Anda di halaman 1dari 13

PENGOLAHAN LIMBAH

CAIR
SLURRY
KELOMPOK 6
• Aldy Kurnia Azhari
• Ikhlasul Amal Mulia
• Ifzan
• Kevin Sitohang
• Afifah R
• Imay L
• Zakhrofa Aleiya
• Zilla M A
• Limbah cair lebih sulit diolah sebab
selain volumenya besar, slurry tidak
dapat disimpan terlalu lama karena
akan menimbulkan bau menyengat
sementara apabila dibuang langsung
ke lingkungan dapat menyebabkan
pencemaran.
• Berbagai teknik pengolahan air
buangan untuk menyisihkan bahan
polutannya telah dicoba dan
dikembangkan selama ini. Teknik-
teknik pengolahan air buangan yang
telah dikembangkan tersebut secara
umum terbagi menjadi 3 metode
pengolahan:
• 1. pengolahan secara fisika
• 2. pengolahan secara kimia
• 3. pengolahan secara biologi
Pengolahan Secara Fisika
• Pada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan
lanjutan terhadap air buangan, diinginkan agar
bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan
yang mudah mengendap atau bahan-bahan yang
terapung disisihkan terlebih dahulu. Penyaringan
(screening) merupakan cara yang efisien dan
murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang
berukuran besar. Bahan tersuspensi yang mudah
mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan
proses pengendapan. Parameter desain yang
utama untuk proses pengendapan ini adalah
kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi
hidrolis di dalam bak pengendap.
Pengolahan Secara Kimia
• Pengolahan air buangan secara kimia biasanya
dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel
yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-
logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik
beracun; dengan membubuhkan bahan kimia
tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan-bahan
tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui
perubahan sifat bahan-bahan tersebut, yaitu dari
tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan
(flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi
oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung sebagai
hasil reaksi oksidasi.
Pengolahan secara Biologi

• Semua air buangan yang biodegradable dapat


diolah secara biologi. Sebagai pengolahan
sekunder, pengolahan secara biologi dipandang
sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien.
Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang
berbagai metode pengolahan biologi dengan
segala modifikasinya.
• Pada dasarnya, reaktor pengolahan
secara biologi dapat dibedakan atas
dua jenis, yaitu:
1.Reaktor pertumbuhan tersuspensi
(suspended growth reaktor);
2.Reaktor pertumbuhan lekat
(attached growth reaktor).
• Sebagian besar karakteristik air limbah
mengandung kotoran bahan organik yang
disebut dengan COD atau BOD. Pengolahan
yang paling baik adalah dengan menguraikan
bahan organik tersebut dengan bantuan
mikroorganisme. Pengolahan secara biologi
bisa dilakukan secara aerobik (memerlukan
udara) atau secara anaerobik (tidak boleh ada
udara). Metoda yang digunakan pada proses
pengolahan biologis baik aerobik maupun
anaerobik bisa secara tersuspensi
(suspended growth) ataupun terlekat
(attached growth). Pada umumnya, proses
pengolahan biologis yang digunakan untuk
limbah cair industri di Jawa Barat adalah
proses lumpur aktif.
• Jika limbah cair industri mengandung
bahan B3, maka diperlukan pengolahan
secara khusus untuk mengolah limbah
tersebut. Lumpur atau gumpalan yang
dihasilkan dari proses filtrasi maupun
sedimentasi dapat dikeringkan, dibakar
atau dibuang untuk pengurugan tanah,
jika tidak mengandung bahan beracun
dan berbahaya (B3). Materi inipun dapat
diproses lebih lanjut dan dipakai ulang
jika unsur B3nya telah diolah, sehingga
tidak akan membahayakan
penggunanya.
• Limbah cair pada dasarnya di
kelompokkan menjadi dua bagian
menurut sifat keasamannya :
1. Accid Efluent (AE)
2. Waste Industrial Effluent (WIE)
Accid effluent (AE)
• Pada AE storage tersedia dua buah
pompa asam dengan kapasitas
masing-masing 12 meter kubik/jam.
Limbah AE dipompakan ke tangki
pencampuran slurry untuk dinaikkan
pH nya. Setelah pHnya sudah sesuai,
fluida terolah akan mengalir secara
gravitasi menuju ke tangki oksida.
Oksidasi dilakukan hingga terjadi
perubahan Fe2+ menjadi Fe3+
• Berdasarkan proses asam ini, manfaat
yang diperoleh adalah dapat
melakukan optimalisasi konsumsi dan
minimalisasi kontminasi dalam
buangan limbah cair.