Anda di halaman 1dari 12

OLEH KELOMPOK 3 :

1. Muh. Amri Arfandi (K11116320)


2. Irhamullah (K11116319)
3. Nur Pratami (K11116342)
4. Sri Indi Rahmadanti H. (K11116508)
5. Nurlaila Tussaadah (K11116321)
6. Machrany Syarif (K11116333)
7. Andi Rifdah Amir (K11116336)
8. Andi Eva Zahafira W. (K11116349)
9. Faradillah Amalia Idris (K11116353)
Hakekat HAM

Perkembangan HAM di Indonesia

Makna dan Hakikat Demokrasi

Hubungan HAM dengan Demokrasi

Implementasi HAM dan Demokrasi


di Indonesia
Hak Asasi Manusia merupakan hak yang melekat pada diri
manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai
suatu anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus
dihormati, dijaga, dan dilindungi oleh setiap individu,
masyarakat atau Negara dan sekaligus merupakan bagian
dari nilai dasar demokrasi dan merupakan indikator
supremasi hukum.
Dalam Undang - undang nomor 39 Tahun 1999 tentang
Hak Asasi Manusia pasal 1 disebutkan bahwa “ Hak Asasi
Manusia ( HAM ) adalah seperangkat Hak yang melekat
pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai mahluk
tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah - Nya yang
wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara,
hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta
perlindungan harkat dan martabat manusia”.
Dengan demikian hakekat penghormatan dan
perlindungan terhadap HAM adalah menjaga
keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui
aksi keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta
keseimbangan antara kepentingan perseorangan
dan kepentingan umum. Upaya menghormati,
melindungi dan menjunjung tinggi Hak Asasi
Manusia, menjadi kewajiban dan tanggung jawab
bersama antara individu, pemerintah bahkan
Negara.
Indonesia mengalami penjajahan berabad-abad.Pada masa itu
banyak sekali pelanggaran HAM seperti penculikan, kerja paksa,
pembantaian, penyiksaan, pemindasan, kesewang-wenangan yang
merupakan fenomena umum yang terjadi.Tidak ada kebebasan,
keadilan, perasaan, rasa aman, yang terjadi adalah ekploitasi besar-
besaran terhadap manusia dan kekayaan alam Indonesia untuk
kepentingan penjajah.
Pada masa penjajahan Belanda masyarakat Indonesia dibedakan
menjadi tiga strata sosial.Pembedaan kela-kelas dalam masyarakat
ini mempunyai implikasi yang luas.Ada diskriminasi di segala bidang
kehidupan ekonomi, politik, soaial, pendidikan dan hukum. Ketiga
strata sosial itu adalah: masyarakat Eropa sebagai kelas pertama,
masyarakat Timut Asing (China, India Arab) sebagai kelas dua dan
masyarakat Irlander sebagai masyyarakat kelas tiga. Perlakuan
manusia yang didasarkan pada diskriminasi inilah yang bertentangan
dengan harkat dan martabatmanusia sebagai makhluk Tuhan yang
sederajat.Kondisi semacam ini mendorong tokoh-tokoh pejuang
untuk mengangkat senjata.
Tonggak-tonggak sejarah perjuangan HAM adalah sebagai berikut :
 Kebangkitan Nasional (20 Mei 1908)
 Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928)
 Proklamasi Kemerdekaan (17 Agustus 1945); merupakan puncak perjuangan
untuk menghapuskan penjajahan dengan penetapan Undang-undang Dasar
1945 yang didalamnya terkandung pengakuan HAM.
 UUD RIS dan UUDS 1950 secara implicit mencantumkan konsep HAM.
 Siding Umum MPRS tahun 1966 menetapkan Ketetapan MPRS Nomor
XIV/MPRS/1966 tentang Pembentukan Panitia Ad Hock untuk menyiapkan
dokumen rancangan Piagam HAM dan Hak serta Kewajiban Warga Negara.
Namun setelah meletusnya G30S/PKI masalah ini tertunda.
 Tahun 1993 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993 dibentuk
Komisi Hak Asasi Manusia.
 Perumusan HAM mencapai kemajuan dengan dimasukkan masalah ini dalam
GBHN Tahun 1998.
 Siding Istimewa MPR 1998 telah berhasil merumuskan Piagam HAM secara
ekplisit lewat Ketetapan MPR-RI Nomor XVII/MPR/1998 tentang Pandangan
dan Sikap Bangsa Indonesia Terhadap HAM.
 Ketetapan MPR Nomor XVII ini dijabarkan dalam Undang-undang RI Nomor 39
Tahun 2000 sebagai Hukum Positif bagi pelaksanaan HAM di Indonesia.
Ada 3 (tiga) makna demokrasi yakni
1.Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan
berasal dari pengertian awal dari para ahli dan
tokoh sejarah. Misalnya : Plato dan Aristoteles

• Plato dalam bukunya Republic menyatakan ada


3 bentuk pemerintahan yang baik :
• Monarki,Aristokrasi, dan demokrasi
• Aristoteles dalam tulisannya Politics
mengemukakan adanya tiga macam bentuk
pemerintahan yang baik yangdisebutnya meliputi:
Monarki, aristokrasi dan polity
2.Demokrasi sebagai sistem politik dan
3. Demokrasi sebagai sikap hidup.
Demokrasi dan HAM dua hal yang berbeda tetapi tidak dapat
dipisahkan. Didalam Negara yang menganut asas Demokrasi
kedudukan rakyat sangat penting, sebab didalam negara tersebut
rakyatlah yang memegang kedaulatan kepentingan dan hak asasi
rakyat diakui dan dilindungi oleh negara, yaitu dengan kata lain
negara melindungi Hak asasi manusia yang diatur dalam
konstitusinya, atau kedaulatan adalah kekuasaan yang penuh dan
langgeng ada pada masyarakat.
Sistem demokrasi untuk kehidupan bermasyarakat dan
bernegara ini pada hakekatnya berasal dari filosofis bahwa manusia
adalah mahluk yang bebas karena manusia mempunyai hak dan
kemampuan untuk mengatur dan menentukan hidupnya
sendiri.Dengan demikian hubungnnya dengan bernegara, demokrasi
mempunyai arti penting bagi masyarakat untuk menentukan adanya
jaminan terhadap penyelenggaraan negara, serta jaminan dan
perlindungan terhadap HAM.
Praktik bagaimana demokrasi dan HAM berjalan di Indonesia sangat
jelas terlihat melalui adanya pemilu langsung di Indonesia. Dengan jumlah
penduduk yang terbesar keempat di Dunia, menjadikan Indonesia sebagai
Negara demokrasi terbesar di Dunia. HAM dan demokrasi merupakan
konsepsi kemanusiaan dan relasi sosial yang dilahirkan dari sejarah
peradaban manusia di seluruh dunia. Sehingga pada dasarnya HAM pasti
ada kalau manusia yang hidup dalam kehidupan sosialnya dan bisa
dikatakan bahwa HAM terletak pada keberadaan manusia yang melahirkan
demokrasi yang sebenarnya. Seiring berjalannya waktu, negara-negara di
dunia mulai menetapkan berbagai peraturan sebagai upaya untuk
mempertahankan hak asasi manusia dari masing-masing warga negaranya.
Di Indonesia, peraturan mengenai HAM secara tegas diatur dalam Undang-
Undang No. 39 Tahun 1999 pasal 2 tentang asas-asas yang menyatakan, “
Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi
manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati
melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia, yang harus dilindungi,
dihormati, dan ditegakkan demi peningkatan martabat, kemanusiaan,
kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecerdasan serta keadilan “.