Anda di halaman 1dari 5

Tanah Longsor/Landslide

Tanah longsor atau landslide disebut juga susceptibility gerakan


tanah adalah proses perpindahan suatu masa batuan/tanah akibat
gaya gravitasi. Gerakan tanah seringkali disebut sebagai longsoran
dari tanah/batuan secara umum diartikan sebagai suatu gerakan
tanah dan atau batuan dari tempat asalnya karena pengaruh gaya
berat.
Penyebab Tanah Longsor
Faktor

Internal Eksternal
Daya ikat (kohesi) kemiringan lereng,
tanah/batuan yang lemah perubahan kelembaban
gaya disebabkan tanah/batuan karena
porositas dan masuknya curah hujan,
permeabilitas tutupan lahan dan pola
tanah/batuan pengolahan lahan, pengikisan
oleh aliran air, ulah manusia
seperti penggalian, dsb.
Potensi Tanah Longsor di
Lampung
Berdasarkan Data dan Informasi Bencana
Indonesia BNPB, di Lampung pernah
terjadi longsor kabupaten dan kota
langganan longsor (sering kali terjadi
longsor) yaitu Lampung Barat, Lampung
Selatan, Kota Bandarlampung, dan Tulang
Bawang disebabkan berbagai faktor diatas,
seperti kemiringan lereng di Lampung
Barat yang notabene merupakan dataran
tinggi, dsb.
Peta Lokasi Rawan Bencana Longsor
Lampung

Sumber : Kement. PU
Data dari tahun 2001-2013 BNPB, dijelaskan mengenai
Tanah Longsor pada tabel sebagai berikut :

No. Kabupaten/Kota Frekuensi Tanah Tanggal Kejadian Jumlah Korban


Longsor per Satuan Meninggal
Tanggal Kurun
Waktu 2001-2013
1. Lampung Barat 5 03/10/2003, 11
01/03/2003.
06/03/2007,
12/12/2008,
30,01/2010.
2. Lampung Selatan 2 08/01/2001, -
07/12/2003.
3. Bandarlampung 5 21/06/2003, 1
29/03/2007,
10/03/2008,
15/02/2010,
24/01/2013.
4. Tulang Bawang 2 25/01/2010, -
30/01/2010.

*Catatan : Sumber dibi.bnpb.go.id menyebutkan frekuensi terjadi sebanyak 23 kali, mayoritas terjadi tanah longsor
beberapa kali dalam sehari. Data frekuensi tanah longsor diatas disederhanakan per satuan tanggal kurun waktu 2001-
2013.