Anda di halaman 1dari 34

KINEMATIKA DAN DINAMIKA

TEKNIK
Irfan Wahyudi MSc

Materi/Pertemuan ke 1
Pendahuluan
• Pada tahap awal perancangan suatu mekanisme mesin
perlu dilakukan dulu suatu analisa terhadap mekanisme
pergerakan, kecepatan. Dan percepatan tiap-tiap
komponen agar memenuhi fungsi keseluruhan dari
mesin tersebut. Adapun bidang ilmu pengetahuan yang
mempelajari pergerakan komponen tersebut adalah
kinematika.
Kienematika & Dinamika
Kinematika Dinamika
adalah suatu cabang ilmu fisika adalah bidang ilmu yang
yang mempelajari gerak relative mempelajari gaya-gaya yang
dari suatu elemen-elemen mesin , bekerja pada suatu sistem
yaitu kecepatan dan mekanik yang diakibatkan oleh
percepatannya. Kecepatan dan percepatan translasi atau rotasi
percepatan tersebut diperoleh yang terjadi pada elemen elemen
dalam bentuk yang suatu sistem mekanik
berguna sebagai informasi untuk
mendapatkan gaya-gaya dinamik
pada elemen-elemen mesin
tersebut.
• Hubungan antara gaya-gaya dan gerak benda
didasarkan pada hukum Newton:

• Hukum newton I : Suatu partikel akan diam atau


bergerak dengan kecepatan tetap pada suatu garis lurus
bila tidak ada gaya luar yang bekerja padanya. [ΣF = 0]

• Hukum newton II : percepatan berbanding lurus dengan


gaya resultan yang bekerja padanya, dan berbanding
terbalik dengan massanya. [ΣF = ma]

• Hukum Newton III : Gaya Aksi = Gaya Reaksi


Diagram Kinematika
Untuk membuat simulasi gerakan-
gerakan suatu system mekanik
secara komputerisasi atau
manual, langkah awal yang paling
penting adalah membentuk
diagram kinematika (gambar
mesin) dalam bentuk sederhana .
yaitu dalam bentuk sketsa.
Sehingga hanya bagian-bagian
yang akan memberi efek pada
gerakanya yang diperhatikan.
Gambar di bawah ini
memperlihatkan mekanisme motor
bakar satu silinder berikut dengan
diagram kinematikanya.
Pasangan/sambungan (Pairing)
• Pasangan (pairing) terdiri dari 2 bagian atau
lebih elemen yang saling berkontak. Pasangan
atau sambungan dibedakan menjadi 2, yaitu
1. Sambungan rendah (lower pair)
2. Sambungan tinggi (higher pair)
Sambungan rendah (lower pair) Sambungan Tinggi (higher pair)
Titik kontak pada pasangan ini berupa Titik kontak pada pasangan ini berupa
bidang. Sebagai contoh seperti pada titik, contohnya pada pasangan cam
gambar piston berkontak translasi dan follower seperti ditunjukkan pada
pada dindingnya gambar
ENGSEL
• Engsel adalah sambungan atau
joint antar 2 atau lebih batang
hubung (n batang hubung) untuk n
batang hubung yang dihubungkan
pada satu titik sambungan jumlah
sambungan yahng dimiliki
sebanyak n -1 sambungan atau
dalam bentuk persamaan berikut.

j= n–1

j = Jumlah sambungan
n = Jumlah batang hubung
Derajat Kebebasan (DOF)
Degree Of Freedom
• Derajat kebebasan merupakan jumlah
kemungkinan pergerakan pada saat bersamaan
atau Jumlah parameter masukan (jumlah link
dan jenis sambungan) yang harus dikendalikan
atau diberikan pada mekanisme. misalnya
engsel pintu atau jendela mempunyai jumlah
derajat kebebasan satu karena gerakan yang
terjadi adalah rotasi satu arah. Suatu rangkaian
mekanisme juga mempunyai derajat kebebasan.
Tampak pada gambar Contoh lai adalah roda
beriku slider bearing belakang troli yang
yang mempunyai satu mempunyai 2 derajat
derajat kebebasan kebebasan dalam arah
dengan aran gerakan sumbu y dan z
translasi satu arah
Jumlah derajat kebebasan
suatu mekanisme dapat Apabila,
dinyatakan dengan
persamaan:
X>0
Mekanisme memiiliki derajat
X = 3(n – 1) – 2j – h kebebasan

Dimana, X=0
X = derajat kebebasan
Dianggap sebagai struktur tentu
j = jumlah sambungan
X<0
n = jumlah batang hubung Dianggap sebagai struktur tak
tentu
h = jumlah pasangan tinggi
Latihan Soal
1 3

2 4
KINEMATIKA DAN DINAMIKA
TEKNIK
Irfan Wahyudi MSc

Materi/Pertemuan ke 2
SIFAT-SIFAT GERAKAN RELATIF
• Gerakan Absolut: gerakan suatu benda
terhadap benda lain yang diam.
• Gerakan Relatif: garakan suatu benda
terhadap benda lain yang juga
bergerak.
Lintasan dan Kecepatan Linier
Lintasan suatu partikel didefinisikan Vektor lintasan dan besarnya lintasan
sebagai perubajan posisi partikel linier dinyatakan dalam fungsi X dan Y
tersebut, sedangkan besar lintasan ΔS = ΔX + ΔY ………….(1.1)
merupakan perbedaan jarak antara
posisi awal dan posisi akhir partikel
tersebut. Sebagai contoh pada gambar …..............(1.2)
tampak titik P bergerak dari posisi A ke
posisi B Dan arah lintasannya dinyatakan sbb:

……………(1.3)

Jika jarak lntasan kecil mendekati nol


maka vektor ΔS pada titik B merupakan
garis singgung lintasan pada titik B.
Kecepatan linier suatu titik yang
bergerak pada lintasannya adalah
perubahan posisi dibagi perubahan
waktu yg secara matematis dinyatakan

V= ………….(1.4)
Perpindahan dan kecepatan sudut
Rotasi atau perpindahan sudut suatu pada gambar titik awal adalah A dan
titik didefinisikan sebagai perubahan bergerak ke A’ dgn lintasan sudut OA
posisi titik tersebut dengan jarak yg sebesar Δθ dalam selang waktu Δt.
tetap terhadap suatu titik lain. Sebagai Kecepatan sudut dari roda
ilustrasi kita tinjau titik A pada roda
yang berputar terhadap sumbu O. ………….(1.5)

Pada gambar jari2 roda R sama dengan


panjang OA shg panjang lintasan dari A
ke A’ adalah RΔθ dgn θ sudut yg
dinyatakan dlm satuan radian. Melalui
pers diperoleh

……………(1.6)
Perpindahan dan kecepatan sudut
Dengan mensubtitusikan pers (1.5)
dan (1.6) maka diperoleh hub kecepatan
linier dan kecepatan sudut:

V = Rω ………….(1.7)

ω adalah kec sudut dgn satuan rad/s,


umumnya kec sudut dinyatakan dalam
putaran per menit atau rpm.Mengingat
satu putaran adalah 2π radian maka
diperoleh hub sbb

:………….(1.8)
1.Kecepatan dan Percepatan
Kecepatan dan percepatan Kecepatan dan percepatan
linier sudut

Gambar . Kecepatan linier berbanding


lurus dengan jari-jari
2.Kecepatan relatif
Sebuah benda dikatakan mempunyai gerak
relatif (relative) terhadap benda yang lain
hanya jika mereka mempunyai perbedaan
dalam gerakan-gerakan absolutnya. Jika kita
memperhatikan sebuah mobil yang
bergerak sepanjang jalur yang lurus,
lintasan absolut dari keseluruhan benda
(frame) adalah translasi.

Sedangkan rodanya akan mempunyai


lintasan absolut yang akan merupakan
translasi yang sama dengan keseluruhan
benda, ditambah dengan gerakannya
sendiri yang berupa putaran. Selanjutnya,
menurut definisi kita mengenai gerakan Gambar 4. Kecepatan relatif dua benda
relatif, lintasan dari roda relatif terhadap A dan B
keseluruhan benda hanyalah sebuah
putaran. Sebagai gambar dari gerakan
relatif, perhatikan dua mobil A dan B dalam
gambar 4 yang berjalan dengan kecepatan
60 km/jam dan 40 km/jam. Va dan Vb
masing- masing merupakan kecepatan
absolutnya.
2.Kecepatan relatif
Apabila sebuah vektor ditulis . Hal ini dalam gambar ditunjukkan
dengan satu huruf bawah oleh VA/B. Kecepatan B relatif terhadap
(subscript) itu berarti merupakan A ditulis sebagai VB/A dan adalah
kecepatan absolut dari B dikurangi
harga absolut. Kecepatan A
kecepatan absolut dari A. Oleh karena
relatif terhadap B ditulis V A/B itu:
dan adalah kecepatan absolut A
dikurangi kecepatan absolut B. Jadi V B/A = VB → VA
V A/B = VA → VB
Kecepatan dari B relatif terhadap
Kecepatan A relatif terhadap B A adalah kecepatan, yang dapat
adalah suatu kecepatan yang dapat dipunyai oleh mobil B, yang terlihat
diperlihatkan oleh A terhadap seorang
oleh pengamat dalam mobil A, dan
pengamat dalam mobil B, jika
pengamat membanyangkan bahwa ini terjadi jika pengamat
mobil B ada dalam keadaan diam. membayangkan bahwa mobil A adalah
Terhadap pengamat, mobil A akan diam. Terhadap pengamat, mobil B akan
kelihatan bergerak kekiri dengan kelihatan bergerak kekanan dengan
kecepatan 20 Km/jam. kecepatan 20 Km/jam. Hal ini
ditunjukkan sebagai AB/A dalam
gambar.
2.Kecepatan relatif
Contoh lain dari gerakan relatif
ditunjukkan dalam gambar 5, dimana Va
dan Vb adalah kecepatan-kecepatan dari
kedua pesawat terbang. Kecepatan dari
A relatif terhadap B adalah kecepatan
absolut A dikurangi kecepatan absolut
B, oleh karena itu

Seperti terlihat dalam gambar 5.


dengan cara yang sama kecepatan B
relatif terhadap A adalah kecepatan
absolut dari B dikurangi kecepatan dari
A.
2.Kecepatan relatif
Selanjutnya, jika huruf bawah dari Mengingat pergeseran linier dan
kecepatan dibalik pada sebuah vektor percepatan-percepatan linier adalah
yang berada dalam sebuah persamaan besaran-besaran vektor, mereka harus
vektor, tanda dari vektor harus diubah. diperlakukan dalam cara yang sama
Sebagai contoh, jika kita membalik sebagai kecepatan-kecepatan linier. Jika
huruf bawah pada VA/B dengan benda 2 dan benda 3 mempunyai
persamaan yang terakhir. gerakan dalam sebuah bidang atau
bidang-bidang yang sejajar, maka
gerakan sudut relatifnya didefinisikan
sebagai perbedaan gerakan-gerakan
sudut absolutnya. Jadi

Dimana
Dianggap positif jika BJJ dan negatif
jika SJJ
Contoh Soal 1
Orang berjalan diatas kereta api, Vtruk= VT = -70 km/jam, VKa = 60
jika kereta api bergerak ke kanan km/jam dan V orang/Ka = -20 km/jam
dengan kecepatan 60 km/jam, dan kecepatan kereta api relatif
terhadap truk.
dangkan orang yg berjalan diatas
kereta api berjaln dengan
kecepatan 20 km/jam ke kiri, maka
kecepatan absolut orang tersebut
adalah 40 km/jam ke kanan dan
kecepatan relatif orang tersebut
terhadap kereta api adalah 20
km/jam. Jika arah kecepatan ke kiri
dinyatakan dengan negatif dan ke Adapun kecepatan orang yg berjalan:
kanan positif maka:
Contoh Soal 2
Perhatikan kecepatan kendaraan di Kecepatan absolut
suatu kapal induk, Kecepatan
absolut kapal adalah 40 km/jam dan kendaraan yang berjalan
kecepatan relatif kendaraan adalah
30 km/jam
Soal Latihan/Tugas
1. Sebuah mobil bergerak degan 3. Pada gambar dibawah tampak suatu
kecepatan 70 km/jam. Tentukanlah sistem puli yang berputar.Jka puli
kecepatan sudut roda mobil tersebut penggerak adalah puli 1 dengan
jika R roda = 30 cm kecepatan sudut 1500 rpm,
a. Dalam satuan rpm tentukanlah;
b. Dalam satuan rad/s a. kecepatan sudut puli 2 (w2) dan
puli 3 (w3)
2. Sebuah mobil bergerak dengan b. kecepatan sudut relatif puli 2 relatif
kecepatan 200 km/jam, Jika jari-jari puli 1 (w2/1)
roda depan 22 cm dan jari-jari roda c. kecepatan sudut relatif puli 3 relatif
belakang 34 cm, Tentukanlah puli 2 (w3/2)
kecepatan sudut roda depan dan
kecepatan sudut roda belakang,
Tentukan juga kecepatan sudut relatif
roda depan terhadap roda belakang
KINEMATIKA DAN DINAMIKA
TEKNIK
Irfan Wahyudi MSc

Materi/Pertemuan ke 3
Pusat Kecepatan Sesaat
Pusat kec sesaat sebuah benda Batang hub yg tdk bergerak kita
adalah sebuah titik pada suatu notasikan sebagai 1, titik O12
benda di mana benda lain berputar mrpkan sambungan antara batang
relatif terhadapnya. hub 1 dan 2 dpt dikatakan sbg titik
Sebagai ilustrasi perhatikan gambar pusat 12.
yg memperlihatkan mekanisme 4 Pada titik pusat tsb batang hub 2
batang. berputar thd benda. Hal ini berlaku
jg pada O23
Pada ttk pst tsb batang hub 3
berputar relatif thd batang hub 2
dengan pusat O23 dan jika batang
hub 3 ditahan maka batang hub 2
beputar relatif thd batang hub 3
dengan pusat sesaat O23

Dalam hal ini perbedaan


O12,O14,O23,dan O34 adalah )12
dan O14 sbg titik pusat tetap sdg
O23 dan O34 sbg titik pusat yang
bergerak
Menentukan Pusat Kecepatan Sesaat
Pada pljrn sebelumnya kita ketahui bahwa Sebagai ilustrasi perhatkan gambar berikut:
setiap benda yg mempunyai gerakan relatif tampak benda 2 bergeak dari posisi
satu titik thd titik lainnya akan mempunyai pertama keposisi kedua dgn kec titik A dan
pusat kec sesaat. Titik2 pada benda tsb B pada posisi pertama adalah VA dan
memenuhi kondisi sbb VB.sedangan kecepatan titik A dan B pada
1.Semua ttk pada benda tsb akan posisi kedua adalah VA’ dan VB’.
mempunyai pusat kec sesaat yg sama.
2.Pusat kec sesaat terletak pada garis yg Pertama2 kita cari pusat kec sesaat pada
tegak lurus dgn arah kec titik tsb. Tentunya posisi pertama dengan menarik garis tegak
garis tsb kita tarik dari titik yg kita tinjau. lurus terhadap VA dan VB. Perpotongan
3.Perpotongan garis tegak lurus dari setiap garis tegak lurus tsb adalah pusat kec
titik yg kita ketahui rah kec adalah pusat sesaat O12. hal yg sama kita lakukan
kec sesaat benda tsb. untuk posisi kedua. Akan terlihat bahwa
pusat kec sesaat benda tsb berubah. Itulah
alasan bahwa titik O12 disebut PUSAT
KECEPATAN SESAAT
Berbagai Kondisi Pusat Kecepatan Sesaat
Pada pljran sebelumnya telah
dijelaskan semua benda yang
bergerak dianggap berotasi thd suatu
pusat gerak. Pada gmbr 3.3a tampak
sebuah benda yg meluncur dgn pusat
O12, Sedangkan pada gambar 3.3b
adalah slider yg bergerak tanslasi.

Benda yg bergerak lurus jg dapat


dianggap bergerak rotasi dengan jari2
tak hingga. Dengan demikian titik
pusat benda yg bergerak translasi
adalah tak hingga.
Berbagai Kondisi Pusat Kecepatan Sesaat
BENDA YANG MENGGELINDING BENDA YANG MENGGELINDING
SEMPURNA TAK SEMPURNA

Untuk benda-benda yang Untuk benda-benda yang


melakukan rolling, pusat kecepatan melakukan rolling tak sempuna,
sesaatnya terletak pada titik kontak pusat kecepatan sesaatnya tak
kedua benda tersebut terhingga dan tegak lurus terhadap
bidang kontak
Teori Kennedy
Teori kennedy didefinisikan sbb:
Bila ada tiga benda pada suatu
bidang gerak relatif satu terhadap
lainnya maka akan terdapat tiga
pusat kecepatan sesaat yang akan
terletak pada satu garis lurus

Perhatikan 3 buah benda dalam


satu bidang pada gambar berikut,
berdasarkan teori kennedy maka
titik O12, O13 dan O23 harus berada
pada satu garis lurus. Kita
umpamakan titik Q terlatak pada
titik O23 serta titik Q2 dan Q3
merupakan milik benda 2 dan 3.
Karena ttk Q mrpkan titik pusat
sekutu antara benda 2 dan 3 maka
kec VQ2 = VQ3 = VQ23 dan akan
terlihat bahwa arah kec tidak sama
Jumlah Pusat Kecepatan Sesaat
Jumlah pusat kec sesaat pada Metode Diagram Lingkaran Untuk
suatu mekanisme dapat ditentukan Mentukan Pusat Kecepatan Sesaat
dgn pers berikut
Untuk menjelaskan penggunaan
diagram lingkaran perhatikan
mekanisme 4 batang pada gambar
berikut ini. Kita akan melakukan
tahap2 sebagai berikut:
Dimana:
N = Jumlah pusat kecepatan pada
mekanisme
n = Jumlah batang hubung pada
mekanisme

Untuk mencari pusat kecepatan


sesaat kita dapat menggunakan
teori kennedy dan metode diagram
lingkaran
Metode Diagram Lingkaran Untuk
Mentukan Pusat Kecepatan Sesaat
1. Pertama2 kita tentukan dahulu 3. Untuk pusat kecepatan O12 tarik
titik pusat utama yaitu O12,O14, garis antara titik 1 dan 2
O23 dan O34. Jumlah titik pusat
mekanisme tersebut adalah 4. Untuk pusat kecepatan O14 tarik
garis antara titik 1 dan 4

5. Untuk pusat kecepatan O2 3tarik


garis antara titik 2 dan 3
Berarti ada 2 buah titik pusat
kecepatan sesaat yang harus dicari 6. Untuk pusat kecepatan O34 tarik
garis antara titik 3 dan 4
2. Pada mekanisme tersebut kita
melihat ada 4 buah batang hubung ,
kita buat lingkaran yg dibagi
dengan 4 buah titik tersebut
Metode Diagram Lingkaran Untuk
Mentukan Pusat Kecepatan Sesaat
Titik pusat kecepatan yg belum
diketahui dapat dicari dengan
tahap2 berikut ini
1. Penentuan pusat kecepatan
sesaat O13
Pertama2 tarik garis 13
perhatikan gambar garis antara
titik 1 dan 3 merupakan sisi yg
sama pada Δ123 dan Δ134. maka
dengan demikian pusat
kecepatan sesaat O13
merupakan titik potong antar 2
buah garis

Anda mungkin juga menyukai