Anda di halaman 1dari 12

Materi : KONSTRUKSI KUDA KUDA

Nama Kelompok :
- Yeremia M Kambuaya
01.2016.1.05224

- Olandino Joaquim Da Silva


01.2016.1.05225

- Geraldo Angelo Lopes Lemos Martins


01.2016.1.05211
KONSTRUKSI KUDA KUDA

Konstruksi kuda-kuda adalah susunan rangka batang yang berfungsi mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri, sekaligus dapat
memberikan bentuk pada atap.Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi struktur
framework (truss), secara umumnya kuda - kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang. Untuk lebih mengenal fungsi kuda kuda kita
akan uraikan sebagai berikut :
Kuda kuda berfungsi untuk menerima beban dari atap yaitu :
• Air Hujan
• Angin
• Genteng
• Reng Usuk dan list-plank
• Plafon
• Dan beban dari kuda kuda itu sendiri, adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-kuda bagian atas (P) mengalami perubahan letak
yaitu turun ke P’, sehingga kaki kuda-kuda menekan kedua tembok kearah samping. Bila tembok tidak kokoh maka tembok akan roboh.
-Kuda - kuda kayu digunakan sebagai pendukung atap dengan bentang maksimal sekitar 12 m. Kuda - kuda bambu pada
umumnya mampu mendukung beban atap sampai dengan 10 meter

-Kuda - kuda baja sebagai pendukung atap, dengan sistem frame work atau lengkung dapat mendukung beban atap sampai
dengan bentang 75 meter, seperti pada hanggar pesawat, stadion olah raga, bangunan pabrik, dll.

-Kuda - kuda dari beton bertulang dapat digunakan pada atap dengan bentang sekitar 10 hingga 12 meter.

-Pada kuda - kuda dari baja atau kayu diperlukan ikatan angin untuk memperkaku struktur kuda-kuda pada arah horisontal.

Pada dasarnya konstruksi kuda - kuda terdiri dari rangkaian batang yang selalu membentuk segitiga. Dengan
mempertimbangkan berat atap serta bahan dan bentuk penutupnya, maka konstruksi kuda - kuda satu sama lain akan
berbeda, tetapi setiap susunan rangka batang harus merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang
nantinyamampu memikul beban yang bekerja tanpa mengalami perubahan.
Kuda-kuda diletakkan diatas dua struktur beton/baja selaku tumpuannya. Perlu diperhatikan bahwa tembok
diusahakan tidak menerima gaya horisontal maupun momen, karena tembok hanya mampu menerima beban vertikal
saja ( dalam perhitungan struktur tembok tidak diperhitungkan sebagai penerima beban tapi hanya sebagai beban )
Beban-beban yang dihitung adalah :
1. Beban mati ( yaitu berat penutup atap, reng, usuk, gording, kuda - kuda, plafon termasuk instalasi listrik, air
bersih/air kotor dan instalasi lain yang berada diatas plafon dengan posisi menggantung )
2. Beban hidup ( angin, air hujan, orang pada saat memasang/memperbaiki atap )
Kuda - kuda berdasarkan bentang kuda-kuda dan jenis bahannya :

Bentang 3-4 Meter


Digunakan pada bangunan rumah bentang sekitar 3 s.d. 4 meter, bahannya dari kayu, atau beton bertulang.

B Bentang 4-8 Mater


Untuk bentang sekitar 4 s.d. 8 meter, bahan dari kayu atau beton bertulang.
Bentang 9-16 Meter
Untuk bentang 9 s.d. 16 meter, bahan dari baja (double angle).
Bentang 20 Meter
Bentang maksimal sekitar 20 m, Bahan dari baja (double angle) dan Kuda-kuda atap sebagai loteng, Bahan dari kayu
Kuda-Kuda Baja Profil Siku Kuda-Kuda Gabel Profil WF

Kuda-Kuda Gabel Profil WF

Kuda-Kuda Baja Profil Siku

Untuk bentang lebih dari 9 m disarankan menggunakan tenaga ahli dalam menentukan dimensi material yang
digunakan.
Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak bergerak ke samping akibat tekanan beban dari atas perlu
dipasang balok horisontal untuk menahan kedua ujung bawah balok kaki kuda-kuda yaitu berupa balok tarik.
Karena lebar bentangan menahan beban yang bekerja dan beban berat sendiri kuda-kuda, maka
batang tarik AB akan melentur. Titik P bergerak turun ke titik P’, dengan adanya pelenturan,
tembok seolah olah masuk ke dalam

Untuk mengatasi adanya penurunan pada batang tarik diujung atas kaki kuda-kuda
dipasangi tiang dan ujung bawah tiang menggantung tengah-tengah batang tarik AB
yang disebut tiang gantung.
Semakin besar beban yang bekerja dan bentangan yang semakin panjang, sehingga kaki kuda-kuda yang
miring mengalami pelenturan. Dengan adanya pelenturan pada kaki kuda-kuda maka bidang atap akan
kelihatan cekung kedalam, ini tidak boleh terjadi.

Untuk mencegah pelenturan pada kaki kuda-kuda perlu dipasangi batang sokong/skoor dimana ujung
bawah skoor memancang pada bagian bawah tiang gantung ujung atas skoor menopang bagian tengah
kuda-kuda. Dengan demikian pelenturan dapat dicegah.
Pada bangunan-bangunan yang berukuran besar, kemungkinan
konstruksi kuda-kuda melentur pada bidangnya karena kurang begitu
kaku. Untuk itu perlu diperkuat dengan dua batang kayu horisontal yang
diletakkan kira-kira ditengah-tengah tinggi tiang gantung.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH