Anda di halaman 1dari 13

DASAR FILOSOFIS WAWASAN

NUSANTARA

1. Pengertian Wawasan Nusantara


2. Faktor-faktor yang memengaruhi
Wawasan Nusantara
3. Wawasan Nusantara dalam
Pembangunan Nasional
4. Perwujudan Wawasan Nusantara
1. Pengertian Wawasan Nusantara

1. Secara Etimologis
 - Wawasan
 wawas : pandangan,tinjauan/penglihatan
indrawi)
 Mawas : memandang, meninjau/melihat
 Wawasan  cara pandang, cara melihat
 - Nusantara
 Nusa : pulau/kesatuan kepulauan
 Antara : menunjukan letak antara dua unsur
 Nusantara : kesatuan kepulauan yang terletak
antara 2 benua & 2 samudra
Secara umum Wawasan Nusantara berarti cara
pandang suatu bangsa tentang diri dan
lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah
dan sejarah bangsa itu sesuai dengan posisi dan
konsidi geografi negaranya untuk mencapai tujuan
atau cita-cita nasionalnya.
Secara Terminologis Menurut Prof. Wan
UsmanWawasan Nusantara adalah :Cara
pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai
diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan
dengan semua aspek kehidupan yang beragam.
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Wawasan Nusantara
1. Wilayah (Geografi)
Bagian wilayah Indonesia yang dikuasai oleh
Belanda dinamakan Nederlandsch Oost Indishe
Archipelago yang kemudian menjadi wilayah
negara RI. Sebagai sebutan untuk kepulauan ini
sudah banyak nama dipakai, yaitu “Hindia Timur”,
“Insulinde”, oleh Multatuli , disebut “Nusantara”,
“Indonesia” dan “Hindia Belanda” (Nederlandsch-
indie) pada maasa penjahan Belanda.
2. Konsepsi tentang Wilayah Lautan
Dalam perkembangan hukum laut Internasional
dikenal beberapa konsepsi mengenai pemilikan dan
penggunaan laut sbb.
a. Res Nullius, laut tidak ada yang memiliki
b. Res Cimmunis, laut itu milik masyarakat dunia
c. Mare Liberum, wilayah laut adalah bebas untuk
semua bangsa
d. Mare Clausum, Lut sepanjang pantai saja yang
dapat dimiliki oleh suatu negara
e. Archipelagic State Pinciples dasar dalam
Konvensi PBB tentang hukum laut.
Sesuai dengan Hukum Laut Internasional,
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki
laut Teritorial, Perairan Pedalaman, Zona
Ekonomi Eksklusif, dan Landas Kontinen
sebagai berikut.
1. Negara Kepulauan adalah suatu negara
yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih
kepulauan.
2. Laut Teritorial adalah suatu wilayah laut
yang lebarnya tidak melebihi 12 mil laut
diukur dari garis pangkal.
3. Perairan Pedalaman adalah wilayah sebelah
dalam daratan atau sebelah dalam dari garis
pangkal.
4. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) tidak boleh
melebihi 200 mil laut dari garis pangkal.
5. Landas Kontinen suatu negara berpantai
meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya
yang terletak di luar laut teritorialnya
sepanjang merupakan kelanjutan alamiah
wilayah daratannya.
3. Wawasan Nusantara dalam Pembagunan
Nasional
a. Perwujudan Kepulauan Nusantara
sebagai Satu Kesatuan Politik
1. Kebulatan wilayah dengan segala
sisinya merupakan modal dan milik
bersama BI.
2. Keanekaragaman suku, budaya, dan
bahasa daerah serta agama.
3. Secara psikologis, BI merasa satu
persaudaraan, senasib dan seperjuangan,
sebangsa dan setanah air untuk mencapai
cita-cita bersama.
4. Pancasila merupakan falsafah dan Ideologi
pemersatu BI.
5. Kehidupan politik di seluruh wilayah
nusantara sistem hukum nasional.
6. Seluruh kepulauan nusantara merupakan
satu kesatuan sistem hukum nasional.
7. Bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa
lain ikut menciptakan ketertiban dunia
melalui politik luar negeri bebas aktif.
b. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai
satu kesatuan Ekonomi
1. Kekayaan di wilayah nusantara, baik
potensial maupun efektif, adalah modal
dan milik bersama.
2. Tingkat perkembangan ekonomi harus
seimbang dan serasi di seluruh daerah
tanpa mengabaikan ciri khas yang
memiliki daerah masing-masing.
3. Kehidupan perekonomian di seluruh
wilayah nusantara diselenggarakan
sebagai usaha bersama dengan asas
kekeluargaan.
c. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai
satu kesatuan Sosbud.
1. Masyarakat Indonesia adalah satu
bangsa yang harus memiliki kehidupan
serasi dengan tingkat kemajuan yang
merata dan seimbang sesuai dengan
kemajuan bangsa.
2. Budaya Indonesia pada hakikatnya
adalah satu kesatuan dengan corak
ragam budaya yang menggambarkan
kekayaan budaya bangsa.
d. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai
satu kesatuan Hankam
1. Bahwa ancaman terhadap satu pulau
atau satu daerah pada hakikatnya
adalah ancaman terhadap seluruh
bangsa dan negara.
2. Tiap-tiap warga negara mempunyai hak
dan kewajiban yang sama untuk ikut
serta dalam pertahanan dan keamanan
negara.
“OM
SANTIH
SANTIH

SANTIH

OM”
TERIMA KASIH, SAMPAI JUMPA