Anda di halaman 1dari 18

DESINFEKSI

KELOMPOK 6
Agung
Desy Andini 331510036
Desy Ayu Wulandari
Eli Fransiskus
Ibnu Rojak
Kurdiansyah 33140028
Mega Imasriani 331510017
Umar
APA SIH DESINFEKSI
ITU?
1. Definisi Desinfeksi
Desinfeksi adalah memusnahkan mikroorganisme yang
dapat menimbulkan penyakit. Desinfeksi merupakan
benteng manusia terhadap paparan mikroorganisme patogen
penyebab penyakit, termasuk didalamnya virus, bakteri dan
protozoa parasit (Bitton, 1994).
Metode Desinfeksi
Metode Desinfeksi secara umum ada 2, yaitu :

Fisik Kimiawi
Desinfeksi secara Fisik dan Kimiawi
 Desinfeksi secara fisik adalah perlakuan fisik terhadap mikroorganisme, yaitu
panas dan cahaya yang mengakibatkan matinya mikroorganisme akibat perlakuan fisik
tersebut. Air panas hingga titik didihnya akan merusak sebagian besar bakteri. Kemudian
Sinar matahari juga mempunyai sinar ultra violet yang cukup berperan dalam mematikan
mikroorganisme.

 Desinfeksi secara kimiawi adalah memberikan bahan kimia ke dalam air sehingga
terjadi kontak antara bahan tersebut dengan mikroorganisme yang berakibat matinya
mikroorganisme. Beberapa bahan kimia untuk disinfeksi yang umum adalah klor dan
senyawanya, brom, iodine, ozone, fenol dan senyawa fenolat, alkohol, logam berat dan
senyawa yang berkaitan, bahan pewarna, sabun dan deterjen sintetis, senyawa ammonium
kuarter, hidrogen peroksida dan beberapa basa dan asam. Dari bahan-bahan kimia diatas, klor
dan ozone yang paling umum digunakan dalam disinfeksi air minum.
APA SIH KEGUNAAN
DESINFEKSI ITU?
2. Jenis-Jenis dan Fungsi
Pada pengolahan air minum desinfeksi bertujuan untuk memperbaiki kualitas
air dengan membunuh kuman atau bakteri pathogen yang ada dalam air sebelum
didistribusikan. Desinfeksi terdapat beberapa jenis, berikut ini jenis-jenis Desinfektan
dengan kegunaan, kelebihan dan kekurangan :

1. Chlorin (Cl2)

Chlorin banyak digunakan dalam pengolahan air bersih dan air limbah
sebagai oksidator dan desinfektan. Sebagai oksidant, chlorin digunakan untuk
menghilangkan bau, rasa dan warna pada pengelolahan air bersih, serta untuk
mengoksidasi Fe+2 dan Mn-2 yang banyak terkandung dalam air tanah menjadi
Fe+3 dan Mn-3 .
2. Jenis-Jenis dan Fungsi
Hal-hal apa yang perlu
diperhatikan dalam
memilih Desinfektan?
3. Faktor-Faktor Pemilihan Desinfektan
4. Gambar Bagian Desinfeksi
4. Fungsi Bagian Gambar
5. Kriteria Desain dan Perhitungan Kebutuhan
Chlor
A. Kriteria Desain

• Semakin lama waktu kontak antara desinfektan dengan mikroba di dalam air, maka
daya bunuhnya akan semakin besar (Budiyono dan Sumardiono, 2013).

B. Teori Penggunaan Chlor

• Semakin rendah kandungan bahan organik, maka semakin sedikit pula aplikasi
pembubuhan Chlor aktif. Demikian pula sebaliknya (Shovitri, 2011)

• Penggunaan kaporit dengan dosis yang semakin meningkat akan menghasilkan


residu Chlor yang tinggi pula (Davis, 2001).
5. Kriteria Desain dan Perhitungan Kebutuhan
Chlor
1. Pengukuran Kadar Bahan Organik

Pengujian kadar bahan organik sampel diukur memakai Titrasi Permanganatometri


(Anonim, 2004)
5. Kriteria Desain dan Perhitungan Kebutuhan
Chlor
2. Pengukuran Nilai Chlor aktif dalam larutan kaporit

Pengujian nilai klor aktif dalam kaporit dilakukan memakai metode titrasi
iodometri. (Shovitri, 2011)

𝐾𝑙𝑜𝑟 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑓 (𝑝𝑝𝑚) = ((𝐴−𝐵)𝑥 𝑁 𝑡𝑖𝑡𝑟𝑎𝑛 𝑥 35,45)/(𝑚𝐿 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙) .........(2)

Ket : A = Volume titran (mL)

B = Volume blanko (akuades mL)


5. Kriteria Desain dan Perhitungan Kebutuhan
Chlor
3. volume larutan kaporit yang dibubuhkan

V1 x N1 = V2 x N2
Kesimpulan