Kriteria Bobot Justifikasi

Memiliki produk unggulan Kriteria Kawasan


dengan potensi produksi dan 25 Andalan (BAPPENAS,
distribusi 2008)

Indikator Nilai
Distribusi Lokal 1
Distribusi Regional 2
Distribusi Nasional 3
15

BOBOT, JUSTIFIKASI, & INDIKATOR KRITERIA 3

Kriteria Bobot Justifikasi

Kriteria Kawasan
Memiliki potensi SDM yang tinggi 15 Andalan (BAPPENAS,
2008)

Indikator Nilai
Nilai IPM Rendah 1
Nilai IPM Menengah 2
Nilai IPM Tinggi 3
16

BOBOT, JUSTIFIKASI, & INDIKATOR KRITERIA 4

Kriteria Bobot Justifikasi

Memiliki SDB dan kemudahan


PP no 47 th 1997 ttg
aksesibilitas baik pergerakan 10
RTRWN
internal dan eksternal

Indikator Nilai
Belum mencukupi, tidak
1
terjangkau
Belum mencukupi, terjangkau 2
Sudah mencukupi, terjangkau 3
17

BOBOT, JUSTIFIKASI, & INDIKATOR KRITERIA 5

Kriteria Bobot Justifikasi

Kriteria Kawasan
Berdampak besar pada kegiatan
20 Andalan (BAPPENAS,
sosial ekonomi
2008)

Indikator Nilai
PDRB Rendah 1
PDRB Sedang 2
PDRB Tinggi 3
18

BOBOT, JUSTIFIKASI, & INDIKATOR KRITERIA 6

Kriteria Bobot Justifikasi

Keterjangkauan nodal di dalam Teori Lokasi dan


kawasan dengan nodal yang 15 Perwilayahan Von
lebih besar di luar kawasan Thunen

Indikator Nilai
Dihubungkan langsung atau tidak
1
langsung dengan jalan lokal
Dihubungkan langsung atau tidak
2
langsung dengan jalan kolektor
Dihubungkan langsung atau tidak
3
langsung dengan jalan arteri
19

SKORING
Skoring Kriteria
Cluster Kecamatan Total
1 2 3 4 5 6

Ampel
15 x 3 = 25 x 3 = 15 x 2 = 10 x 2 = 20 x 1 = 15 x 3 =
1 Selo 235
45 75 30 20 20 45
Cepogo
Banyudono
15 x 3 = 25 x 3 = 15 x 2 = 10 x 3 = 20 x 2 = 15 x 3 =
2 Teras 265
45 75 30 30 40 45
Sawit
Ngemplak 15 x 2 = 25 x 2 = 15 x 2 = 10 x 2 = 20 x 2 = 15 x 3 =
3 215
Nogosari 30 50 30 20 40 45
20

GAMBARAN UMUM WILAYAH


KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
21

KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI


KECAMATAN BANYUDONO, KECAMATAN SAWIT & KECAMATAN TERAS

Kawasan studi terpilih terdiri dari


Kecamatan Teras, Banyudono dan Sawit
yang memiliki kawasan strategis sebagai
minapolitan. Kawasan studi memiliki luas
wilayah sebesar 7.254,7494 Ha yang
terbagi menjadi Kecamatan Teras memiliki
13 kelurahan, Kecamatan Banyudono
memiliki 15 kelurahan dan Kecamatan
Sawit memiliki 12 kelurahan. Batas Wilayah
Kawasan Studi sebagai berikut :
Sebelah utara : Kecamatan Sambi
Sebelah selatan : Kabupaten Klaten
Sebelah timur : Kabupaten Sukoharjo
dan Kabupaten
Kawasan studi ini dilewati oleh jalur Solo –
Karanganyar
Semarang yang menguntungkan untuk menjadi
Sebelah barat : Kecamatan
pengembangan kawasan budidaya, serta
Mojosongo
peningkatan aktivitas pada sektor perdagangan
jasa yang semakin pesat karena dilewati oleh
jalan arteri primer Solo – Semarang.
22

FISIK
SOSIAL KELEMBA-
LINGKU- EKONOMI
BUDAYA GAAN
NGAN

GAMBARAN DAN ISU SEKTORAL


KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
23

ASPEK FISIK DAN LINGKUNGAN


GAMBARAN DAN ISU SEKTORAL
24

ASPEK FISIK DAN LINGKUNGAN


GEOGRAFIS
Kawasan terpilih terdiri atas
Kecamatan Banyudono, Teras,
Sawit, dengan batas wilayah
sebagai berikut:
Sebelah utara :
Kecamatan Sambi dan
Kecamatan Ngemplak
Sebelah selatan :
Kabupaten Klaten
Sebelah timur :
Kabupaten Sukoharjo
Sebelah barat :
Kecamatan Mojosongo
25

ASPEK FISIK DAN LINGKUNGAN


Klimatologi Topografi Klimatologi

• Beriklim tropis • Berada pada ketinggian • Memiliki potensi


• Rata-rata curah hujan 75 – 400 m dpl kekayaan sumber daya
2.000-3.000 milimeter air berupa 4 mata air di
per tahun Kecamatan Sawit dan
Kec. Banyudono

Geologi SD Mineral Bencana Alam

• Kawasan studi memiliki • Bahan galian pasir dan • Banjir (Kecamatan Sawit)
jenis tanah regosol. batu (Kecamatan • Gempa bumi
Banyudono) (Kecamatan Sawit)
• Bahan galian tanah liat
(Kecamatan Teras dan
Kecamatan Banyudono)
PETA PENGGUNAAN LAHAN 26
PERTANIAN
INDUSTRI WISATA PERIKANAN
LAHAN BASAH
27

ISU ASPEK FISIK DAN LINGKUNGAN


STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREAT
1. Terdapat beberapa peruntukan lahan untuk 1. Rawan bencana Lahan di
wisata yang tersebar di kawasan studi banjir dan gempa Kabupaten
2. Berkembangannya perdagangan jasa bumi Boyolali
sepanjang jalan arteri-kolektor 2. Pembangunan berpotensi
3. Terdapat peruntukan lahan industri di jalan tol sebagai
daerah perbatasan Banyudono-Sukoharjo menyebabkan pengembangan
4. Penggunaan lahan didominasi tanah sawah lahan sekitarnya kawasan
berpotensi terhadap pengembangan menjadi tidak budidaya
pertanian produktif
5. Memiliki 4 mata air untuk mendukung
pertanian dan perikanan
6. Terdapatnya sumber daya mineral yang
dapat dikembangkan
7. Beberapa kelurahan memiliki guna lahan
kolam mendukung kegiatan minapolitan
28

ASPEK EKONOMI
GAMBARAN DAN ISU SEKTORAL
29
Industri Genteng, Produk pertanian sbg
Batubata bahan baku industri
Produk pertanian yang
dijual mentah
Perkebunan Tembakau-
Industri Tembakau
Industri dng bahan
Asapan baku produk pertanian
setempat
Asparagus, Jagung,
Pepaya, Rebung Industri dng bahan
Agroindustri
baku bukan dari
produk pertanian
Industri setempat
Minyak Atsiri

Bunga Melati,
Kenanga
Industri Tekstil

Minapolitan Lele

SEKTOR PERTANIAN & INDUSTRI


30
Ekspor Impor

Pemasaran
Asal Bahan Baku

POLA ALIRAN DISTRIBUSI


31

Wisata Alam

Wisata Religi

Kawasan Perdagangan
dan Jasa

SEKTOR PARIWISATA & PERDAGANGAN


32

SARANA EKONOMI
Sarana Perdagangan dan Jasa :
• Restoran ( Rumah makan, warung
Sarana penunjang pariwisata makan, catering), pasar modern (toko
seperti Hotel/penginapan,
oleh-oleh, rumah makan –toko skala kecil) menunjang
dominan berada di luar Pasar pariwisata
kaw.studi  Kec. Boyolali • koperasi pertanian, peternakan,
Tradisional
perkebunan, dan koperasi Kehutanan.
• Pasar tradisional diluar kawasan studi.

Pasar Sarana Pertanian/peternakan:


Pasar Tradisional Sarana pendukung kegiatan pertanian
Tradisional dikawasan studi berupa toko pupuk, toko
makanan ternak dan sarana penggilingan
padi  guna untuk menunjang kegiatan
pertanian/peternakan di kawasan studi
33

PRASARANA EKONOMI
JARINGAN SANITASI
Sistem pembuangan air kotor masih
JARINGAN IRIGASI
JARINGNGAN ditangani secara individu oleh tiap-tiap • Jaringan irigasi sudah
LISTRIK rumah tangga dan industri (home tersebar
Kawasan studi telah industry), sebagian dibuang ke dalam • Terdiri dari jaringan teknis
terjangkau oleh septictank-septictank dan sebagian lagi (irigasi penuh, setengah
jaringan Listrik  PLN dibuang ke saluran teknis, sederhana) dan
pembuangan/selokan sebelum ke jaringan non teknis.
sungai yang ada di sekitar permukiman.

JARINGAN AIR BERSIH


JARINGAN TELEKOMUNIKASI • Sudah terlayani oleh PDAM
• sebagian besar masih belum terlayani. • sumber air cadangan berupa Waduk
• Sistem hubungan telepon saat ini (diluar kawasan) : Waduk Kedungombo ,
menggunakan sistem jaringan kabel dan Waduk Kedungdowo , Waduk Cengklik,
telpon seluler. Waduk Bade, Dam Sidopekso di
• Operator  Indosat & Telkomsel Kecamatan Cepogo dan waduk embung
hulu dam Sidopekso.
34

JARINGAN TRANSPORTASI
35

MODA TRANSPORTASI

Angkutan
Mobil Kap
Kendaraan Bus AKAP- Perkotaan- Kereta Api
Terbuka -
Pribadi Bus AKDP Angkutan Komuter
Truk
Perdesaan
36

ISU ASPEK EKONOMI


STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREAT
1. Termasuk kedalam 1. Sektor pertanian 1. Terdapat beberapa Terjadi bottle neck di
kawasan cepat masih tergantung waduk dan embung di sepanjang jln Solo-
tumbuh (ekonomi) pada subsektor luar kawasan studi untuk Semarang bisa
dan kawasan pertanian bahan memenuhi kebutuhan air mengakibatkan
potensial pariwisata pangan bersih kemacetan
2. Tinginya angka 2. Minimnya akses 2. Adanya 6 pasar
investasi yang masuk menuju daerah tradisonal di luar
pada sektor industri pertanian kawasan studi yg dapat
dan pertanian. 3. Minimnya jalan menunjang pemasaran
3. Terdapat peruntukan kolektor primer hasil pertanian, perikanan
lajhan industri di 4. Pengembangan jalan & peternakan
daerah perbatasan tol mengakibatkan 3. Adanya masterplan
Banyudono - lahan disekitarnya kawasan industri si dalam
Sukoharjo tdk produktif maupun luar negeri
4. Memiliki sektor 5. Sulitnya proses 4. Adanya ekspor hasil
unggulan yg dapat perizinan salam agropolitan &
menggerakan mendirikan indutsri minapolitan
ekonomi wilayah
37

ISU ASPEK EKONOMI


STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREAT
5. Rendahnya angka Inflasi 5. Lahan di kawasan
6. Kecamatan sawit merupakan sentra boyolali perpotensi
perternakan ikan lele terbesar se- dikembangkan menjadi
provinsi kaw. budidaya
7. Beberapa kelurahan memiliki guna 6. Adanya peningkatan
lahan kolam yg mendukung jalan di kawasan studi
kegiatan minapolitan 7. Pengembangan Rel KA
8. Telah tersedianya jainngan irigasi Komuter jurusan Solo-
di kec. Teras dan kec.sawit Semarang
9. Sentra produksi padi di kecamatan 8. Adanya rencana
boyolali pembangunan
10.Terdapat 4 penggilingan padi di infrastruktur untuk
kecamatan Banyudono pemerataan
11.Dilalui jalan Solo-Semarang guna pembangunan
memperlancar rantai ekonomi
12.Rencana pengembangan stasiun
KA komuter
38

ISU ASPEK EKONOMI


STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREAT
13.Rencana pembangunan jln Tol
untuk mempermudah distribusi
barang & jasa
14.Kondisi jalan arteri primer baik
15.Rencana pembangunan terminal
tipe C dpt mempermudah
distribusi barang & jasa
16.Berkembangnya perdagangan dan
jasa sepanjang jalan arteri kolektor
17.Terletak dikawasan strategi (Solo-
Semarang-Jogja)
39

ASPEK SOSIAL BUDAYA


GAMBARAN DAN ISU SEKTORAL
40

SOSIAL BUDAYA
KEPENDUDUKAN
 Mata Pencaharian Penduduk cukup didominasi pada sektor pertanian tanaman pangan
sekitar 18% dan pada sektor industri pengolahans sekitar 14%.
Jumlah Penduduk Berdasarkan
Mata Pencaharian Tahun 2013

Perkebunan
Pertanian 1%
Lainnya Perikanan
Tanaman Pangan
34% Peternakan
0%
18%
5%
Pertanian
Lainnya
Industri 5%
Pengolahan
Jasa 14%
10% Perdagangan
12%
Angkutan
1%

Sumber: BPS Kab. Boyolali


41

SOSIAL BUDAYA
 Berdasarkan tingkat pendidikan struktur  Memiliki kesejahteraan yang cukup baik.
penduduk cukup cukup baik. Kawasan andalan ini memiliki tingkat
kesejahteraan pada tingkat sejahtera II –
 Masyarakat yang terdapat pada kawasan
sejahtera III+.
andalan ini memiliki kesadaran yang cukup
besar untuk mengenyam pendidikan.

Sumber: BPS Kab. Boyolali


42

SARPRAS SOSIAL BUDAYA


SARANA
 Pendidikan
 Kesehatan

PRASARANA
 Jaringan Air Bersih (PDAM)
 Jaringan Listrik
 Jaringan sanitasi
 Jaringan Telekomunikasi
 Jaringan Pembuangan Sampah (TPS/TPA)
 Jaringan Irigasi
43

KEADAAN SOSIAL DAN BUDAYA


 Keadaan sosial budaya di kawasan studi kami masih lekat dengan kebudayaan
Jawa yang masih mempertahankan budaya gotong royong.
 Sebagian masyarakat masih memiliki kepercayaan untuk melakukan kegiatan
kenduren untuk memperingati kematian seseorang.
 Tradisi padusan sebelum masuk bulan puasa yang biasanya dilakukan di
Umbul Pengging.
 Terdapat pemandian Umbul Pengging dan makam-makam keramat yang
berpotensi dijadikan kawasan wisata.
44

ISU ASPEK SOSIAL BUDAYA


STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREAT
1. Terdapat kawasan wisata 1. Sarana wisata kurang 1. TPA yang ada di
Pengging mendukung kegiatan Kab. Boyolali
2. Didominasi mata
pariwisata sudah hampir
pencaharian penduduk
2. Belum adanya sistem penuh
sebagai petani tanaman
pangan pembuangan air kotor 2. Banyaknya
3. Sudah terlayani jaringan 3. Jaringan Komunikasi di penduduk yang
listrik sebagian besar wilayah studi bermutsi ke
4. Sarana kesehatan memadai masih belum terlayani dalam kawasan
5. Penduduk dominasi usia 4. Kurangnya kesadaran studi
produktif
masyarakat akan pentingnya
6. Angka harapan hidup tinggi
sarpras kesehatan
7. Persentase angka melek
huruf tinggi 5. Pembangunan infrastruktur
8. Laju Pertumbuhan di kawasan studi belum
penduduk relatif stabil lengkap dan merata
9. Memiliki tenaga kerja 6. Kepadatan penduduk cukup
dengan kualitas baik tinggi
45

ASPEK KELEMBAGAAN
GAMBARAN DAN ISU SEKTORAL
46

KELEMBAGAAN
Kebijakan
a. Kawasan Budidaya (Agropolitan, Minapolitan)
b. Kawasan Lindung (Makam tokoh)
c. Kawasan Wisata (Pengging, wisata angropolitan, wisata outbond)
Kelembagaan
a. Pemerintah (Din Kop UKM, Disbudpar, Disnakertrans, Disperindag, Dinas Pertanian dll)
b. BUMD
c. Swasta
d. LSM

Peraturan perundang-undangan nasional menjadi dasar acuan dan arahan untuk menyusun
kelembagaan kawasan andalan
Masyarakat kawasan studi mempunyai kesadaran sosial cukup tinggi yang dicerminkan
dengan adanya budaya gotong royong dan musyawarah dalam pengambilan keputusan.
PETA ARAHAN KAWASAN STRATEGIS KAWASAN ANDALAN BOYOLALI 47
48

ISU ASPEK KELEMBAGAAN


STREGHT WEAKNESS OPPORTUNITY THREATH

1. Terdapat program kampung minapolitan 1. Masih sedikit LSM Adanya integrasi


2. Adanya arahan pengembangan kawasan yang ada di kawasan andalan
minapolitan kawasan studi subosuko-
3. Adanya arahan untuk dikembangan 2. belum optimalnya wonosraten
menjadi kawasan agropolitan fungsi LSM
4. Terdapat dinas khusus yang mengatur sebagai penyalur
dan mengembangkan sektor pertanian, bantuan dari
perikanan, pariwisata, dan industri pemerintah
5. Pembangunan daerah dibiayai oleh APBN,
APBD dan Swadaya Masyarakat (S)
6. Terdapat musrembang dalam penjaringan
aspirasi masyarakat dan wujud
permusyawaratan
7. Terdapat peraturan yang mengatur
lembaga pemerintah sampai LSM
8. Terdapat strategi pengembangan
pertanian, perikanan, wisata, dan industri
pada masing-masing dinas sesuai tupoksi
49

POHON MASALAH
KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
50

ISU DAN INOVASI


KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
51

ISU DAN INOVASI


SUB ISU
1. Pengembangan Kawasan Wisata, Industri, Agropolitan Dan
Minapolitan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
2. Pengembangan Infrastruktur dan Pengoptimalan Fungsi Lahan Guna
Pemerataan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
3. Pemberdayaan Masyarakat dengan Optimalisasi Peran LSM

ISU STRATEGIS
“Optimalisasi pemberdayaan masyarakat dan pengembangan
infrastruktur guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan
pemerataan pembangunan.”
52

INOVASI
SUB ISU 1
Pengembangan Kawasan Wisata, Industri, Agropolitan Dan Minapolitan Untuk
Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

INOVASI
1. Memformulasi arahan pemanfaatan dan pengendalian ruang kawasan
menjadi kawasan wisata, industri, agropolitan dan minapolitan yang terpadu
dan terencana.
2. Perbaikan perekonomian masyarakat dengan peningkatan investasi pada
bidang wisata, industri, agropolitan dan minapolitan
53

INOVASI
SUB ISU 2
Pengembangan infrastruktur dan pengoptimalan fungsi lahan guna pemerataan
pembangunan dan pengembangan kawasan

INOVASI
1. Pengembangan sarana prasarana pendukung perkotaan yang dapat
menstimulus pertumbuhan aktivitas masyarakat guna mewujudkan
pemerataan pembangunan yang terintergrasi
2. Pengoptimalan fungsi kawasan budidaya menjadi kawasan yang lebih
produktif dengan memperhatikan karakteristik ekologi kawasan
54

INOVASI
SUB ISU 3
Pemberdayaan masyarakat dengan optimalisasi peran LSM

INOVASI
1. Peningkatan kualitas SDM melalui institusi fomal dan non
formal pendidikan dengan mengoptimalkan peran LSM yang
bersangkutan
2. Pengadaan sosialisasi dan workshop kewirausahaan oleh LSM
terkait guna mengembangkan usaha dan potensi yang dimiliki
masyarakat.
55

MATRIKS KETERKAITAN
ANALISIS & SUB ISU
KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
56

SUB ISU 1:
Pengembangan kawasan wisata, industri, agropolitan,
minapolitan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi
ANALISIS PENUNJANG ISU ASPEK
Analisis kemampuan lahan Fisik dan
Analisis Kesesuaian Lahan lingkungan
Analisis Kependudukan
Analisis kualitas SDM
Analisis Ketenagakerjaan
Analisis Sosial Budaya Sosial Budaya
Analisis Sarpras Penunjang Sosial Budaya
Analisis Kegiatan Sosial
Analisis Kebudayaan
Analisis Sumber Daya
Analisis Perekonomian Kawasan
Analisis Sektor atau Komoditas Potensial
Analisis Sektor atau Komoditas Unggulan Ekonomi
Analisis Penilaian Kelayakan Pengembangan Komoditas Unggulan
Analisis Investasi
Analisis potensi pengembangan Pasar
Analisis Pola dan Distribusi Ekonomi
Analisis Kebijakan Pengembangan Kawasan
Analisis peraturan dan kebijakan Kelembagaan
57

SUB ISU 2:
Pengembangan infrastruktur dan pengoptimalan fungsi lahan guna
pemerataan pembangunan dan pengembangan kawasan

ANALISIS PENUNJANG ISU ASPEK

Analisis kemampuan lahan Fisik dan


Analisis Kesesuaian Lahan lingkungan
Analisis kegiatan sosial Sosial Budaya
Analisis Ketenagakerjaan
Analisis Sarpras Penunjang Sosial Budaya
Analisis alokasi APBD dalam pengembangan infrastruktur Kelembagaan
Analisis ketersediaan dan Kebutuhan Infrastruktur Ekonomi
58
SUB ISU 3:
Pemberdayaan masyarakat dengan optimalissi peran
LSM
ANALISIS PENUNJANG ISU ASPEK
Analisis Kependudukan Sosial Budaya
Analisis Ketenagakerjaan
Analisis Sosial Budaya
Analisis pemberdayaan Masyarakat melalui LSM
Analisis kebijakan dan program pendukung partisipasi masyarakat Kelembagaan
Analisis kinerja LSM dalam pemberdayaan masyarakat
59

KERANGKA ACUAN
KERJA MAKRO
KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
60

KERANGKA ANALISIS SEKTORAL


KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
61

KEBUTUHAN DATA
KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
62

TIMELINE PENGERJAAN
KAWASAN ANDALAN KABUPATEN BOYOLALI
63
TAHAP 2
LAPORAN PENDAHULUAN
Minggu ke
KEGIATAN 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

12/2 19/2 26/2 05/3 12/3 19/3 26/3 02/4 09/4 16/4 23/4 30/4 07/5 14/5 21/5 28/5 04/6 11/6 18/6 25/6

Pengenalan awal wilayah studi.


Identifikasi awal isu-isu dalam pembangunan
wilayah di wilayah studi.
Identifikasi kebutuhan data:
1. Peta Rupa Bumi dengan skala 1:5000 atau
lebih dan peta-peta tematik lainnya
2. Data kebijaksanaan pembangunan daerah
3. Data fisik dasar dan lingkungan
4. Data karakteristik ekonomi wilayah
5. Data kondisi kependudukan dan sosial
budaya
6. Data sumber daya alam dan buatan
7. Data kelembagaan dan keuangan daerah
8. Data aspirasi masyarakat

Identifikasi keabsahan data:


1. Rencana tata ruang wilayah dengan data
yang lebih mutakhir, supaya hasil analisis
lebih tepat
2. Sumber data jelas dan merupakan produk
legal dari instansi yang bertanggung jawab
3. Skala peta sesuai dengan ketentuan yang
ada, bila perlu dibuat petanya
Penentuan metode pembahasan
Pengorganisasian rencana kerja
64
TAHAP 3
PENGUMPULAN DATA (LAPORAN FAKTA DAN ANALISIS)
Minggu ke
KEGIATAN 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

12/2 19/2 26/2 05/3 12/3 19/3 26/3 02/4 09/4 16/4 23/4 30/4 07/5 14/5 21/5 28/5 04/6 11/6 18/6 25/6

Memastikan identifikasi kebutuhan data,


informasi dan perangkat survey
Persiapan survey lapangan

Survey data sekunder/instansional

Pelaksanaan survey lapangan


65
TAHAP 3
ANALISIS (LAPORAN FAKTA DAN ANALISIS)
Minggu ke
KEGIATAN 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

12/2 19/2 26/2 05/3 12/3 19/3 26/3 02/4 09/4 16/4 23/4 30/4 07/5 14/5 21/5 28/5 04/6 11/6 18/6 25/6

Pengantar analisis proses perencanaan

Analisis potensi dan masalah pengembangan


wilayah dalam konteks eksternal dan internal
Evaluasi data dan informasi dari hasil
kegiatan pemanfaatan dan pengendalian
pemanfaatan ruang
Kegiatan peninjauan berupa analisis, kajian
dan evaluasi/penilaian:
a. Analisis untuk melihat kedudukan wilayah
dalam sistem perwilayahan nasional, sistem
tata ruang pulau, sistem perwilayahan
propinsi, dan kota-kota lainnya.
b. Analisis demografi
c. Analisis sosial kemasyarakatan
d. Analisis ekonomi
e. Analisis fisik dan daya dukung lingkungan
f. Analisis sarana dan prasarana
g. Analisis struktur dan pola ruang yang ada
dan kecenderungan perkembangannya
h. Analisis potensi dan kondisi sumber daya
alam, sumber daya buatan dan sumber
daya manusia
i. Analisis keuangan dan kemampuan
pembiayan pembangunan daerah
66
TAHAP 4
PENYUSUNAN RENCANA (LAPORAN RENCANA)
Minggu ke
KEGIATAN 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

12/2 19/2 26/2 05/3 12/3 19/3 26/3 02/4 09/4 16/4 23/4 30/4 07/5 14/5 21/5 28/5 04/6 11/6 18/6 25/6

Pengantar perumusan rencana

Perumusan tujuan pemanfaatan ruang

Perumusan struktur dan pola pemanfaatan


ruang kawasan
Penjabaran Strategi dalam bentuk Rencana
pengembangan tata ruang wilayah
: peluang investasi, tahapan pengembangan
kawasan, indikasi program investasi, serta
struktur kelembagaannya.