Anda di halaman 1dari 21

PENGENALAN DOSEN DALAM BIDANG AKADEMIK?

H.A. DJADJA SAEFULLAH


• Sejak 1968 staf pengajar FISIP UNPAD
• 1979 – 1987 Ketua Pusat Studi Kependudukan UNPAD
• 1980 – 1982 Pembantu Rektor III UNPAS
• 1982 -- 1985 dan 1985 – 1988 Dekan FISIP UNPAD
• 1989 – 1993 Ketua Program Diploma III FISIP UNPAD
• 1993 – 1996 Ketua Lembaga Pengabdian kepada
Masyarakat UNPAD
• 1996 – 2000 Pembantu Rektor III UNPAD
• 2000 – 2004 dan 2004 – 2008/9 Direktur Program
Pascasarjana UNPAD
• 2009 – 2011 Ketua Program Pascasarjana FISIP UNPAD
• Sejak 2011 Guru Besar Emeritus
• Guru Besar luar biasa di berbagai Perguruan Tinggi
FUNGSI ILMU / SCIENCE
(Fred R. Kerlinger, 1973:7)

a. The static view  an activity that


contributes systematized information to
the world

b. The dynamic view  an activity of what


scientist do  a heuristic view  a
discovery emphasis  serving to
discover or reveal new theory 
scientific research
TEORI DAN PRAKTEK DI DALAM ILMU-
ILMU SOSIAL
Maurice Duverger dalam bukunya An Introduction to
Social Sciences (1964:11):
“….in the social sciences where practice seems
more advanced than theory”

 teori-teori dalam ilmu-ilmu sosial mempunyai


kecenderungan akan selalu ketinggalan oleh praktek
/ kenyataan di lapangan

 Untuk mengetahui, memahami, dan mengukur


ketertinggalan tersebut dilakukan melalui penelitian
MELAHIRKAN PAHAM FALSIFICATION
(FALSIFICATIONISM)
Suatu teori akan selalu fals kalau
dihubungkan dengan kenyataan di
lapangan:
 Teori dibuat dalam waktu sebelumnya di
mana kenyataan sudah berubah
 Teori dibangun dari lingkungan kehidupan
masyarakat yang berbeda dengan lapangan
 Keterbatasan hasil pengamatan dalam
membangun teori
Kenneth W. Eckhard & M. David Ermann
dalam Social Research Method (1979:9)

Scientific knowledge is continually changing

??

New data can prompt scientist to form new theories

??

Scientists accept theories only on a tentative basis


Dasar Pemikiran Faham Falsification

Teori adalah suatu hipotesis yang diajukan untuk


menggambarkan atau menjelaskan suatu perilaku beberapa
aspek dalam dunia atau alam semesta  Bisa berubah-ubah
berdasarkan hasil pengamatan berikutnya

COCOK TIDAK BERKEMBANG

KESIMPULAN

MELAHIRKAN
FALS TERUS BERKEMBANG
TEORI BARU
PERBEDAAN PENELITIAN ILMIAH DENGAN PENELITIAN UMUM

Penelitian Ilmiah dilakukan untuk pengembangan ilmu


 Memberikan sumbangan terhadap pengembangan ilmu yang bersangkutan
 Berdasarkan rujukan/referensi teori yang relevan
 Membangun suatu konsep teoritis baru
 Memperkuat, merevisi atau mengganti teori yang sudah ada

Penelitian Umum untuk melihat dan mempelajari sejauh mana perkembangan


yang terjadi
 Berdasarkan suatu rencana, kebijakan, program, ketetapan, instruksi, dls
 Melihat dan melaporkan apa adanya
 Bersifat investigasi
 Berupa action research
TEORI PENELITIAN  PEMBAHASAN BERDASARKAN
TEORI  KESIMPULAN
 KESIMPULAN MENUNJUKKAN KONSEP BARU
DIHUBUNGKAN DENGAN TEORI YANG
DIGUNAKAN SEBAGAI RUJUKAN
KEBIJAKAN/ PROGRAM / RENCANA  PENELITIAN 
PEMBAHASAN BERDASARKAN REALITA  KESIMPULAN
 KESIMPULAN MENUNJUKKAN APA ADANYA DI
LAPANGAN DENGAN MEMBANDINGKAN PADA
KEBIJAKAN/ PROGRAM / RENCANA YANG TELAH
DITENTUKAN
MASALAH ATAU OBYEK YANG DITELITINYA TIDAK
BERBEDA  PENDEKATANNYA DAN HASILNYA YANG
BERBEDA
PEMILIHAN METODE PENELITIAN DALAM
PENYUSUNAN TESIS & DISERTASI
Tiga alternatif desain yang bisa dipilih:
• Memilih metode kuantitatif  pemahaman
dan penguasaan peneliti tentang statistik
• Memilih metode kualitatif  kesiapan dan
kepekaan peneliti untuk melakukan
pengamatan intensive di lapangan
• Memilih kombinasi kuantitatif dengan
kualitatif  kemampuan peneliti untuk
menggabungkan analisis dan intepretasi
INSTRUMEN PENELITIAN
• Instrumen Penelitian dalam Penelitian
Kualitatif adalah Peneliti sendiri dengan
kemampuan melakukan observasi secara
partisipatif (participant-observation)
• Instrumen Penelitian dalam Penelitian
Kuantitatif adalah Daftar Pertanyaan
terstruktur, baik berupa angket (dibagikan
kepada responden untuk diisi) maupun
kuesioner (ditanyakan kepada responden
melalui wanacara/diisi oleh peneliti atau yang
mewawancarai)
Syarat Dasar Peneliti Kualitatif

PENGUASAAN
LAPANGAN

COMMUNITY
INTEGRATED

SENSITIVITY

INTERPRETATIF
Multiple Methods or Triangulation in
Qualitative Data Collection
EMPIRICAL MATERIALS

OBSERVER PERSPECTIVES

PARTICIPANT-OBSERVATION

IN-DEPTH INTERVIEW

INTERPRETATION
(CRESWELL, 2007:78; 2013:102 )
CONCEPT & VARIABLE

• A variable is a symbol to which numerals or


values are assignment
• A variable is a concept which takes one, two or
more degrees of variable
• A variable is a property that takes on different
values
• A variable is something that varies
e.g.: the concept of “chair” is not variable
the concept of “weight of chair” is variable
Contoh lain: Konsep, Variabel,
Dimensi, dan Indikator

• Konsep  Manusia
• Variabel  Anatomi Manusia
• Dimensi  Kepala – Badan – Tangan – Kaki
• Indikator dari Dimensi Kepala  Rambut – Alis -
Mata – Hidung – Telinga – Mulut - Bibir – Dagu
– dls
• Makin rinci Indikator yang diurai makin kuat
pemahaman tentang Dimensi ybs
Operasionalisasi Variabel
• Variabel yang dipertanyakan dalam Rumusan Masalah dan
dinyatakan dalam Hipotesis dioperasionalkan menjadi
dimensi-dimensi dan indikator-indikator yang ditampilkan
dalam Matrik/Tabel Operasionalisasi Variabel

• Mengoperasionalkan variabel menjadi dimensi-dimensi


didasarkan pada konsep teoritis yang dikemukakan dalam
Kerangka Pemikiran

• Merinci dimensi menjadi indikator bisa didasarkan pada


konsep teoritis yang relevan dan pada informasi empirik
Operasionalisasi Variabel
• Setiap indikator harus kongkrit dan terukur  bukan berupa
pernyataan yang bersifat deskriptif atau bersifat relatif

• Fungsi utama Opersionalisasi Variabel untuk menjadi dasar


penyusunan instrumen penelitian (Daftar Pertanyaan)

• Subyek dan jumlah pertanyaan yang disusun harus sesuai


dengan jumlah indikator yang disebutkan dalam Tabel
Operasionalisasi Variabel
indikator
dimensi

indikator

Sub-varia dimensi

indikator

dimensi
Sub-varia indikator

variabel

Sub-varia

Sub-varia
indikator

DIMENSI indikator

DIMENSI indikator

variabel

DIMENSI indikator

DIMENSI
VARIABEL DIMENSI INDIKATOR
Partisipasi 1. Ikut serta dalam perencanaan 1. Mengikuti pertemuan
Masyarakat 2. Memberikan masukan
3. Turut membahas
4. Menyetujui
2. Ikut serta dalam pelaksanaan 1. Terjun secara fisik
2. Menyumbang uang
3. Pemanfaatan hasil 3. Membantu material1.
1. Meperoleh materi
2. Perolehan imaterial
3. Penggunaan hasil
4. Pengawasan dan evaluasi 1. Ikut menilai
2. Pemeliharaan
3. Saran perbaikan
1. Produktivitas 1. Jumlah hasil
Efektivitas 2. Kualitas hasil
Pembangunan 2. Efisiensi 1. Waktu penyelesaian
Desa 2. Tenaga yg digunakan
3. Besarnya biaya
3. Kepuasan masyarakat 1. Pelayanan umum
2. Respon / tanggapan
3. Persepsi / opini