Anda di halaman 1dari 61

 Prosedurpencatatan akuntansi berpusat pada

kepentingan pemilik perusahaan:


Bagaimana perusahaan menjadi kendaraan
untuk mencapai tujuan pemilik, yaitu
meningkatkan kekayaan pemilik.
 Berdasarkan sudut pandang kepemilikan, yaitu
kepentingan pemilik sebagai pusat perhatian,
maka persamaan akuntansi menjadi:
A–L=P
 P mencerminkan kekayaan bersih yang dimiliki
oleh pemilik perusahaan (pemilik modal).
 Tujuan akuntansi: menentukan jumlah kekayaan
bersih pemilik pada saat tertentu di dalam
perusahaan.
 Mengakui harga kini di samping juga harga
hisotris karena harga kini dianggap lebih relevan.
 Selisih bersih antara pendapatan dan
bebannya akan menaikkan kekayaan bersih
atau menurunkan kekayaan bersih dalam
periode tertentu.
 Seluruh kenaikan harga barang menjadi harga
kini, sehingga terjadi selisih antara harga
historis dengan harga kini dan dianggap
menaikkan kekayaan bagi pemilik.
 Dividen diperlakukan sebagai pembagian income
 Bunga pinjaman diperlakukan sebagai beban
perusahaan
 Pajak penghasilan diperlakukan sebagai beban
perusahaan dan beban pemilik karena tidak ada
pemisahaan antara transaksi pemilik dan transaksi
perusahaan
 Gaji yang dibayarkan kepada pemilik bukan beban
perusahaan
 Metode ekuitas digunakan oleh investor bila pemilik
adalah sebuah perusahaan dan income investee
diakui oleh investor secara proporsional dengan
kepemilikan
 Dalam laporan konsolidasi, investor (perusahaan
induk) dianggap sebagai pemilik perusahaan anak.
Hak minoritas ditampilkan di dalam neraca
perusahaan sebagai klaim pihak luar
 Pencatatan akuntansi sangat memperhatikan
kenaikan dari harga barang, misal dengan membuat
index sehingga tampilan neraca dianggap lebih
realistis
 Kenaikan harga barang dicatat dan selisih harga kini
dengan harga historis diakui sebagai income
 Dalam perhitungan income, penggunaan
pemeliharaan modal fisik lebih tepat dibandingkan
dengan penggunaan pemeliharaan modal keuangan
 Perusahaan yang semakin besar menyebabkan
pemilik yang juga manajer tidak mampu lagi
melaksanakan fungsi-fungsi perusahaan secara
langsung maka secara berangsur-angsur fungsi
tersebut didelegasikan kepada manajer
profesional yang bertanggung jawab pada
pemilik.
 Berasumsi bahwa fungsi manajer terpisah dari
pemilik. Akuntansi berfungsi mencatat perilaku
manajer, dan memberikan informasi berupa
laporan mengenai kondisi ekonomi perusahaan
kepada pemilik sebagai pertanggungjawaban
manajer kepada pemilik.
 Akuntansi berfungsi mencatat dan
melaporkan transaksi bisnis di dalam
perusahaan yang dilakukan oleh manajer,
yang selanjutnya dipertanggungjawabkan
kepada pemilik untuk melaporkan hasil
operasi perusahaan.
 Akuntansi mencatat dan melaporkan hasil
operasi perusahaan untuk kepentingan
perusahaan itu sendiri.
 Akuntansi memandang perusahaan menjadi pusat
perhatian, pemilik dan kreditur sebagai pihak
luar perusahaan sebagai penyandang dana. Maka
persamaan akuntansi menjadi:
Aset = Ekuitas
 Ekuitas adalah hak penyandang dana
perusahaan. Yang memiliki hak pertama kali
adalah kreditur, sedangkan pemilik mendapat
sisanya bila terjadi likuidasi.
 Aset tetap dilaporkan dengan harga historis.
Pemegang saham lebih peduli pada laporan
income yang mencerminkan hasil operasi
perusahaan dan ukuran kinerja manajer, bukan
kenaikan-kenaikan harga historis ke harga kini.
 Penentuan income menjadi pusat perhatian
sehingga laporan laba rugi menjadi laporan
yang paling penting karena:
 pemegang saham memandang income sebagai
tolak ukur keberhasilan investasi
 keberhasilan perusahaan memperoleh income
mengidentifikasikan bahwa perusahaan dapat
bertahan hidup.
 Income diperoleh melalui upaya manajer,
bukan dari kenaikan harga historis aset ke
harga kini sehingga income dalam teori
entitas menjadi ukuran kinerja manajemen
dan perusahaan.
 Dividen diperlakukan sebagai pembagian laba
 Bunga pinjaman diperlakukan sebagai beban
perusahaan
 Pajak penghasilan diperlakukan sebagai beban
perusahaan karena ada pemisahaan yang tegas
antara transaksi pemilik dan transaksi
perusahaan
 Nilai uang dianggap tetap sehingga teori entitas
berbasis pada akuntansi konvensional atau
identik dengan penggunaan harga historis. Harga
kini kadang digunakan, namun sangat selektif,
yaitu untuk barang-barang yang diperdagangkan
 Akibat dari butir (4), pada dasarnya
penggunaan akuntansi pemeliharaan model
keuangan lebih tepat, namun akuntansi
pemeliharaan model fisik kadang digunakan
juga meskipun secara ketat dengan tetap
tidak mengakui adanya holding gain atau loss
 Gaji yang dibayarkan kepada pemilik
diperlakukan sebagai beban perusahaan
 Dalam laporan konsolidasi, metode ekuitas
digunakan
 Memandang perusahaan sebagai unit yang lebih
luas, bukan hanya sebagai kendaraan pemegang
saham untuk memakmurkan dirinya, tetapi
sebagai kendaraan untuk memakmurkan
lingkungan sosialnya.
 Tanggung jawab manajer bukan hanya pada
pemegang saham, tetapi juga kepada karyawan,
kreditur, pelanggan, agen-agen pemerintah dan
masyarakat pada umumnya.
 Perilaku manajer dalam menjalankan perusahaan
harus berdampak pada nilai tambah bagi
masyarakat, meningkatkan income tanpa
mengorbankan mereka.
 Income tersedia bukan hanya untuk
pemegang saham, tetapi untuk karyawan,
kreditur, agen-agen pemerintah, dan
masyarakat pada umumnya.
 Income yang diperoleh perusahaan bukan
hanya semata-mata hasil upaya manajer
tetapi juga upaya dari lingkungan sosialnya,
termasuk karyawan dan lainnya, sehingga
pada masa mendatang teori ini akan banyak
penganutnya.
 Menimbulkan kerja sama yang kompak antara
manajer, pemegan saham, karyawan,
pemerintah, dan kreditur dalam
meningkatkan income yang dipandang
sebagai nilai tambah bagi grup sosial
tersebut.
 Meningkatkan hubungan yang baik secara
dramatis di antara mereka, sehingga tercipta
tata laksana perusahaan yang baik (good
corporate governance).
 Akuntansi sebagai kegiatan pencatatan
transaksi suatu perusahaan.
 Didasarkan pada anggapan konservatisme,
obyektivitas, konsistensi dan observasi
tindakan akuntan di masa lampau.
 Didasarkan juga pada standar akuntansi yang
dihasilkan oleh badan yang berwenang.
 Akuntansisering dianggap bahasa karena
manajemen harus mengomunikasikan
informasi yang diolahnya kepada pihak lain,
seperti pemegang saham.
 Sistemakuntansi merefleksikan dan
mendukung nilai-nilai dan kebutuhan
kelompok tertentu, dan informasi akuntansi
dirancang dan digunakan sebagai sumber
untuk membuat kebijakan perusahaan,
khususnya dalam proses pengambilan
keputusan.
 Manajer seringkali melobi pembuat standar
akuntansi dengan maksud agar standar
akuntansi yang dihasilkan dapat melayani
dan menguntungkan kebutuhan mereka.
 Dengan demikian, standar akuntansi
merupakan hasil dan proses politik, bukan
efisiensi teknis.
 Sistem akuntansi sebagai sumber-sumber
yang bersifat sosial untuk mempertahankan
mitos rasionalisasi.
 Dengan demikian, akuntansi akan digunakan
sebagai alat untuk kepentingan justifikasi,
rasionalisasi dan legitimasi keputusan yang
akhirnya melayani kepentingan individu
lainnya.
 Akuntansi sebagai sesuatu yang berorientasi
tindakan, seperti mengomunikasikan
pengaruh inflasi terhadap kebutuhan
penggun, dan pengaruh inflasi terhadap
perilaku investor dalam mengambil
keputusan ekonomi.
 Akuntansi sebagai seperangkat informasi
yang memiliki unsur biaya dan manfaat.
 Dikeluarkannya standar akuntansi akan
menimbulkan biaya tertentu dalam
perusahaan, dan regulasi menentukan siapa
yang menanggung biaya tersebut dan
menikmati manfaatnya.
 Akuntansi dipandang mempengaruhi
kesejahteraan atau kemakmuran kelompok
tertentu dalam masyarakat.
 Angka-angka yang dihasilkan dalam akuntansi
akan mempengaruhi investor dalam
menginvestasikan dananya dalam
masyarakat, yang akhirnya akan
mempengaruhi perkembangan perusahaan,
kesejahteraan karyawan dan masyarakat
serta membantu pelaksanaan kebijakan-
kebijakan pemerintah.
 Akuntansi
merupakan ideologi dari
masyarakat kapitalis yang menjembatani
pemakaian teknik-teknik tertentu untuk
mengeksploitasi kekayaan demi kepentingan
kelompok elit tertentu atas beban kerugian
pada masyarakat luas dan karyawan.
 Teori
ini menganggap prinsip-prinsip, standar,
dan masyarakat akuntansi muncul untuk
mempromosikan kepentingan kelompok
tertentu dan tujuan-tujuan akuntan.
Kelompok tersebut menciptakan budaya
profesional dan meningkatkan monopoli
terhadap pengetahuan profesional.
 Sumber:
Pembahasan Pokok-pokok Pikiran Teori
Akuntansi Vernon Kam, 2009, Soegeng
Soetedjo
Sudut Pandang Akuntansi, Chapter 12
 American Institute of Certified Public
Accountant (1953) lebih menekankan
akuntansi sebagai seni: akuntansi adalah seni
mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas
transaksi atau peristiwa yang dilakukan
sedemikian rupa dalam bentuk uang, atau
paling tidak memiliki sifat keuangan dan
menginterpretasikan hasilnya.
 American Accounting Association (1996:1)
menekankan akuntansi sebagai media/alat
yang dapat digunakan untuk menyampaikan
informasi kepada pemakai yang
berkepentingan dengan masalah pengelolaan
perusahaan: akuntansi adalah proses
mengidentifikasi, mengukur dan
mengkomunikasikan informasi untuk
membantu pemakai dalam membuat
keputusan atau pertimbangan yang benar.
 Accounting Principles Board (1970) melihat
akuntansi sebagai kegiatan jasa: akuntansi
adalah kegiatan jasa. Fungsinya adalah untuk
memberikan informasi kuantitatif tertutama
yang bersifat keuangan, tentang keuangan,
tentang entitas ekonomi, yang diharapkan
bermanfaat bagi pengambilan keputusan
ekonomi.
 Perumusan teori akuntansi timbul karena
adanya kebutuhan untuk memberikan logika
penalaran tentang apa yang dilakukan atau
apa yang akan dilakukan oleh akuntan.
Perubahan prinsip akuntansi terjadi karena
adanya berbagai upaya untuk memecahkan
berbagai masalah akuntansi dan merumuskan
kerangka teoritis untuk praktik akuntansi.
 Hendriksenmendefinisikan teori akuntansi
sebagai penalaran logis dalam bentuk
seperangkat prinsip-prinsip yang luas yang
memberikan rerangka referensi umum untuk
mengevaluasi praktik akuntansi dan
memberikan pedoman dalam
mengembangkan praktik dan prosedur
akuntansi yang baru.
 Akuntansi cenderung dikembangkan atas
dasar pertimbangan nilai yang dipengaruhi
oleh faktor lingkungan tempat akuntansi
dipraktekkan.
 Teori tersebut kemudian dituangkan dalam
bentuk kebijakan sebagai landasan dalam
praktik akuntansi. Dalam akuntansi, praktek
dapat saja diubah untuk mengakomodasikan
teori.
 Chambers (1994) dan Goldberg (1949)
berpendapat bahwa akuntansi tidak
dikembangkan dari teori yang sistematik.
Menurut Chambers, akuntansi dikembangkan
dari model yang spesifik.
 Mathews dan Perera (1993) menyebutkan
bahwa fungsi utama dari proses akuntansi
adalah untuk memberikan kerangka
pengembangan ide-ide baru dan membantu
proses pemilihan akuntansi. Menurut mereka
teori memiliki karakteristik:
 memiliki body of knowledge
 konsisten secara internal
 menjelaskan dan/atau memprediksi fenomena
 menyajikan hal-hal yang ideal
 referen yang ideal untuk mengarahkan praktik
 membahas masalah dan memberikan solusi
 Meskipun berbagai pendapat tentang teori
akuntansi telah banyak dikembangkan,
namun tidak satu pun dari teori tersebut
yang mampu menjelaskan secara tuntas dan
menyeluruh tentang apa yang dinamakan
teori akuntansi. Belkaoui dan Komite dari
American Accounting Association mengakui
hal tersebut. Teori yang selama ini
dikembangkan memiliki sudut pandang yang
berbeda dan kadang bertolak belakang.
Teori akuntansi dapat dirumuskan berdasarkan
sudut pandang yang berbeda, seperti:

 Klasifikasi Teori Akuntansi Menurut Metode


Penalaran
 Klasifikasi Teori Akuntansi Menurut Sistem
Bahasa yang Digunakan
 Klasifikasi Teori Akuntansi Menurut Tujuan
Perumusan
 Pendekatan Deduktif
 Pendekatan Induktif
 Pendekatan Etika
 Pendekatan Sosiologi
 Pendekatan Ekonomi
 Pendekatan Ekletik
 Perumusan teori akuntansi yang didasarkan pada
pendekatan ini dimulai dari proposisi akuntansi
dasar sampai dihasilkan prinsip akuntansi
rasional sebagai pedoman dan dasar untuk
mengembangkan teknik-teknik akuntansi.
 Secara umum, langkah yang digunakan dalam
merumuskan teori akuntansi adalah:
 Menentukan tujuan pelaporan keuangan
 Memilih postulate akuntansi yang sesuai dengan
kondisi ekonomi, politik, dan sosiologi
 Menentukan prinsip akuntansi
 Mengembangkan teknik akuntansi
 Penentuan tujuan pelaporan keuangan
merupakan hal yang paling penting karena
tujuan yang berbeda mungkin memerlukan
struktur yang berbeda dan akan menghasilkan
prinsip yang berbeda pula.
 Keuntungan pendekatan ini adalah kemampuan
untuk merumuskan struktur teori yang konsisten.
Sedangkan kelemahannya adalah pendekatan ini
didasarkan pada postulat dan tujuan tertentu
yang kemungkinan salah yang menyebabkan
prinsip yang juga salah. Selain itu, pendekatan
dediktif juga terbukti sering menghasilkan
prinsip yang terlalu teoritis sehingga tidak dapat
diterapkan dalam praktik.
 Didasarkan pada konklusi yang
digeneralisasikan berdasarkan hasil
observasi dan pengukuran yang terinci
 Littleton (1953) menyatakan bahwa
prinsip akuntansi dapat dihasilkan secara
induktif dengan melakukan pengujian
empiris terhadap kegiatan akuntansi.
 Mooniz (1961) mengatakan bahwa
observasi terhadap data akuntansi
kelihatan lebih tepat dengan penggunaan
pendekatan induktif
Langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
 Mencatat semua observasi
 Menganalisis dan mengklasifikasikan hasil¸
sehingga dapat dirumuskan berbagai kesamaan
dan ketidaksamaan.
 Hasil observasi kemudian digeneralisasi
 Pengujian terhadap generalisasi (Belkaoui, 1993)
 Tujuan : untuk merumuskan konklusi teoritis
dan bersifat abstrak dan rasionalisasi praktik
akuntansi.
 Keuntungan : pendekatan ini didasarkan pada
kebebasan dimana perumusan teori akuntansi
tidak dibatasi oleh struktur atau model yang
telah diyakini/ disiapkan sebelumnya.
Kelemahan:
 Observer sering dipengaruhi ole ide-ide
yang tidak disadari tentang jenis
hubungan yang diamati dan jenis data
yang diamati.
 Data yang digunakan dalam observasi
dengan perusahaan lainnya dan data
yang diobservasi seringkali jumlahnya
terbatas.
 Didasarkan pada konsep kebenaran (truth),
keadilan (justice) dan kewajaran/kejujuran
(fairness)

 Scott (1943) mengatakan bahwa prinsip


akuntansi adalah pernyataan umum yang
menghubungkan aturan (pedoman) dan prosedur
akuntansi dengan konsep sosial tersebut.
 Menekankan pada pengaruh sosial yang
timbul dari teknik-teknik akuntansi terhadap
kesejahteraan sosial di lingkungan tempat
akuntansi akan dioperasionalkan.
 Nilai-nilai sosial dianggap sebagai kriteria
utama dalam merumuskan akuntansi
 Memusatkan pada pengendalian terhadap
perilaku indikator makro ekonomi sebagai
akibat adopsi berbagai teknik akuntansi.
 Teknik akuntansi yang dikembangkan harus
dapat memengaruhi kesejahteraan ekonomi
umum.
Pendekatan ini bertujuan untuk
mengembangkan akuntansi dengan cara
menggabungkan berbagai pendekatan yang
selama ini digunakan.
 TEORI SINKTATIK
 TEORI SEMANTIK
 TEORI PRAGMATIK
 Menjelaskan praktik akuntansi dan
memprediksi bagaimana akuntan akan
bereaksi pada situasi tertentu atau
bagaimana mereka melaporkan peristiwa
tertentu.
 Berkaitan dengan struktur proses
pengumpulan data dan pelaporan keuangan.
 Teori ini berkaitan dengan penjelasan
mengenai fenomena dan istilah atau
simbol yang mewakilinya.
 Memberikan penjelasan mengenai definisi
operasional dari praktik akuntansi.
 Teori berkaitan dengan semantik
diperlukan untuk memberikan arti bagi
proposisi akuntansi, sehingga konsep
interepretasi yang dibuat akuntan
diartikan sama oleh pemakai informasi
akuntansi.
Menjelaskan pengaruh informasi akuntansi
perilaku pengambil keputusan, dan
dimaksudkan untuk mengukur dan
mengevaluasi pengaruh ekonomi, psikologi,
sosiologi pemakai terhadap alternatif
prosedur akuntansi dan media pelaporannya.
 Perilaku akuntansi diamati terus-menerus
denfgan tujuan untuk meniru prosedur dan
prinsip-prinsip akuntansi.
 Proses seperti ini merupakan pendekatan
induktif yang digunakan untuk
mengembangkan teori akuntansi.
 Pendekatan ini mengamati reaksi pemakai
laporan keuangan.
 Akuntan memanipulasi transaksi akuntansi
menurut aturan-aturan sintatik yang berbeda
dengan yang digunakan untuk menghasilkan
laporan keuangan, yang kemudian
disimpulkan oleh pemakai.
Teori akuntansi dibedakan menjadi dua jenis:

1. Teori Normatif
2. Teori Akuntansi Positif
 Berusaha untuk memberikan tentang apa
yang seharusnya dipraktikkan. Misalnya,
pernyataan yang menyebutkan bahwa
laporan keuangan seharusnya didasarkan
pada metode pengukuran aktiva tertentu
 Perumusan akuntansi mencapai masa
keemasan pada tahun 1950 dan 1960. Saat
itu teori ini berkonsentransi pada penciptaan
laba (true income) selama satu periode
akuntansi atau tentang tipe informasi yang
bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
 TrueIncome
Berkonsentrasi pada penciptaan pengukur
tunggal yang unik dan benar untuk aktiva dan
laba. Meskipun demikian, tidak ada
kesepakatan terhadap apa yang dimaksud
dengan pengukur nilai dan laba yang benar.

 Decisions-Usefulness
Pendekatan decisions-usefulness menganggap
bahwa tujuan dasar dari akuntansi adalah
untuk membantu proses pengambilan
keputusan dengan cara menyediakan data
akuntansi yang relevan atau bermanfaat.
 Berusaha untuk menjelaskan fenomena
akuntansi yang diamati berdasarkan pada
alasan-alasan yang menyebabkan terjadinya
suatu peristiwa.
 Dimaksudkan untuk menjelaskan dan
memprediksi konsekuensi yang terjadi jika
manajer menentukan pilihan tertentu.
 Penjelasan dan prediksi didasarkan pada proses
kontrak atau hubungan keagenan antara
manajer dengan kelompok lain seperti investor,
kreditor, auditor, pihak pengelola pasar modal,
dan institusi pemerintah.
 Penekatan positif atau empirik berkaitan
dengan usaha menguji atau menghubungkan
kembali hipotesis atau teori dengan
pengalaman atau fakta-fakta dunia nyata.

 Teori akuntansi berusaha menguji tiga


hipotesis sebagai berikut:
1. Hipotesis Rencana Bonus
2. Hipotesis Hutang/Ekuitas
3. Hipotesis Cost Politik
 Sumber:
Anis Chariri dan Imam Ghozali, Teori
Akuntansi, 2001
Chapter 2 dan Chapter 3