Anda di halaman 1dari 27

OM

SWASTYASTU
OLEH KELOMPOK 2

PUTU BELLA DANIES APSARI


(P07120015082)

PUTU SRI UTAMI DEVI


(P07120015107)
SISTEM KESEHATAN NASIONAL (SKN)

 PENGERTIAN

1.MENURUT : Perpres 72/2012


Pasal 1 angka 2

2.MENURUT : Undang-undang
Dasar 1945 ( Depkes RI, 2004)
SISTEM KESEHATAN NASIONAL (SKN)

 PENGERTIAN

Sistem Kesehatan Nasional adalah Pengelolaan


kesehatan yang diselenggarakan oleh semua
komponen bangsa Indonesia secara terpadu dan saling
mendukung guna menjamin tercapainya derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
(Perpres 72/2012 Pasal 1 angka 2).
SISTEM KESEHATAN NASIONAL (SKN)

 PENGERTIAN

Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah bentuk


dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang
memadukan berbagai upaya bangsa Indonesia dalam satu
derap langkah guna menjamin tercapainya tujuan
pembangunan kesehatan dalam kerangka mewujudkan
kesejahteraan rakyat sebagaimana dimaksud dalam
Undang-undang Dasar 1945 ( Depkes RI, 2004)
LANDASAN SISTEM KESEHATAN NASIONAL

 Landasan idiil yaitu Pancasila

 Landasan konstitusional, yaitu Undang-Undang


Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 :
 PASAL 28A

 PASAL 28B AYAT 2

 PASAL 28C AYAT 1


NEXT…

 PASAL 28H AYAT 1

 PASAL 28H AYAT3

 PASAL 34 AYAT2

 PASAR 34 AYAT3

 Landasan Operasional meliputi Undang-Undang


Nomor 36 Tahun 2009
TUJUAN SISTEM KESEHATAN NASIONAL

 Tujuan SKN adalah terselenggaranya pembangunan

kesehatan oleh semua komponen bangsa, baik


Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat
termasuk badan hukum, badan usaha, dan lembaga
swasta secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna,
sehingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya. ( Perpres 72, 2012)
MANFAAT SISTEM KESEHATAN NASIONAL

 Tersusunnya SKN ini mempertegas makna


pembangunan kesehatan dalam rangka pemenuhan
hak asasi manusia, memperjelas penyelenggaraan
pembangunan kesehatan sesuai dengan visi dan misi
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang
Kesehatan Tahun 2005-2025 (RPJP-K),
NEXT…

 memantapkan kemitraan dan kepemimpinan yang

transformatif, melaksanakan pemerataan upaya


kesehatan yang terjangkau dan bermutu,
meningkatkan investasi kesehatan untuk
keberhasilan pembangunan nasional.
KEDUDUKAN SISTEM KESEHATAN
NASIONAL

 Suprasistem SKN

 Kedudukan SKN dalam Sistem Nasional Lainnya

 Kedudukan SKN terhadap Penyelenggaraan


Pembangunan Kesehatan di Daerah

 Kedudukan SKN terhadap berbagai sistem


kemasyarakatan termasuk swast
DASAR HUKUM SISTEM KESEHATAN
NASIONAL

 SKN 1982

Dasar hukum SKN Tahun 1982 adalah KEPMENKES


Nomor 99a/MENKES/SK/III/1982 tentang Berlakunya
SKN.
 SKN 2004

Dasar hukum SKN Tahun 2004 adalah KEPMENKES


Nomor 131/MENKES/SK/II/2004 tentang Sistem
Kesehatan Nasional.
NEXT…

 SKN 2009

Dasar hukum SKN Tahun 2009 adalah KEPMENKES RI


Nomor 374/MENKES/SK/V/2009, serta UU 36 tahun
2009 Pasal 167 (4) tentang Kesehatan

 SKN 2012

Dasar hukum SKN Tahun 2012 adalah PERPRES Nomor


72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional.
NEXT…

 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional

(RPJP-N) 2005-2025

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang


Kesehatan Tahun 2005-2025 merupakan arah
pembangunan kesehatan yang berkesinambungan.
NEXT…

 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang

Kesehatan (RPJP-K) 2005-2025

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang


Kesehatan Tahun 2005-2025 dan SKN merupakan
dokumen kebijakan pembangunan kesehatan sebagai
acuan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan.
OBJEK KATIAN SISTEM KESEHATAN
NASIONAL

 Subsistem Sistem Kesehatan Nasional

 Penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional

 Pelaku Penyelenggara Sistem Kesehatan

Nasional

 Perkembangan Sistem Kesehatan Nasional


Subsistem Sistem Kesehatan Nasional

 1. Subsistem Upaya Kesehatan

 2. Subsistem Pembiayaan Kesehatan

 3. Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan

 4. Subsistem Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan

Makanan Minuman

 5. Subsistem Manajemen dan Informasi Kesehatan

 6. Subsistem Pemberdayaan Masyarakat


Penyelenggaraan Sistem Kesehatan
Nasional

 1. Penetapan SKN

 2. Sosialisasi dan Advokasi SKN

 3. Fasilitasi Pengembangan Kebijakan Kesehatan di

Daerah
Pelaku Penyelenggara Sistem Kesehatan
Nasional

 1. Individu, keluarga, dan masyarakat yang meliputi

tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, media


massa, organisasi profesi, akademisi, praktisi, serta
masyarakat luas termasuk swasta, yang berperan dalam
advokasi, pengawasan sosial, dan penyelenggaraan
berbagai pelayanan kesehatan sesuai dengan bidang
keahlian dan kemampuan masing-masing.
NEXT…

 2. Pemerintah, baik Pemerintah maupun Pemerintah


Daerah berperan sebagai penanggungjawab, penggerak,
pelaksana, dan pembina pembangunan kesehatan dalam
lingkup wilayah kerja dan kewenangan masing-masing.
Untuk Pemerintah, peranan tersebut ditambah dengan
menetapkan kebijakan, standar, prosedur, dan kriteria
yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan di daerah.
NEXT…

 3. Badan Legislatif, baik di pusat maupun di daerah,

yang berperan melakukan persetujuan anggaran dan


pengawasan terhadap penyelenggaraan
pembangunan kesehatan, melalui penyusunan
produk-produk hukum dan mekanisme kemitraan
antara eksekutif dan legislatif.
NEXT…

 4. Badan Yudikatif, termasuk kepolisian, kejaksaan

dan kehakiman berperan menegakan pelaksanaan


hukum dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di bidang kesehatan.
NEXT…

 5. Sektor swasta yang memiliki atau


mengembangkan industri kesehatan seperti industri
farmasi, alat-alat kesehatan, jamu, makanan sehat,
asuransi kesehatan, dan industri pada umumnya.
Industri pada umumnya berperan besar dalam
memungut iuran dari para pekerja dan menambah
iuran yang menjadi kewajibannya.
NEXT…

 6. Lembaga pendidikan, baik pada tingkat sekolah dasar


sampai tingkat perguruan tinggi, baik milik publik
maupun swasta. Sebagian besar masalah kesehatan
berhubungan dengan perilaku dan pemahaman.
Pendidikan memegang kunci untuk menyadarkan
masyarakat akan berbagai risiko kesehatan dan peran
masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.
Perkembangan Sistem Kesehatan
Nasional

 Pertama kali disusun pada tahun 1982 yangdisebut

“Sistem Kesehatan Nasional 1982(disyahkan dengan


KEPMENKES No.99a/Men.Kes/SK/III/1982).

 Selanjutnya Sesuai dengan tuntutan reformasi


disempurnakan pada tahun 2004 disebut Sistem
Kesehatan Nasional 2004)(disyahkan dengan
KEPMENKES RI No.131/Men.Kes/SK/II/2004).
END

 Kemudian disempurnakan dengan Sistem Kesehatan


Nasional (SKN) 2009 dari SKN sebelumnya merupakan
bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan
kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah bersama
seluruh elemen bangsa dalam rangka untuk
meningkatkan tercapainya pembangunan kesehatan
dalam mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya
OM SANTHI,
SANTHI, SANTHI,
OM