Anda di halaman 1dari 27

REFERA T

N E F R O LIT H IA S IS
F E B B YAS TAR I
03.013.073
Pembimbing: dr. M Hawari Abdi, Sp.Rad

K E PA N I T R AA N KLINIK ILMU RADIOLOGI RS


AL DR. M INTOHAR D JO
19 FEB - 23 M A R E T 2018
ANATOMI
ANATOMI
FISIOLOGI
1.Filtrasi glomerulus

2. Reabsorpsi tubulus

3. Sekresi tubulus
adanya batu pada atau
DEFINISI
kalkulus dalam pelvis
renal akibat
pembentukan deposit
mineral yang berlebih.
Dapat berupa kalsium
oksalat dan kalsium
phospat, urid acid,
dan kristal.
ETIOLOGI
Faktor Endogen Faktor Eksogen

Hyperkalsemia Kurang air


Hyperkasiuria Ph minum Suhu
urin Ketidak Makanan
seimbangan Dehidrasi
cairan
PATOFISIOLOGI

Supersaturasi Matriks

K o mb i n a s i

K u r a n g i nhi bi t or Epistaxi
PATOFISIOLOGI

Faktor
Batu Obstruksi
Resiko

Batu  kristal-kristal bahan organik maupun anorganik


yang terlarut dalam urine

Kristal  presipitasi  inti batu  agregasi  batu


menjadi lebih besar  menempel pada sal. Kemih 
mengendap  obstruksi sal. kemih
KLASIFIKASI
Batu Struvit Batu Kalsium

Batu Asam Urat


Batu Kalsium
Kalsium adalah jenis batu yang
paling banyak menyebabkan
BSK yaitu sekitar 70%-80% dari
seluruh kasus BSK. Batu ini
kadang-kadang di jumpai dalam
bentuk murni atau juga bisa
dalam bentuk campuran,
misalnya dengan batu kalsium
oksalat, batu kalsium fosfat
atau campuran dari kedua
unsur tersebut.
Batu Asam Urat
• Lebih kurang 5-10% penderita
BSK dengan komposisi asam
urat. Pasien biasanya berusia >
60 tahun. Batu asam urat
dibentuk hanya oleh asam urat.

• Kegemukan, peminum alkohol,


dan diet tinggi protein
mempunyai peluang lebih
besar menderita penyakit BSK
Batu Sistin

Batu Sistin terjadi pada


saat kehamilan,
disebabkan karena
gangguan ginjal.
Merupakan batu yang
paling jarang dijumpai
dengan frekuensi kejadian
1-2%.
Batu Struvit
Batu struvit disebut juga
sebagai batu infeksi.
Kuman penyebab infeksi
ini adalah kuman golongan
pemecah urea atau urea
splitter yang dapat
menghasilkan enzim
urease dan merubah urine
menjadi bersuasana basa
melalui hidrolisis urea
menjadi amoniak.
Batu Staghorn
MANIFESTASI
Demam
KLINIS
Nyeri Tanda
Infeksi
Hematuri
Mual & Muntah
DIAGNOSIS
Pemeriksaan
Fisik

Pemeriksaan
Anamnesis
Penunjang
FOTO POLOS ABDOMEN
PIELOGRAF
I
INTRAVENA
PIELOGRAF
I
INTRAVENA
• Jumlah ureter.
• Posisi ureter.
• Kaliber ureter.
• Ada tidaknya batu, baik
lusen maupun opaque.
• bentuk, jumlah, ukuran,
dan letak batu.
PIELOGRAF
I
INTRAVENA
RETROGRADE UROGRAFI
USG
CT SCAN
MRI