Anda di halaman 1dari 14

MEKANIKA BAHAN

4. Momen Inersia
8012213 (2 sks) semester II
BAB MOMEN INERSIA TERDIRI
DARI 2 POKOK BAHASAN:

1.Titik Berat
2.Momen Inersia
1. TITIK BERAT PENAMPANG

𝑆𝑡𝑎𝑡𝑖𝑠 𝑀𝑜𝑚𝑒𝑛 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑎𝑑𝑎𝑝 𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑔𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑠𝑒𝑎𝑟𝑎ℎ 𝑠𝑢𝑚𝑏𝑢 𝑦


Titik Berat x =
𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑛𝑎𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

𝑆𝑥
Titik Berat x =
𝐴
y

𝑆𝑡𝑎𝑡𝑖𝑠 𝑀𝑜𝑚𝑒𝑛 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑎𝑑𝑎𝑝 𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑔𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑠𝑒𝑎𝑟𝑎ℎ 𝑠𝑢𝑚𝑏𝑢 𝑥


Titik Berat y =
𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑛𝑎𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

𝑆𝑦
Titik Berat y =
𝐴

Statis Momen = Luas x jarak


Jarak = jarak titik berat luasan terhadap garis yang ditinjau
Contoh 1:
Titik Berat y
b

Dimisalkan garis ttk berat x berada di batas


Y atas YA dan YB dimana YA = h/2
h (YA )
x Statis momen x ditinjau terhadap sisi atas
Y bawah penampang (titik berat x = 𝑌𝐴 ).
(YB ) 𝑆𝑦 (𝑏ℎ)(ℎ/2) ℎ
𝑌𝐴 = = =
𝐴 𝑏ℎ 2
b
Titik Berat x
y Dimisalkan garis ttk berat y berada di batas
Xkr dan Xkn dimana Xkr = b/2
h
Statis momen y ditinjau terhadap sisi kiri
penampang (titik berat y = 𝑋𝑘𝑟).
𝑆𝑥 (𝑏ℎ)(𝑏/2) 𝑏
𝑋𝑘𝑟 = = =
𝐴 𝑏ℎ 2
Xkr Xkn
Contoh 2:
20 cm

A1 8 cm Hitung titik berat gambar penampang


disamping!
A2
25 cm

Penyelesaian:
10 cm Penampang tidak simetris.
a Dimisalkan letak titik berat penampang:
x
YA 1. Titik berat x ( YA , YB )
b Statis momen ditinjau terhadap sisi atas penampang:
YB 𝑠𝑦 (𝐴1 )(𝑎) + 𝐴2 𝑏
𝑌𝐴 = =
𝐴 𝐴
20𝑥8 4 + 10𝑥25 12,5
= = 9,18𝑐𝑚
20𝑥8 + 10𝑥25
𝑌𝐵 = 25 + 8 − 𝑌𝐴 = 23,82𝑐𝑚
Y
c 2. Titik berat Y ( Xkr , Xkn )
Statis Momen ditinjau terhadap sisi kiri penampang:
d 𝑠𝑥 (𝐴1 )(𝑐) + 𝐴2 𝑑
𝑋𝑘𝑟 = =
𝐴 𝐴
20𝑥8 10 + 10𝑥25 5
= = 6,95𝑐𝑚
20𝑥8 + 10𝑥25
𝑋𝑘𝑛 = 20 − 𝑋𝑘𝑟 = 13,05𝑐𝑚
Xkiri Xkanan
2. MOMEN INERSIA

I z   y dA
h
2 2
I z   y bdy
2

h
2

dA  bdy y3
h
2

y b
3 
h
2

h/2 b h  h 3 3

z     
h/2
dy 3 8  8 
bh 3

Garis netral b 12
• Momen inersia digunakan menentukan kemampuan
𝑀𝑌
terhadap lentur, tegangan lentur 𝜎𝑙 =
𝐼
• Momen inersia digunakan untuk menentukan lendutan yang
terjadi pada balok.
y h

h/2
b/2
z z
h/2 b/2

b y

bh 3 > hb 3
Iz  Iz 
12 Penampang yg lebih kuat 12
BUILT-UP PENAMPANG
Built-up penampang = kombinasi penampang.
Hal ini sering menguntungkan dengan menggabungkan
sejumlah penampang yang kecil untuk membuat balok
atau kolom dengan kekuatan yang lebih besar.

Momen inersia penampang built-up, ditentukan dengan


menambahkan momen inersia dari bagian-bagian
komponen
CONTOH:

Dengan memotong web dari profil baja,lalu menggesernya dan disambung


kembali, didapat h lebih tinggi, sehingga Inersia juga makin besar, kemampuan
juga makin besar.
MOMEN INERSIA
(PENAMPANG PERSEGI)
d
y’ y
𝐼𝑥 = 1ൗ12 𝑏ℎ3
𝐼𝑦 = 1ൗ12 ℎ𝑏3
x
𝐼𝑥′ = 𝐼𝑥 + 𝑐 2 𝐴
c 𝐼𝑦′ = 𝐼𝑦 + 𝑑 2 𝐴
x’
Contoh 3:
20 cm

A1 8 cm Hitung Momen inersia dari gambar


penampang disamping!
A2
25 cm

Penyelesaian:
10 cm Soal ini sama dengan soal no.2, sehingga tidak
perlu lagi menghitung letak garis netral.
Dari penyelesaian soal no.2 didapat nilai:
𝑌𝐴 = 9,18𝑐𝑚 , 𝑌𝐵 = 23,82𝑐𝑚
𝑋𝑘𝑟 = 6,95𝑐𝑚, 𝑋𝑘𝑛 = 13,05𝑐𝑚
20 cm
𝐼𝑥′ = 𝐼𝑥 + 𝑐 2 𝐴
A1 8 cm
𝑌𝐴 = 9,18 𝐼𝑦′ = 𝐼𝑦 + 𝑑 2 𝐴
c1

c2 𝐼𝑥 = (𝐼𝑥1 +𝑐1 2 𝐴1 ) + (𝐼𝑥2 +𝑐2 2 𝐴2 )


25 cm 𝑌𝐵 = 23,82 𝐼𝑥 = (1/12𝑥20𝑥83 + 9,18 − 4 2 20𝑥8
A2 +1/12𝑥10𝑥253 + 25 − 23,82 2 10𝑥25
= 𝑐𝑚4
10 cm
y
20 cm
d1 𝐼𝑦 = (𝐼𝑦1 +𝑑1 2 𝐴1 ) + (𝐼𝑦2 +𝑑2 2 𝐴2 )
A1 8 cm 𝐼𝑦 = (1/12𝑥20𝑥83 + 13,05 − 10 2 20𝑥8
+1/12𝑥10𝑥253 + 6,95 − 5 2 10𝑥25
= 𝑐𝑚4
d2
25 cm
A2

𝑋𝑘𝑟 = 6,95 𝑋𝑘𝑛 = 13,05


TUGAS NPM GANJIL:
30 cm+NPM

10 cm+NPM

Hitung Momen inersia dari gambar


penampang disamping!
30 cm

15 cm+NPM

30 cm+NPM TUGAS NPM GENAP:


10 cm+NPM

Hitung Momen inersia dari gambar


10 cm penampang disamping!
25 cm

10 cm+NPM

20 cm+NPM