Anda di halaman 1dari 32

CBD

VERUKA VULGARIS
Oleh :
Aflis
• PENDAHULUAN

LAPORAN KASUS

TINJAUAN PUSTAKA

PEMBAHASAN

KESIMPULAN
• PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
• Veruka vulgaris (kutil) adalah proliferasi jinak (hiperplasia) pada kulit dan mukosa di
bagian epidermis yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu.
• Berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI), veruka vulgaris
memiliki tingkat kemampuan 4A, artinya lulusan dokter harus mampu membuat
diagnosis klinik, dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri
dan tuntas.Tinjauan pustaka ini membahas definisi, epidemiologi, etiopatogenesis,
gambaran klinis, diagnosis banding, cara penegakan diagnosis, dan penatalaksaan
veruka vulgaris sehingga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pembaca
mengenai veruka vulgaris dengan baik.7
LAPORAN KASUS
LAPORAN KASUS
• IDENTITAS
– Nama : Tn. IGS
– Umur : 12 tahun
– Jenis kelamin : Laki-laki
– Pekerjaan : Pelajar
– Suku : Bali
– Bangsa : Indonesia
– Agama : Hindu
– Status perkawinan : Belum menikah
ANAMNESIS

• Keluhan Utama : Terdapat bintil pada pungung tangan kanan


• Keluhan Tambahan : Nyeri bila tertekan
• Riwayat perjalanan penyakit :
• Pasien datang diantar oleh ibu ke poli kulit kelamin RSUD kelungkung dalam keadaan sadar
mengeluh terdapat bintil pada pungung tangan kanan Sejak 6 bulan yang lalu, pasien melihat terdapat
bintil pada pungung tangan kanan. Pasien mulai menyadari adanya bintil tersebut saat sedang
mencuci tangannya. Awalnya bintil berukuran kecil sebesar jarum pentul dan berwarna agak putih lalu
kemudian menjadi membesar dan berwarna agak keabuan. Pasien merasa nyeri apabila bintil tidak
sengaja tertekan. Pasien juga tidak pernah berusaha untuk mengelupasi bintil tersebut.
• Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya. Dari awal pasien menyadari tampak
bintil pada tangannya, pasien mengaku tidak memberikan obat apapun pada bintilnya itu. Pasien
belum pernah berobat ke dokter sebelumnya mengenai keluhan ini. Pasien merasa tidak nyaman
dengan adanya bintil tersebut karena itu ia datang ke RSUD kelungkung untuk diobati.
CONT…
• Riwayat penyakit dahulu : Tidak ada
• Riwayat penyakit keluarga : Dalam keluarga tidak ada yang mengeluh
keluhan yang serupa
PEMERIKSAAN FISIK

Dilakukan pemeriksaan fisik di Poli kulit kelamin. KGB : pembesaran (-)


Keadaan umum : baik Dada : normochest, pergerakan simetris kiri-kanan
Kesadaran : compos mentis Jantung : BJ I, II ireguler, murmur (-), gallop (-)
Paru : bunyi pernapasan vesikuler, ronki ,
• Tanda-tanda vital : wheezing
Tekanan darah : 120 / 80 mmHg
Nadi : 80 x/m, reguler Perut : supel, NT (-), BU (+) normal
Suhu : afebris Hepar : sulit dievaluasi
Pernapasan : 20x/m Lien : sulit dievaluasiGinjal : sulit dievaluasi
• Pemeriksaan fisik Alat kelamin : dalam batas normal
Anggota gerak : dalam batas normal
Kepala : normocephal
Refleks : dalam batas normal
Mata : CA -/-, SI -/- Kulit : dalam batas normal
THT : TDE Gigi dan mulut : dalam batas normal
Leher : pembesaran kelenjar tiroid (-)
STATUS DERMATOLOGI
• Status dermatologi
• Lokasi : Regio dorsum manus dextra
• Eflorosensi : Terdapat papul solitar berwarna keabu-abuan
berukuran lentikular berbatas tegas dengan konsistensi keras
dan permukaannya kasar.
FOTO KLINIS
RESUME
• Pasien laki-laki dengan inisial Nn. G berumur 12 tahun datang dengan
keluhan adanya bintil pada pungung tangan kanan. Bintil timbul sejak 6
bulan yang lalu dengan ukuran jarum pentul yang semakin lama semakin
membesar dan warna menjadi keabu-abuan. Apabila tidak sengaja
tertekan terdapat rasa nyeri. Pasien belum memberikan pengobatan pada
penyakit ini.
• Pada pemeriksaan fisik, status generalis dalam batas normal. Pada status
dermatologikus regio dorsum manus dextra terdapat papul solitar
berwarna keabu-abuan berukuran lentikular berbatas tegas dengan
konsistensi keras dan permukaannya kasar.
DIAGNOSIS
• DIAGNOSIS KERJA
• Veruka vulgaris dorsum manus dextra
DIAGNOSIS BANDING
• Moleskum kontagiosum
RENCANA/ ANJURAN PEMERIKSAAN
• Pemeriksaan histopatologi kulit
RENCANA PENGOBATAN
• Medikamentosa
• Elektrokauterisasi
• Topical natrium fucidat 2x 1
• Asam mafenamat 3x1 tab
• KIE
– Kontrol kepoliklinik 7 hari lagi dan minum obat dan salep sesuai
anjuran dokter secara teratur dan tidak menghentikan pengobatan
tanpa seizin dokter
– Menjaga higine perorangan dan hidari menggaruk-garuk diarea lesi
Tindakan Elektrokauterisasi
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
• Veruka vulgaris, juga dikenal sebagai kutil umum, adalah
pertumbuhan kulit jinak yang disebabkan oleh infeksi virus
pada kulit yaitu Human Papiloma Virus (HPV), yang
merupakan virus beruntai ganda dan melingkar.
ETIOLOGI
• Human Papilloma Virus (HPV). HPV merupakan virus
berantai DNA ganda, berukuran 55 nm, dan memiliki
ikosahedral nukloekapsid. Virus ini merupakan anggota dari
famili papovavirus. Terdapat paling sedikit 100 tipe HPV.
Veruka vulgaris dapat disebabkan oleh HPV tipe 1, 2, 4, 26, 27,
29, 57, 65, dan 77.
PATOGENESIS
• Inokulasi virus terjadi karena adanya defek pada epitel
epidermis. Setelah inokulasi veruka biasanya muncul dalam
waktu 2 sampai 9 bulan. Virus yang masuk dan menginfeksi
epitel epidermis (partikel virus ditemukan pada stratum basalis)
lalu memproduksi sitoplasmik vakuola.
GEJALA KLINIS
• Biasanya veruka vulgaris berlokasi pada tangan terutama pada
jari dan telapak tangan. Meskipun sebenarnya dapat terjadi di
bagian tubuh manapun dimana penyebarannya secara kontak
langsung atau autoinokulasi. Biasanya muncul tanpa gejala.
Jika mengenai lipatan kuku ataupun bagian bawah kuku maka
dapat merusak pertumbuhan kuku.
DIAGNOSIS
• Gambaran klinis veruka vulgaris adalah papul yang membesar
secara perlahan dengan ukuran yang bervariasi, hiperkeratotik,
dengan permukaan filiformis, berbatas tegas, dan tampak “red
or brown dots” yang merupakan patogmonik dari penyakit ini
CONT…
TATALAKSANA
• Sistemik
• Simetidin oral dengan dosis 30-40 mg/kgBB/hari telah
dilaporkan mampu meresolusi veruka vulgaris.
Cont…
• Topical
– Elektrokauterisasi.
– Krioterapi
– Laser karbondioksida
– Asam salisilat 12-26
– Glutaraldehid
– Bleomisin
– Dinitrochlorobenzene (DNCB)
PEMBAHASAN
Pembahasan
• Diagnosis Veruka vulgaris pada pasien ini ditegakkan
berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Identitas
pasien ini yaitu seorang laki-laki dengan usia 12 tahun, bila
dibandingkan dengan literatur yang ada mengenai data
epidemiologi untuk veruka akan ditemukan kesesuaian.
Cont…
• Diagnosis banding pada pasien ini adalah moluskum
kontagiosum karena memberikan gambaran efloresensi yang
sama yaitu papula berwarna keputihan. Namun pada kasus
ini, pasien tidak mengeluhkan adanya massa putih seperti nasi
apabila benjolan dipijat.
KESIMPULAN
Kesimpulan
• Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksanan didiagnosis mengalami veruka
vulgaris dan dilakukan Tindakan khusus yang dilakukan pada pasien ini adalah
dengan elektrokauterisasi dengan blok anastesi untuk mengangkat papul-papul
tersebut, bedah listrik elektrokauter merupakan suatu tindakan bedah menggunakan
alat bedah listrik.