Anda di halaman 1dari 27

PATOLOGI KARDIOVASKULER

KELOMPOK 6 :
Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai
jaringan paru-paru atau alveoli. Terjadinya pneumonia,
khususnya pada anak, seringkali bersamaan dengan
proses infeksi akut pada bronkus, sehingga biasa
disebut dengan bronchopneumonia.
 Pneumonia adalah sebuah penyakit pada
paru-paru di mana pulmonary alveolus
(alveoli) yang bertanggung jawab menyerap
oksigen dari atmosfer menjadi "inflame" dan
terisi oleh cairan.
Pneumonia dapat disebabkan oleh
beberapa penyebab, termasuk infeksi oleh
bakteria, virus, jamur, atau parasit. Pneumonia
dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau
fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari
penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau
terlalu banyak minum alkohol.
 Batuk nonproduktif
 Ingus (nasal discharge)
 Suara napas lemah
 Retraksi intercosta
 Penggunaan otot bantu nafas
 Demam
 Ronchii
 Leukositosis
 Thorax photo menunjukkan infiltrasi melebar
 Batuk
 Sakit kepala
 Kekakuan dan nyeri otot
 Sesak nafas
 Menggigil
 Berkeringat
 Lelah.
Manifestasi nonspesifik infeksi dan
toksisitas berupa demam, sakit kepala, iritabel,
gelisah, malise, nafsu makan kurang, keluhan
gastrointestinal. Gejala umum saluran
pernapasan bawah berupa batuk, takipnu,
ekspektorasi sputum, napas cuping hidung,
sesak napas, air hunger, merintih, dan sianosis
Anak yang lebih besar dengan pneumonia
akan lebih suka berbaring pada sisi yang sakit
dengan lutut tertekuk karena nyeri dada. Tanda
pneumonia berupa retraksi (penarikan dinding
dada bagian bawah ke dalam saat bernapas
bersama dengan peningkatan frekuensi napas)
Sebagian besar pneumonia disebabkan oleh
bakteri, yang timbul secara primer atau
sekunder setelah infeksi virus. Penyebab
tersering pneumonia bakterialis adalah bakteri
positif-gram, Streptococus pneumoniae yang
menyebabkan pneumonia streptokokus.
Bakteri Staphylococcus aureus dan
streptokokus beta-hemolitikus grup A
juga sering menyebabkan pneumonia,
demikian juga Pseudomonas aeruginosa
Etiologi:
 Bakteri : streptococus pneumoniae,
staphylococus aureus
 Virus : Influenza, parainfluenza, adenovirus
 Jamur : Candidiasis, histoplasmosis,
aspergifosis, coccidioido mycosis,
cryptococosis, pneumocytis carini
 Aspirasi : Makanan, cairan, lambung
 Inhalasi : Racun atau bahan kimia, rokok,
debu dan gas
 Pneumonia virus bisa disebabkan oleh
Faktor-faktor risiko terkena pneumonia,
antara lain, Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA),
usia lanjut, alkoholisme, rokok, kekurangan
nutrisi, Umur dibawah 2 bulan, Jenis kelamin
laki-laki , Gizi kurang, Berat badan lahir rendah,
Tidak mendapat ASI memadai, Polusi udara,
Kepadatan tempat tinggal, Imunisasi yang
tidak memadai, Membedong bayi, efisiensi
vitamin A dan penyakit kronik menahun.
Pneumonia dapat terjadi akibat
menghirup bibit penyakit di udara, atau kuman
di tenggorokan terisap masuk ke paru-paru.
Penyebaran bisa juga melalui darah dari luka di
tempat lain, misalnya di kulit.
Jika melalui saluran napas, agen
(bibit penyakit) yang masuk akan
dilawan oleh pelbagai sistem
pertahanan tubuh manusia.
Misalnya, dengan batuk-batuk, atau
perlawanan oleh sel-sel pada lapisan lendir
tenggorokan, hingga gerakan rambut-rambut
halus (silia) untuk mengeluarkan mukus (lendir)
tersebut keluar. Tentu itu semua tergantung
besar kecilnya ukuran sang penyebab tersebut.
Komplikasi pneumonia lebih mungkin terjadi
pada mereka yang berusia lanjut, perokok, dan
penderita penyakit jantung atau paru-paru.
 Komplikasi dapat berupa:

Bakteri di peredaran darah.


Bakteremia adalah terdapatnya bakteri di
dalam aliran darah.
Sepsis adalah suatu infeksi di dalam aliran
darah
 PENYEBAB
Sepsis merupakan akibat dari suatu infeksi
bakteri di bagian tubuh manusia.
Yang sering menjadi sumber terjadinya sepsis
adalah infeksi ginjal, hati atau kandung
empedu, usus, kulit (selulitis) dan paru-paru
(pneumonia karena bakteri).
 - Septic shock.

Shock septik adalah shock yang disebabkan


oleh infeksi yang menyebar luas yang merupakan
bentuk paling umum shock distributif. Pada kasus
trauma, shock septik dapat terjadi bila pasien
datang terlambat beberapa jam ke rumah sakit.
Shock septik terutama terjadi pada pasien-pasien
dengan luka tembus abdomen dan kontaminasi
rongga peritonium dengan isi usus.
 Penumpukan cairan dan infeksi di sekitar
paru-paru.
Akibat sejumlah darah terbendung, darah
di paru-paru terbendung juga karena tidak
lancar seluruhnya mengalir ke dalam jantung.
Keadaan demikian yang menimbulkan
penumpukan cairan di paru-paru.
Semakin banyak jumlah darah yang
terbendung, semakin banyak jumlah cairan
yang menumpuk karena keluar merembes. Jika
bendungan darah terjadi di serambi jantung
kanan yang menerima darah kembali dari
seluruh tubuh, penumpukan cairan terjadi di
tungkai dan kaki, sehingga tungkai dan kaki
membengkak
 Abses di paru-paru.
Abses Paru adalah suatu kondisi medis
yang ditandai dengan terbentuknya suatu
rongga yang berisi debris jaringan mati atau
cairan yang umumnya disebabkan oleh infeksi
bakteri di dalam paru-paru.
Orang dengan abses paru biasanya sakit
selama beberapa minggu atau bulan dengan
kehilangan selera makan dan penurunan berat
badan. Mereka juga dapat menderita demam,
batuk dengan dahak berbau dan nyeri dada.
Abses paru biasanya disebabkan oleh aspirasi,
dimana isi lambung memasuki paru-paru, atau
sebagai komplikasi dari infeksi saluran
pernafasan, seperti pneumonia dan bronkitis
akut
 Acute respiratory distress syndrome(ARDS).
Gagal nafas akut /ARDS adalah
ketidakmampuan sistem pernafasan untuk
mempertahankan oksigenasi darah normal
(PaO2), eliminasi karbon dioksida (PaCO2) dan
pH yang adekuat disebabkanoleh masalah
ventilasi difusi atau perfusi (Susan Martin T,
1997)
 http://joviardan.blogspot.com/2013/05/ards-
acute-respiratory-distress-syndrome.html
 http://www.persify.com/id/perspectives/medical
-conditions-diseases/abses-paru-_-
9510001031384
 http://www.terapisehat.com/2010/09/bakteremi
a-dan-sepsis-ada-bakteri-di.html
 http://skripsi-artikel-
makalah.blogspot.com/2010/05/shock-
septic.html
 Sianosis :
 Menggigil:
 Debris: sisa-sisa
 Batuk non produktif:
 Ronchi: