Anda di halaman 1dari 19

KONSEP DASAR EKONOMI MAKRO

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


Teori Ekonomi Makro

Dosen Pengampu :
Dr (c) Iswadi.M.pd

DI SUSUN OLEH :
CINDI VERONIKA (43181340316052)
LARAS YUNIATI ( 43181340316013)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
TRIBUANA
2018
DEFINISI EKONOMI MAKRO
• Pengertian Ekonomi Makro menurut Putong Iskandar
Ekonomi Makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan
mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan.

• Pengertian Ekonomi Makro menurut Mankiw


Makro ekonomi mencakup perubahan ekonomi yang mempengaruhi seluruh
rumah tangga, perusahaan, dan pasar secara bersamaan.

• Pengertian Ekonomi menurut Sadono Sukirno


Makro Ekonomi adalah sebuah cabang ilmu ekonomi yang memperlajari tentang
kegiatan utama perekonomian secara komprehensif terhadap berbagai masalah
pertumbuhan ekonomi.

• Pengertian Ekonomi menurut Fair Case


Makro Ekonomi adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari agregat ekonomi
(pendapatan, output, pekerjaan,dsb) dalam skala nasional.
Persoalan pokok dalam Perekonomian menurut Putong iskandar
• Pengangguran
Menyediakan kesempatan kerja yangs esuai dengan jumlah tenaga kerja merupakan tanggung jawab
penting suatu perekonomian. Disamping itu kebijakan pemerintah sangat penting. Artinya dalam
mempengaruhi kegiatan ekonomi dan penciptaan kesempatan kerja.
• Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga secara menyeluruh yang disebabkan oleh penawaran uang yang
berlebihan, kenaikan gaji, ketidakstabilan politik dan kemerosotan nilai mata uang.
• Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah makroekonomi jangka panjang disetiap periode sesuatu
masyarakat akan menambah kemampuannya untuk memproduksikan barang dan jasa.
• Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah gambaran mengenai hubungan ekonomi yang berlaku diantara suatu negara
dengan berbagai negara lain yang memberi informasi tentang nelai ekspor dan impor, transaksi jasa-
jasa, aliran modal jangka panjang(penanaman modal asing, dan aliran modal jangka pendek.
Persoalan pokok dalam Perekonomian menurut Mankiw

• Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi


Masalah ini berkaitan dengan bagaimana “menyetir” perekonomian nasional dari bulan ke
bulan, dan triwulan ke triwulan atau dan tahun ke tahun, agar terhindar dan tiga
“penyakit makro” utama yaitu:
a) Inflasi,
b) Pengangguran
c) Ketimpangan dalam neraca pembayaran
d) Pertumbuhan ekonomi
• Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan
Masalah ini adalah mengenai bagaimana kita “menyetir” perekonomian kita agar ada
keserasian antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan
tersedianya dana untuk investasi.
Persoalan pokok dalam Perekonomian
menurut Sadono Sukirno

• Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian
yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah.
• Masalah Pengangguran
Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja
ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Seseorang yang tidak
bekerja, tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai penganggur.
faktor-faktor lain yang menimbulkan pengangguran

• menganggur karena ingin mencari kerja lain yang lebih baik


• pengusaha menggunakan peralatan poduksi modern yang
mengurangi penggunaan tenaga kerja, dan
• ketidaksesuaian keterampilan pekerja yang sebenarnya
dengan ketersmpilan yang diperlukan dalam industri-
industri
Akibat buruk pengangguran

masyarakat mencapai maksimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dapat Salah satu faktor
penting yang menentukan kemakmuran suatu masyarakat adalah tingkat pendapatannya. Pendapatan
diwujudkan. Pengangguran mengurangi pendapatan masyarakat, dan ini mengurangi tingkat kemakmuran
yang mereka capai.
Masalah Inflasi
Inflasi dapat didefinisikan sebagaisuatu proses kenaikan harga-harga
yang berlaku dalam suatu perekonomian. Tingkat inflasi (persentasi
pertambahan kenaikan harga ) berbeda dari satu periode ke periode
lainnya, dan berbeda pula dari satu negara ke negara lain.
Faktor-faktor penyebab inflasi

• tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan


perusahaan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa
kenginginan untuk mendapatkan barang yang mereka butuhkan
akan mendorong para konsumen meminta barang itu pada harga
yang lenih tinggi.
• Pekerja-pekerja diberbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan
upah. Apabila para pengusaha mulai menghadapi kesukara
dalam mencapa tambahan pekerja untuk menambah
produksinya, pekerja-pekerja yang ada akan terdorong untuk
menuntut kenaikan upah.
Akibat buruk inflasi
Seperti pengangguran, infalsi juga menimbulkan beberapa akibat buruk
kepada individu, masyarakat dan kegiatan perekonomian secara
keseluruhan. Oleh sebab itu masalah tersebut perlu dihindari.
Ketidakseimbangan Neraca Pembayaran

Kegiatan ekspor dan impor merupakan bagian yang penting


dari kegiatan perekonomian suatu negara. Istilah
perekonomian terbuka berarti sesuatu perekonomian itu
mempunyai hubungan ekonomi dengan negara-negara lain,
dan terutama ini dlakukan dengan menjalankan kegiatan
ekspor dan impor.
Kebaikan dan Keburukan Perekonomian Terbuka

• memperluas pasar barang buatan dalam


negeri dan ini memungkinkan perusahaan-
perusahaan dalam negeri mengembangkan
kegiatannya.
• Impor yang berlebih-lebihan dapat
mengurangi kegiatan eonomi didalam negeri
karena hal tersebut berarti konsumen
menggunakan barang luar negeri dan tidak
menggunakan barang buatan dalam negeri.
Persoalan pokok dalam Perekonomian menurut Fair Case

Permasalahan dalam lingkup ilmu ekonomi


Produksi Harga Pendapatan Pekerjaan
Produksi/Output Tingkat Harga agregat Pendapatan Nasional Pekerjaan dan
nasional pengangguran
Output industri total, Harga konsumen, Harga Upah dan gaji total, Jumlah total pekerjaan,
produk domestik bruto, Produsen, Tingkat inflasi Laba perusahaan total Tingkat pengangguran
pertumbuhan output
Kebijakan Ekonomi Makro Menurut Putong Iskandar

• Bentuk Kebijakan Makroekonomi


a) Kebijakan Fiskal, meliputi langkah-langkah pemerintah membuat perubahan dalam
bidang perpajakan dan pengeluran pemerintah dengan maksud mempengaruhi
pengeluran agregat dalam perekonomian.

b) Kebijakan Moneter, meliputi langkah-langkah pemerintah yang dilaksa-nakan oleh Bank


Sentral (BI) untuk mempengaruhi (mengubah) pena-waran uang dalam perekonomian
atau menbuah suku bunga, dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluran agregate.

c) Kebijakan segi penawaran, salah satunya adalah kebijakan pendapatan (income policy)
yaitu langkah pemerintah yang bertujuan mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan
pekerja.
Kebijakan Ekonomi Makro Menurut Mankiw

• Kebijakan Fisikal
merupakan kebijakan pemerintah untuk mengubah dan
mengendalikan penerimaan dan pengeluaran pemerintah
melalui APBN (Anggaran Penerimaan dan Pembelanjaan
Negara) dengan maksud untuk mengatasi masalah yang
sedang di hadapi.

• Kebijakan Moneter
Merupakan kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral
dalam mengatur dan mengendalikan uang yang beredar.

• Kebijakan Segi Penawaran


Kebijakan fiskal dan moneter dapat dipandang sebagai
kebijakan yang memengaruhi pengeluaran agregat.
Dengan demikian kebijakan fiskal dan moneter merupakan
kebijakan dari segi permintaan.
Kebijakan Ekonomi Makro Menurut Sadono Sukirno

Bentuk-bentuk kebijakan makroekonomi


• Kebijakan fiskal
Kebijakan fiskal meliputi langkah-langkah pemerintahan membuat perubahan
dalam bidang perpajakan dan pengeluaran pemerintahan dengan maksud
untuk mempengaruhi pengeluran agregat dalam perekonomian.

• Kebijakan moneter
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan
ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui
pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian.

• Kebijakan segi penawaran


Kebijakan-kebijakan fiskal dan moneter seperti yang diterangkan sebelum ini
dapat dipandang sebagai kebijakan yang mempengaruhi pengeluaran agregat.
Tujuan-tujuan kebijakan makroekonomi

• Menstabilkan kegiatan ekonomi


• Penggunaan tenaga kerja penuh tanpa inflasi
• Menghindari masalah inflasi
• Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang teguh
• Mengukuhkan neraca pembayaran dan kurs valuta
asing
Kebijakan Ekonomi Makro Menurut Fair Case
• Keterlambatan Waktu Menyangkut Kebijakan Fiskal dan Moneter
Salah satu tujuan kebijakan fiskal dan moneter adalah stabilitas
perekonomian. Salah satu tujuan Kebijakan stabilitas adalah
memperlancar fleksibilitas output dan lapangan kerja serta
mempertahankan harga nonstabil mungkin.
• Keterlambatan pengenalan
Perlu waktu bagi pengambil kebijakan untuk menganli booming dan
penurunan perekonomian. Banyak data penting yang berasal dari pos
produk dan pendapatan nasional
• Keterlambatan Tanggapan
Keterlambatan Tanggapan waktu yang diperlukan oleh perekonomian
untuk menyesuaikan diri pada kondisi baru setelah kebijakan baru
diimplementasikan, keterlambatan yang terjadi karena operasi
perekonomian itu sendiri.