Anda di halaman 1dari 33

PERDARAHAN INTRASEREBRAL

Oleh : Reissa Amira Pratiwi


Pendahuluan
Perdarahan intraserebral (PIS) adalah disfungsi neurologi fokal
yang akut dan disebabkan oleh perdarahan primer substansi otak

• 60% di Putamen dan kapsula interna


PIS STROKE • 10% pada substansia alba, batang otak,
serebelum dan talamus

PIS Paling sering terjadi


tekanan darah tinggi kronis
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. N
Umur : 51 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : RT.02 Mendahara Ulu
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Status : Menikah
Pekerjaan : Petani

Keluhan Utama :
Penurunan kesadaran sejak + 5jam SMRS
Keluhan tambahan :
Lemah pada anggota gerak sebelah kiri
Riwayat Perjalanan Penyakit
Pasien datang ke IGD dengan keluhan mengalami penurunan kesadaran sejak
+ 5 jam SMRS. Penurunan kesadaran terjadi mendadak saat os bangun tidur
6 Febuari 2018 pada pagi hari, sebelumnya os merasakan mual dan muntah, muntah berisi
apa yang dimakan dan diminum dengan frekuensi satu kali sebanyak 1 gelas
belimbing, bercampur darah(-).

Keluhan juga disertai lemah pada anggota gerak tangan dan kaki sebelah kiri.
Os merasakan kaki dan tangan sebelah kiri sulit digerakkan, keluhan disertai
nyeri kepala seperti seperti ditusuk-tusuk dan terus-menerus.

Pasien tidak memiliki riwayat serangan stroke sebelumnya dan tidak pernah dirawat dirumah
sakit. 2 hari yang lalu pasien ada mengatakan kepada anaknya, bahwa tubuhnya lemas dan
kepalanya terasa pusing. BAB dan BAK tidak ada keluhan.
Riwayat Perjalanan Penyakit

Masuk rumah sakit


Penurunan dengan keluhan
kesadaran sejak kaki dan tangan
2 hari SMRS os + 5 jam SMRS sebelah kiri sulit
lemas dan nyeri disertai mual digerakkan
pada kepala dan muntah
Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat hipertensi (+) sejak 5 tahun

Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluhan yang sama


Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : Tampak sakit berat
Kesadaran : Compos mentis
HR : 81x/menit, reguler isi dan tegangan cukup
RR : 24x/menit
Tekanan Darah :180/100 mmHg
Suhu : 37,1oC
BB : 50 Kg
TB : 154 cm
Status gizi : Baik
Mata : CA (-), SI(-/-), RC (+/+),
pupil isokor 3mm/3mm
Kepala : Normocephalic,
Mulut dan faring : karies simetris, deformitas (-)
(+),

Leher : Pem. KGB (-),


deviasi trakea(-), peningkatan
JVP 5-2 cmH20 Abdomen
Inspeksi : cembung, warna kekuningan sikatrik
(-) regio hipogastrik, vena colateral (-), benjolan (-
Thorak : datar, simetris )
Palpasi :nyeri tekan (-), turgor baik
Paru :
Hepar : Tidak terada
pernapasan regular, NT (- Lien : Tidak teraba
), fremitus ka=ki, sonor, Ginjal : Tidak teraba
vesikuler
Perkusi : timpani (+) Auskultasi : Bising usus
Jantung : (+) normal
ictus kordis tak terlihat,
batas jantung : dbn, BJ
I/II reguler

Akral hangat, edema (- /-), CRT <2


detik.
Status Motorik
Ekstremitas Superior Ekstremitas Inferior

Pemeriksaan Dextra Sinistra Dextra Sinistra

Gerakan Normal Menurun Normal Menurun

Kekuatan 5 2 5 2

Tonus Otot Normal Normal Normal Normal

Refleks Fisiologis Positif Positif Positif Positif

Refleks Patologis Negatif Negatif Negatif Negatif

Sensibilitas
Normal Normal Normal N ormal
Protopatik
Normal Normal Normal Normal
Proprioseptik
WBC 11.24 x 103/mm3 Natrium : 141.13
RBC 4,92 x 106/mm3
Kalium : 3.91
HGB 13,2g/dl
HCT 26.1 % Klorida : 103. 59
MCV 78,7 fl Kalsium : 1.23
MCH 26.8 pg
MCHC 341 g/dL
Kesan : Normal
PLT 201 x 103/mm3

Kesan : Leukositosis Hasil Lab


06-02-2018
Faal lemak

Kimia Darah
Kolestrol : 244
Trigliserida : 123
Ureum : 31
HDL : 77
Kreatinin : 0.7
LDL : 143

Kesan : Normal
Hasil Pemeriksaan Ct-Scan kepala
 Sulci dan gyri, sistem ventrikel dan
cysterna tak menyempit
 Tak tampak midline shift/efek massa.
 Tampak lesi hyperden regio parietal
kanan supratentorium
tanpa kontras
 CPA dan cerebellum normal
 Tulang-tulang kepala tak tampak
kelainan.
• Sinus ethmoidalis, frontalis dan
sfenoidalis tak tampak kelainan

Kesan: Perdarahan
basal ganglia kanan
DIAGNOSIS PROGNOSIS
Stroke hemoragik e.c Quo ad vitam : Dubia ad Malam
Hipertensi grade II Quo ad functionam :Dubia ad
Malam

•TATALAKSANA :
•O2 2 lpm NRM
•IVFD RL20 tpm
•Amlodipin tab 1x10mg
•Simvastatin tab 1x80 mg
•Inj. Citicholin 2x 500 mg
•Inj. Ranitidin 2x1mg
•Manitol 200 cc /6 jam, dilanjutkan 4x100
cc diturunkan 100 cc/ hari
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI
Perdarahan intraserebral (PIS) adalah perdarahan
yang terjadi di otak yang disebabkan oleh pecahnya
(ruptur) pada pembuluh darah otak

EPIDEMIOLOGI
• Insiden PIS → 10 sampai 20 kasus per 100.000 penduduk,
meningkat seiring dengan usia
• lebih sering terjadi pada pria daripada wanita
• Usia rata-rata pada umur 53 tahun, interval 40 – 75 tahun.
Anatomi
Etiologi
• Peningkatan tekanan darah patologis merusak dinding pembuluh darah
arteri yang kecil
• Lokasi predileksi PIS adalah ganglia basalis, thalamus, nukelus
Hipertensi serebri, dan pons
• Perdarahan ganglia basalis menyebabkan hemiparesis kontralateral berat
• perdarahan pons menimbulkan tanda-tanda mati batang otak

• Perdarahan di putamen, thalamus, dan pons biasanya akibat ruptur a.


lentikulostriata, a. thalamoperforating dan kelompok basilar-
Cerebral
1. paramedian
Amyloid • perdarahan di serebelum biasanya terdapat di daerah nukleus dentatus
Angiopathy yang mendapat pendarahan dari cabang a. serebelaris superior dan a.
serecelaris inferior anterior
Lokasi tersering
perdarahan
intraserebral
Patofisiologi hipertensi

Tekanan tinggi pada pembuluh darah

Endothelial injury

Tunika intima rusak

Proliferasi otot polos di tunika media

PD menjadi lemah dan rapuh

Pembuluh darah membesar

ruptur

Perdarahan intraserebral
Gejala klinis

Penurunan
kesadaran

Akumulasi darah di dalam parenkim otak Sakit Kepala

Mual & Muntah


Klasifikasi perdarahan intraserebral

Perdarahan Putaminal
• Arteri yang sering ruptur pada
perdarahan intrsebral spontan adalah
arteri lentikulostriata

• Perdarahan putaminal kecil menyebabkan


defisit sedang motoric dan sensori
kontralateral

• sakit kepala atau pusing

• tangan dan tungkai dan bola mata akan


cenderung berdeviasi menjauhi daripada
ekxtremitas yang lemah.
Perdarahan Pons

• Onset yang tiba-tiba dan terjadi


koma.

• Onset yang tiba-tiba dan terjadi


koma yang dalam dengan defisit
neurologik bilateral

• Perdarahan kecil segera


menyebabkan koma, pupil pinpoint
(1 mm) namun reaktif, gangguan
gerak okuler lateral, kelainan saraf
kranial, kuadriplegia, dan postur
ekstensor.
Perdarahan Cerebellum
• sering terjadi di daerah nukleus
dentatus dengan arteri serebeli
superior
• Perluasan perdarahan ke dalam
ventrikel IV sering terjadi pada 50%
• Mual dan muntah,nyeri kepala,
pusing pada 55 %.
Ketidakmampuan berjalan atau
berdiri, ataksia langkah (78 %),
ataksia trunkal (65 %), dan ataksia
apendikuler ipsilateral (65 %). palsi
saraf fasial perifer (61%), palsi gaze
ipsilateral (54 %), nistagmus
horizontal (51 %), dan miosis (30%).
Perdarahan Lober
• Perdarahan frontal menyebabkan
kelemahan lengan kontralateral
berat, kelemahan muka dantungkai
ringan, dan nyeri kepala frontal.
• Perdarahan parietal mulai dengan
nyeri kepala temporal anterior serta
defisit hemisensory
• Perdarahan temporal kiri khas
dengan nyeri ringan pada atau dekat
bagian anterior telinga.
• Perdarahan oksipital khas
menyebabkan nyeri berat sekitar
mata ipsilateral dan hemianopsia
yang jelas
Pencegahan Perdarahan intraserebral

1. ”Normalisasi” tekanan darah


2. Pengurangan tekanan
Semua penderita yang dirawat intrakranial
dengan ‟intracerebral 3. Pengontrolan terhadap edema
hemorrhage” harus mendapat serebral
pengobatan : 4. Pencegahan kejang
Pencegahan Perdarahan intraserebral

1. Elevasi kepala higga 30o untuk mengurangi


volume vena intrakranial serta memperbaiki
drainase vena
2. Manitol intravena (mula-mula 1,5 g/kg bolus,
lalu 0,5 g/kg tiap 4-6 jam untuk
mempertahankan osmolalitas serum 295-310
mOsm/L).
Tindakan untuk
3. Restriksi cairan ringan (67-75% dari
mengurangi peninggian
pemeliharaan) dengan penambahan bolus
TIK cairan koloid bila perlu.
4. Ventrikulostomi dengan pemantauan TIK
serta drainase CSS untuk mempertahankan
TIK kurang dari 20 mmHg.
5. Intubasi endotrakheal dan hiperventilasi,
mempertahankan PCO2 25-30 mmHg.
Penatalaksanaan

Penggunaan manitol Antikonvulsan Citicoline

• ↓ TIK • fenobarbital (60 mg/IV • Memperbaiki kerusakan


• 0,25 – 1 gram/kgbb atau oral, dua kali membran saraf lewat
diberikan bolus sehari, kadar terapeutik sintesis fosfatidilkolin,
intravena, atau dosis darah 20-40 µg/ml) dan memperbaiki aktivitas
tersebut diberikan Carbamazepin (200 mg saraf kolinergik dengan
intravena selama lebih oral, 3-4 kali sehari, cara meningkatkan
dari 10 – 15 menit. kadar terapeutik 4-12 produksi asetilkolin dan
• Tekanan Intrakranial µg/ml). mengurangi akumulasi
harus dimonitor, harus asam lemak di daerah
turun dalam waktu 60 - kerusakan saraf.
90 menit • Citicoline intravena
dosis 1000 mg/ hari.
Prognosis

◦ Perdarahan yang besar jelas


mempunyai morbiditas dan
mortalitas yang tinggi.
◦ Diperkirakan mortalitas
seluruhnya berkisar 26-50%.
◦ Untuk perdarahan lobar
mortalitas berkisar dari 6-30 %
Analisa Kasus
Teori
Perdarahan intraserebral (PIS) adalah perdarahan yang terjadi di otak
yang disebabkan oleh pecahnya (ruptur) pada pembuluh darah otak.
Perdarahan dapat terjadi hanya pada satu hemisfer (lobar intracerebral
hemorrhage), atau dapat pula terjadi pada struktur dari otak, seperti
thalamus, basal ganglia, pons, ataupun cerebellum. Perdarahan
intraserebral lebih sering terjadi pada usia rata-rata pada umur 53
tahun, interval 40 – 75 tahun

Penyebab tersering perdarahan intraserebral adalah hipetensi


arterial. Peningkatan tekanan darah patologis merusak dinding
pembuluh darah arteri yang kecil. Lokasi predileksi untuk
perdarahan intraserebral hipertensif adalah ganglia basalis,
thalamus, nukelus serebri, dan pons.
Perdarahan ganglia basalis dengan kerusakan kapsula interna
biasanya menyebabkan hemiparesis kontralateral berat.
Analisa Kasus
Fakta
Seorang perempuan berusia 51 tahun datang dengan penurunan
kesadaran penurunan kesadaran sejak + 5 jam SMRS. Penurunan
kesadaran terjadi mendadak saat os bangun tidur pada pagi hari,
sebelumnya os merasakan mual dan muntah, muntah berisi apa yang
dimakan dan diminum dengan frekuensi satu kali sebanyak 1 gelas
belimbing, bercampur darah(-).

Keluhan juga disertai lemah pada anggota gerak tangan dan kaki sebelah kiri. Os
merasakan kaki dan tangan sebelah kiri sulit digerakkan, keluhan disertai nyeri kepala
seperti seperti ditusuk-tusuk dan terus-menerus. Pasien tidak memiliki riwayat
serangan stroke sebelumnya dan tidak pernah dirawat dirumah sakit. 2 hari yang lalu
pasien ada mengatakan kepada anaknya, bahwa tubuhnya lemas dan kepalanya terasa
pusing. BAB dan BAK tidak ada keluhan.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah pasien meningkat,


hemiparese sinistra (+), pada pemeriksaan laoratorium didapatkan leukosit
sedikit meningkat, hasil faal lemak kolestrol dan LDL meningkat, Pada hasil
pemeriksaan CT Scan kepala didapatkan Perdarahan pada basal ganglia
kanan
• O2 2 lpm NRM
• IVFD RL20 tpm
• Amlodipin tab 1x10mg
• Simvastatin tab 1x80 mg
Stroke hemoragik ec • Inj. Citicholin 2x 500
hipertensi grade II mg
• Inj. Ranitidin 2x1mg
• Manitol 200 cc /6 jam,
dilanjutkan 4x100 cc
diturunkan 100 cc/ hari
Kesimpulan
◦ Perdarahan intraserebral (PIS) adalah perdarahan fokal dari pembuluh darah dalam
parenkim otak
◦ stroke hemoragik menurut Smith dapat dibagi menurut tempat perdarahannya yaitu
putaminal hemorrhage, thalamic hemorrhage, pontine hemorrhage, cerebellar
hemorrhage, lobar hemorrhage.
◦ Pemeriksaan penunjang dengan lumbal pungsi, CT-scan, MRI, serta angiografi.
◦ Prognosis bervariasi tergantung dari keparahan stroke, lokasi dan volume
perdarahan. Semakin rendah nilai GCS, maka prognosis semakin buruk dan tingkat
mortalitasnya tinggi