Anda di halaman 1dari 12

KLT-DENSITOMETRI

ZHULNANINGSIH
G 701 15 026
Pengertian
Kromatografi Lapis Tips (KLT) merupakan metode pemisahan
komponen-komponen atas dasar perbedaan adsorpsi atau partisi
oleh fase diam di bawah gerakan pelarut
pengembang/pengembang campur.

Densitometri adalah metode analisi instrumental yang berdasarkan


interaksi radiasi elektromagnetik dengan analit yang merupakan
bercak atau noda pada lempeng KLT.
Densitometri lebih dititikberatkan untuk analisis kuantitatif analit-
analit dengan kadar kecil, yang mana diperlu-kan pemisahan
terlebih dahulu dengan KLT.
Komponen KLT-Densitometri
Fase diamnya (Stationary Phase) berbentuk lapisan tipis yang
melekat pada gelas/kaca, plastik, aluminium.
Sedangkan fase geraknya (Mobile Phase) berupa cairan atau
campuran cairan, biasanya pelarut organi dan kadang-kadang
juga air.

Sumber radiasi (Source), pengatur panjang gelombang (λ


selector), beam spliter, thin layer plate (end view), detector
phototube (transmitance position)
Komponen
Pada umumnya densitometri memberikan rentang gelombang
penentuan 200-630 nm.
Lampu Deuterium (D2) dipakai untuk pengukuran pada
daerah cahaya tampak.
Untuk penetapan pendar fluor dan pemadaman pendar fluor
dipakai lampu busur Hg bertekanan tinggi.
Sama seperti pada spektorfotometri, pada densitometri juga
dilakukan penentuan transmisi atau adsorpsi dan refleksi pada
panjang gelombang maksimal.
Pada penetapan pendar fluor dan pemadaman pedar fluor
juga harus dilakukan pada panjang gelombang dimana terjadi
emisi atau intensitas realitif pendar fluor yang optimal.
Monokromator dengan fungsi yang sama seperti pada
spektrofotometri UV-Vis yang diperlukan pada densitometer.
Biasanya dipakaimonokromator kisi difraksi 1200 garis/mm.
Prinsip Kerja
Prinsip penentuan dengan metode desintometri hampir sama
dengan metode spektrofotometri. Penetuan kadar analit yang
dikorelasikan dengan area / luas noda pada KLT akan lebih
terjamin kesahihannya dibanding dengan metode KCKT atau
KGC, sebab area noda kromatogram diukur pada posisi diam
atau "zig-zag" menyeluruh.
Pada metode Spektrofotodensitometri / densitometri dikenal
parameter:
K = (Koefisien penyerapan)
S = (Koefisien penghamburan)
Penggunaan
 Analisis Kualitatif
Analisis kualitatif dengan KLT-Densitometri pada
prinsipnya mengacu kepada nila Rf atau faktor
retardasi yaitu: membandingkan Rf analit dengan Rf
baku pembanding atau membandingkan bercak
kromatogram “Reference Standart”.
 Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif hampir sama dengan
spektrofotometri, penentuan kadar analit
dikorelasikan dengan area bercak pada pelat KLT.
Gambar KLT-Densitometri
Contoh Jurnal

“ Penetapan Kadar Inulin dalam Ekstrak Air Umbi


Bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) dari Gresik
Jawa Timur dengan Metode KLT Densitometri “
Penetapan kadar inulin dilakukan sesuai penelitian oleh
Lestari (2013) menggunakan metode KLT Densitometri
dengan kondisi analisis pada Tabel 1, dimana sebelumnya
dilakukan uji identitas dan kemurnian untuk mengetahui
ada atau tidaknya inulin dalam ekstrak dan kemurniannya.
Dilanjutkan dengan uji keakuratan dengan adisi standar
60% untuk menunjukkan keakuratan hasil penetapan
kadar, yang ditentukan berdasarkan nilai recovery
(perolehan kembali) analit yang didapatkan.