Anda di halaman 1dari 9

KELOMPOK I

INDAH LESTARI BCA 115 091


FERAWATI BR SINAGA BCA115 117
FEBRIANAI SUSANTI BCA 115 146
YULIANA BCA 115 154
RINI AISIAH BCA 115 159
LYA WAROKHA BCA 115 169
WINDAE BCA 115 177
FITRIASI BCA 115 178
THIO HAMONANGAN SIMANJUNTAK BCA 115 179
EKO TRINANTO BCA 115 229
PURNAMA BCA 115 254

PENGAUDITAN I
BAB IV
JENIS-JENIS PENDAPATAN AKUNTAN

Menurut SA 700 (IAPI, 700) dan SA 705


(IAPI, 705) yang berlaku untuk audit atas
laporan keuangan tahun 2013, opini auditor
dibagi menjadi dua:

1. Opini tanpa modifikasi


2. Opini dengan modifikasi
Opini tanpa modifikasi diberikan jika auditor
menyimpulkan bahwa laporan keuangan telah disusun
sesuai dengan stansar akuntansi keuangan yang
berlaku ( SAK ETAPSAK berbasis IFRS).

a. Opini dengan modifikasian diberikan jika auditor


menyimpulkan bahwa laporan keuangan tidak bebas
dari (mengandung) salah saji material.
b. Tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup
(sufficient) dan tepat (appropriate)
LAPORAN AUDITOR BERDASARKAN SA 705

Opini modifikasi : suatu opini wajar dengan


pengecualian, suatu opini tidak wajar, atau suatu opini
tidak menyatakan pendapat.

Terdapat 3 jenis modifikasi terhadap opini auditor:


1. Opini wajar dengan pengecualian (qualified opinion)
2. Opini tidak wajar (adverse opinion)
3. Opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer
opinion)
STANDAR AUDIT (SA) 570 TENTANG
KELANGSUNGAN USAHA

SA 570 ini mengatur tanggung jawab auditor dalam


audit atas laporan keuangan yang berkaitan dengan
penggnaan asumsi kelangsungan usaha untuk masa
depan yang dapat di prediksi manajemen bertanggung
jawab melakukan penilaian atas kemampuan entitas
untuk mempertahankan usahanya.
JAWABAN SOAL

1. BENAR. Pada akhir pemeriksaan dalam suatu pemeriksaan umum umum


(geberal udit), KAP akan memberikan suatu laporan akuntansi yang terdiri atas
lembaran opini yang menyatakan tangung jawab akuntan publik yang
memberikan pendapatnya terhadap kewajaran laporan keuangan yang
merupakan tanggung jawab manajemen. Halaman 108

2. BENAR. Tanggal laporan akuntan harus sama dengan tanggal selesainya


pekerjaan lapangan dan tanggal surat peryataan langganan, karena
menunjukan sampai tanggal berapa akuntan bertangung jawab untuk
menjelaskan hal0hal penting yang terjadi. Halaman 108

3. BENAR. Jika sesudah taggal selesainya pekerjaan lapangan (audit field work),
terjadi peristiwa penting yang jumlah material dan mempunyai pengaruh
terhadap laporan keuangan yang diperiksa, dan saat itu laporan audit belum
dikeluarkan, auditor harus menjelaskan kejadian penting tersebut dalam
catatan atas laporan keuangan dan lembar opini. Maka laporan akuntan
mempunyai dua tanggal (disebut dual dating) yang pertama tanggal selesainya
pemeriksaan lapangan yang kedua tanggal terjadinya peristiwa tersebut,
misalnya kebakaran. Halaman 108
4. SALAH. Menurut standar profesional Akuntan Publik per 31 Marer 2011
(PSA 29SA seksi 508), ada 5 jenis pendapatan akuntan, yaitu:
1. pendapatan wajar tanpa pengecualian
2. pendapatan wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan yang
ditambah dalam laporan
3. Pendapatan wajar dengan pengecualian
4. Pendapatan tidak wajar
5.pernyataan tidak memberikan pendapat

5. BENAR. Auditor akan menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian


yaitu jika laporan keuangan disajikan secara wajar, dalam semua hal
material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas
suatu entitas sesua dengan SAK/ETAP/IFRS.

6. BENAR. Auditor dapat memberikan pendapat wajar dengan pengecualian


atau qualified opinion pada saat auditor dibatasi baik oleh klien maupun
oleh kondisi yang ada, yang mencegah auditor untuk melaksanakan proses
audit secara lengkap.
7. BENAR. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan
yang ditambahkan dalam laporan audit bentuk baku memang merupakan
jenis unqualified opinion, dan diberikan jika terdapat keadaan tertentu
yang mengharuskan auditor menambah paragraf penjelasan dalam
laporan audit.
8. BENAR. Pada pendapat wajar tanpa pengecualian, terdapat kondisi di
antara dua periode akuntansi terdapat suatu perubahan material dalam
penggunaan standar akutansi atau dalam metode penerapannya. Sehingga
harus menggunakan bahasa penjelasan yang ditambahkan.

9. SALAH. Karena auditor harus menyatakan opini wajar dengan pengecualian


katika auditor setelah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat,
menyimpulkan bahwa kesalahan penyajian, hasil secara individual maupun
secara agregasi , adalah material, tetapi tidak pervasif, tehadap laporan
keuangan. Halaman 116

10.BENAR. Karena auditor harus menyatakan suatu opini tidak wajar ketika
auditor, telam memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, menyimpulkan
bahwa kesalahan penyajian, hasil secara individual maupun agregasi, adalah
material dan dan prevasif terhadap laporan keuangan. Halaman 116

11.BENAR. Apabila auditor menyatakan pendapat tidak wajar, maka ia harus


menjelaskan dengan paragraf terpisah sebelum paragraf pendapat dalam
laporannya semua alasan semua alasan yang mendukung pendpat tidak
wajar tersebut dan dampak utama hal yang menyebabkan pemberian
pendapat tidak wajar terhadap posisi keuangan, hasil usaha, perubahan
ekuitas dan arus kas, jika secara praktis untuk dilaksanakan. Jika dampak
tersebut tidak dapat ditentukan secara beralasan, laporan audit harus
menyatakan hal itu.
12. BENAR. Karena auditor tidak boleh menyatakan pendapat ketika auditor
tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang mndasari
opini, dan auditor meyimpulkan bahwa kemumngkinan dampak kesalahn
penyajian yang tidak terdeteksi terhadap laporan keuangan, jika bersifat
material dan pervasif. Halaman 116

13.SALAH. Diclaimer opinion yaitu auditor tidak boleh menyatakan


pendapat ketika auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup
dan tepat yang mendasari opini, dan auitor menyimpulkan bahwa
kemungkian dampak kesalahan penyajian yang tidak terdeteksi terhadap
laporan keuangan jika ada, dapatbersifat pervasive.

14. SALAH. Karena laporan auditor harus dengan tanda tangan aslinya.

15.SALAH. Karena bagian dari laporan auditor menjelaskan tanggung jawab


pihak-pihak dalam organisasi yang bertanggung jawab atas penyusunan
laporan keuagan. Laporan auditor tidak perlu merujuk secara khusus
pada “manajemen” tetapi harus mengunakan istilah yang tepat dalam
konteks kerangka hukum dalam yirisdiksi tertentu. Dalam beberapa
yurisdiksi, pengacuan yang tepat menggunakan “pihak yang bertanggung
jawab atas kelola”.