Anda di halaman 1dari 35

KEBIJAKAN PEREKONOMIAN JOKOWI JK

Disusun untuk memenuhi tugas kuliah

Teori Ekonomi Makro

Dosen pengampu :

Dr (c) Iswadi.M.pd

DI SUSUN OLEH :

AMIH SUSILAWATI (43181340316085)

FITRIANI (43181340316016)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

TRIBUANA 2018
VISI, MISI DAN PROGRAM PEMERINTAHAN JOKOWI & JK 2014-2019

VISI
“Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian
Berlandaskan Gotong Royong”

MISI
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan
wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan
sumberdaya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai
negara kepulauan.
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan demokratis
berlandaskan negara hukum.
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri
sebagai negara maritim.
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan
sejahtera.
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju,
kuat dan berbasiskan kepentingan nasional.
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
PROGRAM NAWACITA

1.Kami akan menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap


bangsa dan
2. Kami akan membuat pemerintahan tidak absen dengan
membangun tata kelola
3. Kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan
memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara
kesatuan.
4. Kami akan menolak negara lemah dengan melakukan reformasi
sIstem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan
terpercaya.
5. Kami akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
6. Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di
pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit
bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
7. Kami akan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan
menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Kami akan melakukan revolusi karakter bangsa.
9. Kami akan memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi
social Indonesia.
Kebijakan perekonomian Jokowi JK
1.Kebijakan Ekonomi Jokowi
Paket Kebijakan XVI
Paket kebijakan ke 16 diluncurkan
dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres),
dengan realisasi dalam dua tahap. Berikut
rinciannya:

Tahap Pertama
1. Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) untuk
pengawalan dan penyelesaian hambatan
perizinan dalam pelaksanaan berusaha (end to
end).
2. Penerapan perizinan checklist pada KEK,
FTZ, Kawasan Industri, dan Kawasan
Pariwisata.
3. Penerapan perizinan dengan penggunaan
data sharing

TahapKedua
1. Reformasi peraturan perizinan berusaha.
2. Penerapan Sistem Perizinan Berusaha
Terintegrasi (Single Submission)
JUMLAH INFLASI 2014
Series 1

8.36%
8.22%

7.75%

7.32%
7.32%

7.25%

6.70%

6.23%
4.83%
4.53%

4.53%
3.99%

JAN-14 FEB-14 MAR-14 APR-14 MAY-14 JUN-14 JUL-14 AUG-14 SEP-14 OCT-14 NOV-14 DEC-14

Rata-rata jumlah inflasi pada tahun 2014 adalah 6,41 %


JUMLAH INFLASI 2015
Series 1

7.26%

7.18%
7.15%
6.96%

6.83%
6.79%
6.38%
6.29%

6.26%

6.25%

4.89%

3.35%
JAN-15 FEB-15 MAR-15 APR-15 MAY-15 JUN-15 JUL-15 AUG-15 SEP-15 OCT-15 NOV-15 DEC-15

Rata-rata jumlah inflasi pada tahun 2015 adalah 6,29 %


JUMLAH INFLASI 2016
Series 1

4.45%
4.42%
4.14%

3.60%

3.58%
3.45%
3.33%

3.31%
3.21%

3.07%

3.02%
2.79%
JAN-16 FEB-16 MAR-16 APR-16 MAY-16 JUN-16 JUL-16 AUG-16 SEP-16 OCT-16 NOV-16 DEC-16

Rata-rata jumlah inflasi pada tahun 2016 adalah 3,53 %


JUMLAH INFLASI 2017-2018
Series 1

4.37%
4.33%
4.17%

3.88%

3.82%

3.72%
3.61%

3.61%
3.58%
3.49%

3.38%

3.30%

3.25%

3.18%
Rata-rata jumlah inflasi pada tahun 2017 adalah 4,30 %
APBN 2018
Tahun 2018 merupakan tahun keempat dari pelaksanaan program
pembangunan Kabinet Kerja dalam mencapai sasaran-sasaran pembangunan
guna mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia.
Pemerintah merespon tahun 2018 ini melalui penetapan tema kebijakan fiskal
yakni “Pemantapan Pengelolaan Fiskal untuk Mengakselerasi Pertumbuhan
yang Berkeadilan”.

Tiga strategi fiskal pada tahun 2018:


• Optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim
investasi.
• Efisiensi belanja dan peningkatan belanja produktif untuk
mendukung program prioritas.
• Mendorong pembiayaan yang efisien, inovatif, dan berkelanjutan.
Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2018
APBN tahun 2018 disusun dengan mempertimbangkan
dinamika perekonomian global maupun domestik, yang tercermin dari
asumsi dasar ekonomi makro sebagai berikut.

• Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,4 persen;


• Inflasi dapat terkendali dalam kisaran 3,5 persen;
• Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan
berada pada Rp13.400 per dolar Amerika Serikat;
• Tingkat suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,2 persen
• Indonesia Crude Price (ICP) diperkirakan rata-rata mencapai
USD48,0 per barel;
• Lifting minyak dan gas bumi tahun 2018 diperkirakan masing-
masing mencapai 800 ribu barel per hari dan 1.200 ribu barel
setara minyak per hari.
Besaran indikator ekonomi makro tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari luar
(global) maupun dalam negeri (domestik). Pengaruh faktor global diantaranya harga komoditas
yang masih lemah, perdagangan dunia meningkat namun masih dibayangi isu proteksionisme dan
perlambatan tingkat permintaan dari Tiongkok, Uni Eropa dan Jepang, serta ketegangan geo
politik di Timur Tengah dan Asia.
Pengaruh dari faktor domestik, yaitu tingkat kepercayaan dan daya beli masyarakat, keyakinan
pelaku usaha, peningkatan peran swasta melalui kredit investasi dan investasi langsung,
perbaikan neraca pembayaran serta penguatan cadangan devisa.
Pokok-pokok Kebijakan APBN Tahun 2018

. Pendapatan Negara
Dalam postur APBN 2018, pendapatan negara diproyeksikan sebesar Rp1.894,7
triliun. Jumlah ini berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.618,1 triliun, Penerimaan
Negara Bukan Pajak sebesar Rp275,4 triliun dan Hibah sebesar Rp1,2 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah akan melakukan
berbagai upaya penguatan reformasi di bidang perpajakan serta
Kepabeanan dan Cukai, antara lain melalui:
Dukungan Automatic Exchange of Information (AEoI) agar dapat
meningkatkan basis pajak serta mencegah praktik penghindaran pajak dan
erosi perpajakan;

• Penguatan data dan Sistem Informasi Perpajakan agar lebih up to date


dan terintegrasi, melalui e-filing, e-form dan e-faktur;
• Membangun kepatuhan dan kesadaran pajak (sustainable compliance);
• Perbaikan kemudahan dan percepatan pelayanan di pelabuhan dan
bandara serta, penegakan pemberantasan penyelundupan.
Sedangkan di bidang PNBP, pencapaian target didukung dengan langkah efisiensi dan
efektivitas pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kinerja BUMN, perbaikan regulasi
PNBP serta perbaikan pengelolaan PNBP di Kementerian/Lembaga.
Belanja Negara
Belanja negara dalam APBN 2018, pemerintah dan DPR RI menyepakati belanja
sebesar Rp2.220,7 triliun. Besaran ini meliputi belanja pemerintah pusat sebesar
Rp1.454,5 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp766,2 triliun
Anggaran infrastruktur diarahkan untuk mengejar ketertinggalan (gap)
Indonesia terhadap penyediaan infrastruktur, baik diperkotaan dan
daerah, maupun di perbatasan dan daerah terluar. Adapun sasaran
pembangunan (sementara) antara lain jalan baru sepanjang 865 km,
jalan tol sepanjang 25 km, jembatan sepanjang 8.695 m, dan
pembangunan rumah susun sebanyak 13.405 unit.
Pemerintah juga melaksanakan amanat peraturan
perundang-undangan dengan memenuhi belanja
dalam APBN 2018 (mandatory spending), seperti
anggaran pendidikan dalam APBN 2018 tetap dijaga
sebesar 20%. Bidang pendidikan diarahkan untuk
meningkatkan akses, distribusi, dan kualitas
pendidikan, diantaranya melalui peningkatan akses
program Indonesia Pintar yang menjangkau 19,7
juta siswa, dan pemberian beasiswa bidik misi
kepada 401,5 ribu mahasiswa dalam rangka
sustainable education.
Mandatory spending lainnya ialah anggaran bidang kesehatan tetap dijaga
sebesar 5%. Dalam APBN 2018, anggaran kesehatan diarahkan untuk meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan, baik dari sisi supply side maupun layanan, upaya
kesehatan promotif preventif, serta menjaga dan meningkatkan kualitas program
Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKN) bagi penerima bantuan iuran (PBI) hingga
menjangkau 92,4 juta jiwa.

Sementara itu, transfer ke daerah dan dana desa dalam APBN 2018
dialokasikan sebesar Rp766,2 triliun. Alokasi ini diarahkan untuk meningkatkan
pemerataan kemampuan keuangan antardaerah, meningkatkan kualitas dan
mengurangi ketimpangan layanan publik antardaerah, serta mendukung upaya
percepatan pengentasan kemiskinan di daerah.
Adapun kebijakan dan output yang menjadi sasaran alokasi transfer ke daerah
dan dana desa sebagai berikut :
(1) DAU diarahkan untuk mengurangi ketimpangan kemampuan antar daerah
dengan sasaran membaiknya indeks pemerataan menjadi 0,5947.
(2) DAK Fisik diarahkan untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur layanan
publik dengan sasaran antara lain sarana dan prasarana puskesmas 15,7 Ribu unit,
irigasi 51 Ribu ha, rehabilitasi jaringan irigasi 771,9 Ribu ha, stimulan
pembangunan perumahan baru 225,8 Ribu rumah tangga.
(3) DAK non fisik diarahkan untuk mengurangi beban masyarakat terhadap layanan
publik dengan sasaran BOS 47,4 Juta siswa, tunjangan profesi guru (TPG) 1,2 Juta
guru, dan bantuan operasional kesehatan (BOK) 9.785 puskesmas.
(4) Dana Desa diarahkan untuk pengentasan kemiskinan melalui penurunan porsi
alokasi yang dibagi merata dan peningkatan alokasi formula, pemberian bobot yang
lebih besar kepada jumlah penduduk miskin dan afirmasi kepada daerah tertinggal
dan sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi, dengan alokasi per
desa rata rata Rp1,15 Miliar untuk 74.958 desa.
Pengelolaan Pembiayaan

Berdasarkan perkiraan pendapatan negara dan rencana belanja negara, maka


defisit anggaran pada APBN tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp325,9 triliun (2,19
persen PDB). Besaran ini lebih rendah dibandingkan outlook APBN Perubahan tahun
2017 sebesar 2,67% terhadap PDB. Keseimbangan primer juga turun menjadi negatif
Rp87,3 triliun dari outlook tahun 2017 sebesar negatif Rp144,3 triliun.
Defisit anggaran tersebut akan ditutup dengan sumber-sumber
pembiayaan anggaran yang mengacu pada kebijakan untuk
mengendalikan rasio utang terhadap PDB dalam batas aman dan
efisiensi pembiayaan anggaran agar tercapai fiscal sustainability.
Selain itu, pembiayaan anggaran tahun 2018 juga diarahkan untuk
pembiayaan investasi dalam rangka mendukung pembangunan
infrastruktur, perbaikan kualitas pendidikan, dan UMKM.
Hutang Indonesia

Naik 9,1 Persen, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 4.636


Triliun.Bank Indonesia (BI) melaporkan, utang luar negeri (ULN) Indonesia
pada akhir November 2017 tercatat sebesar 347,3 miliar dollar AS atau
sekitar Rp 4.636,455 triliun dengan kurs Rp 13.350 per dollar AS. Jumlah
tersebut naik 9,1 persen secara tahunan. "Berdasarkan kelompok peminjam,
posisi ULN sektor swasta dan sektor publik masing-masing mengalami
peningkatan," tulis BI dalam pernyataan resmi, Selasa (16/1/2018). Posisi
ULN sektor swasta pada November 2017 tercatat sebesar 170,6 miliar
dollar AS atau tumbuh 4,2 persen , lebih tinggi dari 1,3 persen pada bulan
sebelumnya. Sementara itu, ULN sektor publik tercatat 176,6 miliar dollar
AS pada periode yang sama atau tumbuh 14,3 persen, meningkat dibanding
bulan sebelumnya yang sebesar 8,4 persen .
Kenaikan Harga yang Terjadi Sejak Presiden Jokowi Menjabat

Belum lama Presiden Jokowi menjabat, kenaikan harga sudah terjadi di mana-mana.
Meski kenaikan harga agak diimbangi dengan kenaikan UMR, namun masih banyak lapisan
masyarakat terutama menengah ke bawah yang keberatan dengan hal tersebut.Sebut saja BBM
yang sempat naik turun dan membuat rakyat bingung. Masyarakat kelas menengah ke atas yang
notabene bisa memenuhi kebutuhan saja bisa menyuarakan keberatan, apalagi mereka yang
merupakan kelas menengah ke bawah. Nah, kali ini mari kita telusuri, sudah seberapa jauh
pemerintahan Jokowi-JK membawa Indonesia pada berbagai kenaikan harga?
• Harga BBM Naik Turun Harga BBM sempat melejit hingga Rp 8.600 di awal pemerintahan Presiden
Jokowi. Kemudian pada bulan Februari, harga BBM turun kembali menjadi Rp 6.700-an

• Harga LPG Naik makin melejit. Baik LPG 3 kg maupun 12 kg, keduanya mengalami dinamika naik
turun yang cukup signifikan. Apalagi kedua jenis LPG ini banyak digunakan untuk rumah tangga dan
bidang usaha. LPG 3 kg sempat naik dari Rp 14.000 ke kisaran Rp 15.000-16.000. Sementara LPG 12
kg sempat turun dari kisaran Rp 134.000 ke Rp 129.000.

• Angkutan Kota imbas dari naiknya harga BBM di Indonesia.

• Naiknya Harga Sembako dan Beras ,kenaikan yang terjadi 1.200-2.000

• Tiket Kereta kenaikan tarif tiket dan transportasi umum ini naik karena inflasi dan imbas kenaikan
harga BBM.

• Tarif Listrik Juga Naik imbasnya dari tingkat inflasi


Kesimpulan

Pada pemerintahan Jokowi JK saat ini, pemerintah memiliki 16 kebijakan .Kebijakan ekonomi
tersebut mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di
bidang ekonomi.Kebijakan ini dapat pula mencangkup di dalamnya tentang laju pertumbuhan
ekonomi,inflasi ,persaingan industri,investasi ,daya beli masyarakat dan kegiatan ekspor impor.Semua
kebijakan ekonomi yang dibuat oleh pemerintah pasti memiliki tujuan masing-masing untuk memajukan
sistem perekonomian di Indonesia.

Tingkat inflasi pada saat 3 tahun menjabatnya presiden Jokowi Jk masih terjadi ketidak kestabilan
,hal ini di sebabkan naik turun nya jumlah rata-rata tingkat inflasi :

Pada tahun 2015,tingkat inflasinya adalah 6,29% .

Pada tahun 2016,tingkat inflasinya adalah 3,43% ,

Pada tahun 2017,tingkat inflasinya adalah 4,30%

Dalam data APBN 2018 menjelaskan tentang pertumbuhan ekonomi dari tahun 2014-2018,tingkat
inflasi,nilai tukar rupiah,tingkat suku bunga,pendapatan Negara,belannja Negara,postur
anggaran,penerimaanperpajakan,penerimaan Negara bukan pajak,belanja pemerintah pusat,anggaran
infrastuktur,anggaran pendidikan,anggaran untuk kesehatan transfer ke daerah dan dana desa pembiayaan
anggaran.
Hutang Indonesia Naik 9,1 Persen, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 4.636 Triliun.Bank
Indonesia (BI) melaporkan, utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2017 tercatat sebesar
347,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.636,455 triliun dengan kurs Rp 13.350 per dollar AS. Jumlah
tersebut naik 9,1 persen secara tahunan. "Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN sektor swasta dan
sektor publik masing-masing mengalami peningkatan,“

Kenaikan Harga yang Terjadi Sejak Presiden Jokowi Menjabat adalah Harga BBM sempat melejit
hingga Rp 8.600 di awal pemerintahan Presiden Jokowi. Kemudian pada bulan Februari, harga BBM turun
kembali menjadi Rp 6.700-an. Selain BBM, harga LPG juga makin melejit. Baik LPG 3 kg maupun 12 kg,
keduanya mengalami dinamika naik turun yang cukup signifikan. Apalagi kedua jenis LPG ini banyak
digunakan untuk rumah tangga dan bidang usaha. LPG 3 kg sempat naik dari Rp 14.000 ke kisaran Rp 15.000-
16.000. Sementara LPG 12 kg sempat turun dari kisaran Rp 134.000 ke Rp 129.000. Angkutan Kota imbas
dari naiknya harga BBM di Indonesia. Naiknya Harga Sembako dan Beras ,kenaikan yang terjadi 1.200-
2.000.Tiket Kereta kenaikan tarif tiket dan transportasi umum ini naik karena inflasi dan imbas kenaikan
harga BBM..Tarif Listrik Juga Naik imbasnya dari tingkat inflasi
Kritik dan saran

Pada saat ini harga bbm yg tidak stabil


harganya,lpg,angkutan kota,sembako maupun beras ,tiket
kereta api maupun tarif listrik yang terus selalu di
keluhkan oleh masyarakat di Indonesia seperti
masyarakat yang memiliki kehidupan di bawah garis
kemiskinan.Semoga pemerintah saat ini dapat
memperbaiki segala sesuatu permasalah perekonomian di
Indonesia ,agar masyarakat dapat merasakan
kesejahteraan. Dan 3 strategi fiscal pada tahun 2018
segera tercapai.