Anda di halaman 1dari 15

 Identitas : Tn.

AM/LK/68 tahun
 Marker :L
 Jenis foto : Foto polos Thorax
 Posisi : AP
 Syarat foto :
 Simetrisasi : Simetris
Jarak Sternoclavicula ke processus
spinosus sama kiri dan kanan
 Kondisi Foto : Cukup
Tampak pulmo keseluruhan, V.Th I IV,
foto tidak terpotong, tampak sinus
costophrenicus
 Inspirasi : Cukup
Diafragma terlihat, tampak costa
belakang 9 / 10 dan costa depan 6
 Sistem tulang : Intak
Lokasi dan sistem tulang costa, scapula
dan clavicula

Foto layak dibaca


 COR :
CTR 57%,
Apeks jantung tidak terangkat, membesar
ke kiri,
pinggang jantung normal
 Aorta :
normal
Kalsifikasi (-)
Elongasi (-)
 Sinus dan Diafragma
 Sinus costrophrenicus kanan dan kiri
lancip
 Sinus cardiophrenicus kanan dan kiri
normal
 Diafragrma kanan dan kiri baik
 Paru - paru :
Kanan
 Hilus terselubung
 Corakan vaskular bertambah / ramai.
 Tampak adanya perselubungan homogen
pada lobus medial, berbatas tegas, air
bronko gram (+),
Kavitas (-), kalsifikasi (-)
Kiri
 Hilus Normal
 Corakan vaskular normal
 Infiltrat (-), kavitas (-), kalsifikasi (-)
 Trakea : di tengah
 Mediastinum : tidak tampak pergeseran
bagian mediastinum
 Tulang dan Soft tissue
- Tulang costae, clavicula, vertebra
terlihat normal
- Tidak nampak adanya massa yang
berlebih pada soft tissue.
Kesan
kardiomegali (LVH)
Kesan
kardiomegali (LVH)
Pneumonia dextra lobus medial
Saran : Foto Thoraks lateral dextra
DD : efusi pleura, atelektasis
TERIMA
KASIH
Radiologi Sign Pneumonia :
R
• Tampak gambaran infiltrat
sampai bayangan konsolidasi
/ perselubungan radioopak
dengan batas tegas
• Dapat disertai air
bronchogram
• Tidak mengganggu
gambaran yang sehat
(mendorong / menarik
mediastinum)
• Tidak terjadi perubahan
jaringan
PNEUMONIA merupakan
penyakit peradangan akut
parenkim paru yang
disebabkan oleh infeksi
mikroorganisme dan
sebagian kecil disebabkan
oleh penyebab non-infeksi
yang akan menimbulkan
konsolidasi jaringan paru
dan gangguan pertukaran
gas setempat.
Bakteri
• Gram positif : Steptococcus pneumonia, Streptococcus aureus, dan
Streptococcus pyogenesis
• Gram negatif : Haemophilus influenza, Klebsiella pneumonia

Virus
• Virus influenza
• Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama
pneumonia virus.

Jamur
• Histoplasmosis

Protozoa
• Menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia
Gejala - gejala Pneumonia serupa untuk semua penyakit
Pneumonia, diantaranya meliputi :
• Gejala Mayor :
• Batuk
• Sputum Produktif
• Demam ( > 38°C)

• Gejala Minor :
• Sesak Nafas
• Nyeri Dada
• Konsolidasi Paru pada pemeriksaan fisik
• Muntah
• Kejang
• Malaise dan Anoreksia
PATOMEKANISME
Mekanisme Virulensi
pertahanan organisme
paru terganggu bertambah
Paru-paru dilindungi dari
infeksi bakteri melalui
mekanisme pertahanan Infeksi
anatomis dan mekanis,
dan faktor imun lokal
dan sistemik Agen infeksius masuk ke saluran nafas bagian
bawah melalui inhalasi atau aspirasi flora komensal
dari saluran nafas bagian atas, dan jarang melalui
hematogen

Invasi bakteri ke parenkim paru menimbulkan


konsolidasi eksudatif jaringan ikat paru yang
bisa lobular (bronkhopneumoni), lobar, atau
intersisial

PNEUMONIA
Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan
Berdasarkan asal Berdasarkan
lokasi lesi di mikroorganisme karakteristik
infeksi lama penyakit
paru penyebab penyakit

• Pneumonia lobaris • Pneumonia bakteri • Pneumonia yang • Pneumonia tipikal • Pneumonia akut
• Pneumonia • Pneumonia virus didapat dari • Pneumonia atipikal • Pneumonia persisten
interstitialis • Pneumonia masyarakat
• Bronkopneumonia mikoplasma (community acquired
pneumonia = CAP)
• Pneumonia jamur
• Pneumonia yang
didapat dari Rumah
Sakit (hospital-based
pneumonia)
Secara Radiologik

Pneumonia Alveolar
• Karena adanya radang bakteri yg menyebabkan kerusakan pd
dinding alveolar
• Penyebab jenis pneumonia ini umumnya Klebsiella dan
Pneumococcus
• Lumen bronkiolus terisi dgn eksudat, tetapi dinding bronkus
dan jaringan tidak meradang
• Kadang ditemukan limfadenopati
• Eksudat alveolar menyebabkan gambaran perselubungan
• Air bronchogram biasanya ditemukan di antara daerah
konsolidasi
• Prosesnya bisa terjadi segmental atau non segmental
• Kadang2 sulit dibedakan dgn efusi pleura/adanya massa paru
Pneumonia Interstitial
• Umumnya disebaban oleh virus
• Infeksi oleh virus berawal dari permukaan dgn terjadinya
kerusakan silis goblet dan kelenjar mukus bronkioli,
sehingga dinding bronkioli menjadi edematus
• Juga terjadi edema jaringan interstitial peribronkial
• Kadang2 alveolus terisi cairan edema
• Gambaran Ro/ :
• Fase akut : terlihat gambaran bronchial cuffing, yaitu
penebalan dan edema dinding bronkus. Corakan
bronkovaskuler meningkat, hiperaerasi, bercak-bercak
infiltrat dan efusi pleura juga dpt ditemukan
Radiologi Sign Pneumonia :
R
• Tampak gambaran infiltrat
sampai bayangan konsolidasi
/ perselubungan radioopak
dengan batas tegas
• Dapat disertai air
bronchogram
• Tidak mengganggu
gambaran yang sehat
(mendorong / menarik
mediastinum)
• Tidak terjadi perubahan
jaringan