Anda di halaman 1dari 14

FARMAKOTERAPI 2

DERMATITIS
AINUN ARIFIN
8214145035
A S1 FARMASI 2015
Definisi

Dermatitis berasal dari kata derm- (kulit) dan –itis


(radang / inflamasi). Dermatitis adalah peradangan pada
lapisan atas kulit, menyebabkan gatal, lecet, kemerahan
dan pembengkakan.
Penyebab Dermatitis
 Dermatitis atopik (eksim)
Jenis dermatitis ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor,
termasuk kulit kering, variasi gen, disfungsi sistem imun, bakteri pada kulit
dan faktor lingkungan.
 Dermatitis kontak
Kondisi ini berasal dari kontak langsung terhadap salah satu iritan atau
alergen, seperti posion ivy, perhiasan dengan nikel, produk pembersih, parfum,
kosmetik dan bahkan pengawet pada banyak krim dan losion.
 Dermatitis seboroik
Kondisi ini dapat disebabkan oleh jamur (fungus) yang berada pada
sekresi minyak pada kulit. Orang dengan dermatitis seboroik dapat menyadari
kondisi cenderung datang dan pergi tergantung pada musim.
Gejala Dermatitis
 Dermatitis atopik (eksim)
Biasanya muncul pada saat bayi, ruam yang merah dan gatal ini terjadi pada kulit
bagian di dalam siku, di belakang lutut dan di depan leher. Apabila tergores, ruam
dapat mengeluarkan cairan dan berkerak. Orang dengan eksim dapat mengalami
perbaikan kondisi dan kemudian kambuh.
 Dermatitis kontak
Ruam ini muncul pada area kulit yang terkena kontak dengan zat yang mengiritasi
kulit atau menyebabkan reaksi alergi, seperti poison ivy, sabun dan essential oil.
Ruam merah dapat terasa terbakar, perih atau gatal. Lepuhan dapat muncul.
 Dermatitis seboroik (ketombe)
Kondisi ini menyebabkan bagian bersisik, kulit merah, dan ketombe yang
membandel. Biasanya kondisi ini menyerang area yang berminyak pada tubuh,
seperti wajah, dada bagian atas, dan punggung. Kondisi dapat berjangka panjang
dengan periode remisi dan kambuh. Pada bayi, gangguan ini disebut cradle cap.
Macam-macam Dermatitis
1) Dematitis Kontak
Peradangan kulit yang disebabkan oleh kontak langsung dengan zat
tertentu. Ruam ini sangat gatal, terbatas pada area tertentu, dan seringkali
memiliki batas-batas jelas.
Etiologi
a. Tipe toksik akut: oleh iritan primer kuat seperti asam kuat, basa kuat,
racun serangga, getah tanaman tertentu.
b. Tipe toksik kronik: oleh iritan primer lemah seperti sabun, detergen,
asam lemah, wool, bulu binatang, bahan pelarut dan antiseptik.
c. Tipe alergik: oleh karena alergen seperti (Ag, Hg, Cr), karet, plastik, zat
pewarna, sabun, detergen, obat-obatan (antibiotik, sulfa anti histamin), sinar,
dan larutan antiseptik.
Gejala Klinik
a. Tipe Toksik
- akut: cepat timbul, berbatas tegas, eritem, vesikel/bula, eksoriasi,
nekrosis dan ulkus.
- Kronik: Lambat, batas tidak jelas, kadang-kadang gatal, pedih
bila kulit retak, skuama kulit menebal.
b. Tipe Alergik
- Lambat
- Batas tidak jelas
- Luas daripada kulit yang terkena
- Daerah peka
- Lebih cepat gatal
Terapi / Pengobatan
1. Umum: Hilangkan bahan penyebab
2. Topikal:
- akut: kompres salicil
- bila kering: krim kortikosteroid
3. Sistemik
- Antibiotik: toksik akut, luas : penicilin
- Kortikosteroid: tipe alergen : kortikosteroid
- Antihistamin: untuk mendapatkan efek sedatif
2. Dermatitis Atopik
Penyakit kulit reaksi inflamasi yang didasari oleh faktor herediter
dan faktor lingkungan, bersifat kronik residif dengan gejala eritema,
papula, vesikel, kusta, skuama, dan pruritus yang hebat. Bila residif
biasanya diserta injeksi, atau alergi, faktor psikologik, akibat bahan
kimia atau iritan.
Etiologi
Terdapat stigmma atopi (herediter) pada pasien berupa:
- Rinitis alergik asma bronkhikial hay fever
- Alergik terhadap berbagai alergen protein
- Pada kulit dermatitis atopik dermatografisme putih dan
kecenderungan timbul urtika.
- Reaksi menurun terhadap perubahan suhu dan ketegangan
(stress).
- Resistensi menurun terhadap infeksi virus dan bakteri
- Lebih sensitif terhadap serum dan obat.
Tanda dan Gejala

1. Bentuk Infantil (2 bulan-2 tahun)


Terdapat eritema berbatas tegas, dapat disertai papul-papul dan
vesikel-vesikel miliar, yang menjadi erosit, eksudatif dan berkusta.
Tempat predileksi kedua pipi, ekstremitas bawah bagian fleksor dan
ekstensor.
2. Bentuk Anak (3-10 tahun)
Pada anamnesis dapat didahului bentuk infantil. Lesi tidak
eksudatif lagi, sering disertai hiperkeratosis, hiperpigmentasi dan
hipopigmentasi. Tempat predileksi tengkuk, fleksorkubital dan
fleksorpopliteal.
3. Bentuk Dewasa (13-30 tahun)
- Keratosis pilaris, garis-garis lekuk limpraorbita.
- Bulu alis mata bagian lateral menipis / menghilang
- Kulit infraorbita berwarna lebih gelap
- Telapak tangan menebal dan timbul fisura kadang-kadang
ditemukan kelainan kuku, pembesaran kelenjar getah bening.
Penatalaksanaan
Seperti dermatitis pada umumnya, terutama menghindari faktor
pencetus. Bila eksudasi berat atau stadium akut diberi kompres terbuka,
bila dingin dapat diberikan krim kortikosteroid ringan atau sedang.
Pada lesi kronis dan likenifikasi dapat diberikan salep kortikosteroid
kuat. Antihistamin merupakan obat pilihan utama sebagai konpetitif
histamin.
3. Dermatitis Numuralis
Etiologi
Penyakit timbul pada pasien yang mempunyai kulit kering, serta
mempunyai kepribadian yang tense dan anxious. Kadang-kadang
didapati infeksi lokal.
Manifestasi Klinik
Subjektif sangat gatal. Objektif terlihat dermatitis sekitar sebesar
uang logam, terdiri atas eritema, edema, kadang-kadang ada visikel,
krusta dan papul. Tempat predileksi ialah ekstremitas (terutama tungkai
bawah), bahu dan bokong. Penyakit ini mempunyai kecenderungan
residif.
Penatalaksanaan
Cari infeksi sebagai faktor pencetus fokal sistemik, dapat
diberikan prednison 20 Mg setiap hari. Pengobatan topikal disesuaikan
kondisi penyakit.
4. Dermatitis Statis
Penyakit inflamasi kulit yang sering terjadi di ekstremitas bawah
(tungkai) pada pasien dengan insufisiensi dan hipertensi vena.
Etiologi
- karena adanya gangguan aliran darah berupa bendungan dan
kelainan vena ditungkai bawah.
- Beberapa faktor predisposisi: banyak berdiri, obesitas, sering
melahirkan dan ras.
Tanda dan Gejala
Permulaan tampak edema pada pergelangan kaki, terutama pada
sore hari sehabis bekerja. Hemosiderin keluar dari pembuluh darah,
sehingga terlihat bercak-bercak hiperpigmentasi kecoklatan pada
bagian medial sepertiga bawah tungkai bawah. Perlahan-lahan timbul
dermatitis yang seringkali medidans.
Penatalaksanaan
Terdiri atas pengobatan kausa karena kelainan sirkulasi misalnya
diperbaiki dengan elevasi tungkai pada saat tidur. Tetapi dermtitis
diberikan sesuai dengan kondisinya.
Cara Mencegah Dermatitis

1. Jaga kelembaban kulit dengan cara menghindari perubahan suhu.


2. Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan
3. Kurangi stress
4. Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras
5. Jika anda alergi maka hindarilah faktor pencetus alergi seperti debu
dan bulu binatang.