Anda di halaman 1dari 33

Prilaku dan Etika

Profesi

Tiara Tri Agustini, M.Farm., Apt.


Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
Konsep perilaku
kesehatan
PERILAKU
pendahuluan

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling


sempurna. Salah satu keistimewaan yang menonjol adalah
perilakunya.
Manusia adalah subjek sekaligus obyek, serta makhluk
individual sekaligus sosial. Namun manusia pada umumnya
tidak bersifat pasif, yaitu menerima keadaan dan tunduk
pada suratan tangan atau kodratnya, tetapi secara sadar
dan aktif menjadikan dirinya suatu proses perkembangan.
Perilaku manusia sebagian ditentukan oleh kehendaknya
sendiri dan lingkungan sedangkan sebagian yang lain
bergantung pada alam.

3/29/2018 3
Tujuan

Agar anda lebih memperhatikan dan mendalami ilmu


perilaku secara umum dan mendasar baik tentang sikap
dan perilaku diri sendiri maupun sikap dan perilaku orang
lain di sekitar kita.

3/29/2018 4
Definisi menurut Skinner (1938)
• Perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang
terhadap stimulus (rangsangan dari luar).
• Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya
stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme
tersebut merespons, maka teori skiner ini disebut teori “S-
O-R” atau Stimulus - Organisme - Respons. .
Skiner membedakan respon menjadi 2 :
1. Respondent response atau reflexsive -> ditimbulkan oleh rangsangan-
rangsangan (stimulus) tertentu. Stimulus semacam ini disebut eliciting
stimulation karena menimbulkan respon yang relatif tetap.
Misalnya makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan, cahaya
terang menimbulkan mata tertutup, dsb. Respondent Response ini juga
mencakup perilaku emosional, misalnya mendengar berita musibah
menjadi sedih atau menangis, lulus ujian meluapkan kegembiraannya
dengan mengadakan pesta dsb.

2. Operant Response atau instrumental respons -> respon yang timbul dan
berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu.
Perangsang ini disebut organisme reinforcing stimulation atau reinforcer,
karena memperkuat respon.
Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan
baik (respon terhadap uraian tugasnya). Kemudian memperoleh
penghargaan dari atasannya (stimulus baru) maka petugas kesehatan
tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya.
Definisi menurut Robert Kwik (1974)
• Perilaku adalah tindakan atau
perbuatan suatu organisme yang
dapat diamati dan bahkan dapat
dipelajari. Perilaku tidak sama
dengan sikap.
• Sikap adalah hanya suatu
kecenderungan untuk
mengadakan tindakan terhadap
suatu obyek, dengan suatu cara
yang menyatakan adanya tanda-
tanda untuk menyenangi atau
tidak menyenangi obyek tersebut.
Sikap hanyalah sebagian dari
perilaku manusia.
Definisi menurut Sunaryo (2004)

• Perilaku manusia adalah aktivitas yang timbul karena


adanya stimulus dan respons serta dapat diamati
secara langsung maupun tidak langsung.
Berdasarkan beberapa definisi, dapat dirumuskan bahwa
perilaku manusia adalah :
Tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang dapat
diamati secara langsung maupun yang tidak dapat diamati
oleh pihak dari luar.

Perilaku manusia melibatkan tiga komponen utama yaitu ;


a. Kondisi lingkungan tempat terjadinya perilaku tersebut.
b. Perilaku itu sendiri.
c. Konsekuensi dari perilaku tersebut.

Berulang ataupun tidak berulangnya suatu perilaku


dipengaruhi oleh keadaan tiga komponen tersebut.
Perilaku manusia tidak lepas dari proses
pematangan organ-organ tubuh. misalnya:
• Bahwa seorang bayi belum dapat
duduk atau berjalan apabila organ-
a organ tubuhnya belum cukup kuat
menopang tubuh.

• Perlu pematangan tulang belakang


b terutama tulang leher, punggung,
pinggang, serta tulang kaki.

• Seorang bayi tidak akan dapat berjalan


c terlebih dahulu sebelum tengkurap dan
sebagainya.
Perilaku individu tidak timbul dengan
sendirinya..

Rangsangan (stimulus) dari


dalam diri / internal

PERILAKU

Rangsangan (stimulus) dari


luar dirinya/ eksternal
Perilaku individu mencakup:

• Perilaku yang tampak/Terbuka (overt behavior)


• Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan
a nyata atau terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah
jelas dalam bentuk tindakan atau praktek, yang dengan mudah
dapat diamati atau dilihat oleh orang lain.

• Perilaku yang tidak tampak/Tertutup (inert behavior atau


convert behavior).
• Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus
dalam bentuk terselubung atau tertutup (convert). Respon
b atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada
perhatian, persepsi, pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang
terjadi pada orang yang menerima stimulus tersebut, dan
belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain.
Perilaku Kesehatan

Sakit dan
Penyakit
Rangsangan
Sistem pelayanan
yang
berkaitan kesehatan
Perilaku
dengan Kesehatan
perilaku Makanan
kesehatan

Lingkungan
KLASIFIKASI PERILAKU KESEHATAN
1. Perilaku pemeliharaan kesehatan (health
maintanance).
adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara
atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk
penyembuhan bilamana sakit
2. Perilaku Pencarian atau penggunaan sistem atau
fasilitas kesehatan, atau sering disebut perilaku
pencairan pengobatan (health seeking behavior)
adalah perilaku yang menyangkut upaya atau tindakan seseorang
pada saat menderita penyakit dan atau kecelakaan
3. Perilaku Kesehatan Lingkungan
adalah apabila seseorang merespon lingkungan, baik lingkungan
fisik maupun sosial budaya, dan sebagainya
DOMAIN PERILAKU
MENURUT BLOOM, PERILAKU DIBAGI DALAM 3
DOMAIN (RANAH/KAWASAN) :

 Ranah kognitif (cognitive domain)


 Ranah Affektif (affective domain)
 Ranah psikomotor (psychomotor domain)

Ke tiga domain ini diukur dari :


1. Pengetahuan (knowledge)
2. Sikap (attitude)
3. Praktik atau tindakan (practice)
Knowledge
“Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan ini terjadi
setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap
suatu obyek tertentu. Tanpa pengetahuan seseorang
tidak mempunyai dasar untuk mengambil keputusan
dan menentukan tindakan terhadap masalah yang
dihadapi “

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang:


a. Faktor Internal adalah faktor dari dalam diri sendiri, misalnya
intelegensia, minat, kondisi fisik
b. Faktor Eksternal adalah faktor dari luar diri, misalnya keluarga,
masyarakat, sarana
c. Faktor pendekatan belajar adalah faktor upaya belajar,
misalnya strategi dan metode dalam pembelajaran
6 tingkatan domain pengetahuan :

Tahu (Know) diartikan sebagai mengingat kembali (recall) terhadap suatu


materi yang telah dipelajari sebelumnya.
Memahami (Comprehension) diartikan suatu kemampuan untuk
menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat
menginterpretasikan materi tersebut secara benar.
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang
telah dipelajari pada situasi dan kondisi yang sebenarnya.
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
obyek kedalam komponen-komponen tetapi masih dalam suatu struktur
organisasi dan ada kaitannya dengan yang lain.
Sintesa menunjukkan suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan baru.

Evaluasi, berkaitan dengan kemampuan untuk melaksanakan justifikasi


atau penilaian terhadap suatu materi/obyek.
Attitude
• “Sikap merupakan reaksi atau respon yang
masih tertutup dari seseorang terhadap
suatu stimulus atau obyek“

Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap mempunyai


tiga komponen pokok:
a. Kepercayaan (keyakinan), ide, konsep terhadap
suatu obyek
b. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap
suatu obyek
c. Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave)
Tingkatan domain sikap :

Menerima (receiving) diartikan bahwa orang (subyek) mau dan


memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek).

Merespon (responding) diartikan memberikan jawaban apabila ditanya,


mengerjakan, dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

Menghargai (valuing) diartikan mengajak orang lain untuk mengerjakan


atau mendiskusikan suatu masalah.

Bertanggung jawab (responsible) atas segala sesuatu yang telah dipilihnya


dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi.
Practice
“Suatu sikap belum otomatis terwujud
dalam suatu tindakan (overt behavior)”
Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan yang
nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi
yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas dan
faktor dukungan (support)
Tingkatan domain praktik :

Persepsi (perception) diartikan mengenal dan memilih berbagai obyek


sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan
praktik tingkat pertama.
Respon terpimpin (guide response) diartikan dapat melakukan sesuatu
sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh adalah
merupakan indikator praktik tingkat kedua.

Mekanisme (mecanism) diartikan apabila seseorang telah dapat


melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis, atau sesuatu itu sudah
merupakan kebiasaan, maka ia sudah mancapai praktik tingkat tiga.
Adopsi (adoption)
Adaptasi adalah suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang
dengan baik. Artinya tindakan itu sudah dimodifikasi tanpa mengurangi
kebenaran tindakan tersebut.
Sebelum seseorang mengadopsi perilaku baru,
akan terjadi proses berurutan, yakni :
Kesadaran (awareness) = dimana orang tersebut menyadari
dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus
(obyek)

Tertarik (interest) = dimana orang mulai tertarik pada stimulus

Evaluasi (evaluation) = menimbang-nimbang terhadap baik


dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap
responden sudah lebih baik lagi.

Mencoba (trial) = dimana orang telah mulai mencoba perilaku


baru.

Menerima (Adoption) = dimana subyek telah berperilaku baru


sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan
sikapnya terhadap stimulus.
Perilaku manusia sebenarnya merupakan
refleksi dari
berbagai gejala kejiwaan seperti :
1. Keinginan
2. Kehendak
3. Minat
4. Motivasi
5. Persepsi
6. Sikap

Namun demikian realitasnya sulit dibedakan atau


dideteksi gejala kejiwaan tersebut karena
dipengaruhi juga oleh faktor lain diantaranya
adalah pengalaman, keyakinan,
Beberapa teori lain yang telah dicoba
untuk mengungkap faktor penentu
yang dapat mempengaruhi perilaku
khususnya perilaku yang
berhubungan dengan kesehatan,
antara lain:
Teori Lawrence Green (1980)
Green mencoba menganalisis perilaku manusia berangkat dari tingkat
kesehatan. Bahwa kesehatan seseorang dipengaruhi oleh 2 faktor pokok,
yaitu faktor perilaku (behavior causes) dan faktor diluar perilaku (non
behavior causes).
Faktor perilaku ditentukan atau dibentuk oleh:
a. Faktor predisposisi (predisposing factor), yang terwujud dalam
pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan
sebagainya.
b. Faktor pendukung (enabling factor), yang terwujud dalam lingkungan
fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana
kesehatan, misalnya puskesmas, obat-obatan, alat-alat steril dan
sebagainya.
c. Faktor pendorong (reinforcing factor) yang terwujud dalam sikap dan
perilaku petugas kesehatan atau petugas lain, yang merupakan
kelompok referensi dari perilaku masyarakat.
TEORI SNEHANDU B. KAR (1983)
Kar mencoba menganalisis perilaku kesehatan bertitik tolak
bahwa perilaku merupakan fungsi dari:
a. Niat seseorang untuk bertindak sehubungan dengan
kesehatan atau perawatan kesehatannya (behavior itention).
b. Dukungan sosial dari masyarakat sekitarnya (social support).
c. Adanya atau tidak adanya informasi tentang kesehatan atau
fasilitas kesehatan (accesebility of information).
d. Otonomi pribadi orang yang bersangkutan dalam hal
mengambil tindakan atau keputusan (personal autonomy).
e. Situasi yang memungkinkan untuk bertindak (action
situation).
Teori WHO (1984)
WHO menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang
berperilaku tertentu adalah :
a. Pemikiran dan perasaan (thoughts and feeling), yaitu
dalam bentuk pengetahuan, persepsi, sikap, kepercayaan
dan penilaian seseorang terhadap obyek (obyek
kesehatan).
b. Tokoh penting sebagai Panutan. Apabila seseorang itu
penting untuknya, maka apa yang ia katakan atau perbuat
cenderung untuk dicontoh.
c. Sumber-sumber daya (resources), mencakup fasilitas,
uang, waktu, tenaga dan sebagainya.
d. Perilaku normal, kebiasaan, nilai-nilai dan penggunaan
sumber-sumber didalam suatu masyarakat akan
menghasilkan suatu pola hidup (way of life) yang pada
umumnya disebut kebudayaan. Kebudayaan ini terbentuk
dalam waktu yang lama dan selalu berubah, baik lambat
ataupun cepat sesuai dengan peradaban umat manusia
Penjelasan tentang pemikiran dan perasaan...
1) Pengetahuan diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman
orang lain.
2) Kepercayaan sering atau diperoleh dari orang tua, kakek, atau
nenek. Seseorang menerima kepercayaan berdasarkan keyakinan
dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu.
3) Sikap menggambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap
obyek. Sikap sering diperoleh dari pengalaman sendiri atau orang
lain yang paling dekat. Sikap membuat seseorang mendekati atau
menjauhi orang lain atau obyek lain. Sikap positif terhadap
tindakan-tindakan kesehatan tidak selalu terwujud didalam suatu
tindakan tergantung pada situasi saat itu, sikap akan diikuti oleh
tindakan mengacu kepada pengalaman orang lain, sikap diikuti
atau tidak diikuti oleh suatu tindakan berdasar pada banyak atau
sedikitnya pengalaman seseorang.
Thank You