Anda di halaman 1dari 5

DEMENSIA MULTIINFARK

A. PATOGENESIS
TERJADI AKIBAT ADANYA PERUBAHAN SEREBROVASKULER YANG MENGENAI KORTEK
SEREBRAL,SUBSTANSIA ALBA ,NUKLEUS SUBKORTIKAL ATAU KOMBINASI.

Infark multipel
Demensia multi infark merupakan akibat dari infark multipel dan bilateral. Terdapat
riwayat satu atau beberapa kali serangan stroke dengan gejala fokal seperti
hemiparesis/hemiplegi, afasia, hemianopsia. Pseudobulbar palsy sering disertai disartria,
gangguan berjalan (small step gait), forced laughing/crying, refleks Babinski dan
inkontinensia. Computed tomography imaging (CT scan) otak menunjukkan hipodensitas
bilateral disertai atrofi kortikal, kadang-kadang disertai dilatasi ventrikel.
Infark lakunar
Lakunar adalah infark kecil, diameter 2-15 mm, disebabkan kelainan pada small
penetrating arteries di daerah diencephalon, batang otak dan sub kortikal akibat dari
hipertensi. Pada sepertiga kasus, infark lakunar bersifat asimptomatik. Apabila
menimbulkan gejala, dapat terjadi gangguan sensorik, transient ischaemic attack,
hemiparesis atau ataksia. Bila jumlah lakunar bertambah maka akan timbul sindrom
demensia, sering disertai pseudobulbar palsy. Pada derajat yang berat terjadi lacunar
state. CT scan otak menunjukkan hipodensitas multipel dengan ukuran kecil, dapat juga
tidak tampak pada CT scan otak karena ukurannya yang kecil atau terletak di daerah
batang otak. Magnetic resonance imaging (MRI)otak merupakan pemeriksaan penunjang
yang lebih akurat untuk menunjukkan adanya lakunar terutama di daerah batang otak
(pons).
Infark tunggal di daerah strategis
Strategic single infarct dementia merupakan akibat lesi iskemik pada daerah kortikal atau
sub kortikal yang mempunyai fungsi penting. Infark girus angularis menimbulkan gejala
afasia sensorik, aleksia, agrafia, gangguan memori, disorientasi spasial dan gangguan
konstruksi. Infark daerah distribusi arteri serebri posterior menimbulkan gejala amnesia
disertai agitasi, halusinasi visual, gangguan visual dan kebingungan. Infark daerah distribusi
arteri serebri anterior menimbulkan abulia, afasia motorik dan apraksia. Infark lobus
parietalis menimbulkan gangguan kognitif dan tingkah laku yang disebabkan gangguan
persepsi spasial. Infark pada daerah distribusi arteri paramedian thalamus menghasilkan
thalamic dementia
A. DIAGNOSIS
Skor iskemik Hachinski Skor

Mula mendadak 2
Progresinya bertahap 1
Perjalanan berfluktuasi 2
Malam hari bengong atau kacau 1
Kepribadian terpelihara 1
Depresi 1
Keluhan somatik 1
Inkontinensia emosional 1
Riwayat hipertensi 1
Riwayat stroke 2
Ada bukti aterosklerosis 1
Keluhan neurologi fokal 2
Tanda neurologi fokal 2

Penderita dengan DVa atau demensia multi infark


mempunyai skor lebih dari 7, sedang yang skornya
kurang dari 4 mungkin menderita Alzheimer.
Skor demensia oleh Loeb dan Gondolfo Skor

Mulanya mendadak 2
Mulanya riwayat stroke 1
Gejala fokal neurologi 2
Keluhan fokal 2
CT scan terdapat :
- daerah hipodens tunggal 2
- daerah hipodens multipel 3