Anda di halaman 1dari 19

SEA TRIALS

• Dock trial dilakukan ketika kapal hampir selesai dan yang diuji
adalah sostem dan perlengkapan kapal.
• Builders Trial yaitu percobaan yang dilakukan oleh pihak
galangan kapal ketika kapal itu akan di lakukan sea trial
(officcial sea trial)
• Sea Trial yaitu percobaan yang dilakukan untuk memastikan
kapal yang dbangun sesuai dengan spesifikasi teknis yang
dipesan oleh pihak owner . sea trial dilakukan termausk
menguji kapal dan sistem yang berjalan.
• sebenernya ada beberapa istilah lain untuk sea trial ini
diantaranya adalah : acceptance trials, underway trials, final
contract trials.
1.Starting Test

• Yaitu pengujian performa kapal, yang dilakukan oleh owner kapal,


pihak galangan, dan juga badan kapal, Pengujiannya meliputi :
kecepatan, manuver, penurunan dan penarikan jangkar, pemadam
kebakaran, dan yang menyangkut keseluruhan fungsi peralatan dan
perlengkapan di kapal pada saat nanti kapal berlayar.
• Starting test harus dilakukan sesuai dengan aturan klasifikasi
• Untuk reversible engine, starting system harus mampu melakukan 12
kali start
• Untuk non reversible engine harus mampu melakukan 6 kali start
• untuk starting test elektrik harus disesuaikan dengan panduan dari
maker
• Item yang diperiksa dalam starting test ini adalah jumlah total
kemampuan starting dan konfirmasi fungsional dari sistem starter
2.Stop Inertia Test
• Tujuan dari stop inertia test ini adalah untuk mengukur waktu dan jarak , yang
diukur di mesin pada saat mesin posisi ful throtle dan dihentikan sampai kapal
mencapai kecepatan 2 knot.
• adapun langkahn dan prosedurnya adalah menjalankan mesin induk (ME) hingga
fullthrottle(100% engine loadatau 100% Rpm), kemudian mesin utama dimatikan
dan dibiarkan hingga kecepatan kapal mencapai 2 knot. Item yang diukur dalam
pengujian ini adalah kecepatan kapal sebelum mesin dimatikan (kondisi full
throttle), waktu dan jarak tempuh yang dibutuhkan hingga mencapai 2 knot.
• adapun yang diukur adalah sebagai berikut:
• Kecepatan kapal sebelum mesin utama dihentikan (pada full throttle atau pada
beban 100% atau pada rpm 100%).
• Waktu yang dibutuhkan sampai kecepatan kapal mencapai 2 knot setelah mesin
utama dihentikan.
• Jarak tempuh dari kecepatan penuh hingga kecepatan 2 knot (pada kondisi mesin
utama berhenti).
• Kecepatan angin, arah angin, dan kondisi laut.
3.Progressive speed trials
• Tujuan dari percobaan ini adalah:Pengujian yang
dilakukan dengan beban mesin semakin
meningkat untuk menyelesaikan hubungan
antara kecepatan kapal dan beban mesin.
• Item yang diperiksa:
– Kecepatan kapal
– Parameter mesin utama; Rpm, posisi throttle, dan
barang penting lainnya
– Cuaca, kondisi negara laut, kecepatan relatif, arah
angin, dan kedalaman laut.
4.Crash Stop astern
• test dan trial pada kapal selanjutnya berfungsi Untuk membuktikan bahwa
Main Engine cocok untuk pemberhentian darurat kapal, dan untuk
mengukur waktu dan jarak antara titik pemberhentian astern / depan di
bawah headway sampai Rpm menjadi stabil. stop Astern Test Procedure
adalah sebagai berikut:
• item yang diukur pada Stop Astern Test

– Kecepatan kapal masing-masing 10 detik dengan


Speed ​Log di wheel house.
– heading angle kapal masing-masing selang 10 detik dengan
kompas Gyro.
– ME rpm setiap interval 10 detik Sejalan. Arah dan
kecepatan angin, keadaan cuaca, dan kedalaman laut pada
awal pengujian.
– Waktu yang berjalan dari sinyal “full-astern” sampai
berhenti total, yaitu dari mesin utama yang akan
dihentikan → mesin mulai berputar astern → sampai ke
kapal benar-benar berhenti.
5.Turning test
• test dan trial pada kapal selanjtnya adalah Turning circle test adalah
uji coba untuk mengetahui kemampuan dan stabilitas kapal dalam
bermanuver membentuk lingkaran. Dalam uji coba pelayaran yang
penulis ikuti, kapal berputar 360 derajat membentuk lingkaran
untuk kemudian diukur diameter lingkaran dan waktu berputarnya.
Dan selama percobaan berlangsung, adalah hal yang perlu untuk
melakukan putaran penuh setidaknya 720 derajat untuk putaran
starboard dan portside. Beberapa hal yang harus dicatat dan
didapat untuk memastikan keselamatan kapal antara lain adalah:
• Hilangnya kecepatan saat melakukan putaran
• Waktu yang dibutuhkan untuk berubah arah ke sudut 90 derajat
• Waktu yang dibutuhkan untuk berubah arah ke sudut 180 derajat
• Jika memungkinkan, rencanakan trayek untuk percobaan ini.
6.Zigzag Maneuvering test

• test dan trial pada kapal selanjutnya adalah Z-maneuvering


test dilakukan untuk menguji kestabilan kapal dan respon
kapal terhadap perubahan sudut rudder. Direkomendasikan
untuk dilakukan dalam sudut rudder yang spesifik (10
derajat untuk 10/10 zig-zag test, dan 20 derajat untuk
20/20 zig-zag test). Ketika perubahan pergerakan kapal
sudah mencapai sudut tertentu (10 atau 20 derajat),
kemudian rudder langsung diputar ke arah sebaliknya
dengan sudut yang sama. Item-item yang dicatat dari zig-
zag test ini antara lain adalah waktu yang dibutuhkan untuk
siklus penuh, waktu yang dibutuhkan untuk berubah arah
ke sudut tertentu, dan sudut rudder ketika sudah
berlawanan arah.
7.Steering Gear test

• test dan trial pada kapal yang selanjutnya adalah test


kemudi terdiri dari dua jenis pengujian, yaitu main
steering gear test dan auxiliary steering test. Prosedur
pengujian pada steering gear meliputi:
• Simulasi tes untuk pengukuran redundancy dilakukan
untuk memverifikasi,apabila ada kegagalan tunggal,
penggerak utama dan sistem steering gear tetap
dioperasikan. Back-up propulsion dan steering gear
sistem kecepatan harus di bawah service.
• Untuk pengujian emergency steering gear, penggerak
utama dan sistem steering gear harus mampu
dioperasikan sistem lokal di ruang panel steering gear.
• Item pengujiannya sendiri dibagi menjadi dua, yaitu fungsi
pengujian pada masing-masing back-up system pada sistem
steering gear pada local controldi ruang steering gear, serta arah
angin dan kecepatan, sea state, dan kedalaman laut di awal dan di
akhir pengujian. Untuk menguji main steering gear test
dilaksanakan serangkaian test dengan joystick, sedangkan untuk
auxiliary steering test sendiri adalah menonaktifin sistem kemudi
otomatis dan memfungsikan mode manual. Untuk Main steering
Joystick diposisikan 0” – 35” Port lalu diposisikan 35” Port – 30”
STBD, kemudian 35” STBD – 30” Port, dan terakhir 35” Port – 0”.
Sedangkan untuk auxiliary steering (Manual) roda kemudi diputar
0” – 15” Port, 15” Port – 15” STBD, dan terakhir 15” STBD – 0”.
Waktu maksimal tempuh main steering test untuk kondisi 35” Port
– 30” STBD atau 35” STBD – 30” Port adalah 28 detik sedangkan
untuk auxiliary steering test pada kondisi 15” Port – 15” STBD
adalah 60 detik.
8.Anchoring test

• Anchor test dilakukan pada kondisi kapal even keel dan sejajar arah angin,
kedalaman air harus cukup untuk 3 shackle rantai jangkar. Dalam uji coba anchor
test, windlass kapal akan diuji waktu penggulungan jangkar dari laut. Prosedurnya
adalah sebagai berikut:
• Drop atau menurunkan jangkar kanan dengan melepaskan rem mesin
windlass,sekitar 82,5 m (3 fathoms) dari kanan jangkar rantai harus jatuh ke air.
Sementara pada saat menjatuhkan jangkar, rem drum jangkar harus diuji.
• Pengangkatan jangkar 55 m (2 fathoms) dari kanan rantai jangkar dengan cara
menarik dengan mesin windlass.
• Drop atau menurunkan jangkar kiri dengan melepaskan rem mesin windlass,
sekitar55 m (2 fathoms) dari kiri jangkar rantai harus jatuh ke air. Sementara pada
saat menjatuhkan jangkar, rem drum jangkar harus diuji.
• Hoist 27,5 m (1 fathoms) rantai jangkar kiri kapal ditarik dengan menggunakan
mesin windlass.
• Hoist 27,5 m (1 fathoms) kedua rantai jangkar ditarik bersamaan dengan jangkar
lainnya.
• Waktu maksimal penggulungan untuk 1 shackle rantai (27.5 meter) adalah 3 menit
atau kecepatan gulungnya adalah 0.15 meter/detik.
9.Black Out

• Pengujian ini dilakukan untuk memastikan


safetykapal dimana jika terjadi kehilangan daya
listrik maka akan dilakukan automatic starting
pada generator dan sambungan otomatis daya ke
main switch board. Hal yang diukur disini adalah
waktu yang dibutuhkan untuk menyalakan dan
menyambungakn main switchboard ke standby
generator setelah black-out, dan pengujian
fungsional dari peralatan elektronik yang harus
tetap berfungsi dalam kondisi black-out
10.Endurance Test

• Dengan menguji daya tahan mesin, surveyor mengukur tekanan oli,


suhu air, suhu gas buang, dan tekanan oli pada gear box dengan
kondisi 100% RPM maksimal mesin induk selama 240 menit. Waktu
pengujian untuk kondisi normal bertahap 25% RPM maksimal, 50%
RPM maksimal, 75% RPM maksimal, dan 90% RPM maksimal
masing-masing 30 menit dan untuk kondisi 110% RPM maksimal
adalah 30 menit dengan persetujuan maker
• Dengan menguji daya tahan mesin, surveyor mengukur tekanan oli,
suhu air, suhu gas buang, dan tekanan oli pada gear box dengan
kondisi 100% RPM maksimal mesin induk selama 240 menit. Waktu
pengujian untuk kondisi normal bertahap 25% RPM maksimal, 50%
RPM maksimal, 75% RPM maksimal, dan 90% RPM maksimal
masing-masing 30 menit dan untuk kondisi 110% RPM maksimal
adalah 30 menit dengan persetujuan maker.
11.Noise and Local Vibration

• Selama sea trial, pengukuran noise level harus dilakukan di semua ruangan kabin
di dek akomodasi, wheelhouse dan machinery space. Noise level kemudian dicatat
dan diberikan kepada shipowner dan pihak-pihak terkait. Kondisi saat melakukan
noise test adalah sebagai berikut:
• Permesinan utama dijalankan pada normal continuous rating
• Semua auxiliary machineries, instrumen navigasi dan lain-lain dijalankan sesuai
kondisi kapal saat beroperasi
• Perlengkapan ventilasi dan air conditioner dalam keeadaan beroperasi
• Semua pintu dan jendela dalam keadaan tertutup
• Ruangan delah dilengkapi dengan perabot/perlengkapan yang dibutuhkan
• Kedalaman air dan kondisi cuaca harus dicatat
• Lokasi dilakukannya noise test umumnya adalah di engine room, pump room,
ruang navigasi, ruang akomodasi, service spaces (galley, pantry, laundry).
• sedang untuk local vibration adalah Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui
vibration level dan karakteristik dinamis kapal. Lokasi yang diuji adalah machinery
spaces, navigation spaces, accommodation spaces dan service spaces.
12.Fire Fighting Equipment test
(additional)
• Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa
firefighting equipment benar-benar siap dan
dapat beroperasi dengan baik. Peralatan
firefighting yang diuji antara lain:
• Fire main hydrants di geladak dan dek akomodasi
• Semua portable fire extinguishers
• Fire alarm dan fire detector di semua ruangann
• Emergency fire pump
13.Life Saving Appliances Test
(additional)
• Pengujian ini dilakukan untuk memastikan
bahwa perlengkapan lifesaving dapat
berfungsi dengan baik. Perlengakapan yang
diuji antara lain:
• Life boats
• Life rafts
• Life buoys
• EPIRB and SART equipment