Anda di halaman 1dari 25

KEPERAWATAN JIWA

KELOMPOK 3
1. Moh. Husain Talani 8. Anggun S. Kadir
2. Fitra Rum 9. Randi Lukman
3. Maryam Nur Soleman 10.Moh. Irfandi Saleh
4. Karmila Zubair 11.Wahyu P. Timumun
5. Zahara 12.Melki Husain
6. Neldi Yunus 13.Aditya S. Towalu
7. Henny C. S. Tenges

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Definisi

Bunuh diri adalah suatu tindakan agresif yang


langsung terhadap diri sendiri untuk mengakhiri
kehidupan. Bunuh diri merupakan koping terakhir dari
individu untuk memecahkan masalah yang dihadapi.(
Jenny., dkk. (2010).
Bunuh diri adalah tindakan agresif yang merusak
diri sendiri dan dapat mengakhiri kehidupan. Bunuh diri
mungkin merupakan keputusan terkahir dari individu
untuk memecahkan masalah yang dihadapi (Keliat 2005).

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
RENTANG RESPONS PROTEKTIF-DIRI

Respon Adaptif Respon Maladaptif

Peningkatan Pertumbuhan Perilaku Pencederaan Bunuh diri


Diri peningkatan beresiko destruktif-diri diri

Rentang respon protektif-diri (Wiscarz dan Sundeen)

Respon Adaptif Respon Maladaptif

Menghargai diri Berani ambil resiko Merusak diri sendiri Bunuh diri
dalam mengembangkan diri secara tidak langsung

Rentang menghargai-merusak diri (Stuart dan Sundeen)

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Etiologi

Berdasarkan teori terdapat 3 penyebab terjadinya bunuh


diri
Teori Sosiologi Teori Psikologi

Genetik dan
Teori Biologi

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Etiologi
1. Pada anak • Cemas akan tugas akademik
yang banyak
• Pelarian dari penganiayaan
atau pemerkosaan • Kegagalan akademik berarti
Sebagai tambahan
• Situasi keluarga yang kacau kehilangan penghargaan dan dari penyebab
kasih sayang orang tua
• Takut atau dihina di sekolah
• Kompetisi untuk sukses
terjadinya bunuh
• Kehilangan orang yang
dicintai 4. Pada usia lanjut diri, Cook dan
• Perubahan status dari
2. Pada remaja
mandiri ke ketergantungan
Fontaine (1987)
• Hubungan interpersonal
yang tidak bermakna • Perasaan tidak berarti di menerangkan
masyarakat
• Masalah dengan orang tua
• Kesepian dan isolasi social
penyebab bunuh diri
• Masalah seksual
• Depresi • Kehilangan ganda (seperti dari masing-masing
pekerjaan , kesehatan,
3. Pada dewasa pasangan) golongan usia.
• Self-ideal terlalu tinggi

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Faktor Terjadinya
Faktor Predisposisi Masalah

Diagnosis Riwayat Lingkungan


Psikiatri Keluarga Psikososial

Faktor Sifat
Biokimia Kepribadian

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Faktor Terjadinya
Masalah
Faktor Presipitasi
Faktor presipitasi seseorang melakukan percobaan bunuh diri
adalah :
 Perasaan terisolasi dapat terjadi karena kehilangan
hubungan interpersonal/gagal melakukan hubungan yang
berarti.
 Kegagalan beradaptasi sehingga tidak dapat menghadapi
stres.
 Perasaan marah/bermusuhan, bunuh diri dapat merupakan
hukuman pada diri sendiri.
 Cara untuk mengakhiri keputusasaan.
ASKEP BUNUH DIRI
KEPERAWATAN JIWA
Klasifikasi
Menurut WHO Stuart dan Sundeen, 1995.
Menurut Duurkheim Dikutip Fitria, Nita, 2009
Egoistik
Egoistik Upaya
bunuh diri
Altruistik
Altruistik Isyarat bunuh
Anomik diri
Anomik
Ancaman
Fatalistik bunuh diri

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Patopsikologi
Mengalami
Menarik diri Malas merawat
perubahan Malu
dari lingkungan dirinya sendiri
konsep diri

Gangguan pola Gangguan alam Gangguan Gangguan


tidur perasaan interaksi sosial fungsi tubuh

Koping individu Mencederai diri


Kesendirian Halusinasi tidak kuat sendiri, orang lain dan
lingkungan

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
 Petunjuk Gejala o Riwayat Psikososial
o Keputusasaan o Baru berpisah, M
o Alam perasaan : depresi bercerai/kehilangan A
o Insomnia yang menetap o Hidup sendiri N
o Stres kehidupan multipel K
o Penurunan berat badan I
o Berbicara lamban, (pindah, kehilangan) L
F
keletihan, menarik diri dari  Faktor-faktor kepribadian I
E
lingkungan sosial o Impulsif, agresif, rasa N
 Penyakit Psikiatrik bermusuhan S
I
o Upaya bunuh diri o Kekuatan kognitif dan T
S
sebelumnya negatif A
o Alkoholisme dan o Keputusasaan S
penyalahgunaan obat o Harga diri rendah I
o Kombinasi dari kondisi di o Batasan/gangguan
atas. kepribadian antisosial

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
Medis Pada semua kasus, keinginan bunuh diri harus
diperiksa. Apakah orang mengisolasi dirinya sendiri waktu
kejadian sehingga ia tidak ditemukan atau melakukan
tindakan agar tidak ditemukan. Pada kasus bunuh diri
membutuhkan obat penenang saat mereka bertindak
kekerasan pada diri mereka atau orang lain, dan pasien
juga lebih membutuhkan terapi kejiwaan melalui
komunikasi terapeutik.

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
Keperawatan
Tindakan Keperawatan Untuk Pasien
o Membina Hubungan Saling percaya kepada pasien
o Melindungi pasien dari perilaku bunuh diri
o Membantu pasien untuk mengekspresikan
perasaannya
o Membantu pasien untuk meningkatkan harga dirinya
o Membantu pasien untuk menggunakan koping
individu yang adaptif

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
Keperawatan
Tindakan Keperawatan Untuk Keluarga
o Membina hubungan saling percaya
o Membantu pasien untuk mengidentifikasi kemampuan
dan aspek positif yang dimiliki
o Membantu pasien dalam menilai kemampuan yang
dapat digunakan untuk diri sendiri dan keluarga
o Melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan
o Memanfaatkan sistem pendukung yang ada

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Pencegahan
Macam-macam terapi berupa:  Strategi terapi:
 Psikoterapi individual atau terapi  Memotong lingkaran pikiran bunuh
kelompok. diri.
 Terapi keluarga.  Menguatkan kembali ego pasien dan
 Terapi obat-obatan sesuai dengan memperbaiki mekanisme pembelaan
keadaan; misalnya untuk pasien yang salah.
dewasa: amitriptilin (25-30 mg  Membantu pasien agar dapat hidup
3x/hari), diazepam (2-5 mg 3x/hari), wajar kembali.
klorpromazin (50-10 mg 3x/hari).

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


BUNUH DIRI

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Pengkajian
1. Identitas Pasien:
Meliputi nama klien, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, tanggal
MRS (masuk rumah sakit), informan, tanggal pengkajian, No Rumah Sakit dan alamat
klien.
2. Keluhan Utama:
Tanyakan pada keluarga/klien hal yang menyebabkan klien dan keluarga datang ke
rumah sakit. Yang telah dilakukan keluarga untuk mengatasi masalah, dan
perkembangan yang dicapai.

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Pengkajian
3. Faktor Predisposisi dan lebih baik mati saja
Beberapa faktor prediposisi perilaku Masalah Keperawatan:
bunuh diri meliputi : o Resiko bunuh diri
o Diagnosa Medis Gangguan Jiwa o Risiko perilaku kekerasan
o Sifat Kepribadian o Ketidakefekifan koping
o Lingkungan Psikososial 5. Aspek Fisik/Biologis
o Riwayat Keluarga Hasil pengukuran tanda-tanda vital
4. Faktor Predispitasi (TD, Nadi, Suhu, Pernafasan, TB, BB) dan keluhan
Klien mengatakan hidupnya tak berguna lagi fisik yang dialami oleh klien.

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Pengkajian
6. Konsep Diri 7. Hubungan Sosial
o Gambaran Diri Tanyakan Menurut klien orang yang
o Identitas paling dekat dengannya siapa ,ataukah teman
o Peran Diri sekamar yg satu agama. Apakah Klien adalah
orang yang kurang perduli dengan lingkungannya
o Ideal Diri atau sangat peduli dengan lingkugannya, apakah
o Harga Diri klien sering diam, menyendiri, murung dan tak
bergairah ,apakah klien merupakan orang yg
jarang berkomunikasi dan slalu bermusuhan
dengan teman yang lain, ataukah sangat
sensitive.

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Pengkajian
8. Spiritual serta merapikan lat makan kembali.
o Nilai dan keyakinan o Kemampuan BAB, BAK, menggunakan dan
o Kegiatan ibadah o membersihkan WC serta membersihkan
9. Status Mental dan merapikan pakaian.
o Penampilan o Mandi dan cara berpakaian klien tampak
o Pembicaraan rapi.
o Aktivitas Motorik o Istirahat tidur kilien, aktivitas didalam dan
diluar rumah.
o Interaksi selama wawancara
o Pantau penggunaan obat dan tanyakan
o Memori reaksinya setelah diminum
10. Kebutuhan Persiapan Pulang
o Kemampuan makan klien dan menyiapkan

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Pengkajian
11. Stressor Pencetus 12. Penilaian Stressor
Bunuh diri dapat terjadi karena stres Upaya bunuh diri tidak mungkin
yang berlebihan yang dialami individu. Faktor diprediksikan pada setiap tindakan. Oleh karena
pencetus seringkali berupa peristiwa kehidupan itu, perawat harus mengkaji faktor resiko bunuh
yang memalukan seperti masalah hubungan diri pada pasien
interpersonal, dipermalukan di depan umum, 13. Sumber Koping
kehilangan pekerjaan, ancaman penahanan dan Perlu dikaji adakah dukungan
dapat juga pengaruh media yang menampilkan masyarakat terhadap klien dalam mengatasi
peristiwa bunuh diri. masalah individu dalam memecahkan masalah
seringkali membutuhkan bantuan orang lain.

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Pengkajian
14. Mekanisme Koping
Mekanisme koping yang berhubungan dengan perilaku merusak diri tak langsung adalah denial,
rasionalisasi, intelektualisasi dan regresi. Seseorang yang melakukan tindakan bunuh diri adalah
indiviidu telah gagal menggunakan mekanisme pertahanan diri sehingga bunuh diri sebagai jalan
keluar menyelesaikan masalah hidupnya.

15. Intensitas Bunuh Diri


Respon adaptif Respon maladaptif

Peningkatan pengambilan resiko perilaku pencederaan diri bunuh diri


diri yang meningkatkan destruktif-diri
pertumbuhan tidak langsung

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
Pengkajian
16. Intensitas Bunuh Diri
Skor Intensitas

0 Tidak ada ide bunuh diri yang lalu atau sekarang


1 Ada ide bunuh diri, tidak ada percobaan bunuh diri, tidak mengancam
bunuh diri
2 Memikirkan bunuh diri dengan aktif, tidak ada percobaan bunuh diri
3 Mengancam bunuh diri, misalnya :’ Tinggalkan saya sendiri atau saya
bunuh diri”.
4 Aktif mencoba bunuh diri

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA
17. Pengkajian tingkat resiko Bunuh Diri
NO Perilaku atau Gejala Intensitas Resiko
Rendah Sedang Tinggi
1 Cemas Rendah Sedang Tinggi atau panic
2 Depresi Ringan Sedang Berat
3 Isolasi- Menarik diri Perasaan depresi yang samar, tidak Perasaan tidak berdaya, putus asa, Tidak berdaya,putus asa,
menarik diri menarik diri menarik diri, protes
pada diri sendiri

4 Fungsi sehari-hari Umumnya baik pada semua aktivitas Baik pada beberapa aktivitas Tidak baik pda semua
aktivitas
5 Sumber Beberapa Sedikit Kurang
6 Strategi koping Umumnya konstruktif Sebagian konstruktif Sebagian besar
destruktif
7 Orang dekat Beberapa Sedikit atau hanya satu Tidak ada
8 Pelayanan psikiatri yang Tidak, sikap positif Ya, umumnya memuaskan Bersikap negative
lalu terhadap pertolongan
9 Pola Hidup Stabil Sedang Tidak stabil
10 Pemakai alcohol/obat Tidak sering Sering Terus menerus
11 Percobaan bunuh diri Tidak atau yang tidak fatal Dari tidak sampai dengan cara Dari tidak sampai
sebelumnya yang agak fatal berbagai cara yag fatal

12 Disorientasi dan Tidak ada Sedikit Jelas atau ada


disorganisasi
13 Bermusuhan ASKEP BUNUH DIRI
Tidak atau sedikit Beberapa Jelas atau ada
14 Rencana Bunuh diri Samar, kadang-kadang ada pikiran, Sering dipikirkan, kadang-kadang
tidak ada rencana ad aide untuk merencanakan
KEPERAWATAN JIWA
Diagnosa Keperawatan

1. Resiko bunuh diri


2. Resiko perilaku kekerasan terhadap
diri sendiri
3. Ketidakefektifan koping

ASKEP BUNUH DIRI


KEPERAWATAN JIWA

ASKEP BUNUH DIRI