Anda di halaman 1dari 29

GAMBARAN PELAKSANAAN KEGIATAN

PENGAWASAN HIGIENE SANITASI RUMAH


MAKAN/RESTORAN DI WILAYAH
BANDARA SOEKARNO-HATTA TAHUN 2018
Ririn Citra Aprilianti - 11141010000087

KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I SOEKARNO HATTA


LATAR BELAKANG
Kasus keracunan
yang pernah terjadi, Peraturan Menteri
Kegiatan pengawasan 20 siswi Polwan (18 Kesehatan RI Nomor
International Health Permenkes Nomor 44 Tahun 2004 tentang
sanitasi ini bertujuan Februari 2016) yang
Regulation (IHR) 2348/Menkes/Per/XI/2 Penyelenggaran
untuk mewujudkan magang di Polres
tahun 2005 memiliki 011 yang menyatakan Pelabuhan dan Bandar
program Healthy Bandara Soekarno-
tujuan untuk bahwa KKP Udara Sehat tercantum
Cities yang Hatta mengalami
mencegah, melindungi merupakan salah satu bahwa bandara dapat
dicanangkan World infeksi pada saluran
dan mengendalikan Unit Pelaksana Teknis dinyatakan sebagai
Health Organization pencernaan akibat
penyakit serta (UPT) Direktorat bandara sehat apabila
(WHO). Terwujudnya mengkonsumsi nasi memenuhi kriteria dan
melaksanakan respon Jenderal Pencegahan
penyediaan kebutuhan kotak dan 9 petugas indikator. Aspek kriteria
kesehatan masyarakat dan Pengendalian
dasar sanitasi dan keamanan Bandara dan indikator yang
(public health Penyakit (P2P)
kebersihan (provide Soekarno-Hatta (12 dinilai salah satunya
response) terhadap Kementerian
basic sanitation & Juli 2017) karena adalah restoran dan
penyebaran penyakit Kesehatan Republik
hygiene needs) mengkonsumsi rumah makan yang
secara internasional Indonesia
(WHO,2018) makanan yang dibeli bersertifikat laik higiene
di luar area Bandara sanitasi
Soekarno-Hatta
• Terbentuknya pemahaman dan
pengalaman mahasiswa secara
riil dan objektif tentang masalah

Tujuan
kesehatan masyarakat di
institusi magang serta
kesempatan yang luas untuk

Umum
mengembangkan kompetensi
mahasiswa dalam menerapkan
ilmu pengetahuan dan
keterampilan secara langsung di
institusi magang
TUJUAN KHUSUS
Mengetahui gambaran pelaksanaan kegiatan pengawasan
higiene sanitasi rumah makan/restoran di wilayah Bandara
Soekarno-Hatta oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I
Soekarno Hatta

Mengidentifikasi masalah dan akar masalah berdasarkan hasil


pengawasan higiene sanitasi rumah makan/restoran di wilayah
Bandara Soekarno-Hatta oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan
Kelas I Soekarno Hatta

Mahasiswa mampu bekerjasama dalam suatu tim kerja di institusi


magang

Mahasiswa dapat mengaplikasikan teori dan konsep yang


dipelajari pada saat perkuliahan di tempat magang sesuai bidang
peminatannya
Keputusan Menteri Kesehatan No.
2348/MENKES/PER/XI/2011
tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kantor Kesehatan Pelabuhan
TUGAS POKOK KKP KELAS I
SOEKARNO HATTA
KARANTINA & SURVEILANS

 Kekarantinaan dan surveilans


PENGAWASAN
 Kesiapsiagaan
 Alat angkut  Pengawasan OMKABA
 Orang impor/eksport
 Barang
 Risiko Lingkungan
UPAYA KES. & LINTAS WILAYAH
CEGAH
 Vaksinasi Internasional TANGKAL
PELAYANAN
 Rujukan dan GD medik PENYAKIT DI
 Vaksinasi Internasional  Dokumen Kekarantinaan PINTU MASUK
 Rujukan dan GD medik  Pengujian kesehatan NEGARA
 Dokumen Kekarantinaan
PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN
 Pengujian kesehatan
 Pengawasan kualitas air

PELAKSANAAN JEJARING KERJA

KAJIAN & PELAT. KEKARANTINAAN  Pengawasan pencemaran


Udara, air dan tanah
 Pemeriksaan sanitasi pesawat
 Pemeriksaan sanitasi gedung
 Pengawasan vektor (lalat, kecoa,
Tikus, nyamuk)
Pengendalian
Vektor dan
Binatang Penular
Penyakit

Pemberantasan
Pengendalian Pengendalian
dan Pengendalian
Lalat dan Kecoa Tikus dan Pinjal
Vektor Nyamuk
BIDANG
PENGENDALIAN
RISIKO LINGKUNGAN
Sanitasi dan
Dampak
Lingkungan

Pengawasan Higiene
Pengawasan Pengawasan Air
Pengawasan Restoran/Tempat Inspeksi Kesehatan
Inspeksi Kesehatan Limbah dan
Kualitas Air Minum Makan dan Lingkungan Pesawat
Lingkungan Gedung Kebisingan
Jasaboga
POIN KEGIATAN MAGANG
No. Kegiatan Magang
Periode Magang:
22 Januari s/d 27
1. Perkenalan antara mahasiswa dengan pihak KKP Kelas I Soekarno Hatta
Februari 2018
Diskusi dengan pembimbing lapangan mengenai rencana kegiatan magang sesuai
2.
dengan kompetensi
3. Mempelajari profil KKP Kelas I Soekarno Hatta

4. Mempelajari pengorganisasian dan kebijakan di KKP Kelas I Soekarno Hatta

Menanyakan bagaimana tahapan kerja KKP Kelas I Soekarno Hatta terkait dengan
5.
kegiatan pengawasan TPM

6. Mengikuti kegiatan kerja bidang PRL di KKP Kelas I Soekarno Hatta

7. Bimbingan dengan pembimbing lapangan dan fakultas


8. Menyusun laporan
Tahapan Pelaksanaan
Kegiatan

Input Process Output


INPUT
Sumber Daya (Man) Peralatan (Machines)
Sebanyak 21 orang dengan struktural surat tugas pelaksanaan kegiatan, tanda bukti pengambilan sampel, surat
Pendidikan D3 dan Sarjana Kesehatan Masyarakat pengantar uji laboratorium (sampel makanan, usap alat makan dan usap
tangan penjamah), buku register pengambilan sampel dan pemeriksaan
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 431 Tahun 2007 tentang pedoman
kelaikan fisik (higiene sanitasi), alkohol 70%, cool box, plastic steril, ice pack,
teknis pengendalian resiko kesehatan lingkungan di
masker, harnet, tabung reaksi berisi larutan buffer, swab steril, sprayer,
pelabuhan/bandara/pos lintas batas dalam rangka karantina kesehatan
pulpen, papan jalan, strapless, dan kertas label
Pendanaan (Money)
Metode (Methods)
Direktorat P2PTVZ Direktorat Jendral P2P
Pengawasan rutin, pengawasan uji petik, pembinaan,
DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) KKP Kelas I pendataan dan penerbitan sertifikat laik higiene
Soekarno Hatta sanitasi
Bahan Baku (Material) Pemasaran (Market)
Formulir sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 Tentang PIKULAN MI BASO (Peningkatan Kualitas Layanan
Persyaratan Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran Melalui Kemitraan di Bandar Udara Soekarno-Hatta)
PROCESS

LAIK SEHAT (Laik Pengisian buku

Penilaian

Pelaporan
Higiene Sanitasi), pengawasan/monitoring
TERSENYUM WARNA higiene sanitasi rumah
HIJAU
makan dan restoran;
Nilai memenuhi syarat
(≥700) diberikan status
LAIK SEHAT DALAM
PEMBINAAN 2 (the
second coaching) dengan Laporan kegiatan
simbol TERSENYUM bulanan dan dikirim ke
DATAR WARNA KUNING SIMKESPEL Ditjen PP
Nilai tidak memenuhi syarat & PL dan tembusan ke
(<700) diberikan status PT Angkasa Pura II
LAIK SEHAT DALAM (Persero) dan Otoritas
PEMBINAAN 1 (the
priority coaching) dengan Bandar Udara Wilayah I
simbol BERSEDIH Soekarno Hatta.
WARNA MERAH
OUTPUT
45

Frekuensi Kriteria
40
40
Rumah Makan/
MS
35 Restoran yang
32 No Area
Dilakukan
30
Inspeksi TMS
Amat Baik Baik Cukup
Jumlah Restoran

Kesehatan
25 23
Lingkungan
20
20
17
15 1 Terminal I A 45 3 13 17 12
15 13
12 2 Terminal I B 47 3 23 15 6
10 8 3 Terminal I C 31 4 3 20 4
7
6
5 5 4 Terminal II D 16 3 8 5 0
5 4 4
3 3 3 3 3
2 2
1 5 Terminal II E 2 0 2 0 0
0 0 0 0 0
0
Term. 1 A Term. 1 B Term. 1 C Term. 2 D Term. 2 E Term. 2 F Term. 3
6 Terminal II F 13 1 7 5 0
Lokasi 7 Terminal III 77 2 32 40 3
Amat Baik Baik Cukup Tidak Memenuhi Syarat Jumlah Bandara Soetta 231 16 88 102 25
OUTPUT
Sampel yang Diuji
Hasil Inspeksi Sampel Makanan Usap Alat Usap Tangan

No Area
TMS JUMLAH JUMLAH JUMLAH
5% MS TMS MS TMS MS TMS
SAMPEL SAMPEL SAMPEL

Terminal
1 25 12 13 8 8 0 8 8 0
1A

Terminal
2 15 7 8 6 6 0 8 6 2
1B

Terminal
3 17 13 4 8 8 0 8 8 0
1C

Terminal
4 8 5 3 4 4 0 4 4 0
2D
MS
95% Terminal
5 4 3 1 2 2 0 2 2 0
2E

Terminal
6 11 8 3 5 5 0 5 5 0
2F
MS TMS Terminal
7 21 19 2 9 9 0 9 9 0
3
Keterangan :
MS : Memenuhi Syarat total 101 67 34 42 42 0 44 42 2
TMS : Tidak Memenuhi Syarat
OUTPUT
70
65
Data Kepemilikan Sertifikat Laik
60 Akhir tahun 2017 sampai awal tahun
Higiene Sanitasi di Bandara
2018 telah diterbitkan 39 sertifikat
Soekarno-Hatta
50 laik higiene sanitasi rumah
makan/restoran oleh KKP Kelas I
Jumlah Resroran

40 37 Soekarno Hatta
30
22
20 16 15 15 Jadi, dari 226 rumah
12 11 10 makan/restoran di wilayah
10 6 7
5
3 2
Bandara Soekarno Hatta, yang
0
telah memiliki sertifikat Laik
Term. 1 A Term. 1 B Term. 1 C Term. 2 D Term. 2 E Term. 2 F Term. 3 Higiene Sanitasi dan masih
Lokasi berlaku sebanyak 72 rumah
Memiliki Sertifikat Belum Memiliki Sertifikat makan/restoran (31,85%)
IDENTIFIKASI MASALAH
1. Cakupan yang besar karena target dalam setahun pihak KKP Kelas I
Soekarno Hatta harus memeriksa minimal cakupan 226 RM/Restoran
2. Mahalnya biaya pengujian sampel yang dibebankan kepada pemilik
RM/Restoran
3. Pihak PT. Angkasa Pura II belum menjadikan sertifikasi laik higiene
sanitasi RM/Restoran sebagai kewajiban
4. Jauhnya tempat pengecekan sampel (makanan, usap alat dan tangan)
5. Penggunaan alat CO meter dan lux meter yang jarang digunakan
6. Penilaian formulir RM yang masih persepsi yang subjektif
Implementasi Kebijakan
Program/Kegiatan
Berdasarkan Skala Likert
Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003
Tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Rumah
Makan dan Restoran
Kesesuaian Hasil Total
No. Kebijakan Pelaksanaan (Skala Likert)
1 2 3 4 5
Permohonan Sertifikat
1. Untuk memperoleh sertifikat laik higiene sanitasi rumah Pengajuan permohonan sertifikat diajukan kepada KKP Kelas I √
makan dan restoran, pengusaha mengajukan permohonan Soekarno Hatta. Sebab rumah makan/restoran yang ada di wilayah
kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat Bandara Soekarno Hatta dibawah naungan KKP Kelas I Soekarni Hatta
yang bekerja sama dengan Kantor Otoritas Bandara Udara Wilayah I
Soekarno Hatta. Maka, KKP Kelas I Soekarno Hatta memiliki tugas
selayaknya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
2. Surat permohonan seperti dimaksud butir 1.a. diatas disertai Dalam permohonan penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi rumah √
lampiran sebagai berikut: makan dan restoran, pemilik/supervisor/pengusaha rumah
a. Fotocopy KTP pemohon yang masih berlaku makan/restoran ini harus melengkapi dokumen tersebut. Semua
b. Peta lokasi dan gambar denah bangunan telah menjadi persyaratan yang harus dilengkapi. Ada formulir untuk 9
c. Surat penunjukan penanggungjawab rumah makan surat permohanan berupa Checklist Pemeriksaan Berkas Permohonan
dan restoran Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Rumah
d. Fotocopy sertifikat Kursus Higiene Sanitasi Makanan Makan/Restoran/Counter di Wilayah Bandara Soekarno Hatta. Isi
bagi Pengusaha formulir tersebut mengenai kelengkapan data serta identitas, seperti:
e. Fotocopy sertifikat Kursus Higiene Sanitasi Makanan nama rumah makan/restoran/counter, penanggung jawab, alamat,
bagi Penjamah makanan minimal 1 (satu) orang tanggal pemeriksaan, petugas pemeriksaan, dan lampiran yang berisi
penjamah makanan persyaratan yang dibutuhkan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan
f. Rekomendasi dari Asosiasi Rumah Makan dan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003.
Pemeriksaan Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran
3. Ketua asosiasi rumah makan dan restoran menetapkan Pihak KKP Kelas I Soekarno Hatta belum memiliki ketua asosiasi rumah makan dan restoran. Tapi, bekerja sama dengan √
tim pemeriksa uji kelaikan rumah makan dan restoran Kantor Otoritas Bandara Udara Wilayah I Soekarno Hatta. DanPT Angkasa Pura II
dengan surat keputusan
4. Tim pemeriksa ini terdiri dari sanitarian dan ahli lain Tim pemeriksa higiene sanitasi rumah makan dan restoran di KKP Kelas I Soekarno Hatta memiliki latar pendidikan D3 √
yang terkait dalam jumlah ganjil, minimal tiga orang dan Kesehatan Lingkungan. Serta beberapa pegawai melanjutkan ekstensi S1 sebagai Kesehatan Masyarakat. Penugasan
maksimal lima orang yang bertugas melakukan lapangan pada semua petugas bidang PRL KKP Kelas I Soekarno Hatta, sebanyak 12 orang.
pemeriksaan lapangan dan menilai kelaikan rumah
makan dan restoran
5. Ketua tim adalah sanitarian Bidang PRL memiliki kepala bidang dan kepala seksi yang merupakan lulusan sanitarian (D3, Kesehatan Lingkungan) yang √
kemudian melanjutkan studi sebagai Kesehatan Masyarakat, berikut nama-nama Ketua Bidang :
- Kepala Bidang PRL : Sutjipto, SKM, MM
- Kepala Seksi Pengendalian Vektor & Binatang Penular Penyakit : Fitri Darsah, SKM
- Kepala Seksi Sanitasi & Dampak Risiko Lingkungan : Muhammad Sunan Raja, SKM
6. Tim melakukan kunjungan dan pemeriksaan higiene Sesuai dengan Formulir Pemeriksaan Kelaikan Penyehatan/Tingkat Mutu Kesehatan Rumah Makan/Restoran/Counter √
sanitasi yang dilakukan meliputi pemeriksaan lokasi dan telah terdapat konten pemeriksaan lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, gudang penyimpanan,
bangunan, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, gudang pengelolaan bahan makanan dan makanan jadi, peraturan dan tenaga baik secara fisik, kimia maupun bakteriologis serta 31
penyimpanan, pengelolaan bahan makanan dan pengawasan lalat, kecoa, tikus, dan hewan peliharaan. Dalam kegiatan lapangan juga telah dilakukan pengawasan
makanan jadi, peraturan dan tenaga baik secara fisik, terhadap kegiatan tersebut.
kimia maupun bakteriologis serta pengawasan lalat,
kecoa, tikus, dan hewan peliharaan
7. Tim dalam melakukan pemeriksaan menggunakan Pemeriksaan menggunakan formulir RM.2 √
formulir RM.2
8. Tim pemeriksaan melaksanakan tugasnya dengan penuh Kegiatan pengawasan higiene sanitasi rumah makan dan restoran ini memiliki laporan pertanggungjawaban berupa √
dedikasi dan moral dan melaporkan hasilnya kepada Laporan Pelaksanaan Inspeksi Kesehatan Lingkungan Rumah Makan dan Restoran Bandara Soekarno Hatta dan laporan
Ketua Asosisasi rumah makan dan restoran yang triwulan I s/d IV. Laporan tersebut merupakan bukti pertanggungjawaban pihak PRL KKP Kelas I Soekarno Hatta untuk
menugaskan transparasi pelaporan terhadap Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia dan surat ditembuskan ke Kantor Otoritas Bandara Udara Wilayah I Soekarno Hatta. DanPT Angkasa
Pura II
9. Laporan tim dibuat dalam berita acara kelaikan fisik dan Sesuai dengan ketentuan SOP Bidang PRL KKP Kelas I Soekarno Hatta selalu membuat berita acara, seperti: √
Penilaian
10. Batas laik higiene sanitasi rumah makan dan restoran adalah bila Hasil Pemeriksaan Kelaikan Hygiene Sanitasi yang memenuhi syarat dibagi √
jumlah skore variable ≥700 menjadi tiga kategori, yaitu :
- Amat baik apabila jumlah skore yang diperoleh 901 – 1000
- Baik apabila jumlah skore yang diperoleh 801 – 900 5
- Cukup apabila jumlah skore yang diperoleh 700 – 800
- Tidak memenuhi syarat apabila jumlah skore yang diperoleh ≤ 700

Masa Berlaku Sertifikat


11. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran Bidang PRL KKP Kelas I Soekarno Hatta belum mengadakan sertifikat √
sementara berlaku selama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang sementara. Karena rumah makan/restoran tersebut harus memenuhi skore
sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali penilaian ≤ 700 serta hasil uji laboratorium haruslah baik. Setelah itu,
barulah bisa diterbitkan sertifikat pada rumah makan/restoran tersebut.

12. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran tetap Masa berlaku Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran √
berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui dan menjadi selama tiga tahun. PRL KKP Kelas I Soekarno Hatta selalu memantau masa
batal bilamana terjadi pergantian pemilik, pindah lokasi/alamat, berlaku sertifikat dari rumah makan dan restoran. Apabila masa berlaku
tutup dana tau menyebabkan terjadinya keracunan telah habis, nantinya pihak PRL akan mendatangi serta memberikan 12

makanan/wabah Rumah Makan dan Restoran menjadi tidak laik penyuluhan agar pemilik/pengusaha rumah makan dan restoran bisa paham
higiene sanitasi bahwa masa berlaku akan segera habis.

13. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi harus dipasang di dinding yang Pihak PRL KKP Kelas I Soekarno Hatta selalu memantau penempelan √
mudah dilihat oleh petugas dan masyarakat konsumen Sertifikat Laik Higiene Sanitasi karena harus berada di tempat yang banyak
dilihat konsumen, seperti pada dinding dekat petugas kasir. Selain itu, ada
pajangan yang memiliki gambar senyum yang dapat diletakkan di meja kasir.

Total Keseluruhan 57
Diketahui bahwa ada 13 poin penilaian dalam kebijakan program ini dengan skala
penilaian 5 kategori. Maka, total skor keseluruhan dari 13 × 5 = 65 skor, sedangkan untuk
jumlah skor hasil penilaian sebesar 57 skor.

𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐡𝐚𝐬𝐢𝐥 𝒑𝒆𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊𝒂𝒏


Skor skala likert = × 100%
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉𝒂𝒏

𝟓𝟕
Skor skala likert = 𝟔𝟓 × 100%

Skor skala likert = 87,7%


Maka, pelaksanaan kegiatan pengawasan higiene sanitasi rumah makan/restoran yang
dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta mendapatkan skor
sebesar 87,7% sesuai dengan kebijakan program/kegiatan. Adapun nilai yang masih
dikatakan tidak sesuai, seperti; belum terbentuknya ketua asosiasi rumah makan dan
restoran serta belum adanya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran
bersifat sementara yang berlaku 6 (enam) bulan.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
431/MENKES/SK/IV/2007 Tentang Pedoman Teknis
Pengendalian Kesehatan Lingkungan di
Pelabuhan/Bandara/Pos Lintas Batas dalam Rangka
Karantina Kesehatan
Pengawasan Makanan
1. Dilakukan secara rutin sekurang-kurangnya 1 kali Kegiatan kunjungan ke tempat rumah makan/restoran selalu rutin di √
sebulan dengan mengadakan kunjungan ke tempat- laksanakan oleh pihak KKP Kelas I Soekarno Hatta. Apalagi dalam SOP KKP
tempat pengusahaan makanan untuk menyaksikan Kelas I Soekarno Hatta tercantum bahwa satu rumah makan/restoran tiap
secara on the spot: tahun harus diinspeksi dua kali dalam setahun. Dapat disimpulkan bahwa
- Keadaan dan sarana-sarana sanitasi di tempat usaha kinerja pengawasan sanitasi pada rumah makan dan restoran di wilaya 5
tersebut Bandara Soekarno-Hatta dikatakan sangat baik karena kinerjanya
- Pemeliharaan dan penggunaan sarana-sarana tersebut melebihi persyaratan Kepmenkes No.431/MENKES/SK/IV/2007.
- Kesehatan para food handler (secara pemeriksaan visual)
- Cara kerja para food handler
Tata Cara Pengambilan Contoh Makanan
2. Mengambil contoh makanan secara random, kemudian Metode pelaksanaan pengambilan sampel makanan pada makanan yang √
dimasukkan ke dalam tempat (container) steril mengandung protein tinggi atau yang memiliki risiko terkontaminasi. Lalu,
makanan dimasukkan ke plastik steril dan secepatnya disusun di dalam
container steril.
3. Bila ada suatu makanan yang khusus dicurigai, makanan Apabila ditemukan makanan yang berbahaya maka pihak PRL KKP Kelas I √
tersebut dikirim sebagian atau seluruhnya Soekarno Hatta langsung mengambil tindakan untuk pengecekan sampel. 15
4. Contoh segera dikirim ke laboratorium dengan cara yang tepat, Pengiriman sampel dilakukan pada hari yang sama saat pengambilan √
untuk pemeriksaan-pemeriksaan yang diperlukan sampel. Hal ini dilakukan agar sampel yang dikirimkan tidak mengalami
kerusakan ataupun kontaminasi yang dapat mempengaruhi hasil
Bahan dan Peralatan
5. Food security kit sesuai standar Food security kit yang digunakan telah memenuhi standar sebab √
perlengkapan di PRL KKP Kelas I Soekarno Hatta telah memiliki standar
mutu yang baik.
6. Tempat sampel steril Tempat penyimpanan sampel sudah steril karena pihak PRL KKP Kelas I √
Soekarno Hatta telah bekerja sama dengan Balai Besar Laboratorium
Kesehatan Jakarta. Jadi steril suatu alat sangat diperhatikan oleh pihak
PRL KKP Kelas I Soekarno Hatta.
7. Lux meter Kepemilikan alat, pihak PRL KKP Kelas I Soekarno Hatta telah √
memilikinya. Namun, jarang digunakan sebab hasil pengukuran yang
dilakukan selalu menunjukan hasil yang sama. Jadi, secara garis besar
21
hasil yang ditujukan sama saja tiap bulan karena wilayah yang diukur
selalu sama.
8. CO meter Sama saja seperti penggunaan lux meter. Pihak PRL KKP Kelas I √
Soekarno Hatta telah memilikinya. Namun, pengukuran dilakukan pada
saat tertentu sebab hasil pengukuran yang dilakukan selalu
menunjukan hasil yang sama. Jadi, secara garis besar hasil yang
ditujukan sama saja tiap bulan karena wilayah yang diukur selalu sama.
9. Thermos sampel Sesuai dengan instruksi SOP KKP Kelas I Soekarno Hatta Tahun 2014, √
thermos sampel yang digunakan untuk mengambil sampel makanan,
usap tangan dan usap alat haruslah steril.
Pelaksana
10. Pegawai negeri sipil pada KKP yang memiliki ijazah minimal D1 Pegawai yang diterima bekerja di Bidang Pengendalian Risiko √ 5
sanitarian dan atau telah mendapatkan pelatihan jabatan Lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta
fungsional sanitarian memiliki latar belakang pendidikan minimal D1 Kesehatan
Lingkungan/Sanitarian. Maka, sesuai dengan peraturan ini.
Diketahui bahwa ada 10 poin penilaian dalam kebijakan program ini dengan skala
penilaian 5 kategori. Maka, total skor keseluruhan dari 10 × 5 = 50 skor, sedangkan untuk
jumlah skor hasil penilaian sebesar 46 skor.

𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐡𝐚𝐬𝐢𝐥 𝒑𝒆𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊𝒂𝒏


Skor skala likert = × 100%
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉𝒂𝒏

𝟒𝟔
Skor skala likert = 𝟓𝟎 × 100%

Skor skala likert = 92%


Maka, pelaksanaan kegiatan dikatakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Diharapkan
kedepannya alat-alat yang telah dimiliki pihak KKP Kelas I Soekarno Hatta selalu
digunakan secara rutin.
Pelaksanaan kegiatan pengawasan higiene sanitasi rumah
makan/restoran yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan
SECARA Kelas I Soekarno Hatta mendapatkan skor sebesar 89,5% sesuai
dengan kebijakan program/kegiatan. Hasil penilaian dikatakan

UMUM amat baik karena memang kegiatan pengawasan sanitasi rumah


makan dan restoran di wilayah Bandara Soekarno-Hatta oleh
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta telah
berjalan sesuai prosedur SOP dan kebijakan peraturan Kemenkes.
BENTUK PENGABDIAN
SELAMA MAGANG
1. 2.

3. 4.
Laporan Pelaksanaan Inspeksi Kesehatan
Menerjemahkan dokumen IATA Drinking Lingkungan (IKL) Rumah Makan dan Restoran
Water Quality Pool Safety Standards Bandara Soekarno-Hatta Periode Januari 2018
Simpulan
• Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mempunyai tugas melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit, penyakit
potensial wabah, surveilans epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan,
pengawasan OMKABA serta pengamanan terhadap penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsur
biologi, kimia dan pengamanan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
• Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi serta
penyusunan laporan di bidang Pengendalian vektor dan binatang penular penyakit, pembinaan sanitasi lingkungan, jejaring
kerja, kemitraan, kajian dan pengembangan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan bidang pengendalian risiko lingkungan
di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
• Seksi Sanitasi dan Dampak Risiko Lingkungan antara lain melakukan kegiatan pengawasan kualitas air bersih/air minum,
pengawasan sanitasi pesawat dan gedung/lingkungan bandara, pengawasan pencemaran udara dan air serta pengawasan
makanan dan minuman;
• Pengawasan makanan dan minuman antara lain melakukan kegiatan pengawasan dan penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi
rumah makan dan restoran;
• Berdasarkan hasil pengawasan higiene sanitasi rumah makan/restoran yangdilakukan oleh KKP Kelas I Soekarno Hatta hingga
akhir tahun 2017, dari 226 rumah makan/restoran di terminal penumpang Bandara Soekarno Hatta, yang telah memiliki
sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan masih berlaku sebanyak 72 rumah makan/restoran (31,85%);
• Hasil perhitungan implementasi kebijakan program/kegiatan dengan skala likert telah menghasilkan nilai sebesar 89,5%;
• Bentuk pengabdian mahasiswa selama magang telah membuat Laporan Pelaksanaan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL)
Rumah Makan dan Restoran Bandara Soekarno-Hatta Periode Januari 2018, menerjemahkan dokumen IATA Drinking Water
Quality Pool Safety Standards, serta membuat media promosi pengawasan sanitasi rumah makan/restoran berupa leaflet dan
stiker pengawasan
Saran
• Menambah SDM Bidang PRL KKP Kelas I Soekarno Hatta;
• Membentuk asosiasi rumah makan dan restoran di wilayah Bandara Soekarno-Hatta;
• Pengadaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran yang bersifat sementara
yang berlaku 6 (enam) bulan;
• Penggunaan alat lux meter dan CO meter sebaiknya digunakan setiap saat melakukan inspeksi
sanitasi;
• Mempublikasikan nama-nama rumah makan/restoran mana saja yang telah memiliki sertifikat
laik higiene sanitasi pada website resmi milik Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta.
Supaya konsumen dapat mengetahuinya dan menjadikan daya pacu tersendiri bagi pemilik rumah
makan/restoran untuk memperbaiki sanitasinya;
• Menyatukan persepsi secara objektif pada tiap poin penilaian pada formulir supaya penilaian
tidak menjadi bias karena perbedaan persepsi;
• Setelah adanya media promosi yang dibuat oleh mahasiswa (khususnya stiker) diharapkan dapat
dipasang pada semua rumah makan dan restoran di wilayah Bandara Soekarno-Hatta supaya
dapat menandakan rumah makan dan restoran dengan lokasi yang tepat.
DOKUMENTASI KEGIATAN
DAFTAR PUSTAKA
• Departemen Kesehatan RI. Bakteri Pencemar Makanan dan Penyakit Bawaan Makanan. Ditjen PPM dan PLP. Jakarta, 2000
• Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta. Standar Operasional Prosedur Pengawasan Higiene Sanitasi Rumah Makan/Restoran di Bandara Soekarno-
Hatta. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2014
• Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2004 tentang Penyelenggaran Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat,
2004
• Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2348/ MENKES/ PER/ XI/ 2011 tentang Perubahan Atas Permenkes RI Nomor
356/ Menkes/ SK/ IV/ 2008 tentang organisasi dan tata kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2011.
• Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 431/MENKES/SK/IV/2007 Tentang Pedoman Teknis
Pengendalian Kesehatan Lingkungan di Pelabuhan/Bandara/Pos Lintas Batas dalam Rangka Karantina Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2007
• Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 Tentang Persyaratan Higiene dan
Sanitasi Rumah Makan dan Restoran. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2003.
• Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta. Standar Operasional Prosedur Kegiatan Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan. Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia, 2014.
• Laporan Triwulan I-IV Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta Tahun 2015
• Laporan Triwulan I-IV Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta Tahun 2016
• Laporan Triwulan I-IV Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta Tahun 2017
• Raja, Sunan. Laporan Laboratorium Kepemimpinan: Peningkatan Kualitas Layanan Melalui Kemitraan di Bandara Soekarno Hatta. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas
I Soekarno Hatta, 2017.
• World Health Organization. International Health Regulations. Geneva, 2005.
• World Health Organization. 2018. http://www.euro.who.int/en/health-topics/environment-and-health/urban-health/activities/healthy-cities diakses pada tanggal 4
Maret 2018 pukul 18.00