Anda di halaman 1dari 20

DEMAM TIFOID

OLEH:
KARDI RAHAYU
1602511073
SGD A-04
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
UDAYANA
DENPASAR
2017
PENDAHULUAN
• Dalam 4 dekade terakhir demam tifoid menjadi masalah kesehatan
global bagi dunia. Terutama Indonesia yang merupakan wilayah
daerah endemic demam tifoid dengan mayoritas angka insiden terjadi
pada kelompok usia 3-19 tahun
• Insidens di Jawa Timur (puskesmas dan beberapa rumah sakit)
masing-masing 4000 dan 1000 kasus per bulan, dengan angka
kematian 0,8%.
• Penyakit endemis ini ada di beberapa kota besar di Indonesia, untuk
itu perlu penanganan yang cepat dan tepat.(
TINJAUAN PUSTAKA
A. DEFINISI

Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi sistemik

bersifat akut yang di sebabkan oleh Salmonella typhi.


B. PATOFISIOLOGI

Salmonella thypi

Saluran pencernaan

Diserap oleh usus hslus

Bakteri masuk ke peredaran darah sistemik

Kelenjar limfoid Hati Limpa Endokrin

usus halus Hepatomegali Splenomegali Demam

Tukak Nyeri perabaan

Mual tidak nafsu makan


Perdarahan dan
Perforasi Peribahan nutrisi

Resiko kurang volume cairan


GEJALA KLINIS Pemeriksaan penunjang

Demam tinggi, Malaise, 1. isolasi kuman penyebab


Letargi, Anoreksia, nyeri 2. uji serologi
kepala, nyeri perut, diare atau 3. Pemeriksaan lacak DNA
konstipasi, muntah, serta
penurunan kesadaran (deman
tifoid berat).
TATALAKSANA
1. Antibiotik 2. Kortikosteroid
• kloramfenikol 50-100 • Diberikan pada kasus
mg/kg/hari, oral atau iv, berat dengan
dibagi dalam 4 dosis gangguan kesadaran
selama 10-14 haro
• Deksametason 1-3
• Amoksisilin 100 mg/kg/hari
mg/kg/hari i.v dibagi
oral atau iv selama 10 hari
dlm 3 dosis hingga
• Seftriakson 80mg/kg/hari IV
ksadaran mmembaik.
atau IM sekali 1 hari
selama 5 hari
• Sefiksim 10mg/kg/hari, oral
dibagi dlm 2dosis,selama
10 hari.
SUPORTIF INDIKASI RAWAT
• Demam tifoid ringan • Semua demam tifoid
dapat di rawat di rumah berat harus di rawat di
rumah sakit untuk:
• Tirah baring • Memenuhi kebutuhan
• Isolasi memadai cairan dan kalori
• Pemberian antipiretik
• Kebutuhan cairan dan
bila demam >39˚C
kalori cukup • Pemberian diit yang
tepat
• Tranfusi darah bila
diperlukan pada
komplikasi perdarahan
saluran cerna.
PENCEGAHAN
a. Pengawasan hygiene dan sanitasi lungkungan hidup

b. Pengawasan hygiene makanan dan miniuman

c. Hygiene perorangan

d. Pemberian vaksin

e. Kesadaran untuk tidak menularkan


LAPORAN KASUS DEMAM TIFOID
IDENTITAS PASIEN ANAMNESIS

• Nama : An. Arya Ardyan • KELUHAN UTAMA :


• Usia : 9 tahun Demam tinggi hari ke 6
• Berat badan : 19 kg • KELUHAN TAMBAHAN:
• Alamat : Bau-bau Batuk, mual & muntah,
• Tanggal masuk : 14 April 2015 perdarahan gusi,
• Tanggal keluar : 19 April 2015 konstipasi, nyeri perut
LAPORAN KASUS DEMAM TIFOID
Riwayat penyakit sekarang Riwayat pengobatan :
Berobat ke bidan dan di beri
Panas sejak 6 hari, meninggi obat penurun panas.
pada malam hari, panas naik
turun, turun jika minum obat Riwayat penyakit dahulu
penurun panas, namun panas Belum pernah sakit seperti ini
naik lagi tetelah beberapa jam sebelumnya
minum obat, pusing dan nyeri
kepala, batuk berdahak sudah Riwayat penyakit keluarga
3 hari, tidak pilek tidak sesak, Tidak ada saudara maupun
muntah 1 kali gusi berdarah tetangga yang sakit seperti ini
1x tadi pagi, sudah 4 hari
tidak BAB, nyeri perut bagian
atas, BAK seperti biasa, nafsu
makan dan minum menurun
LAPORAN KASUS DEMAM TIFOID
Riwayat tumbuh kembang •
usia 9 tahun
BB: 19 kg
Sekarang kelas 4 SD

Riwayat imunisasi
Ibu pasien mengatakan
dulu tidak pernah di
imunisasi sama sekali
LAPORAN KASUS DEMAM TIFOID
Pemeriksaan Kepala
Rambut : Hitam Lebat
Keadaan umum : Nampak
Ubun-ubun : datar menutup
sakit ringan Mata : simetris, ikterik (-) ,
Kesadaran : composmentis konjungtiva tidak anemis
Hidung : discharge (-), dipsneu (-)
Mulut : mukosa bibir kering,
Vital sign sianosis (-)
Tensi : 90/70 mmHg
RR : 24 x/menit Leher : Pembesaran KGB (-), kaku
kuduk (-)
Nadi : 96 x/menit
Suhu : 37.2 ˚C (axila)
LAPORAN KASUS DEMAM TIFOID
Thorak paru Jantung
Inspeksi: Simetris, tidak ada Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
retraksi dinding dada, Palpasi : Ictus cordis terba kuat
jejas (-) angkat
Palpasi : Fremitus suara dan Perkusi : Batas atas ICS II Linea
raba simetris, nyeri parasternal sinistra, Batas
tekan (-)
kiri bawah ICS V medial
Linea midclavicular
Perkusi : Sonor sinistra, Batas kanan
Auskultasi : vesikuler
bawah ICS IV Linea
sternalis dextra
Auskultasi : Bunyi jantung I-II
reguler, bising (-)
LAPORAN KASUS DEMAM TIFOID
• Pinggang : Dalam batas normal
Abdomen
Inspeksi : permukaan datar • Alat kelamin : Tidak ada keluhan
Pelpasi : teraba supel, nyeri
• Ekstrimitas Superior : Akral Kering
tekan hipocondrium
kanan dan epigastrium Hangat Merah, nyeri sendi (-)
Perkusi : timpani seluruh region
• Ekstrimitas Inferior : Akral kering
abdomen
Auskultasi : bising usus + Normal Hangat merah, nyeri sendi (-)

• Kulit : berwarna sawo matang, teraba

hangat, tidak ada gatal-gatal, CRT <


2 detik ptekie (-)

• Neurologi : normal tidak ada keluhan


Hasil Lab
DARAH LENGKAP

WBC 4.5 3.8-10.6 WIDAL


LYM 2.8 1.0-4.4 S typhi H positif titer1/80
MID 0.6 0.0-1.5
para typhi O positif, titer 1/160
GRA 1.2 1.8-7.7
RBC 4.90 4.40-5.90 para typhi AO positif, titer 1/160
HGB 13.3 13.2-17.9 para typhi BO positif, titer 1/320
HCT 41.7 40.0-52.0
MCHC 31.9 32.0-36.0
RDW 13.3 11.5-14.5
PLT 240 150-450
MPV 7.5 0.0-0.0
PEMBAHASAN
• Anak laki2 9 tahun,
• Panas sejak 6 hari naik turun, meninggi pada malm hari
• Batuk sidah 3 hari
• Mual dan Muntah 1x
• Nyeri kepala
• Nyeri perut bagiana atas
• Gusi berdarah 1 x
• Tidak bab sudah 4 hari
• Penurunan nafsu makan

• Vital sign: Tensi : 90/70 mmHg RR : 24 x/menit


Nadi : 96 x/menit Suhu : 37.2 ˚C (axila)

• Widal : S typhi H positif titer 1/80


S typhi O positif, titer 1/160
S.P thypi positif titer 1/320
DIAGNOSA Prognosis
Demam tifoid
• Prognosis demam tifoid tergantung ketepatan
Tata laksana terapi, usia, keadaan kesehatan sebelumnya,
dan ada tidaknya komplikasi. Dinegara
1. Infus D5 20 tts/mnit
maju,\dengan terapi antibiotik yang adekuat,
2. Terfacef 2 x 750 mg angka mortalitas < 1%.
• Munculnya komplikasi seperti
3. Norages 1cc (k/p)
perforasi gastrointestinal atau perdarahan
4. Rantin 2 x 1 ampul hebat, meningitis, endokarditis
dan pneumonia, mengakibatkan morbiditas
Monitoring : monitoring tanda avital, dan mortalitas meningkat
gejala, asupan obat, tanda dehidrasi
KESIMPULAN
• Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi sistemik
bersifat akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi.
Yanhg penularanya melalui makanan / minuman.

• Walaupun gejala demam tifoid pada anak lebih


bervariasi, secara garis besar gejala-gejala yang
timbul adalah :
• Demam satu minggu atau lebih.
• Gangguan saluran pencernaan.
• Gangguan kesadaran
KESIMPULAN (lanjutan)
• Antibiotik Kloramfenikol
• Pemeriksaan laboratorium
atau Sefalosporin
untuk menegakkan generasi ke tiga
digunakan sebagai obat
diagnosis demam tifoid pilihan pada kasus demam
dibagi dalam tiga tifoid
• Pencegahannya adalah
kelompok, yaitu: higiene pribadi yang baik
• Isolasi kuman penyebab dan Imunisasi serta
vaksinasi aktif dapat
demam tifoid membantu menekan
• Uji serologi. angka kejadian demam
tifoid.
• Pemeriksaan melacak DNA
kuman S.typhi
THANK YOU
Sumber:
SMF-Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Syamrabu
Rato Ebuhbangkalan, Fakultas Kedokteran
Uniersitas Wijaya Kusuma Surabaya, 2015