Anda di halaman 1dari 9

Studi Bangunan Bentang

Lebar
Literatur

Studio Imam Rismana


41155030150079
Perancangan
Reyan Rizki
5 41155030150079

Siti Latifah
41155030150079

SPA 5 │ Studi Literatur │Bangunan Bentang Lebar


PENDAHULUAN SISTEM STRUKTUR
Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan penggunaan ruang bebas 1. Sistem struktur pada bangunan bedung
kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Bangunan bentang lebar secara umum terdiri dari 2 Sistem struktur pada bangunan gedung secara garis besar menggunakan beberapa sistem utama
yaitu bentang lebar sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar sederhana berarti
bahwa konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan langsung pada bangunan berdasarkan A. Sistem struktur dinding pendukung sejajar (parallel bearing walls)
teori dasar dan tidak dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada. Sedangkan bentang lebar
kompleks merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi dari bentuk dasar, Sistem ini terdiri dari unsur bidang vetikal yang di perkuat dengan berat dinding itu sendiri,
bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap beberapa sistem struktur bentang lebar. sehingga mampu menahan gaya aksial lateral secara efisien. Sistem struktur dinding sejajar ini
digunakan pada bangunan-bangunan apartemen yang tidak membutuhkan ruang bebas yang
bangunan bentang lebar dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang membutuhkan ruang bebas luas dan sistem-sistem mekanisnya tidak memerlukan struktur inti.
kolom yang cukup besar, seperti untuk kegiatan olah raga berupa gedung stadion, pertunjukan
berupa gedung pertunjukan, audiotorium dan kegiatan pameran atau gedung exhibition.

MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari studi literatur ini adalah sebagai upaya untuk menyediakan pedoman perencanaan
perancangan sebuah bangunan bentang lebar sehingga pelaksanaan pembelajaran penugasan
Studio Perancangan 5 dapat dilakukan secara terstruktur, menyeluruh dan tuntas

GAMBARAN UMUM BANGUNAN BENTANG LEBAR


1. Klasifikasi Bangunan Bentang Lebar
Bangunan bentang lebar dibagi menjadi dua golongan yaitu :
• Bangunan lebar sederhana Bentang lebar sederhana berarti bahwa konstruksi bentang
lebar yang ada dipergunakan langsung pada bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak
dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada.
• Bangunan lebar kompleks Merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan
modifikasi dari bentuk dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap
B. Sistem struktur inti dan dinding pendukung (core and bearing walls)
beberapa sistem struktur bentang lebar.
Sistem ini berupa bidang vertikal yang membentuk dinding luar dan mengelilingi sebuah struktur
inti. Hal ini memungkinkan ruang interior terbuka yang bergantung pada kemampuan
bentangan dari struktur lantai. Sistem ini memuat sistem-sistem transportasi mekanis vertikal serta
menambah kekakuan bangunan.

Bangunan bentang lebar sederhana Bangunan bentang lebar kompleks

2. Kegunana dan fungsi bangunan bentang lebar.

Berdasarkan gambar-gambar di atas, bangunan bentang lebar dipergunakan untuk kegiatan-


kegiatan yang membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup besar, seperti untuk kegiatan olah
raga berupa gedung stadion, pertunjukan berupa gedung pertunjukan, audiotorium dan
kegiatan pameran atau gedung exhibition.

Studi Literatur │Struktur Kontruksi 4


C. istem struktur boks berdiri sendiri (self supporting boxes) F. Sistem struktur interspasial (interspasial)
Sistem ini merupakan unit tiga dimensi prefabrikasi yang menyerupai bangunan dinding pendukung yang diletakan Sistem struktur rangka tinggi selantai yang terkantilever diterapkan pada setiap lantai antara untuk memungkinkan
di suatu tempat dan di gabung dengan unit lainnya. Sebagai contoh boks-boks ini di tumpuk seperti bata dengan ruang fleksibel di dalam dan di atas rangka. Ruangan yang berada di dalam lantai rangka di atasnya dapat di
pola “English Bond” sehingga tersusun seperti balok dinding berselang-seling. gunakan sebagai wadah untuk kegiatan aktivitas lainya.

D. Sistem struktur plat terkantilever (cantilever slab G. Sistem struktur gantung (suspension)
Pemikulan plat lantai dari sebuah inti pusat akan memungkinkan ruang bebas kolom yang batas kekuatan platnya Sistem ini dapat memungkinkan penggunaan beban secara efisien dengan menggunakan penggantungan sebagai
adalah batas besar ukuran bangunan. Sistem ini memSistem struktur plat rata (flat slab)erlukan banyak besi, pengganti kolom untuk memikul beban lantai. Kekuatan unsur tekan pada sistem ini harus dikurangi sebab adanya
terutama apabila proyeksi pelat sangat besar. Kekakuan plat dapat di tingkatkan dengan menggunakan teknik- bahaya tekuk, berbeda dengan unsur tarik yang dapat mendaya gunakan kemampuan secara
teknik pratekan.

E. Sistem struktur plat rata (flat slab) H. Sistem struktur rangka selang-seling (staggered truss)
Sistem ini terdiri dari bidang horizontal yang umumnya adalah plat lantai beton tebal dan rata yang bertumpu pada Rangka tinggi yang selantai disusun sedemikian rupa sehinga pada setiap lantai bangunan dapat menumpangkan
kolom. Apabila tidak terdapat penebalan plat pada bagian atas kolom, maka sistem ini di katakan sistem plat rata. beban di bagian atas suatu rangka begitupun di bagian bawah rangka di atasnya. Selain memikul beban vertikal,
Pada kedua sistem ini tidak terdapat balok yang dalam (deep beam) sehingga tinggi lantai bisa minimum. susunan rangka ini akan mengurangi tuntutan kebutuhan ikatan angin dengan cara mengarahkan beban angin ke
dasar bangunan melalui struktur balok-balok dan plat lantai.

Studi Literatur │Struktur Kontruksi 4


I. Sistem struktur rangka kaku (rigid frame)
F. Sistem struktur rangka belt-trussed dan inti (belt-trussed frame and core)
Sistem struktur ini terdiri dari kolom dan balok yang bekerja saling mengikat satu dengan yang lainnya. Kolom
Sistem struktur belt-trussed bekerja mengikat kolom fasade ke inti bangunan sehingga meniadakan aksi terpisah
sebagai unsur vertikal yang bertugas menerima beban dan gaya, sedangkan balok sebagai unsur horizontal media
rangka dan inti pengakuan ini dinamai “cap trussing” apabila berada pada bagian atas bangunan, dan dinamai “belt-
pembagi beban dan gaya. Sistem ini biasanya berbentuk pola grid persegi, organisasi grid serupa juga di gunakan
trussed” apabila berada di bagian bawahnya.
untuk bidang horizontal yang terdiri atas balok dan gelagar. Dengan keterpaduan rangka spasial yang bergantung
pada kekuatan kolom dan balok, maka tinggi lantai ke lantai dan jarak antara kolom menjadi penentu pertimbangan
rancangan.U

J. Sistem struktur rangka kaku dan inti (rigid frame and core) G. Sistem struktur tabung dalam tabung (tube in tube)
Rangka kaku akan bereaksi terhadap beban lateral. Terutama melalui lentur balok dan kolom. Perilaku demikian Dalam struktur ini, kolom dan balok eksterior di tempatkan sedemikian rapat sehingga fasade menyerupai dinding
berakibat ayunan (drift) lateral yang besar sehingga pada bangunan dengan ketinggian tertentu. Akan tetapi apabila yang diberi pelubangan (untuk jendela). Seluruh bangunan berlaku sebagai tabung kosong yang terkantilever dari
di lengkapi dengan struktur inti, maka ketahanan lateral bangunan akan sangat meningkat karena interaksi inti dan tanah. Inti interior (tabung) dapat meningkatkan kekakuan bangunan dengan cara ikut memikul beban bersama
rangka. Sistem inti ini memuat sistem-sistem mekanis dan transportasi vertikal. kolom-kolom fasade tersebut.

K. Sistem struktur rangka trussed (trussed frame) H. Sistem struktur kumpulan tabung (bundled tube
Sistem ini terdiri dari gabungan rangka kaku (atau bersendi) dengan rangka geser vertikal yang mampu memberikan Sistem struktur ini dapat di gambarkan sebagai suatu kumpulan tabung-tabung terpisah yang membantuk tabung
peningkatan kekuatan dan kekakuan struktur. Rancangan sistem struktur dapat berdasarkan pada penggunaan multi-use. Pada sistem ini kekakuan akan bertambah. Sistem ini dapat memungkinkan bangunan mencapai bentuk
rangka untuk menahan beban gravitasi dan rangka vertikal untuk beban angin yang serupa dengan rangka kaku dan yang paling tinggi dan daerah lantai yang sangat luas.
inti.

Studi Literatur │Struktur Kontruksi 4


PONDASI DALAM jenis pondasi tidak menjadi normal. Pondasi pier standar dapat dibuat dari beton bertulang pre
cast. Karena itu, aturan perencanaan pondasi pier terhadap balok beton diafragman adalah
1. Definisi pondasi dalam mengikuti setiap ukuran ketinggian pondasi yang direncanakan. Pondasi pier dapat
Pondasi dalam adalah pondasi yang ditanam didalam tanah dengan kedalaman tertentu yang divisualisasikan sebagai bentuk tabel , struktur adalah sistem kolom vertikal yang terbuat dari beton
berfungsi meneruskan beban bangunan kedasar tanah. Pondasi dalam biasanya dipasang pada bertulang ditempatkan di bawah bangunan yang ditanamkan dibawah tanah yang sudah
kedalaman lebih dari 3 m di bawah elevasi permukaan tanah.Pondasi dalam dapat digunakan digali. Lempengan beton diafragma ini mentransfer beban bangunan terhadap tanah. Balok
untuk mentransfer beban ke lapisan yang lebih dalam untuk mencapai kedalam yang tertentu dibangun di atas dinding diafragma vertikal (pondasi pier) yang menahan dinding rumah atau
sampai didapat jenis tanah yang mendukung daya beban strutur bangunan sehingga jenis tanah struktur. Banyak rumah didukung sepenuhnya dengan jenis pondasi ini, dimana beton yang
yang tidak cocok di permukaan tidak mempengaruhi struktur bangunan. dipasang juga berguna sebagai dinding pada ruang bawah tanah, dimana ruang tersebut
digunakan sebagai gudang penyimpanan atau taman. Beton pondasi pier biasanya dibuat dalam
Pondasi dalam dapat digunakan untuk mentransfer beban ke lapisan yang lebih dalam untuk bentuk pre cast dalam berbagai ukuran dan bentuk, dimana sering dijumpai dalam bentuk persegi
mencapai kedalam yang tertentu sampai didapat jenis tanah yang mendukung daya beban memanjang dengan ketinggian sesuai dengan ukuran kedalaman yang diperlukan. Tapi beton
strutur bangunan sehingga jenis tanah yang tidak cocok di dekat permukaan tanah dapat dapat juga dibuat dalam bentuk bulatan. Setelah beton bertulang cukup kering kemudian di
dihindari. masukkan ke dalam tanah yang sudah digali dan disusun secara bersambungan. Setelah tersusun
dengan baik kemudian baru dilanjutkan dengan konstruksi diatasnya.

2. Jenis pondasi dalam

A. Pondasi Tiang Pancang


Pada dasarnya sama dengan bore pile, hanya saja yang membedakan bahan dasarnya. Tiang
pancang menggunakan beton jadi yang langsung ditancapkan langsung ketanah dengan
menggunakan mesin pemancang. Karena ujung tiang pancang lancip menyerupai paku, oleh
karena itu tiang pancang tidak memerlukan proses pengeboran. Pondasi tiang pancang
dipergunakan pada tanah-tanah lembek, tanah berawa, dengan kondisi daya dukung tanah
(sigma tanah) kecil, kondisi air tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat dalam. Bahan untuk
pondasi tiang pancang adalah : bamboo, kayu besi/ kayu ulin, baja, dan beton bertulang.

Fungsi dan kegunaan dari pondasi tiang pancang adalah untuk memindahkan atau mentransfer
beban-beban dari konstruksi di atasnya (super struktur) ke lapisan tanah keras yang letaknya sangat
dalam.

Dalam pelaksanaan pemancangan pada umumnya dipancangkan tegak lurus dalam tanah,
tetapi ada juga dipancangkan miring (battle pile) untuk dapat menahan gaya-gaya horizontal
yang bekerja, Hal seperti ini sering terjadi pada dermaga dimana terdapat tekanan kesamping dari Gambar 1.2 pondasi piers,
Sumber : http://ilmukonstruksitekniksipil.blogspot.co.id
kapal dan perahu. Sudut kemiringan yang dapat dicapai oleh tiang tergantung dari alat yang
dipergunakan serta disesuaikan pula dengan perencanaannya.
C. Pondasi Bore Pile

Pondasi Bore Pile adalah bentuk Pondasi Dalam yang dibangun di dalam tanah dengan
kedalaman tertentu. Pondasi di tempatkan sampai ke dalaman yang dibutuhkan dengan cara
membuat lobang yang dibor dengan alat bore pile mini crane. Setelah mencapai kedalaman
yang dibutuhkan, kemudian dilakukan pemasangan kesing/begisting yang terbuat dari plat besi,
kemudian dimasukkan rangka besi pondasi yang telah dirakit sebelumnya, lalu dilakukan
pengecoran terhadap lobang yang sudah di bor tersebut. Pekerjaan pondasi ini tentunya dibantu
dengan alat khusus, untuk mengangkat kesing dan rangka besi. Setelah dilakukan pengecoran
kesing tersebut dikeluarkan kembali.

Gambar 1.1 photo tiang pancang beton

B. Pondasi Piers ( Dinding diafragma )


Pondasi piers adalah pondasi untuk meneruskan beban berat struktural yang dibuat dengan
cara melakukan penggalian dalam, kemudian struktur pondasi pier dipasangkan kedalam galian
tersebut. Satu keuntungan pondasi pier adalah bahwa pondasi jenis ini lebih murah dibandingkan
dengan membangun pondasi dengan jenis pondasi menerus, hanya kerugian yang dialami
adalah jika lempengan pondasi yang sudah dibuat mengalami kekurangan ukuran maka kekuatan Gambar 1.3 pondasi bor pile,
Sumber : http://sumurbor21.16mb.com

Studi Literatur │Struktur Kontruksi 4


Studi Literatur │Struktur Kontruksi 4
Studi Literatur │Struktur Kontruksi 4
Studi Literatur │Struktur Kontruksi 4
Studi Literatur │Struktur Kontruksi 4