Anda di halaman 1dari 24

PERATURAN

Perpetaan Kehutanan
-Dalam rangka mendukung Perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi program dan
kegiatan bid Kehutanan diperlukan data
spasial/peta.
-Perlu dibuat peta-peta kehutanan yang memuat
informasi sumber daya hutan dengan data yang
lengkap, akurat, baru dan benar yang meliputi
seluruh kawasan hutan baik pada tingkat
nasional, propinsi maupun kabupaten/ kota;
KONDISI SAAT INI :
-Dalam pembuatan dan penyajian peta tematik
kehutanan, saat ini masih banyak dijumpai
adanya hal-hal yang belum sesuai dengan
kaidah Perpetaan Kehutanan serta ketentuan
yang berlaku.

-Untuk menghasilkan peta yang berkualitas,


selain bahan dan peralatan yang memadai, juga
SDM yang melaksanakan pembuatan peta
sangat penting peranannya terhadap hasil peta
yang diperoleh
KONDISI YANG DIINGINKAN
- Pembuatan peta-peta kehutanan
memenuhi kaidah-kaidah perpetaan yang
baku baik dari sumber data yang
digunakan, cara pembuatan maupun
penyajian peta yang dihasilkan.
• -Data spasial/peta-peta tematik kehutanan
yang berkualitas (akurat dan terkini) dapat
digunakan sebagai dasar dalam
Perencanaan, pelaksanaan, monitoring
dan evaluasi program dan kegiatan bid
kehutanan.
ASPEK TEKNIS dalam pembuatan dan
penggambaran peta-peta kehutanan
meliputi :
(1) Sumber data;
(2) Skala peta;
(3) Informasi isi peta;
(4) Penyajian peta.
Ruang Lingkup :

- Standarisasi peta dasar kehutanan.


- Standarisasi penyajian Peta tema
kehutanan
- Pengelolaan dan dokumentasi peta.
Peraturan terkait Perpetaan Kehutanan:
A. Mengatur Peta Dasar
1. Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.
628/Kpts-II/1997 tanggal 24 September
1997 tentang Pembuatan, Pemeriksaan
dan Pengesahan Peta Kehutanan.
2. Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan
Perkebunan No. 730/Kpts-II/1999 tanggal
21 September 1999 tentang Standarisasi
Peta Dasar Digital.
3. Permenhut no.P48/Menhut-II/2009 tentang
Penggunaan Peta Dasar Tematik
Kehutanan skala 1: 250.000
B. Mengatur penyajian peta
1. Petunjuk Penyajian dan Penggambaran
Peta Kehutanan yang dikeluarkan oleh
Direktorat Jenderal Inventarisasi dan Tata
Guna Hutan tahun 1995 (Penyempurnaan
dari SK. Kepala Badan Inventarisasi dan
Tata Guna Hutan No. 027/Kpts/VII-
3/1986 tentang Petunjuk Penyajian Peta-
peta Kehutanan).
2. Kep.Menhutbun no.251/Kpts-VII/1999
tanggal 28 April 1999 tentang Pedoman
Pengolahan dan Penyajian Data Digital
SIG Untuk Keperluan Pembangunan
Kehutanan dan Perkebunan.
3. Pedoman Penyusunan Data Spasial Digital
yang dikeluarkan oleh Badan Planologi
Kehutanan dan Perkebunan, Agustus 2000
C. Mengatur Pengelolaan Peta Kehutanan
1. Peraturan Menteri Kehutanan
No.P.59/Menhut-II/2008 tanggal 25
September 2008 tentang Penunjukan Unit
Kliring Data Spasial Departemen
Kehutanan
2. Peraturan Presiden RI no. 85 tahun 2007
Tentang Jaringan Data Spasial Nasional
PETA DASAR
Sumber data yang digunakan sebagai peta
dasar untuk penggambaran peta dasar
kehutanan, adalah:
- Peta Rupabumi Indonesia (RBI) yang
diterbitkan oleh Bakosurtanal,
- Peta Topografi (TOP) yang diterbitkan oleh
Direktorat Topograf Angakatan Darat
- Peta Dasar Tematik Kehutanan yang
diterbitkan oleh Departemen Kehutanan
c.q Badan Planologi kehutanan,
- Peta Batas Wilayah Administrasi
Pemerintahan yang diterbitkan oleh
Departemen Dalam Negeri.
SKALA peta dasar kehutanan yang
digunakan untuk tingkat provinsi dan
kabupaten (untuk skala operasional)
menggunakan peta skala tebesar yang
tersedia/yang meliput provinsi/kabupaten
-PENYAJIAN PETA TEMA KEHUTANAN
A. Penyajian peta-peta kehutanan
dilaksanakan dengan memperhatikan
kaidah-kaidah pemetaan dan
penggambaran peta, meliputi :
- Koordinat lembar, menggunakan sistem
koordinat geografis (lintang, bujur), dan
dicantumkan pada garis tepi lembar peta
dengan interval tertentu,
- Simbol, warna dan notasi untuk
menerangkan isi peta menggunakan
petunjuk penyajian peta kehutanan,
- Format dan penomoran lembar peta untuk peta
berseri menggunakan indeks pembagian dan
penomoran lembar peta RBI,
- Format dan penomoran lembar peta untuk peta
yang berdiri sendiri (kel. hutan/unit pengelolaan/
areal kerja) penggambarannya menggunakan
petunjuk penyajian peta kehutanan,
- Penyimpanan peta dapat dilakukan secara
manual dan digital,
- Kodefikasi peta digital menggunakan standar
pembakuan kodefikasi data digital kehutanan,
B. Dalam menyajikan peta kehutanan, pada
setiap lembar peta dicantumkan keterangan
tepi meliputi : Judul peta ; Skala peta, numerik
dan grafik ; Arah Utara ; Legenda atau
keterangan simbol ; Sumber data/peta ;
Petunjuk lembar letak ; Keterangan riwayat
pembuatan peta ; dan Keterangan pembuat/
penerbit peta.
1. Judul Peta
2. Skala Grafis
3. Skala Numeris
4. Arah Utara
5. Legenda/keterangan simbol
6. Sumber data/peta
7. Petunjuk lembar letak/peta situasi
8. Keterangan riwayat pembuatan peta
9. Keterangan pembuat peta
PENGELOLAAN PETA-PETA KEHUTANAN
(1) Pengelolaan peta-peta kehutanan dilakukan
oleh setiap penyelenggara pembuat peta
kehutanan baik pada tingkat pusat maupun
daerah,
(2) Peta-peta tematik kehutanan yang dihasilkan
oleh penyelenggara pembuat peta kehutanan
pada tingkat pusat disampaikan kepada Ditjen
Planologi Kehutanan, dan pada tingkat daerah
disampaikan kepada Balai Pemantapan
Kawasan Hutan.
(3) Peta-peta tematik kehutanan yang dihimpun
selanjutnya diolah dan dikelola dengan sistem
informasi geografis yang dikembangkan dalam
sistem jaringan, dan para penyelenggara
pembuat peta lingkup Kementerian kehutanan
pusat dan daerah serta pihak lain dapat
mengakses informasi tersebut.
PETA TEMATIK KEHUTANAN
1. Peta Perkembangan Tata Batas (Tata batas
kawasan, Tata Batas HPH/HPHTI/IUPHHK).
2. Peta Vegetasi (Hutan Alam, Hutan
tanaman/Reboisasi/Penghijauan).
3. Peta Areal Kerja Hak Pengusahaan Hutan
(HPH, HPHTI, IUPHHK dan Pengusahaan
Hutan lainnya)
4. Peta Kawasan Hutan (TGHK, Paduserasi,
Penunjukan Kawasan Hutan)
5. Peta Jaringan Tiktik Kontrol GPS (Bakosurtanal,
Dephut)
6. Peta Penyebaran Cluster (PSP – TSP)
7. Peta Perkembangan Realisasi RKL, RKT (HPH,
HTI, IUPHHK dll.)
8. Peta Jaringan Jalan Dalam Kawasan Hutan /
Areal Kerja HPH/HPHTI/IUPHHK.
9. Peta Garis Bentuk (PGB)
10. Peta Daerah Aliran Sungai dan Catchment
Area.
11. Peta Mutasi Kawasan Hutan.
PETA TEMATIK NON KEHUTANAN
1. Peta Tanah/Penyebaran Jenis Tanah.
2. Peta Iklim.
3. Peta Kelas Lereng.
4. Peta Kesesuaian Lahan (Land Suitability)
5. Peta Administrasi Pemerintahan (Kabupaten,
Kecamatan, Desa)