Anda di halaman 1dari 20

Analisis Anorganik-Kualitatif

(Analisis Anion-Kation)

Pertemuan Ke-7

Dr. Sri Adelila Sari, M.Si


Unsur logam dalam larutannya
akan membentuk ion positif
(kation), sedangkan unsur non
logam akan membentuk ion
Pendahuluan

negatif (anion).

Untuk identifikasi dapat digunakan


pendekatan melalui pengamatan
warna, bau, terbentuknya
gelembung gas ataupun endapan,
reaksi asam-basa, redoks,
kompleks.
Pengamatan umum
1. Perhatikan warna, bau dan sifat fisik yang
khusus apa saja.
2. Uji reaksi terhadap kerta lakmus.
terhadap Larutan
Uji Pendahuluan

a) Larutan itu netral : tak ada asam bebas,


basa bebas, garam asam dan garam
yang terhidrolisis sehingga memberikan
reaksi asam atau basa.
b) Larutan itu bereaksi basa : ini mungkin
disebabkan oleh hidroksida logam alkali
dan alkali tanah, karbonat, sulfida
hipoklorit, dan peroksida dan logam
alkali.
c) Larutan itu bereaksi asam : ini
disebabkan oleh asam bebas, garam
asam, garam terhidrolisis dan
memberikan reaksi asam , atau suatu
larutan garam dalam asam.
3. Uapkan larutan sampai kering dan catat
warna dan penampilan residu .

3
Perubahan pada pemanasan
sedikit zat dalam tabung uji dipanaskan perlahan-lahan
dan akan terjadi perubahan yang dapat diamati.
Pengamatan Kesimpulan

Pengarangan karena pembakaran dan Zat-zat organik


terbentuk karbondioksida
Hitam tapi tidak disertai pembakaran dan bau Garam Cu,Mn, Ni
Kuning (panas), putih (dingin) ZnO dan garam-garam Zn
Kuning coklat (panas), kuning (dingin) SnO2 dan BiO3
Kuning (panas / dingin) PbO dan garam Pb
Coklat (panas / dingin) CdO dan garam Cd
Merah hitam (panas), coklat (dingin) Fe2O3
Putih (panas / dingin) Garam Na, K, Ba, Ca, Mg, Pb

4
Pemeriksaan warna nyala logam
sedikit zat dalam gelas arloji dibasahi HCl pekat, beberapa kristal
dipijarkan menggunakan kawat platina (Pt) di atas bunsen.
Pengujian untuk anion dalam larutan

No Uji Anion Cara Keterangan

1. Uji sulfat Terdapat endapan


1. 2 mL larutan 3. Masukkan kertas yang berwarna
lakmus putih (BaSO4),
Didihkan selama menunjukkan
1-2 menit adanya sulfat.
2. HCl encer 2 mL 4. BaCl2 2 mL

2. Uji untuk Hilangnya warna


1. mL larutan 3. 3-4 tetes KMnO4 permanganat
zat
0.004 M menandakan adanya
pereduksi satu atau lebih anion
pereduksi berikut :
Sulfit, tiosulfat, sulfida,
2. H2SO4 encer 2 nitrit, bromida, iodida
mL dan arsenit
Pengujian untuk anion dalam larutan (sambungan)
No Uji anion Cara Keterangan

3. Uji untuk zat Apabila terdapat suatu


pengoksidasi 1. 2 mL larutan
perwarnaan coklat
(atau hitam)
menandakan adanya
2. 1 mL HCl pekat nitrat, nitrit, klorat,
3. 2 mL MnCl2 atau kromat.

4. Uji dengan larutan Untuk membuang H2S,


perak nitrat
asamkan 1 mL HCN, atau SO2 (1-2
ekstrak soda menit), dilakukan
dengan pemanasan dalam kamar
CH3COOH encer asam dan penting bahwa
didihkan dalam larutan harus bersifat
labu erlenmeyer kecil asam selama itu.
atau krus porselin Larutannya tidak
berwarna
Pengujian untuk anion dalam larutan (sambungan)

No Uji Anion Cara Keterangan


5. Uji dengan 1. 4-5 mL larutan ke cawan Jika terbentuk
larutan kalsium porselen dan dibuat endapan ketika
klorida asam sangat lemah larutan
dengan asam nitrat encer dinetralkan,
(gunakan kertas lakmus). dinyatakan
2. Didihkan selama 3-4 adanya arsen ,
menit stibium, dan
3. Ditambahkan amonia timah sulfida
encer dan garam dari
basa amfoter
(timbal, timah,
aluminium dan
zink) yang
mungkin.
9
Analisis Anion

Golongan sulfat + pereaksi BaCl2  garam barium tak larut air berwarna putih,
kecuali BaCr2O4 (kuning)
Golongan halida + asam nitrat + perak nitrat garam perak tak larut air
berwarna :

10
11
12
Analisis kation
Menurut sistematika berikut, kation digolongkan berdasarkan atas
perbedaan kelarutan dari garam kloria, sulfida dan karbonat sebagai
berikut : Gol I (Gol. Asam Klorida), II (Gol. Asam Sulfida), III (Gol.
Amonium Sulfida), IV (Gol. Amonium Karbonat), V (Gol. Sisa).

dan 5
Golongan 4 , dapat mengendap dengan larutan Amonium Karbonat
Prosedur Laboratorium untuk Analisa
Kualitatif Kation
Larutan yang mengandung kation-kation
+ HCl filtration Mengendap : AgCl, Hg2Cl2,
encer
PbCl2 (Gol. I)
Larut

filtration
+ H2S Mengendap : CuS, CdS, HgS,
(pH 0,5) + Amonium polisulfida  Bi2S3 (Gol. II A), , SnS2,
Larut filtration (Gol II B larut) Sb2Sb3 (Gol. II B)

+ NH4OH + NH4Cl + (NH4)2S Mengendap : CoS, FeS, MnS,


(pH 9) NiS, ZnS, Al(OH)3, Cr(OH)3
Larut filtration (Gol. III)

filtration Mengendap : BaCO3, CaCO3,


+ (NH4)2 CO3 SrCO3 (Gol. IV)

Larutan : Na+, K+, NH4+ ions (Gol. V)


Analisis kation Golongan I

Garam klorida :

larut dalam suhu panas

atau dengan H2SO4 memebentuk


endapan putih PbSO4

15
Analisis kation Golongan II

Kation Pemisahan Identifikasi Keterangan

+ asam nitrat  merkuri Endapan HgS (hitam)


tidak larut yang lain larut
Hg2+ Reduksi oleh Sn2+  Hg2Cl2
(putih)

PbSO4 sangat tidak larut + amonium asetat  Pb-


dalam air asetet + K2CrO4  PbCrO4
Pb2+ (kuning)

NH4OH berlebih  Reduksi Bi(OH)3  logam Bi


Bi(OH)3 tidak larut (hitam)
Bi3+

NH4OH berlebih  Larutan Cu (biru)


Cu(NH3)42+ , Cd(OH)2 larut [Cu2Fe(CN)6] (merah)
Cu2+ dan
CdS (kuning)
Cd2+

16
Analisis kation Golongan III

Kation Pemisahan Identifikasi Keterangan

H2SO4  hidoksida besi K4Fe(CN)6 (biru prusian)


larut Fe(SCN)63- (merah)
Fe2+

H2SO4  hidoksida Co + KSCN dalam alkohol 


lambat larut kompleks
Co2+ Co(SCN)2- (biru), perlu ditambah NaF  FeF63- (tidak
berwarna)

H2SO4  hidoksida Mn Oksidasi Mn2+  MnO4-


lambat laru (ungu dg NaBiO3)
Mn2+

+ NaOH  + asam nitrat + cromat 


larut Cr2O72- (jingga) + NH4(OH)
Al3+  endapan Al (putih)
dan Cr3+
Analisis kation Golongan IV

Kation Pemisahan Identifikasi Keterangan

H2SO4  kalsium sulfat agak Larutan dibuat basa untuk


larut, + amonium oksalat  Ca- Ca-oksalat (endapan putih) mencegah kelarutan Ca-oksalat
Ca2+ oksalat sangat tidak larut

+ Amonium sulfat 
H2SO4  barium sulfat sangat endapan barium (putih)
Ba2+
tidak larut dalam air Uji nyala  nyala hijau
kekuningan

18
Analisis kation GolonganV

Kation Pemisahan Identifikasi Keterangan

+ Na2HPO4 keadaan basa + pereaksi magneson I / II + NaOH


 MgNH4PO4  Mg(OH)2 (putih) mengadsorbsi
Mg2+ (mengendap) magneson (biru)

Tidak mengendap dengan Uji nyala  nyala Na+ (kuning), K+


Na+
pereaksi-pereaksi (merah keunguan)
,K+
sebelumnya Gas NH4+ (bau amoniak)
,NH4+
TERIMA KASIH
Jangan lupa
untuk banyak
membaca
referensi lainnya
baik dari buku
literatur maupun
sumber internet
yang sesuai …

20