Anda di halaman 1dari 30

UU No.

36/2009 ttg Kesehatan


Pasal 108

Praktik Kefarmasian yang meliputi


pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi,
pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat,
 pelayanan obat atas resep dokter,
 pelayanan informasi obat serta
 pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional

harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan
sesuai dengan ketentuan peraturan per-undang2an

2
KEBIJAKAN OBAT NASIONAL*
Ketersediaan, pemerataan &
keterjangkauan obat, termasuk
obat esensial
Keamanan, khasiat dan mutu
obat yang beredar serta
melindungi masyarakat dari
Pemerintah penggunaan yang salah dan
Menjamin : penyalahgunaan obat

Penggunaan
* SK Menkes No. 189/Menkes/SK/III/2006
obat yang
rasional
4

PENGGUNAAN OBAT RASIONAL


(POR)
PENGERTIAN POR
Apabila :
- Pasien menerima pengobatan sesuai
dengan kebutuhan klinisnya,
- dalam dosis yang sesuai dengan
kebutuhan,
- dalam periode waktu yang adequate
dan
- dengan biaya yang terjangkau oleh
masyarakat banyak.
TUJUAN PROGRAM POR

TERCAPAINYA PENGGUNAAN OBAT


SECARA RASIONAL DI SELURUH
INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN
PEMERINTAH MAUPUN SWASTA
TERMASUK SWAMEDIKASI OLEH
MASYARAKAT

5 55
PENGGUNAAN OBAT RASIONAL*

DIAGNOSIS • sesuai dengan

YANMED
T PENILAIAN KONDISI PASIEN kebutuhan
klinisnya
E INDIKASI
• dosis yang
P JENIS OBAT sesuai dengan
DOSIS kebutuhan
A
CARA & LAMA PEMBERIAN
T

YANFAR
INFORMASI • periode waktu
yang adequate
HARGA TERJANGKAU
• dengan biaya
KEPATUHAN PASIEN yang terjangkau
WASPADA ESO

*WHO : rational use of medicine


INDIKATOR KINERJA POR: INDIKATOR
PERESEPAN PADA PUSKESMAS

• Batas • Batas
toleransi 20 toleransi 8
% %
% AB pd
% AB
Diare
ISPA Non
Non
Pneumoni
Spesifik

Rerata jumlah % Injeksi


item obat/ pada
resep Myalgia
• Batas • Batas
toleransi 2,6 toleransi 1
item %
CARA PENGISIAN
 Kasus adalah pasien yang berobat ke
Puskesmas/Pustu dengan diagnosis tunggal ISPA non
pneumonia( batuk-pilek), diare akut non spesifik, dan
penyakit sistem otot dan jaringan (Myalgia)
 Dasar pemilihan ketiga diagnosis adalah:
 1.Termasuk 10 Penyakit terbanyak
 2.Diagnosis dapat ditegakkan oleh petugas tanpa
memerlukan pemeriksaan penunjang.
 3.Pedoman terapi untuk ketiga diagnosis jelas
 4.tidak memerlukan antibiotik/injeksi
 5.Selama ini ketiganya dianggap potensial untuk
diterapi secara tidak rasional.
lanjutan
PENGUMPULAN DATA PERESEPAN

Diagnosa Penyakit yang dimonitor:

Penyakit
ISPA non Diare Non sistem otot
Pneumonia Spesifik & jaringan
(Myalgia)
9
CARA PENGISIAN
FORMULIR INDIKATOR
PERESEPAN.ppt
1. Pasien diambil dari register harian setiap hari,
masing-masing 1 pasien untuk setiap diagnosis 
25 pasien dari tiap diagnosis terpilih per-bulan.
2. Jika pd hari tertentu tidak ada pasien dengan
diagnosis tsb diisi dengan pasien hari berikutnya,
dst.
3. Bila pasien dengan diagnosis tsb > 1, diambil pasien
dengan urutan pertama.
4. Puyer dan obat kombinasi dituliskan rincian
obatnya.
5. Jenis obat tmsk obat luar, obat minum dan injeksi.
6. Injeksi tidak termasuk imunisasi.

10
Keterangan
 Kolom 1 : diisi dengan tanggal-bulan-tahun yang tertulis pada resep
 Kolom 2 : diisi sesuai dengan nomor urut data resep
 Kolom 3 : diisi sesuai dengan inisial nama pasien
 Kolom 4 : diisi sesuai dengan umur pasien dalam tahun atau bulan (untuk bayi)
 Kolom 5 : diisi sesuai dengan jumlah zat aktif obat yang tercantum pada setiap lembar resep
 Kolom 6 : diisi dengan ya atau tidak untuk menyatakan penggunaan antibiotik pada lembar resep
 Kolom 7 : diisi sesuai dengan nama obat yang tertulis dalam setiap lembar resep
 Kolom 8 : diisi sesuai dengan dosis pemakaian yang tercantum pada lembar resep
 Kolom 9 : diisi sesuai dengan lama pemakaian yang tercantum dalam lembar resep / hari, misal 3 x1
 Kolom 10 : diisi oleh petugas supervisor pada saat kunjungan supervisi dengan mengacu pada
standar pengobatan
 N : Jumlah lembar resep
 A : Jumlah Item Obat pada semua lembar resep
 B : Jumlah pasien yang mendapatkan Antibiotik
 AB : Antibiotik

11
PENGUMPULAN DATA PERESEPAN DI
PUSKESMAS (ISPA NON PNEUMONIA) FORM-1
FORMULIR PELAPORAN INDIKATOR PERESEPAN ISPA NON PNEUMONIA

Puskesmas : …………………………………………………………..
Kabupaten : ………………………………………………………….. Bulan : …………………………
Provinsi : ………………………………………………………….. Tahun : …………………………

Lama
Jumlah Antibiotik Sesuai Pedoman
Tgl No. Nama Umur Nama Obat Dosis Obat Pemakaian
Item Obat Ya/Tidak Ya/Tidak
(hari)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) ( 10 )

a. amoksisilin
1-11-2013 sumi 33 4 ya b. paracetamol
1 c. Ctm

d.
a.
3-11-2013 rara 25 3 tdk b.
2
c.
d.
a.
5-11-2013 santi 18 3 tdk b.
3
c.
d.
a.
30-11-
2013 4 mira 17 4 ya b.
c.
d.
a.
b.
dst
c.
d.
Total Item Obat A = 14 B =2
N= 4 Rerata Item Obat/ A/N
Lembar Resep
Persentase AB B / N x 100 % 12
Cara perhitungan ispa Non pnemoni

 N = jumlah pasien sebulan


 A= jhh item obat
 B= jlh pasien yang mendapat antibiotik
 Rerata item obat = A / N = 14 / 4= 3,5 item
 A = 14 N = 4 B = 2
 Persentase Antibiotik = B / N x 100 %
 = 2 / 4 x 100 % = 50 %

13
PENGUMPULAN DATA PERESEPAN DI
PUSKESMAS (DIARE NON SPESIFIK) FORM-2
FORMULIR PELAPORAN INDIKATOR PERESEPAN DIARE NON SPESIFIK

Puskesmas : …………………………………………………………..
Kabupaten : ………………………………………………………….. Bulan : …………………………
Propinsi : ………………………………………………………….. Tahun : …………………………

Jumlah Lama
Antibiotik Sesuai Pedoman
Tgl No. Nama Umur Item Nama Obat Dosis Pemakaian
Ya/Tidak Ya/Tidak
Obat (hari)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) (9) ( 10 ) ( 11 )
a.
1-11-2013 putri 19 4 ya b.
1
c.
d.
a.
4-11-2013 indra 20 4 Ya b.
2
c.
d.
a.
6-11-2013 sulaiman 30 3 tdk b.
3
c.
d.
a.
30-11-2013 vera 25 4 ya b.
4
c.
d.
a.
b.
dst
c.
d.
Total Item Obat A = 15 B=3
Rerata Item Obat/
N=4 A/N
Lembar Resep
Persentase AB B / N x 100 %

14
Cara perhitungan diare non spesifik

 N = jumlah pasien sebulan


 A= jhh item obat
 B= jlh pasien yang mendapat antibiotik
 Rerata item obat = A / N = 15 / 4= 3,75 item
 A = 15 N = 4 B = 3
 Persentase Antibiotik = B / N x 100 %
 = 3 / 4 x 100 % = 75 %

15
PENGUMPULAN DATA PERESEPAN
DI PUSKESMAS (MYALGIA) FORM-3
FORMULIR PELAPORAN INDIKATOR PERESEPAN MYALGIA
Puskesmas : …………………………………………………………..
Kabupaten : ………………………………………………………….. Bulan : …………………………
Propinsi : ………………………………………………………….. Tahun : …………………………

Lama Sesuai
Jumlah Injeksi
Tgl No. Nama Umur Nama Obat Dosis Pemakaian Pedoman
Item Obat Ya/Tidak
(hari) Ya/Tidak
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) ( 9) ( 10 ) ( 11 )
a.
1-11-2013 wati 33 4 ya b.
1
c.
d.
a.
3-11-2013 indra 25 3 ya b.
2
c.
d.
a.
5-11-2013 intan 18 4 ya b.
3
c.
d.
a.
b.
dst c.

d.
Total Item Obat A = 11 B=3
N= 3 Rerata A/N
B / N x 100
Persentase Injeksi % 16
Cara perhitungan Myalgia

 N = jumlah pasien sebulan


 A= jhh item obat
 B= jlh pasien yang mendapat antibiotik
 Rerata item obat = A / N = 11 / 3= 3,66 item
 A = 11 N = 3 B = 3
 Persentase injeksi = B / N x 100 %
 = 3 / 3 x 100 % = 100 %

17
Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai secara geografis terletak
pada posisi 03˚01’ 2,5” - 03°46’33” Lintang Utara, 98˚44’ 22” -
99°19’01” Bujur Timur. Kabupaten Serdang Bedagai memiliki
area keseluruhan seluas kurang lebih 8.789,38 km2 (878.938 Ha)
yang meliputi daratan seluas kurang lebih 1.952,38 km2 (195.238
Ha) dan lautan seluas kurang lebih 6.837 km2 (683.700Ha) yang
terdiri dari 17 kecamatan dan 243 kelurahan / desa. Secara
administratif Kabupaten Serdang Bedagai berbatasan dengan
beberapa daerah, yaitu :
Sebelah Utara : Selat Malaka
Sebelah Selatan : Kabupaten Simalungun
Sebelah Timur : Kabupaten Batubara dan Kabupaten
Simalungun
Sebelah Barat : Kabupaten Deli Serdang
Ibukota kabupaten Serdang Bedagai terletak di kecamatan Sei
Rampah yaitu kota Sei Rampah
Jumlah
NO Kecamatan Luas/Km²
Desa Kelurahan Dusun
1 Pantai Cermin 80,20 12 - 81

2 Perbaungan 118,63 24 4 107

3 Teluk Mengkudu 76,54 12 - 66

4 Sei Rampah 214,65 17 - 103

5 Tanjung Beringin 71,94 8 - 48

6 Bandar Khalipah 82,59 5 - 60

7 Tebing Tinggi 147,49 14 - 93

8 Sipispis 220,52 20 - 114

9 Dolok Merawan 141,70 17 - 54

10 Dolok Masihul 194,40 27 1 110

11 Kotarih 83,67 11 - 28

12 Pegajahan 99,36 12 1 60

13 Sei Bamban 82,01 10 - 82

14 Tebing Syahbandar 142,85 10 - 67

15 Silinda 56,54 9 - 33

16 Bintang Bayu 66,83 19 - 54

17 Serba Jadi 67,47 10 - 58

Jumlah 1.952,38 237 6 1.221


NO KECAMATAN PUSKESMAS DOKTER APOTEKER TTK NON TTK

1 PERBAUNGAN 5 0 1 -
PERBAUNGAN
2 MELATI 2 0 1 -

3 PANTAI CERMIN PANTAI CERMIN 3 0 1 -

4 PEGAJAHAN PEGAJAHAN 3 0 2 -

5 TELUK MENGKUDU SIALANG BUAH 5 0 - 1

6 SEI RAMPAH 3 0 1 -
SEI RAMPAH
7 PKL BUDIMAN 2 0 1 -

8 T BERINGIN T BERINGIN 2 0 1 -

9 SEI BAMBAN DESA PON 2 0 2 -

10 PAYA LOMBANG 2 0 - 1
TEBING TINGGI
11 N KESIANGAN 1 0 - 1

12 T SYAHBANDAR T SYAHBANDAR 2 0 1 -
NO KECAMAT PUSKESM DOKTER APOTEKE TTK NON TTK
AN AS R

BANDAR 0 1
13 BDR KALIPAH 1 -
KALIPAH
DOLOK 0 1
14 DLK MERAWAN 1 -
MERAWAN
DOLOK DOLOK 0 -
15 2 1
MASIHUL MASIHUL
16 SIPISPIS SIPISPIS 2 0 1 -

17 SERBAJADI KUALA BALI 4 0 2 -

18 BINTANG BAYU BINTANG BAYU 1 0 1 -

19 KOTARIH KOTARIH 2 0 1 -

20 SILINDA SILINDA 2 0 - 1

JUMLAH 46 0 17 5
JUMLAH KUNJUNGAN
MENURUT JENIS KELAMIN
NO PERIODE LAKI-LAKI PEREMPUAN TOTAL

1 TW I 45.670 42.685 88.355


2 TW II 35.940 29.544 65.484
JUMLAH 81.610 72.229 153.839
SEPULUH JENIS PENYAKIT
TERBESAR TW I 2017
NO JENIS PENYAKIT JUMLAH
1 ISPA 6576
2 HIPERTENSI 2739
3 PENY PD SISTEM OTOT & JARINGAN 2553
4 DIARE 2140
5 CHEPALGIA 1781
6 BATUK 1535
7 GASTRITIS 1262
8 PENY KULIT ALERGI 910
9 OBSERVASI FEBRIS 863
10 INFLUENZA 829
SEPULUH JENIS PENYAKIT
TERBESAR TW II 2017
NO JENIS PENYAKIT JUMLAH
1 ISPA 5782
2 GASTRITIS 3575
3 DEMAM 2374
4 PENY PD SISTEM OTOT & JARINGAN 2310
5 HIPERTENSI 2199
6 INFLUENZA 1912
7 DIARE 1863
8 DISPEPSIA 1843
9 OBSERVASI FEBRIS 1490
10 BATUK 1435
Prosentase AB, Injeksi, dan Rerata
item obat kab. Sergai TW I, II 2017
NO DIAGNOSA TW I TW II
1 Persentase AB ISPA Non-pneumonia 55.45 % 36,96 %
2 Persentase AB Diare Non spesifik 59,63 % 43,81 %
3 Persentase Injeksi 6,06 % 1,29 %
4 Rerata Item Obat 3,54 3,17
Distribusi % kinerja POR Puskesmas
TW I, II 2017
NO PUSKESMAS % POR TW I %POR TW II
1 PERBAUNGAN 79.5 68.2
2 NAGA KESIANGAN 44.0 31.8
3 SIPIS - PIS 40.5 36.5
4 DESA PON 41.2 29.4
5 TEBING SYAHBANDAR 32 70.5
6 PANGKALAN BUDIMAN 52.2 47.9
7 DOLOK MASIHUL 44.7 66.5
8 PANTAI CERMIN 89.4 95.1
9 SIALANG BUAH 91.8 94.9
10 BANDAR KALIFAH 45.4 54.4
11 MELATI 80.6 89.9
Distribusi % kinerja POR Puskesmas
TW I, II 2017
NO PUSKESMAS % POR TW I %POR TW II
12 SILINDA 40.3 73.1
13 BINTANG BAYU 50.6 81.4
14 PEGAJAHAN 99.6 98.6
15 SEIRAMPAH 39.1 51.5
16 PAYA LOMBANG 39.1 64.3
17 TANJUNG BERINGIN 53.6 68.2
18 KUALA BALI 67.5 67.1
19 DOLOK MERAWAN 64.1 60,0
20 KOTARIH 42.9 50.3
Definisi Operasional :
 Persentase Kabupaten/Kota yang
menerapkan Penggunaan Obat Rasional di
Puskesmas adalah Kabupaten/Kota yang
20 % Puskesmasnya memiliki nilai rerata
Penggunaan Obat Rasional minimal 60 %.
 Jadi, secara berurutan pada TW I dan II
puskesmas di kab. Serdang Bedagai yang
memiliki nilai rerata Penggunaan Obat
Rasional minimal 60 % berjumlah 7
puskesmas (35%) dan 13 puskesmas (65%)
Coming together is a beginning;
keeping together is progress;
working together is success.
(Henry Ford)