Anda di halaman 1dari 30

Kajian Kebutuhan Sarana Perumahan dan Daya Tampung Lahan

Pada Penyusunan Kebijakan dan Strategi Pengembangan dan


Penyediaan Perumahan dalam Rangka Pengembangan Kawasan
Koridor Bandar Lampung- Palembang- Tj. Api-api

Laporan Kerja Praktek


Pada
PT. ALOCITA MANDIRI

Oleh
Riska Syara Robbi 133060063
Sistematika Presentasi
Pendahuluan

Gambaran Umum Perusahaan

Tinjauan Teori dan Kebijakan

Gambaran Umum Pekerjaan

Materi Pekerjaan

Kesimpulan
PENDAHULUAN
• Latar Belakang
• Tujuan dan Sasaran
Latar Belakang
Kerja Praktek (KP) diperlukan agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih mendalam atas
ilmu yang telah diperoleh dari bangku kuliah dengan pengaplikasian dilapangan. Mata
kuliah kerja praktek ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara yang memberikan kesempatan
kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktek di lapangan dengan melihat,
mengamati, membandingkan, menganalisis serta menerapkan materi yang diperoleh dari bangku
perkuliahan yang didapat dengan membandingkan keadaan yang sebenarnya terjadi di
masyarakat.

Tujuan Sasaran
sasaran yang ingin dicapai dalam studi ini yaitu :
agar mahasiswa memperoleh • Mengetahui dan mendapat pengalaman nyata tentang
banyak wawasan, pengalaman dunia kerja.
bekerja dalam suatu organisasi formal • Membantu pengerjaan proyek yang sedang berjalan di
dan mengenali kondisi sesungguhnya konsultan.
dalam kehidupan dunia kerja, • Mengaplikasikan ilmu Tata Ruang Kota dan Wilayah yang
sehingga dapat memberikan suatu telah diperoleh selama dibangku kuliah sebagai teori dan
masukan berupa solusi pemecahan disesuaikan dengan dunia nyata dilapangan.
• Membangun kerjasama tim dalam menyelesaikan
masalah sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan yang sedang berjalan.
dan peraturan yang ada. • Menyajikan hasil-hasil yang diperoleh selama kerja praktek
dalam bentuk laporan kerja praktek.
GAMBARAN UMUM
PERUSAHAAN
Gambaran Umum Perusahaan
alocita mandiri, pt

ARCHITECTURE, ENGINEERING CONSULTANT

PT. ALOCITA MANDIRI didirikan di Bandung KEDUDUKAN PRAKTIKAN


berdasarkan Akta Pendirian Notaris Wiratni Ahmadi, SH • Sebagai asisten tenaga ahli
pada tanggal 2 Maret 1992. Saat ini PT. ALOCITA MANDIRI • Kegiatan yang dilakukan di PT. ALOCITA MANDIRI,
berlokasi Jl. Pratista Barat IV No. 17 Antapani Bandung. praktikan dilibatkan dalam Penyusunan Kebijakan dan
Strategi Pengembangan dan Penyediaan Perumahan
PT. ALOCITA MANDIRI melaksanakan berbagai dalam Rangka Pengembangan Kawasan Koridor
kegiatan dalam bidang teknis, penelitian, manajemen, Bandar Lampung- Palembang- Tj.Api-api, dimana
dalam pembahasannya meliputi Kajian Kebutuhan
pelatihan dan pendidikan, bidang informasi dan publikasi
Sarana Perumahan dan Daya Tampung Lahan guna
dengan Lingkup kegiatan terdiri dari : mendukung Penyusunan Kebijakan dan Strategi
1.Bidang perencanaan wilayah dan kota Pengembangan dan Penyediaan Perumahan dalam
2.Bidang Arsitektur Bangunan Rangka Pengembangan Kawasan Koridor Bandar
3.Bidang Pekerjaan Sipil dan Transportasi Lampung- Palembang- Tj. Api-api
4.Bidang Pekerjaan Tata Lingkungan  Ikut membantu dalam pengerjaan pekerjaan baik
5.Bidang Lingkungan Hidup
dalam hal input data, kompilasi maupun analisis.
6.Bidang Telematika
7.Bidang Informasi dan Publikasi
8.Analisis Mengenai dampak Lingkungan
9.Pelatihan dan pendidikan
TINJAUAN PUSTAK A
TINJAUAN TEORI
Permukiman Jenis Rumah
Menurut UU No. 1 Tahun 2011 ,Permukiman adalah bagian dari lingkungan Menurut Suparno (2006), dalam perumahan, jenis rumah di klasifikasikan
hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang berdasarkan tipe rumah. Jenis rumah tersebut terdiri atas:
mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang • Rumah sederhana atau rumah bertipe kecil dengan luas rumah 22m2 s/d
kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan. 36m2, dengan luas tanah 60m2 s/d 75m
Pemukiman memiliki kaitan yang cukup erat dengan kondisi alam dan • Rumah Menengah atau rumah bertipe sedang dengan luas rumah 45m2
sosial kemasyarakatan sekitar. s/d 120m2, dengan luas tanah 80m2 s/d 200m2.
• Rumah mewah atau rumah bertipe besar dengan luas rumah lebih dari
Perumahan 120m2 dengan luasan tanah lebih dari 200m2
Menurut UU No. 1 Tahun 2011 ,perumahan berada dan merupakan bagian
dari permukiman, perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian
dari permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan,yang dilengkapi
dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya
pemenuhan rumah yang layak huni. Pembangunan perumahan diyakini
juga mampu mendorong lebih dari seratus macam kegiatan industri yang
berkaitan dengan bidang perumahan dan permukiman.

TINJAUAN KEBIJAKAN
• UU No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang
• PP No. 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRW Nasional)
• UU No. 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025
• Perpres No. 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-
2019
• UU No. 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman
• UU No. 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun
• S.K. Menteri Kimpraswil Nomor 217/2002 tentang Kebijaksanaan dan Strategi Nasional
Perumahan dan Permukiman (KSNPP
GAMBARAN UMUM
PEKERJAAN
Arah Kebijakan Pengembangan WPS Merak- Bakahueni- Bandar Lampung-
Palembang- Tanjung Api-api
• WPS MBBPT merupakan konsep pengembangan wilayah berbasis koridor jalan tol, dimana jalan nasional Bakauheni –
Palembang merupakan backbone dari WPS ini. Jalur utama yang menghubungkan kawasan – kawasan strategi di Provinsi
Lampung dan Palembang merupakan kawasan dengan jaringan jalan tol yang akan dipadukan dengan system jaringan utilitas
dan rel kereta. Sehingga dalam keterpaduan perencanaan ini bukan hanya didalam WPS saja, melainkan keterpaduan antar
WPS.
• WPS MBBPT merupakan kawasan yang menjadi pusat pertumbuhan terpadu, sebagai alat pusat pengolahan sawit dan lumbung
energy. Lumbung energi dalam hal ini adalah batu bara, minyak bumi, dan gas alam.
 Program Ultimate WPS MBBPT
WPS MBBPT merupakan konsep pengembangan wilayah dengan tujuan untuk lebih mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
wilayah:
 Jalan Toll Bakauheni – Palembang – sebagai backbone
 Dukungan keterpaduan infrastruktur PUPR pada WPS
 Infrastruktur menjadi daya ungkit pertumbuhan wilayah
Konsep ultimate yang ingin dituju adalah:
 Berkembangnya koridor MBBPT melalui pengembangan industry berbasis komoditas unggulan
 Terbentuknya keterkaitan sector ekonomi dengan ranta perekonomian wilayah
 Terbentuknya kawasan industry dan pelabuhan skala internasional
 Terbentuknya kawasan metropolitan Bandar Lampung, Palembang, Cilegon-Serang
 Berkembangnya KEK Tanjung Api-Api dan KEK Tanjung Lesung
 Berkembangnya kawasan prioritas yang akan menjadi growth center kawasan
Ruang Lingkup Wilayah 

Sebelah Utara : Provinsi Jambi
Sebelah Selatan : Provinsi Lampung
 Sebelah Timur : Provinsi Bangka Belitung
 Sebelah Barat : Provinsi Bengkulu

No Kota/ Kabupaten Luas (Km2) Persentase (%)

1. Kabupaten Banyuasin 11.832,69 28,8

2. Kabupaten Muara Enim 7.483,06 17,88


3. Kabupaten Ogan Ilir 2.666,07 6,37
4. Kabupaten Ogan Komering Ilir 19.023,47 45,47
5. Kota Palembang 400,61 0,96
6. Kota Prabumulih 434,46 1,04
Jumlah 41.840,36 100

29% Kabupaten Banyuasin

Kabupaten Muara Enim


46%

Kabupaten Ogan Ilir

Kabupaten Ogan
Komering Ilir
18%

7%
Arah Pengembangan Dan Penyediaan Perumahan
Dalam RTRW Provinsi Sumatera Selatan
Rencana Luasan dan Sebaran Peruntukan Permukiman
di Provinsi Sumatera Selatan
 Rencana pengembangan kawasan
Kabupaten/ % Terhadap
permukiman di Provinsi Sumatera Selatan No
Kota
Luas (Ha)
Luas Wilayah
diarahkan pada permukiman yang saat ini 1 Banyuasin 128.962,07 1,40
2 Empat Lawang 8.254,73 0,09
telah ada dan perluasannya yang tersebar di 3 Lahat 9.633,29 0,10
seluruh kabupaten/kota dengan luas total 4 Lubuk Linggau 7.477,31 0,08
437.530,33 Ha atau 4,77% dari total luas 5 Muara Enim 34.914,43 0,38

wilayah. Sebaran kawasan permukiman 6 Musi Banyuasin 68.209,95 0,74


7 Musi Rawas 41.718,20 0,45
terdapat di wilayah kota otonom, ibukota 8 Ogan Ilir 17.982,09 0,20
kabupaten, kawasan perkotaan ibukota 9 Ogan Komering Ilir 42.262,39 0,46

kecamata maupun di permukiman 10 Ogan Komering Ulu 7.514,41 0,08


11 Ogan Komering Ulu Selatan 2.790,50 0,03
perdesaan. 12 Ogan Komering Ulu Timur 6.696,28 0,07
13 Pagar Alam 201,55 0,00
14 Palembang 50.143,36 0,55
15 Prabumulih 10.769,81 0,12
Total 437.530,33 4,77

Sumber: RTRW Provinsi Sumatera Selatan 2011-2031


Kondisi Geografis Provinsi Sumatera Selatan
Kabupaten Banyuasin
Jumlah dan Perkembangan
Penduduk Kabupaten Banyuasin
Penggunaan Lahan Kabupaten Banyuasin Penduduk
Kecamatan
2013 2014
Kabupate Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha)
Rantau Bayur 40.270 40.870
n/Kota
Betung 53.894 64.690
Hutan Lahan Kering Sekunder 21,95
Hutan Mangrove Primer 1396,63 Suak Tapeh 17.281 17.539
Hutan Mangrove Sekunder 6924,57 Pulau Rimau 40.409 41.009
Hutan Rawa Sekunder 3047,62 Tungkai Ilir 24.465 24.828
Hutan Tanaman Industri (HTI) 816,39 Banyuasin III 59.888 60.780
Perkebunan 16691,90 Sembawa 29.835 30.281
Permukiman 28577,18
Talang Kelapa 129.467 131.387
Pertambangan 1325,49
Tanjung Lago 37.498 38.059
Pertanian Lahan Kering 12075,73
Banyuasin Pertanian Lahan Kering Bercampur 5824,97 Banyuasin I 52.044 52.817
dengan Semak Air Kumbang 23.391 23.738
Rawa 9323,28 Rambutan 42.074 42.696
Savana 8112,63 Muara Padang 31.269 31.734
Sawah 16917,96 Muara Sugihan 38.862 38.755
Semak/Belukar 9350,45 Makarti Jaya 27.318 27.724
Semak/Belukar Rawa 36743,79
Air Saleh 35.821 36.354
Tambak 4342,12
Banyuasin II 42.198 42.822
Tanah Terbuka 15045,19
Tubuh Air 2655,22 Muara Telang 38.187 39.430
Total 179193,06 Sumber Marga 24.125 24.485
Telang
Sumber: Hasil Perhitungan GIS Tahun 2016 Total 788.288 799.998

Sumber: BPS Kabupaten Banyuasin


Kabupaten Muaraenim
Jumlah dan Perkembangan
Penduduk Kabupaten Muara Enim
Penggunaan Lahan Kabupaten Muara Enim Tahun 2013-2014
Jumlah Penduduk
Kabupaten Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha) Kecamatan
2013 2014
/Kota Semende Darat Laut 13,19 13.256
Hutan Lahan Kering Sekunder 1725,76 Semende Darat Ulu 16,25 16.40
Hutan Rawa Sekunder 371,18 Semende Darat
Hutan Tanaman Industri (HTI) 8412,20 9,98 10.064
Tengah
Perkebunan 7060,96 Tanung Agung 18,48 38.683
Permukiman 12324,22 Rambang 29,26 29.838
Pertambangan 8732,97 Lubai 27,07 27.983
Pertanian Lahan Kering 13194,45 Lubai Ulu 31,66 32.729
Pertanian Lahan Kering 9105,40 Lawang Kidul 65,21 65.812
Muara
Bercampur dengan Semak Muara Enim 66,53 68.063
Enim
Rawa 1103,08 Ujan Mas 24,18 24.460
Savana 3395,03 Gunung Megang 34,75 35.286
Sawah 1532,12 Benakat 8,96 9.019
Semak/Belukar 9552,63 Belimbing 24,51 24.888
Semak/Belukar Rawa 4438,14
Rambang Dangku 51,53 51.842
Tanah Terbuka 15603,53
Gelumbang 58,91 60.536
Transmigrasi 949,49 Lembak 20,05 20.442
Tubuh Air 1014,63 Sungai Rotan 30,35 30.446
98515,79 Muara Belida 7,72 7.739
Total
Kelekar 10,06 10.275
Belide Darat 12,96 13.213
Total 581,60 590.

Sumber: Hasil Perhitungan GIS Tahun 2016 Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Ogan Ilir
Jumlah dan
Penggunaan Lahan Perkembangan Penduduk
Kabupaten Ogan iIir Kabupaten Ogan Ilir
Tahun 2012-2014
Kabupaten Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha)
/Kota Penduduk
Hutan Rawa Sekunder 707,91 Kecamatan
2012 2013 2014
Perkebunan 3215,94
Permukiman 4088,73 Muara Kuang 18.025 18.267 18.521
Pertambangan 1140,45 Rambang Kuang 20.464 20.739 21.028
Pertanian Lahan Kering 2579,70 Lubuk Keliat 16.988 17.216 17.456
Pertanian Lahan Kering 5358,21 Tanjung Batu 43.223 4.805 44.415
Bercampur dengan
Payaraman 22.638 22.942 23.262
Ogan Ilir Semak
Rawa 3535,62 Rantau Alai 10.796 10.941 11.094
Savana 3056,52 Kandis 1.681 10.825 10.976
Sawah 69,04 Tanjung Raja 42.080 42.646 43.241
Semak/Belukar 6020,35 Rantau Panjang 16.631 16.854 17.089
Semak/Belukar Rawa 6504,82
Sungai Pinang 23.826 24.147 24.485
Tanah Terbuka 3246,76
Tubuh Air 892,97 Pemulutan 42.477 43.049 43.650
Total 40417,02 Pemulutan Selatan 17.079 17.310 17.551
Pemulutan Barat 12.694 12.865 13.044
Indralaya 38.319 38.834 39.374
Sumber: Hasil Perhitungan GIS Tahun 2016 Indralaya Utara 36.099 36.584 37.095
Indralaya Selatan 20.969 21.251 21.547
Total 392.989 398.275 403.828

Sumber: BPS Kabupaten


Ogan Ilir
Kabupaten Palembang
Jumlah dan
Penggunaan Lahan Perkembangan Penduduk
Kabupaten Palembang Kabupaten Ogan Ilir
Tahun 2012-2014
Jenis Penggunaan Luas (Ha)
No Jumlah Penduduk
Lahan No Kecamatan
2013 2014
Hutan Lahan Kering 1. Ilir Barat II 65.505 65.555
1 35,40
Sekunder 2. Gandus 61.007 61.813
2 Perkebunan 1084,84 3. Seberang Ulu I 167.780 174.945
3 Permukiman 5603,21 4. Kertapati 83.365 83.784
Pertanian Lahan 664,74 5. Seberang Ulu II 97.095 97.898
4
Kering 6. Plaju 81.142 81.281
Pertanian Lahan 2726,50 7. Ilir Barat I 133.236 135.080
5 Kering Bercampur 8. Bukit Kecil 44.120 43.929
dengan Semak 9. Ilir Timur I 69.030 68.506
6 Rawa 348,71 10. Kemuning 84.550 84.562
11. Ilir Timur II 163.562 163.934
7 Savana 587,99
12. Kalidoni 107.746 109.644
8 Sawah 984,66
13. Sako 88.650 89.990
9 Semak/Belukar 60,76
14. Sematang Borang 35.954 36.983
Semak/Belukar 3669,84 15. Sukarami 155.101 159.339
10
Rawa 16. Alang-alang Lebar 98.037 101.251
11 Tanah Terbuka 402,87 Total 1.535.900 1.558.494
12 Tubuh Air 886,95
Total 17056,48

Sumber: BPS Kota


Sumber: Hasil Perhitungan GIS Tahun 2016 Palembang
Kabupaten Ogan Komering Ilir
Penggunaan Lahan
Kabupaten Ogan Komering Ilir Jumlah dan Perkembangan
Penduduk Kabupaten Ogan
No Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha) Komering Ilir
Hutan Lahan Kering
1 22,87 Tahun 2010-2014
Sekunder
2 Hutan Mangrove Primer 2,71
3 Hutan Mangrove Sekunder 2370,24
Tahun Jumlah
4 Hutan Rawa Primer 136,94
2010 727.376
5 Hutan Rawa Sekunder 9411,05
2011 742.374
6 Hutan Tanaman Industri (HTI) 3524,89
2012 752.906
7 Perkebunan 16698,67
2013 764.894
8 Permukiman 16828,13
2014 776.263
9 Pertanian Lahan Kering 12098,81
10 Pertanian Lahan Kering 5558,29
Bercampur dengan Semak Sumber: BPS Kabupaten
11 Rawa 11441,06 Ogan Komering Ilir
12 Savana 8853,95
13 Sawah 7103,71
14 Semak/Belukar 9930,17
15 Semak/Belukar Rawa 24767,68
16 Tambak 4730,68
17 Tanah Terbuka 20033,24
18 Transmigrasi 9927,79
19 Tubuh Air 4032,33
Total 167473,18

Sumber: Hasil Perhitungan GIS Tahun 2016


Kabupaten Prabumulih
Penggunaan Lahan Jumlah dan Perkembangan Penduduk
Kabupaten Prabumulih Kabupaten Prabumulih
Tahun 2010-2014
No Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha) 2010
No Kecamatan 2011 2012 2013 2014
1 Perkebunan 686,44
Rambang Kapak 10.881
2 Permukiman 1261,76 11.252 11.512 11.733 11.931
1 Tengah
3 Pertambangan 2074,35
2 Prabumulih Timur 57.044 59.905 61.888 63.672 65.511
4 Pertanian Lahan Kering 1072,23
5 Pertanian Lahan Kering 382,38 3 Prabumulih Selatan 17.014 17.431 17.552 17.753 17.958
Bercampur dengan Semak 4 Prabumulih Barat 29.569 28.839 29.842 29.966 29.978
6 Semak/Belukar 3,54
5 Prabumulih Utara 31.524 31.895 31.753 31.817 32.032
7 Semak/Belukar Rawa 68,63
8 Tanah Terbuka 55,10 6 Cambai 15.952 16.638 16.475 16.863 17.067

Total 5604,43 161.984


Jumlah 165.960 169.022 171.804 174.477

Sumber: BPS Kabupaten


Prabumulih

Sumber: Hasil Perhitungan GIS Tahun 2016


– Analisis Kebutuhan Pengembangan dan
Penyediaan Perumahan
 Proyeksi Kebutuhan berdasarkan Proyeksi
M AT E R I K E R J A
Penduduk
 Backlog P R A
PerumahanK T E
Provinsi K
Sumatera Selatan
Pada Kordor Bandar- Lampung Palembang –
Tanjung Api-api
– Analisis Daya Tampung penduduk dan lahan
perumahan
Kebijakan :
•UU No. 26 Tahun 2007 tentang
Latar Belakang :
pertumbuhan penduduk yang sangat pesat akibat adanya pertumbuhan dan perkembangan suatu
wilayah, khususnya pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengembangan prioritas akan
KERANGKA
PEMIKIRAN
Penataan Ruang memberikan dampak bagi semua sektor, termasuk perumahan. Salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai
•UU No. 1 Tahun 2011 tentang wilayah pengembangan Prioritas adalah Koridor Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-api. Oleh
Perumahan dan Kawasan Permukiman karenanya perlu dilakukan penelitian mengenai kebutuhan pengembangan dan penyediaan perumahan,
•S.K. Menteri Kimpraswil Nomor backlog perumahan dan daya tampung penduduk di Kawasan Koridor Bandar Lampung- Palembang-
217/2002 tentang Kebijaksanaan dan Tanjung Api-api pada provinsi sumatera Selatan .
Strategi Nasional Perumahan dan
Permukiman (KSNPP
•PERDA No.5 Tahun 2011 Trntang
RTRW Provinsi Sumatera Selatan
2011-2030
Tujuan :
Tujuan dari pekerjaan praktikan adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan
pengembangan dan penyedian perumahan dan Daya Tampung Lahan lahan di Kawasan Koridor
Bandar Lampung- Palembang- Tanjung Api-api pada provinsi sumatera Selatan
INPUT Sasaran :
•Teridentifikasinya Kebutuhan Perumahan Provinsi Sumatera Selatan Pada Kordor Bandar-
Lampung Palembang – Tanjung Api-api
•Teridentifikasinya Backlog Perumahan Provinsi Sumatera Selatan Pada Kordor Bandar-
Lampung Palembang – Tanjung Api-api
•Teridentfikasinya Daya Tampung Penduduk Provinsi Sumatera Selatan Pada Kordor Bandar-
Lampung Palembang – Tanjung Api-api

Pengumpulan Data :
•Survei Primer
•Survey Sekunder

Analisis :
• Analisis Kebutuhan Pengembangan dan Penyediaan Perumahan
PROSES •Analisis Backlog Perumahan
•Analisis Daya Tampung Penduduk

Kebutuhan Sarana Perumahan dan Daya Tampung Penduduk


OUTPUT
Proyeksi Kebutuhan Berdasarkan
Proyeksi Penduduk Jumlah Penduduk Tahun 2026 Keterangan
Pt : Jumlah penduduk
Jumlah Penduduk 925.646 tahun ke t (jiwa)
Kabupaten/ Kota 2011 2012 2013 2014 2015 P0 : Jumlah penduduk
Banyuasin 764.392 776.393 788.291 799.998 811.510 tahun ke 0 (jiwa)
Muara Enim 562.411 571.986 581.587 590.975 600.398
r : Laju pertumbuhan
Ogan Ilir 387.487 392.896 398.275 403.828 409.171
penduduk (% pertahun)
Ogan Komering Ilir 742.374 752.906 764.894 776.263 787.513 t : Rentang waktu antara
Kota Palembang 1.490.576 1.513.124 1.535.936 1.558.494 1.580.517 P0 dan Pt (tahun)
KotaPrabumulih 166.312 169.104 171.804 174.477 177.078

Total 4.113.552 4.176.409 4.240.787 4.304.035 4.366.187


1.797.953 899.592

693.246

461.243

Sumber: BPS Kab/Kota (2012-2016)

203.280
Proyeksi Kebutuhan Rumah
Perhitungan kebutuhan rumah ini diasumsikan bahwa Jumlah Kebutuhan
setiap 1 KK = 5 orang membutuhkan 1 rumah. Adapun 185.129 Rumah Tahun 2026
jenis rumah yang dihitung adalah yaitu berdasarkan
asumsi jumlah rumah kecil, rumah sedang, dan rumah
besar adalah sebesar 6 : 3: 1 dengan luasan masing –
masing adalah sebesar 200 m : 400 m : 600 m.
359.591
179.918

138.649
40.656 92.249

Sumber: Analisis 2016


Backlog Perumahan Provinsi Sumatera Selatan Pada Kordor
Bandar- Lampung Palembang – Tanjung Api-api
Backlog dapat diartikan sebagai kesenjangan antara jumlah rumah terbangun Jumlah KK- Jumlah Rumah
dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat. Perhitungan backlog
perumahan dihitung dengan:
Rata - Rata Jumlah Tahun 2015
Jumlah
Penambahan Rumah
Kabupaten/Kota Rumah Tahun
Rumah Per Tahun 2015 Jumlah KK Backlog
2012
Tahun (*)
Banyuasin 124.412 3.981 136.356 162.302 25.946
Muara Enim 87.770 2.809 96.196 120.080 23.884
Ogan Ilir 59.045 1.889 64.713 81.834 17.121
Ogan Komering Ilir 120.979 3.871 132.592 157.503 24.911
Palembang 184.652 5.909 202.379 316.103 113.724
Prabumulih 22.778 729 24.964 177.078 152.114
Total 599.636 19.188 657.201 1.014.900 357.700
Keterangan:
(*) : Asumsi Jumlah Rumah Tahun 2012 dikali Laju Penambahan Rumah
3,2%

Sumber: Hasil Analisis 2016


Daya Tampung
Penduduk dan Lahan
Perumahan Kabupaten
Banyuasin
Daya Tampung
Penduduk dan
Lahan Perumahan
Kabupaten Muara
Enim
Daya Tampung
Penduduk dan Lahan
Perumahan
Kabupaten Ogan Ilir
Daya Tampung
Penduduk dan Lahan
Perumahan Kabupaten
Ogan Komering Ilir
Lahan Perumahan
Kota Prabumulih
Kesimpulan dan Saran
KESIMPULAN Saran
• Dari hasil analisis Proyeksi Penduduk selanjutnya digunakan untuk
proyeksi kebutuhan penyediaan perumahan dimasa yang akan datang Saran untuk Perusahaan :
dimana diasumsikan bahwa 1 KK terdiri dari 5 orang dan membutuhkan 1. Arahan dan koordinasi kepada praktikan harap lebih diperhatikan
sehingga dapat mempermudah bagi praktikan untuk mengikuti pekerjaan
1 rumah. Dapat diketahui bahwa pada akhir perencanaan pada tahun
yang akan diberikan
2026 wilayah kajian memilki jumlah penduduk sebanyak 4.980.960 2. Lebih mengikutsertakan praktikan dalam berbaga kegiatan proyek
jiwa dengan jumlah kebutuhan rumah pada akhir perencanaan sebanyak sehingga praktikan dapat lebih memahami kondisi dari wilayah
996.192 unit rumah perencanaan
• Sedangkan berdasarkan hasil analis backlog perumahan diketahui bahwa 3. Pada Analisis Daya Tampung penduduk dan lahan perumahan akan lebih
Backlog Perumahan Provinsi Sumatera Selatan Pada Kordor Bandar- baik lagi jika menyertakan tutupan lahan yang dapat dibangun sesuai
Lampung Palembang – Tanjung Api-api Tahun 2015 sebanyak 357.699 dengan Permen PU No.20 Tahun 2007
unit rumah Saran untuk Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota :
• Berdasarkan hasil daya tampung lahan permukiman dapat diketahui 1. Lebih mengintensfkan sosialisasi dan bimbingan pra studi kerja praktek
agar mahasiswa lebih mengerti
bahwa pada wilayah kajian memiliki daya tampung penduduk sebanyak
24.450.705 jiwa. Jika dilihat dari proyeksi penduduk pada akhir Saran untuk Calon Praktikan:
perencanaan jumlah penduduk yang di prediksi sebanyak 4.980.960. 1. Memilih tempat kerja praktek sesuai dengan kemampuan dan keinginan
praktikan
Sedangkan jumlah rumah yang dapat ditampung pada wilayah kajian
2. AktifhhhhhhhhhhP dan Perkuliahan
sebanyak 1.340.714 unit rumah dan jumlah proyeksi kebutuhan pada
akhir tahun perencanaan pada tahun 2026 sebanyak 996.192 unit rumah.
Dapat disimpulkan dari hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan dan
Penyediaan Perumahan dan Analisis Daya Tampung dan Daya Dukung
Lahan menunjukan bahwa wilayah kajan masih dapat dikembangkan dan
dapat memenuhi kebutuhan akan perumahan hingga akhir tahun
perencanaan pada tahun 2026.
Terimakasih