Anda di halaman 1dari 44

Meirizal Ari Putra, S.Kep.

, Ners
CAIRAN
FISIOLOGI CAIRAN
 Air (H20) merupakan komponen utama yang paling banyak terdapat di
dalam tubuh manusia.
 Sekitar 60% dari total berat badan orang dewasa terdiri dari air.
 Cairan tubuh (bahasa Inggris: interstitial fluid, tissue fluid, interstitium)
adalah cairan suspensi sel di dalam tubuh makhluk multiselular seperti
manusia atau hewan yang memiliki fungsi fisiologis tertentu.
 Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan
listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan.
 Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman,
dan cairan intravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh.
Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu :
1. Cairan intraseluler
adalah cairan yang berda di dalam sel di seluruh tubuh.
2. Cairan ekstraseluler
adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga kelompok
yaitu :
 Cairan intravaskuler (plasma) (didalam vaskuler)
 Cairan interstitial (terletak diantara sel)
 Cairan transeluler (cairan sekresi khusus seperti cairan
serebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran cerna)
Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu :
Fase I :
Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan
nutrisi dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal.
Fase II :
Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel
Fase III :
Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan
interstitial masuk ke dalam sel.
Komposisi dan Fungsi Cairan Tubuh
 Lebih kurang 60% berat badan orang dewasa pada umumnya terdiri dari cairan
(air dan elektrolit).
 Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit.
 Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan
tidak bermuatan listrik, seperti :
• Protein
• Urea
• Glukosa
• Oksigen
• Karbon dioksida, dan
• Asam-asam organik.
Sedangkan elektrolit tubuh mencakup :
• Natrium (na+)
• Kalium (K+)
• Kalsium (ca++)
• Magnesium (mg++)
• Klorida (cl-) bikarbonat (HCO3-)
• Fosfat (HPO42-)
• Sulfat (SO42-).
Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan :
 Sakit
 Temperatur Lingkungan
 Diet
 Obat-Obatan
 Stress
 Usia
Pengaturan keseimbangan cairan tubuh :
1. Ginjal
 Pengaturan volume dan osmolalitas CES melalui retensi dan eksresi
selektif cairan tubuh.
 Pengaturan kadar elektrolit dalam CES dengan retensi selektif
substansi yang dibutuhkan.
 Pengaturan pH CES melalui retensi ion-ion hidrogen.
 Ekskresi sampah metabolik dan substansi toksik
2. Jantung dan pembuluh darah
Kerja pompa jantung mensirkulasi darah melalui ginjal di bawah
tekanan yang sesuai untuk menghasilkan urine. Kegagalan pompa
jantung ini mengganggu perfusi ginjal dan karena itu mengganggu
pengaturan air dan elektrolit.
3. Paru-paru
Melalui ekhalasi paru-paru mengeluarkan air sebanyak +300L setiap
hari pada orang dewasa. Pada kondisi yang abnormal seperti hiperpnea
atau batuk yang terus-menerus akan memperbanyak kehilangan air.
4. Kelenjar pituitary
Hipotalamus menghasilkan suatu substansi yaitu ADH yang disebut
juga hormon penyimpan air, karena fungsinya mempertahankan tekanan
osmotik sel dengan mengendalikan retensi atau ekskresi air oleh ginjal
dan dengan mengatur volume darah.
5. Kelenjar adrenal
Aldosteron yang dihasilkan/disekresi oleh korteks adrenal (zona
glomerolus). Peningkatan aldosteron ini mengakibatkan retensi natrium
sehingga air juga ditahan, kehilangan kalor. Sedangkan apabila
aldosteron kurang maka air akan banyak keluar karena natrium hilang.
6. Kelenjar paratiroid
Mengatur keseimbangan kalsium dan fosfat melalui hormon
paratiroid (PTH). Sehingga dengan PTH dapat mereabsorbsi tulang,
absorbsi kalsium dari usus dan reabsorbsi kalsium dari ginjal.
Fungsi cairan tubuh
1. Mengatur suhu tubuh
2.Melancarkan peredaran darah
3.Membuang racun dan sisa makanan
4.Kulit
5.Pencernaan
6.Pernafasan
7. Sendi dan otot
8.Pemulihan penyakit
Cairan tubuh hilang melalui:
1. Urin – 50% dari kehilangan cairan
Normal: 50 ml/ kgBB/ 24 jam
2. Insensible Water Loss (50%)
Respirasi (15%)
Kulit (30%)
Feses (5%)
DARAH
FISIOLOGI DARAH
 Cairan yang berada di dalam tubuh yang mengalir dalam arteri, kapiler
dan vena; yang mengirimkan oksigen dan zat-zat gizi ke jaringan dan
membawa karbon dioksida dan hasil limbah lainnya.
 Berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan
oleh jaringan tubuh
 Mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme
 Sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Lanjut....

 Darah memiliki warna merah yang berasal dari kandungan oksigen dan
karbon dioksida di dalamnya.
 Adanya oksigen dalam darah diambil dengan jalan bernafas, dan zat ini
sangat berguna pada peristiwa pembakaran/metabolisme di dalam
tubuh.
 temperature 38°C, dan pH 7,37-7,45.
Fungsi Darah
1. Transport
 Alat pengangkut air dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.
 Alat pengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
 Alat pengangkut sari makanan dan menyebarkannya ke seluruh
tubuh
 Alat pengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi
2. Fungsi regulasi
 Menjaga suhu temperatur tubuh
 Mengatur keseimbangan asam basa tubuh

3. Fungsi pertahanan tubuh


Mencegah infeksi dengan sel darah putih, antibodi
dan sel darah beku.
KOMPONEN PENYUSUN DARAH

Komposisi darah :
Plasma 55 % dari volume darah
Sel darah 45 % dari volume darah
Bagian darah

Air 91%

Protein 3% (albumin, globulin, protombin dan fibrinogen)

Mineral 0,9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam fosfat, magnesium, kalsium
dan zat besi)

Bahan Organik 0,1% (glukosa, lemak, asam urat, kreatinin, kolesterol dan asam amino)
PLASMA DARAH
Plasma darah adalah komponen terbesar dalam darah. Fungsi
plasma darah adalah Mengangkut sari makanan ke sel-sel serta
membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Dan
menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibody.
Plasma darah terdiri dari :
 Air : 91%
 Protein plasma darah : 7%
Komponen lainya
 Asam amino, lemak, glukosa, urea, garam :0,9%
 Hormon, antibody : 0,1%
SEL SEL DARAH
Ada 3 tipe sel darah :
1. Sel darah merah (eritrosit)
2. Sel darah putih (leukosit)
3. Keping darah (trombosit)

1. Sel Darah Merah


fungsi sel darah merah atau eritrosit adalah:
a. Sel-sel darah merah mentransfer oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan
hemoglobin terhadap oksigen.
b. Mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru.
c. Sel darah merah berperan penting dalam pengaturan PH darah karena ion bikarbonat
dan haemoglobin merupakan buffer asam-basa.
d. Pengatur suhu tubuh
 Kadar normal hemoglobin
 Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya
gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah.
Sel darah merah
 Eritrosit ( erythro = merah, cyto = sel)
 Tidak memiliki inti sel
 Bentuk bikonkaf
 Jumlah pada pria 5 juta/mm3, wanita 4,5 juta/mm3
 Mengandung Hemoglobin (Hb), suatu molekul komplek dari protein dan
molekul besi (Fe)
 Tiap molekul Hb dapat berikatan dengan 4 molekul Oksigen
 Hb + O2 = warna merah cerah
 Dibentuk dalam sumsum tulang
 Tidak punya inti sel —hidup tidak lama
 Di peredaran 120 hari
 Tiap detik 2 juta SDM mati dan diganti
 Yang rusak / mati dibongkar di organ limpa / hati
 Zat besi dipakai ulang
Haemoglobin
Haemoglobin adalah pigmen merah yang membawa oksigen dalam sel
darah merah, suatu protein yang mempunyai berat molekul 64.450.
Tempat terjadinya hematopoesis
 Sel pembentuk darah adalah hemositoblas yaitu sel batang myeloid
yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis
leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah).
 Eritrosit (sel darah merah) dihasilkan pertama kali di dalam kantong
kuning telah saat embrio pada minggu-minggu pertama.
 Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis.
 Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati,
limfa, dan kelenjar sumsum tulang.
 Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin.
 Setelah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa.
 Semakin bertambah usia seseorang, maka produktivitas sumsum tulang
semakin turun.
2. Sel darah putih
Leukosit atau sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak
secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis.
Leukosit berfungsi sebagai:
a. pertahanan tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit /
bakteri yang masuk ke dalam jaringan RES (sistem retikuloendotel),
tempat pembiakannya di dalam limpa dan kelenjar limfe;
b. membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian
dari sistem kekebalan tubuh.
c. sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat lemak dari
dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah.
d. Di dalam tubuh, leukosit tidak berasosiasi secara ketat
dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara
independen seperti organisme Sel tunggal
e. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan
menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme
penyusup
f. leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara
mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel
punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsumtulang
3. Keping darah (Trombosit)

a) Merupakan fragmen besar sel = megakariosit


b) Tidak berinti
c) Hidup pendek : 10 – 12 hari
d) Berperan dalam proses penghentian perdarahan

Kepingan darah atau trombosit berjumlah 250.000 sampai 400.000 per


mm3.

 Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian pendarahan)


dan perbaikan pembuluh darah yang robek.
 Jika banyaknya kurang dari normal, maka kalau ada luka darah tidak
lekas membeku sehingga timbul pendarahan yang terus- menerus.
Proses pembekuan darah

 Tentu saja bukan seperti membeku pada es namun lebih pada mengeras
dan menjadi sel yang bersatu.
 Hal ini dikarenakan dalam darah terdapat sel-sel yang dapat membentuk
jaringan secara cepat.
 Inilah kenapa disebut membeku karena darah yang cair itu dapat seolah-
olah “mengeras” dengan cepat.
Lanjut....

 Namun proses ini terjadi jika terdapat jaringan tubuh yang rusak, yang
mengakibatkan darah keluar dari pembuluh darah.
 Bila tidak, darah hanya akan beredar menyuplai zat-zat yang dibutuhkan
oleh organ tubuh.
 Dalam proses pembekuan darah, ada beberapa zat yang dibutuhkan,
yakni trombosit atau keping darah, fibrinogen, protrombin, kalsium dan
vitamin K.
Golongan Darah dan Tipe Darah
Sebelum lahir, molekul protein yang ditentukan secara genetic disebut
antigen muncul di permukaan membran sel darah merah. Antigen ini, tipe
A dan tipe B bereaksi dengan antibodi pasangannya, yang mulai terlihat
sekitar 2 sampai 8 bulan setelah lahir. Karena reaksi antigen-antibodi
menyebabkan aglutinasi (penggumpalan) sel darah merah, maka antigen
disebut aglutinogen dan antibodi pasangannya disebut agglutinin.
Seseorang mungkin saja tidak mewarisi tipe A, maupun B, atau hanya
mewarisi salah satunya, atau bahkan keduanya sekaligus.
 Klasifikasi golongan darah ABO ditentukan berdasarkan ada tidaknya
aglutinogen (antigen tipe A dan tipe B) yang ditentukan pada permukaan
eritrosit dan aglutinin (antibodi),

 Anti-A dan anti-B yang ditemukan dalam plasma darah.


 Darah golongan A mengandung aglutinogen tipe A dan aglutinin
anti-B
 Darah golongan B mengandung aglutinogen tipe B dan aglutinin
anti-A
 Darah golongan AB mengandung aglutinogen tipe A dan tipe B,
tetapi tidak mengandung agglutinin anti-A dan anti-B
 Darah golongan O tidak mengandung aglutinogen, tetapi
mengandung aglutinin anti-A dan anti-B
Apa golongan darah Anda ???
Tabel : Hubungan antara golongan darah seseorang dengan macam antigen
dan agglutinin yang dimilikinya

Golongan darah Antigen dalam eritrosit Agglutinin


(Fenotip) dalam plasma darah

O - Anti-A dan Anti-B

A A Anti-B

B B Anti-A

AB A dan B