Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An”S”

DENGAN DIAGNOSA MEDIS ATRESI BILIER


DI RUANG PICU RSUD KOTA MATARAM

Oleh : Kelompok 13
1. Biodata Klien

2. Keluhan Utama/ Alasan Masuk Rumah Sakit


Ibu klien mengatakan anaknya demam tinggi dan hampir
kejang.

3. Riwayat Kesehatan sekarang


4. Riwayat Kesehatan Lalu
Ibu klien mengatakan ini pertama kalinya anaknya mengalami penyakit
seperti ini.
a. Prenatal Care
b. Natal
c. Post Natal
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
6. Riwayat Imunisasi
No Jenis Imunisasi Waktu Pemberian Reaksi setelah Pemberian
. Ada/tidak

1. Hepatitis B Baru lahir Ada

2. BCG 1 bulan Demam

3. Polio 1 1 bulan Tidak


7. Riwayat Nutrisi
a. Pemberian ASI
Pertama kali disusui : saat baru lahir
Cara pemberian
Sebelum sakit : diberikan secara langsung
Saat sakit : diberikan secara langsung
Lama pemberian : sampai sekarang (klien masih berusia 2 bulan)

b. Pemberian susu formula


Klien diberikan susu formula kurang lebih sebanyak 200cc karena jumlah ASI
ibu klien sedikit.

c. Pola perubahan Nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini

Usia Jenis Nutrisi

Saat ini ASI dan susu formula


ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah


Keperawatan
1 DS: pasien menangis, rewel Inflamasi yg progresiv Hypertermi

DO:
Suhu tubuh meningkat
kerusakan progresif pada
(38°C)
duktus bilier ekstrahepatik
RR meningkat >24x/menit

Mekanisme tubuh untuk


meningkatkan suhu tubuh

Hypertermi
2 Ds: Post pembedahan Resiko tinggi infeksi
ibu klien mengatakan terdapat kemerahan
pada daerah post operasi Terputusnya
ibu klien mengatakan ada nanah pada bekas inkontinuitas jaringan
luka operasi Penurunan kelembaban
Do: luka
- Terdapat luka post operasi pada
abdomen kanan atas Infasi bakteri

- Tampak kemerahan pada daerah post


operasi Resiko infeksi

- Tampak push pada luka bekas operasi


- Klien tampak meringis
3 DS : Post op kasai Gangguan rasa
ibu klien mengatakan nyaman nyeri
anaknya sering rewel Terputusnya inkontinuitas
DO : jaringan
- Klien tampak rewel
- Skala nyeri 4 (sedang). stimulasi nyeri
(diukur menggunakan
pengkajian Wong) merasang thalamus dan
- Terdapat kemerahan pada koteks serebri
daerah post operasi
- Terdapat push pada luka persepsi nyeri
post operasi
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hypertermi berhubungan dengan inflamasi akibat kerusakan progresif pada
duktusbilier ekstrahepatik
2. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan post operasa kasai yang ditandai
dengan terdapat kemerahan pada luka post operasi kasai, skala nyeri 4 dan klien
tampak menangis.
3. Gangguan rasa nyaman nyeri beruhubungan dengan insisi pembedahan .
INTERVENSI

1. Hypertermi berhubungan dengan inflamasi akibat kerusakan progresif pada duktusbilier


ekstrahepatik
Tujuan : suhu akan kembali normal dalam waktu 1x 24 jam
Kriteria hasil :- suhu normal 36,50 – 37,5 0C
[Nadi dan pernapasan dalam rentan normal (N= < 160 x / menit , RR= 30-40 x/menit)
INTERVENSI

Intervensi Rasional

Mandiri:
1. Berikan kompres air biasa pada aksila, 1. Dapat membantu mengurangi demam.
kening, leher dan lipatan paha. 2. Mengetahui kemungkinan adanya
2. Pantau suhu minimal setiap 2 jam sekali, kenaikan suhu secara mendadak
sesuai kebutuhan 3. Membantu mengurangi panas di tubuh
3. Berikan pasien pakaian tipis 4. Memberikan rasa nyaman dengan
4. Manipulasi lingkungan seperti penggunaan mengurangi keadaan panas akibat suhu
AC/ kipas angin pengaruh lingkungan
Kolaborasi: 5. Digunakan untuk mengurangi demam
5. Berikan obat anti piretik sesuai kebutuhan dengan aksi sentralnya pada hipotalamus.
INTERVENSI

2. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan post operasa kasai yang ditandai dengan
terdapat kemerahan pada luka post operasi kasai, skala nyeri 4 dan klien tampak
menangis.
Tujuan : tidak ada terjadi infeksi
Criteria hasil : klien bebas dari tanda-tanda dan gejala infeksi
INTERVENSI

Intervensi Rasional

1. Kaji tanda gejala infeksi 1. Untuk mengetahui apakah telah terjadi


2. Kaji suhu badan klien setiap 1 jam infeksi atau tidak
3. Observasi keadaan luka 2. Suhu badan yang tinggi dapat
4. Lakukan perawatan luka mengindikasikan infeksi
5. Dorong masukan cairan 3. Untuk mengetahui kondisi luka
6. Kolaborasi dalam pemberian antibiotik 4. Untuk mencegah infeksi
5. Mencegah peningkatan suhu
6. Untuk membunuh kuman bakteri
3. Gangguan rasa nyaman nyeri beruhubungan dengan insisi pembedahan .
Tujuan : Nyeri berkurang
kriteria hasil : mampu mengontrol nyeri
TTV dalam rentang normal

Intervensi Rasional

1. Kaji nyeri secara komprehensif 1. Untuk mengetahui derajat nyeri yang


2. Observasi reaksi non verbal dari dialami klien
ketidaknyamanan 2. Untuk mengetahui respon klien ketika nyeri
3. Anjarkan ibu untuk melakukan teknik terjadi
distraksi 3. Untuk mengalihkan nyeri teknik non
4. Anjurkan ibu kompres hangat atau dingin farmakologi
5. Monitor vital sign 4. Untuk mengurangi nyeri
6. Kolaborasi dalam pemberian analgetik 5. Nyeri dapat mempengaruhi vital sign
6. Menghilangkan nyeri
IMPLEMENTASI

Hari/Tgl No.Dx Implementasi Respon hasil Paraf

sabtu, 1. 1. Memberikan kompres air 1. Ibu sudah mengompres klien sesuai


17/03/18 biasa pada aksila, kening, dengan anjuran perawat
leher dan lipatan paha. 2. Suhu dipantau setiap 1 jam, dimulai
2. Memantau suhu minimal dari pukul 08.00 sampai 14.00
setiap 1 jam sekali, sesuai 3. Klien hanya memakai satu baju
kebutuhan yang tipis
3. Memberikan pasien pakaian 4. Suhu disesuaikan dengan ruang
tipis PICU
4. Memanipulasi lingkungan 5. Diberikan paracetamol 3x50 mg / 6
seperti penggunaan AC/ jam
kipas angin
5. Memberikan obat anti
piretik sesuai kebutuhan
IMPLEMENTASI

Senin, 2. 1. Mengkaji tanda gejala 1. Masih terdapat kemerahan pada


19/03/18 infeksi daerah post operasa kasai
2. Mengkaji suhu badan klien Terdapat push pada luka post
setiap 1 jam operasi klien.
3. Mengobservasi keadaan 1. Suhu badan klien dikaji setiap 1
luka jam dari pukul 08.00- 14.00
4. Melakukan perawatan luka 2. Luka masih kemerahan, sedikit
5. Mendorong masukan cairan lembab
6. Mengkolaborasi dalam 3. Perawatan luka dilakukan setiap
pemberian antibiotik pagi
4. Ibu memberikan ASI dan susu
formula
5. Diberikan ampicilin 4x125 mg
IMPLEMENTASI

Senin, 3. 1. Mengkaji nyeri secara 1. Nyeri pada luka post operasi kasai
19/03/18 komprehensif di abdomen sebelah kanan
2. Mengobservasi reaksi non 2. Klien menangis ketika dilakukan
verbal dari perawatan luka
ketidaknyamanan 3. Ibu mengajak anaknya bermainan
3. Menganjarkan ibu untuk untuk mengalihkan perhatian klien
melakukan teknik distraksi 4. Ibu mengopres anaknya dengan
4. Menganjurkan ibu kompres kompres hangat di kening, aksila,
hangat atau dingin lipatan paha
5. Memonitor vital sign 5. T : 38,7 C, RR : 26x/menit
6. Mengkolaborasikan dalam N : 120x/m
pemberian analgetik 1. Diberikan paracetamol
EVALUASI

Hari/tanggal No.Dx Evaluasi Paraf

Senin , 1. S = ibu klien mengatakan anaknya masih demam


19/03/18 O
kulit klien teraba panas
T = 38,7 C
Klien tampak rewel
A = masalah belum teratasi
P = Intervensi dilanjutkan
1. Berikan kompres pada aksila,lipatan paha, dan
lipatan lengan
2. Pantau suhu tiap 1 jam sekali
3. berikan klien pakaian yang tipis
EVALUASI

Senin, 2. S=-
19/03/18 O
Masih terdapat kemerahan pada daerah post op kasai
Produksi push berkurang
Klien tampak rewel
A = masalah teratasi sebagian
P = intervensi dilanjutkan
1. Observasi keadaan luka
2. Lakukan perawatan luka
3. Kolaborasi dalam pemberian antibiotik
EVALUASI

Senin, 3. S=-
19/03/18 O=
Klien tampak menangis saat dilakukan perawatan
luka
Skala nyeri 4
A = masalah teratasi sebagian
P = intervensi dilanjutkan
1. Kaji nyeri secara komprehensif
2. Anjurkan ibu kompres dingin pada daerah luka
3. Kolaborasi dalam pemberiananalgesik