Anda di halaman 1dari 26

• Combustio merupakan cedera yang cukup sering di hadapi para

dokter.

• Combustio adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan


yang di sebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas,
bahan kiia, listrik dan radiasi

• Luka bakar , suatu jenis trauma dengan morbiditas dan mortalitas


yang tinggi.
Terdapat kuman dengan patogenitas tinggi

Mengeluarkan banyak air, serum dan darah

Terbuka pada waktu lama sehingga mudah terinfeksi dan terkena


trauma
Pada luka bakar penatalaksanaan antara anak dan dewasa pada
prinsipnya sama, namun pada anak akibat luka bakar dapat menjadi
lebih serius

Hal ini di sebabkan karena anak memiliki lapisan kulit yang lebih
tipis , lebih mudah untuk kehilangan cairan dan lebih rentan
mengalami hipotermi

Mayoritas luka bakar pada anak terjadi di rumah dan sebagian besar dapat
di cegah
Suatu trauma panas yang disebabkan oleh air / uap
panas, arus listrik, bahan kimia, radiasi dan petir yang
mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam
 kerusakan/ kehilangan kulit
Sengatan sinar matahari

Air panas Api

Ledakan bom Listrik Bahan kimia


• Eritema,nyeri,tidak ada bula mengenai epidermis
1

• Epidermis rusak, edema, eritema/campuran bula, berair, nyeri dan perukaan


basah.
• A. Superficiall , mengenai epidermis dan lapisan atas dermis
2 • B. Deep, mengenai hampir seluruh bagian dermis dan sisa jaringan epitel

• Kulit pecah, berwarna putih, kaku, kulit rusak, permukaan kulit kering, tampak
jaringan lemak, tidak nyeri, edema
3
 WALLACE
 RULE OF NINE
◦ Kepala leher 9% --------> 9%
◦ Lengan 9% --------> 18%
◦ Badan depan ---------------------> 18%
◦ Badan belakang ------------------> 18%
◦ Tungkai 18% -------> 36%
◦ Genetalia/ perineum -------------> 1%
◦ Jumlah -----------------------------------> 100%
DEWASA
ANAK – ANAK
10 14 18

9 9 9 9 9 9

18 18 18 18 18 18

18 18 16 16 14 14

15 tahun 5 tahun 0 – 1 tahun


1. Luka Bakar Ringan
- Luka bakar derajat II < 15%
- Luka bakar derajat II < 10% Pada anak-anak
- Luka bakar derajat III < 1%

2. Luka Bakar Sedang


- Luka bakar derajat II 15-25% Pada dewasa
- Luka bakar derajat II 10-20% pada anak-anak
- Luka bakar derajat III < 10%
3. Luka Bakar Berat

- Luka bakar derajat II 25% Atau lebih pada orang dewasa

- Luka bakar derajat II 20% Atau lebih pada anak


- Luka bakar derajat III 10% atau lebih
- Luka bakar mengenai tangan, wajah,telinga, mata, kaki dan genitalia/perineum
- Luka bakar dengan cidera inhalasi, listrik disertai trauma lain
1. FASE AKUT / FASE SYOK / FASE AWAL
- Kejadian
- Problem pernapasan dan cairan
- Luka

2. FASE SUBAKUT
- Dalam perawatan
- Problem infeksi, sepsis .

3. FASE LANJUT
- Setelah berobat jalan
- Problem parut, kontraktur
I. PRIMARY SURVEY :

A. AIRWAY DAN CERVICAL SPINE PROTEKSI


B. BREATHING DAN VENTILASI
C. CIRCULASI DAN KONTROL PERDARAHAN
D. DISABILITY – PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
E. EXPOSURE
II. SECONDARY SURVEY :
A. HISTORY / ANAMNESA
B. PEMERIKSAAN FISIK / LENGKAP
MULAI KEPALA - KAKI
1. HENTIKAN PROSES YANG MENYEBABKAN LUKA
BAKAR
2. UNIVERSAL PRECAUTION, HIV, HEPATITIS
3. FLUID RESUSCITATION : 2-4 CC RL X BB X LUAS LB.
4. VITAL SIGN
5. PEMASANGAN NASOGASTRIC TUBE
6. PEMASANGAN URINE KATETER
7. ASSESSMENT PERFUSI EKSTRIMITAS
8. CONTINUED VENTILATORY ASSESSMENT

9. PAINT MANAGEMENT
10. PSYCHOSOCIAL ASSESSMENT
11. PEMBERIAN TETANUS TOKSOID

12. TIMBANG BERAT BADAN


13. PENCUCIAN LUKA DI KAMAR OPERASI (BIUS TOTAL)
14. ESCHAROTOMY DAN FASCIOTOMY
 FORMULA EVANS

 FORMULA BROOKE

 FORMULA PARKLAND

 MODIFIKASI BROOKE

 FORMULA MONAFO
Formulas Used to Calculate fluid Needs in Burn Shock
NAME AND YEAR SOLUTIONS, AMOUNTS,
OF 1st 24 HOURS AND RATES
INTRODUCTION 2nd 24 HOURS

(100 ml Plasma) (measured hematocrit-45)


Harkins/ Also add 25% of this calculated dose for each
gram the serum protein is less than 6.0 gm/100 ml
plasma ----------------------------------------------------
1941 1/3 given over first 2 hrs
1/3 given over next 4 hrs
1/3 given over next 6 hrs
Recalculate at 12 hrs

75 ml Isotonic electrolyte/% BBSA ½ previously calculated isotonic


Cope/Moore + electrolyte/plasma micture
+
1947 75 ml Plasma/% BBSA
D5W, 2000 ml
+
2000 ml D5W
----------------------------------------------------
½ given over 1st 8 hrs
½ given over remaining 16 hrs

1 ml 0.9% NaCl/% BBSA/kg


Evans +
1952 1 ml plasma/% BBSA/kg
+
2000 ml D5W
------------------------------------------------------
If greater than 50% BBSA, treat as 50%
NAME AND YEAR SOLUTIONS, AMOUNTS,
OF 1st 24 HOURS AND RATES
INTRODUCTION 2nd 24 HOURS
1.5 ml Lactated Ringer’s/% BBSA/kg ½ of previously calculated
Brooke (old) + electrolyte and plasma mixture
+
1953 0.5 Plasma/% BBSA/kg
D5W, 2000 ml
+
2000 ml D5W
---------------------------------------------------------
½ given in first 8 hrs
½ given over next 16 hrs
---------------------------------------------------------
If greater than 50% BBSA, treat as if 50%
Lactated Ringer’s titrated to avoid shock
Moyer
1965
Dexran 70, 6% in 0.9 NaCl 120
Sorenson ml/% BBSA
Given over 48 hours with D5W, 50
1968 cc/kg/hrs

Baxter/
Lactated Ringer’s, 4 ml/% BBSA/kg Dextran 40, 500-1000 ml
Parkland ½ given over first 8 hrs Begin at 1st 18 hrs
½ given over remaining 16 hrs
1968
NAME AND YEAR SOLUTIONS, AMOUNTS,
OF AND RATES
1st 24 HOURS
INTRODUCTION 2nd 24 HOURS

1970 : HLS 1984 : HLS Haldane’s solution (1.33


Monafo/ 300 mEqNa+/L 250 mEqNa+/L NS)
hypertonic 200 mEq DL 100 mEq DL p.o. Up to 3500 ml
Lactated saline Lactate/L maximum
100 mEq Cl-/L 150 mEq/Cl-/L
1970 Given p.o./I.V, titrated to avoid shock Free water p.o.

1984

2 ml Lactated Ringer’s/% BBSA/kg Colloid 0.5 ml/% BBSA/kg


Brooke ½ given over first 8 hrs +
(modified) ½ given over next 16 hrs D5W maintenance

1970

(7.5 ml) (kg)=plasma maximum dose for 36 hrs


Odstock 1/3 given in first 8 hrs
1981 1/3 given in next 12 hrs
1/3 given in next 16 hrs
P.O intake “as thirst demands”
FORMULA BAXTER
HARI PERTAMA :
DEWASA :RL 4 CC X BB X % LUAS LB / 24 JAM
ANAK : RL : DEXTRAN = 17 : 3
2 CC X BB X % LUAS LB + KEBUTUHAN FAALI

KEBUTUHAN FAALI :
< 1 TAHUN : BB X 100 CC
1-3 TAHUN : BB X 75 CC
3-5 TAHUN : BB X 50 CC

½ JUMLAH CAIRAN DIBERIKAN DALAM 8 JAM PERTAMA


½ DIBERIKAN 16 JAM BERIKUTNYA
DEWASA : DEXTRAN 40, 500-1000 CC MULAI JAM KE 18
HARI KEDUA :

DEWASA : DIBERI SESUAI KEBUTUHAN


ALBUMIN (KP)

ANAK : DIBERI SESUAI KEBUTUHAN FAALI


 LUKA DICUCI, DEBRIDEMENT DAN DIDESINFEKSI DENGAN
SAVLON 1 : 30
 TUTUP TULLE
 TOPIKAL SILVER SULFADIAZINE (SSD)
 TUTUP KASA STERIL TEBAL/ELASTIC VERBAN
 LUKA DIBUKA HARI KE 5 KECUALI ADA TANDA INFEKSI
 DILAKUKAN DENGAN PEMBIUSAN TOTAL DI KAMAR
OPERASI
1. URINE PRODUKSI SETIAP JAM.
DEWASA: 0,5 CC/KG/JAM (30-50 CC/JAM)
ANAK : 1 CC/KG/JAM
2. OLIGO-URIA
BERHUBUNGAN DENGAN SYSTEMIK VASKULAR RESISTANCE DAN
REDUKSI CARDIAC OUTPUT)
3. HAEMOCHROMOGENURIA (RED PIGMENTED URINE)
4. BLOOD PRESSURE
5. HEART RATE
6. HEMATOCTRIT DAN HAEMOGLOBIN