Anda di halaman 1dari 25

KELARUTAN SEBAGAI FUNGSI SUHU

Kelompok 4 dan kelompok 9


Anita Lestari (160332605890)
Ayu Rahmania L (160332605884)
Celsia Nesti P (160332605871)
Nailar Rokhmah (160332605875)
Rizki Eka Bela (160332605825)
Tujuan Percobaan

Mahasiswa diharapkan mampu menentukan kelarutan zat


pada berbagai suhu dan kalor pelarutan differensial.
Dasar Teori

Kelarutan adalah jumlah zat yang larut dalam sejumlah


pelarut sampai membentuk larutan jenuh. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kelarutan adalah temperatur (suhu),
sifat dari pelarut dan adanya ion-ion lainnya dalam larutan
tersebut (Day,1998).
kelarutan suatu zat akan bertambah seiring dengan
kenaikan temperatur. Temperatur kelarutan dari pelarut
akan mempengaruhi kelarutan zat yang akan dilarutkan
(Sukardjo,1997).
Dalam larutan jenuh terjadi keseimbangan antara molekul-molekul zat yang
larut dan yang tidak larut. Kesetimbangan itu dapat dituliskan sebagai berikut:
A(p)===========A(l) ………. Persamaan (1)

Tetapan kesetimbangan proses pelarutan tersebut:

Pengaruh temperatur pada kesetimbangan kimia diberikan oleh Van’t Hoff,


az az
K *    zmz ………. Persamaan (2)
az 1

Persamaan (2) dan (3) memberikan :

  ln k  H 0
 T   RT 2 ………. Persamaan (3)
 P

  ln  z mz  H DS
 T  
P RT 2 ………. Persamaan (4)
Selanjutnya persamaan (4) dapat diuraikan menjadi :

 ln  z mz  ln mz H DS
  ………. Persamaan (5)
 ln mz T RT 2

 ln  z
Dalam hal dapat diabaikan sehingga didapat persamaan sebagai
 ln mz

berikut : d ln mz H DS
 ………. Persamaan (6)
dT RT 2

atau : d log mz H DS
 ………. Persamaan (7)
d (1 / T ) RT 2
 Dengan demikian H DS dapat ditentukan dari arah garis
singgung pada kurva log mz terhadap 1/T. Apabila H DS
tidak tergantung pada suhu, maka grafik log mz terhadap
1/T akan linear dan integrasi persamaan (7) antara suhu
T1 dan T2 memberikan :

H DS
log
mz (T 2)

mz (T 1) 2,3030 R
(TT TT )
2

2 1
1
………. Persamaan (8)
Alat dan Bahan
 Alat :  Bahan :
1. Gelas Kimia 1. Asam Oksalat (H2C2O4)
2. Tabung Reaksi Besar 2. Larutan NaOH
3. Batang Pengaduk 3. Aquades
4. Termometer 4. Indikator Fenolftalein
5. Pipet Gondok 5. Es
6. Erlenmeyer
7. Labu Ukur
8. Kaca Arloji
9. Buret
Prosedur percobaan
1.
Zat
1
-Diisi air ke dalam tabung reaksi hingga ±
3
- Dipanaskan hingga kira kira 60˚C
-Dilarutkan zat tersebut sampai larutan menjadi jenuh.
Hasil

Hasil prosedur
2. nomor 1
- Dimasukkan tabung besar A yang berisi larutan jenuh kedalam
tabung selubung B yang lebih besar.
- Dimasukkan B ke dalam gelas piala yang berisi air pada suhu kamar.
- Dilengkapi tabung A dengan batang pengaduk dan termometer

Hasil
3. Tabung A
- Diaduk terus larutan di tabung A
- Dipipet 10 mL larutan jika suhu turun sampai 40˚C
- Diencerkan hingga 100 mL dalam labu ukur 100 mL
- Dititrasi dengan NaOH dan fenolftalein
Hasil

4. Tabung A
- Diaduk terus larutan di tabung A
- Dipipet 10 mL larutan jika suhu turun sampai 30˚C
- Diencerkan hingga 100 mL dalam labu ukur 100 mL
- Dititrasi dengan NaOH dan fenolftalein
Hasil
Tabung A

5. - Es diletakkan air pendingin agar mencapai suhu 20˚C


- Dibungkus ujung pipet dengan kertas saring
- Dipipet 10 mL larutan jika suhu turun sampai 20˚C
- Diencerkan hingga 100 mL dalam labu ukur 100 mL
- Dititrasi dengan NaOH dan fenolftalein
Hasil

Tabung A

6. - Es diletakkan air pendingin agar mencapai suhu 10˚C


- Dibungkus ujung pipet dengan kertas saring
- Dipipet 10 mL larutan jika suhu turun sampai 10˚C
- Diencerkan hingga 100 mL dalam labu ukur 100 Ml
- Dititrasi dengan NaOH dan fenolftalein
Hasil
Thermometer

Pengaduk Tabung Kecil

Tabung Besar

Beaker Glass
Data pengamatan
 Penentuan kelarutan zat (mol/L)
H2C2O4(aq) + NaOH(aq) Na2C2O4(aq) + 2H2O(l)
Mol H2C2O4 = 12 mol NaOH

Menentukan kelarutan asam oksalat pada suhu 40°C


Konsentrasi asam oksalat setelah pengenceran:
1
M H2C2O4 × V H2C2O4 = × M NaOH × V NaOH
2
1
M H2C2O4 × 10 mL = × 1 M × 4,5 mL
2

M H2C2O4 = 0,225 M ~ untuk 10 mL


2,25 M ~ untuk 100 mL
Menentukan kelarutan asam oksalat pada suhu 30°C
Konsentrasi asam oksalat setelah pengenceran:
1
M H2C2O4 × V H2C2O4 = × M NaOH × V NaOH
2
1
M H2C2O4 × 10 mL = × 1 M × 3,75 mL
2

M H2C2O4 = 0,1875 M ~ untuk 10 mL


1,875 M ~ untuk 100 mL
Menentukan kelarutan asam oksalat pada suhu 20°C
Konsentrasi asam oksalat setelah pengenceran:
1
M H2C2O4 × V H2C2O4 = × M NaOH × V NaOH
2
1
M H2C2O4 × 10 mL = × 1 M × 2,35 mL
2

M H2C2O4 = 0,1175 M ~ untuk 10 mL


1,175 M ~ untuk 100 mL
Menentukan kelarutan asam oksalat pada suhu 10°C
Konsentrasi asam oksalat setelah pengenceran:
1
M H2C2O4 × V H2C2O4 = × M NaOH × V NaOH
2
1
M H2C2O4 × 10 mL = × 1 M × 1,5 mL
2

M H2C2O4 = 0,075 M ~ untuk 10 mL


0,75 M ~ untuk 100 mL
 Penentuan ΔH𝐷𝑆
m40℃ ΔHDS T40℃ − T30℃
log = ×
m30℃ 2,303 R T40℃ T30℃

2,250 𝑚𝑜𝑙/𝐿 ΔH𝐷𝑆 313 K − 303 K


log = ×( )
1,875 𝑚𝑜𝑙/𝐿 2,303 × 8,314 J/mol.K 313 K × 303 K

ΔH𝐷𝑆 = 14.378,489 J/mol


𝑚30℃ Δ𝐻𝐷𝑆 𝑇30℃ − 𝑇20℃
log = ×
𝑚20℃ 2,303 R 𝑇30℃ 𝑇20℃

1,875 𝑚𝑜𝑙/𝐿 ΔH𝐷𝑆 303 K − 293 K


log = ×( )
1,175 𝑚𝑜𝑙/𝐿 2,303 × 8,314 J/mol.K 303 K × 293 K

ΔH𝐷𝑆 = 34.501,021 J/mol


𝑚20℃ Δ𝐻𝐷𝑆 𝑇20℃ − 𝑇10℃
log = ×
𝑚10℃ 2,303 R 𝑇20℃ 𝑇10℃

1,175 𝑚𝑜𝑙/𝐿 ΔH𝐷𝑆 293 K − 283 K


log = ×( )
0,750 𝑚𝑜𝑙/𝐿 2,303 × 8,314 J/mol.K 293 K × 283 K

ΔH𝐷𝑆 = 30.955,692 J/mol


 Harga ΔHDS menunjukkan harga positif karena pada umumnya proses
pelarutan bersifat endotermik .
 Jika suhu dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke produk,
artinya semakin tinggi suhu maka semakin banyak pula asam oksalat yang
larut.
 Hal ini dibuktikan dari hasil selama percobaan berlangsung yaitu pada saat
suhu dinaikkan, volume yang dibutuhkan untuk menitrasi asam oksalat juga
semakin banyak atau dapat dikatakan konsentrasi asam oksalat juga semakin
tinggi dan kelarutannya juga semakin besar.
 Grafik penentuan kalor pelarutan differensial
 Dari grafik didapatkan persamaan garis y = -1634,3x + 5,6175 sehingga
kita dapat menentukan kalor pelarutan differensial dari grafik yang ada.

 Dari grafik tersebut dihasilakan ΔHDS positif sehingga kalor pelarutan


differensial dalam percobaan yang telah dilakukan berlangsung secara
endoterm.
Kesimpulan

1. Semakin tinggi suhu maka kelarutan juga semakin tinggi


asam oksalat 40 ℃ : 2,250 M
asam oksalat 30 ℃ : 1,875 M
asam oksalat 20 ℃ : 1,175 M
asam oksalat 10 ℃ : 0,750 M
2. Nilai kalor pelarutan differensial (ΔHDS ) yaitu 31,292 kJ/mol.K, artinya kalor
pelarutan berlangsung secara endoterm.
Daftar Pustaka

 Day, R.A. Jr. and Undewood, A.L.1998.Analisis Kimia


Kuantitatif edisi revisi, terjemahan dari R. Soendoro,
dkk.Jakarta : Erlangga
 Sukardjo, Pr. 1997. Kimia Fisika. Rineka Cipta : Yogyakarta
 Sumari,dkk. 2018. Petunjuk Praktikum Kimia fisika.
Malang :Universitas Negeri Malang.