Anda di halaman 1dari 29

Uri - 우리 ( uri=kita )

BAB XVI
TEORI DAN STRATEGI INVESTASI ASING
LANGSUNG
OUTLINE

1. Teori Keunggulan Komparatif


2. Ketidaksempurnaan Pasar
3. Mempertahankan dan
Mentransfer Keunggulan
Kompetitif
4. Paradigma OLI dan
Internasionalisasi
5. Modus Keterlibatan Asing
Keputusan Berinvestasi Asing

Langkah-langkah pengambilan keputusan


berinvestasi asing :

Ukur risiko • (host


country
Politik prospektif)

Capital
Budgeting

Merger dan
Akuisi
Lintas Batas
Teori Keunggulan Komparatif

Teori Keunggulan Komparatif


Negara memiliki keunggulan
relatif (bukan absolut) dalam
produksi barang intensif (tanah,
tenaga kerja, modal)
dibandingkan negara lain

Alih Daya Rantai Pasokan


Keunggulan komparatif
didasarkan pada jasa dan
fasilitas lintas batasnya oleh
telekomunikasi dan internet,
campuran keahlian tenaga
kerja, akses terhadap modal.
a. Asumsi Teori Keunggulan
Komparatif

Dalam teori Teori Keunggulan Komparatif


model dunia diasumsikan menikmati :

Perdagangan Persaingan
bebas sempurna
Tidak ada
kepastian
Tidak ada
Informasi yang campur tangan
bebas biaya pemerintah
b. Batasan Keunggulan Komparatif

Batasan keunggulan komparatif :


 Campur tangan Pemerintah berupa tarif,
kuota, hambatan nontarif lainnya
 Faktor modal dan teknologi mengalir
langsung dengan mudah antar negara
 Faktor-faktor produksi modern lebih banyak
 Syarat-syarat perdagangan dengan penetapan
harga
 Ketidakpastian dan biaya informasi, peran
produk yang terdeferensiasi dan skala
ekonomi
Batasan Keunggulan Komparatif

Batasan keunggulan komparatif :


 Keunggulan komparatif bergeser setiap
waktunya seiring majunya negara
berkembang
 Model klasik keunggulan komparatif tidak
benar-benar membereskan masalah tertentu
lainnya, cth : ketidakpastian dan biaya
informasi, peran produk yang terdiferensiasi
dalam pasar persaingan tak sempurna dan
skala ekonomi
Ketidaksempurnaan Pasar :
Pemikiran Perusahaan Multinasional

Motif strategis berinvestasi di luar negeri dan


menjadi MNE :
 Pencari pasar
 Pencari bahan mentah
 Pencari efisiensi produksi
 Pencari ilmu pengetahuan
 Pencari keamanan politik
Investasi proaktif dirancang untuk meningkatkan
pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan.
Investasi defensif dirancang untuk meniadakan
pertumbuhan dan profitabilitas pesaing.
Mempertahankan dan Mentransfer
Keunggulan Kompetitif

Keunggulan kompetitif berkelanjutan perlu


dimiliki untuk melakukan investasi di luar negeri

Keunggulan kompetitif berasal dari :


 Skala dan cakupan ekonomi yang besar
 Keahlian manajerial dan pemasaran
 Teknologi yang superior dengan dukungan riset
 Kekuatan keuangan
 Produk yang terdeferensiasi
 Daya saing pasar negara asal
a. Sumber Keunggulan Kompetitif

 Cakupan dan Skala Ekonomi : dikembangkan


dalam sektor produksi, pemasaran, keuangan,
riset dan pengembangan, transportasi serta
pembelian.
 Keahlian Manajerial dan Pemasaran :
mencakup ketrampilan mengelola industri dalam
sdm dan teknis
 Produk yang terdiferensiasi : keunggulan
spesifik perusahaan berasal dari produk yang
terdiferensiasi yang berasal dari inovasi berbasis
riset dan identifikasi merek.
Sumber Keunggulan Kompetitif

 Teknologi Maju : mencakup ketrampilan ilmiah


maupun ketrampilan teknik.
 Kekuatan Keuangan : dicapai dengan
mempertahankan suatu biaya modal dan
ketersediaan modal. Keterbatasan mencapai
biaya global modal akan mengurangi required
rate return.
 Daya Saing Pasar Asal (dalam Negeri) : Pasar
dalam negeri yang kompetitif memaksa
perusahaan untuk menyesuaikan strategi
operasional dan kendali terhadap lingkungan
industri dan negara.
b. Model Berlian ‘Porter’

Determinan Keunggulan kompetitif nasional :


Model Berlian ‘Porter’
Paradigma OLI & Internasionalisasi

 Paradigma OLI merupakan usaha


menciptakan kerangka kerja menyeluruh
untuk menjelaskan MNE mengandalkan
FDI dibandingan melayani pasar asing.

 Paradigm OLI dimana perusahaan harus


memiliki :
“O” = Owner spesific
“L” = Location spesific
“I” = Internalization
a. Definisi Paradigma OLI

o Owner spesific yakni keunggulan spesifik


dari kepemilikan dimana perusahaan memiliki
keunggulan kompetitif di pasar asalnya

o Location spesific yakni keunggulan spesifik


lokasi berupa ketidaksempurnaan pasar atau
keunggulan komparatif asli

o Internalization yakni kepemilikan informasi


serta kendali atas modal manusia yang dapat
menghasilkan informasi baru melalui keahlian
dalam riset.
b. Strategi Keuangan

Strategi Strategi
Keuangan Keuangan
Proaktif Reaktif
Strategi Keuangan

Strategi Keuangan Proaktif dimana


dapat dikendalikan oleh manajer terlebih
dahulu.
Cth : memperoleh dan menjaga biaya dan
ketersediaan modal global.

Strategi Keuangan Reaktif dimana


bergantung pada situasi
ketidaksempurnaan pasar.
Cth : eksploitasi nilai tukar, harga saham,
meminimalkan pajak.
Tahapan Perusahaan berinvestasi

identifikasi Cari
Ketidaksempurnaan
keunggulan pasar & keunggulan Investasi
kompetitif Komparatif
Dimana Perusahaan berinvestasi

Keputusan tentang dimana Perusahaan akan


berinvestasi dipengaruhi oleh faktor-faktor
perilaku dan mengikuti pola pencarian
sekuensial.
Tahapan :
1. Perusahaan mengidentifikasi keunggulan
kompetitif
2. Perusahaan mencari untuk mendapatkan
ketidaksempurnaan pasar dan keunggulan
komparatif
Dua Teori Perilaku terkait FDI

Pendekatan
Perilaku
terhadap FDI Teori Jaringan
Internasional

Perusahaan induk dapat menjadi perusahaan


transnasional dimana perusahaan dimiliki oleh
suatu koalisi dari para investor yang berlokasi
diberbagai negara.
Dua Teori Perilaku terkait FDI

 Pendekatan Perilaku terhadap FDI


dimana keputusan untuk melakukan investasi
awal dipengaruhi oleh jarak psikis yang dekat

 Teori Jaringan Internasional


dimana MNE dipersepsikan sebagai anggota
dari jaringan internasional dengan titik-titik yang
berbasis dimasing-masing anak perusahaan
luar negeri/ asing, maupun induk perusahaan.
Modus Keterlibatan Asing

Produksi di Lisensi dan


Ekspor Kontrak
Luar Negeri Manajemen

Anak
Pengendalian
Perusahaan
Aset di Luar Joint Venture
yang dimiliki
Negeri
secara penuh

Greenfield
Investment Akuisisi
Modus Keterlibatan Asing
berinvestasi di Luar Negeri
Keterlibatan Asing

 Ekspor vs Produksi di Luar Negeri


(+) Ekspor tidak memiliki risiko unik yang dihadapi
FDI, joint venture, aliansi strategis, lisensi
(+) minimalisasi risiko politik dan biaya agensi
(+) nilai investasi awal dan akhir lebih rendah.

(-) Perusahaan tidak mampu menginternalisasikan


dan mengeksploitasi riset dan pengembangannya
(-) risiko kehilangan pasar, efisiensi biaya produksi
dan distribusi pesaing.
Keterlibatan Asing

 Lisensi dan Kontrak Manajemen vs


Pengendalian Aset di Luar Negeri
(+) Biaya Lisensi lebih rendah
(+) Lisensi minimalisasi biaya politik
(-) fee lisensi lebih rendah daripada keuntungan FDI:
Kemungkinan hilangnya kendali kualitas
Munculnya pesaing potensial di pasar negara ketiga
Kemungkinan perbaikan teknologi oleh penerima
lisensi lokal & hilangnya peluang memasuki pasar
penerima lisensi
Risiko pencurian teknologi & Biaya agensi tinggi
(+) Kontrak manajemen mengurangi biaya politik.
Keterlibatan Asing

 Joint Venture vs Anak Perusahaan


yang dimiliki secara penuh
Joint venture (usaha patungan) ialah berbagi
kepemilikan dalam suatu bisnis asing.

Foreign affiliate ialah unit bisnis asing yang


sebagiannya dimiliki oleh perusahaan induk
Foreign subsidiary ialah unit bisnis asing dengan
kepemilikan 50% atau lebih oleh perusahaan induk.
Keterlibatan Asing

Keunggulan memiliki mitra lokal yang cocok :


 Mitra lokal memahami adat istiadat, tata cara dan
institusi lingkungan setempat
 Mitra lokal menyediakan manajemen yang
kompeten
 Kontrak dan reputasi mitra lokal memperkuat
akses ke pasar modal
 Mitra lokal memiliki teknologi yang sesuai dengan
lingkungan setempat
 Citra publik perusahaan dapat memperbaiki
penjualannya bila tujuan investasi melayani pasar
lokal.
Keterlibatan Asing

Konflik potensial mitra lokal yang penting :


 Risiko politik meningkat apabila memilih mitra
yang salah
 Mitra lokal dan asing memiliki pandangan yang
berbeda tentang kebutuhan dividen
 Penetapan harga transfer atas produk/ komponen
menciptakan suatu potensi konflik kepentingan
 Kendali atas pembiayaan
 Kemampuan perusahaan merasionalisasikan
produk atas basis seluruh dunia dapat terancam
 Pengungkapan keuangan atas hasil-hasil lokal
diperlukan untuk saham-saham yang
diperdagangkan secara lokal.
Keterlibatan Asing

 Greenfield Investment vs Akuisisi


Aliansi Strategis
Greenfield investment ialah mendirikan produksi
atau fasilitas jasa yang dimulai dari bawah ke atas
yaitu dari lahan kosong (green field).
Cross border acquisition ialah pembelian
perusahaan atau fasilitas berbasis di luar negeri
yang sudah ada
Strategic alliance ialah salah satu bentuk aliansi
strategis lintas batas, dua perusahaan saling
mempertukarkan saham kepemilikan. Cocok untuk
produk berteknologi tinggi dengan biaya riset tinggi
dan introduksi peningkatan tepat waktu