Anda di halaman 1dari 17

Charles Friedel - Penemu Rumus Sintesa

(Reaksi Friedel-Crafts)
• Charles Friedel adalah seorang ahli kimia yang berasal dari Perancis. Dia lahir di Strasbourg tanggal
13 Maret 1832 dan meninggal di Montauban, 20 April 1899. Pada tahun 1854, Charles masuk ke
C.A. Laboratorium Wurtz, dan setahun setelahnya, yakni 1856, diangkat menjadi seorang
konservator bidang mineralogi di National School of Mines Superior.

Kemudian saat tahun 1871, dia mulai kuliah di École Normale dan selanjutnya tahun 1876 berhasil
Charl berhasil menjadi profesor bidang mineralogi di Sorbonne. Namanya mulai dikenal oleh orang-
orang ketika menciptakan rumus sintesa yang kemudian disebut dengan kreasi Friedel-Crafts pada
tahun 1877. Rumusan ini diciptakan oleh Charles bersama temannya bernama James M. Crfats,
yakni seorang ahli kimia berasal dari Amerika Utara. Selain sukses dalam pembuatan rumus, Charles
juga adalah seorang pendiri Revue Générale de Chimie tahun 1899. Pada tahun 1879 sampai 1887,
dia bekerja sama dengan Emile Edmond Sarasin untuk meneliti pembentukan mineral dengan cara
buatan. Pada awalnya, Charles memang berkonsentrasi di bidang kimia mineralogi, namun kemudian
beralih ke kimia organik.
Lahir: 12 March 1832 Strasbourg, France

Meninggal: 20 April 1899 (umur 67)


Montauban, Perancis

Tempat tinggal: Perancis

Kebangsaan: Perancis

Bidang: Mineralogy, Chemistry

Institusi: Sorbonne

Alma mater: University of Strasbourg,


Sorbonne

Mahasiswa ternama: André-Louis Debierne

Dikenal karena: Friedel–Crafts reaction

Penghargaan: Davy Medal (1880)


Reaksi Friedel-Crafts

• Reaksi Friedel-Crafts merujuk pada sekelompok reaksi kimia yang


dikembangkan oleh Charles Friedel dan James Crafts pada tahun 1877.
Terdapat dua kelompok besar reaksi Friedel-Crafts, yakni reaksi alkilasi dan
reaksi asilasi. Reaksi-reaksi ini termasuk dalam reaksi substitusi aromatik
elektrofilik.
Alkilasi Friedel-Crafts

Alkilasi Friedel-Crafts melibatkan alkilasi dari cincin aromatik dan alkil halida
menggunakan katalis asam Lewis. Dengan menggunakan feri klorida sebagai
katalis, gugus alkil melekat pada posisi ion klorida sebelumnya.
Alkilasi Friedel-Crafts
Alkilasi Friedel-Crafts
• Reaksi ini memiliki beberapa kerugian, di antaranya adalah produk reaksi ini
lebih nukleofilik dari reaktan reaksi dikarenakan pendonor elektron rantai
alkil. Oleh karena ini, hidrogen yang lainnya tersubstitusikan oleh rantai alkil
lainnya, menghasilkan molekul yang kelebihan gugus alkil. Jika atom klorin
tidak berada dalam karbon tersier, reaksi penataan-ulang akan terjadi. Ini
dikarenakan stabilitas karbokation tersier yang lebih stabil dari karbokation
sekunder maupun primer.
Alkilasi Friedel-Crafts
• Rintangan sterik dapat digunakan untuk membatasi banyaknya alkilasi yang
terjadi seperti pada t-butilasi 1,4-dimetoksibenzena.
Alkilasi Friedel-Crafts
• Alkilasi tidak hanya terbatas pada alkil halida: reaksi Friedel-Crafts dapat
terjadi pada seluruh zat antara karbokation seperti zat antara dari reaksi
alkena dengan asam protik ataupun asam Lewis. Dalam satu kajian,
elektrofilnya adalah ion bromonium yang diturunkan dari alkena dan NBS:
Dealkilasi Friedel-Crafts
• Alkilasi Friedel-Crafts adalah reaksi reversibel. Pada reaksi dealkilasi Friedel-Crafts,
gugus alkil dapat dilepas jika terdapat proton dan asam Lewis.

Sebagai contoh, pada adisi bromoetana pada benzena, substitusi orto dan para
diharapkan terjadi pada tahap substitusi yang pertama karena gugus alkil termasuk
dalam gugus aktivasi. Namun hasil produk reaksi yang sebenarnya adalah 1,3,5-
trietilbenzena dengan seluruh gugus alkilnya berada pada posisi meta. Kontrol reaksi
termodinamika menyebabkan substitusi meta lebih difavoritkan daripada substitusi
orto dan para yang melalui reaksi kesetimbangan kimia. Oleh karena itu, hasil paling
akhir reaksi ini disebabkan oleh rentetan reaksi alkilasi dan dealkilasi.
Dealkilasi Friedel-Crafts
Asilasi Friedel-Crafts
• Asilasi Friedel-Crafts adalah asilasi cincin aromatik dengan asil klorida
menggunakan katalis asam lewis yang kuat. Asilasi Friedel-Crafts dapat
terjadi dengan asam anhidrida. Kondisi reaksi ini sama dengan alkilasi
Friedel-Crafts di atas. Reaksi ini memiliki beberapa keuntungan dari reaksi
alkilasi. Oleh karena efek penarikan elektron dari gugus karbonil, hasil reaksi
keton selalu kurang reaktif dari reaktan, oleh karena itu asilasi berganda tidak
terjadi. Selain itu, juga tidak terjadi penataan-ulang karbokation karena ion
karbonium distabilkan oleh struktur resonans dengan muatan positif pada
oksigen.
Asilasi Friedel-Crafts
Asilasi Friedel-Crafts
• Reaksi asilasi Freidel-Crafts sangat bergantung pada stabilitas reagen asil
klorida. Formil klorida, sebagai contohnya, sangat tidak stabil untuk
diisolasikan. Oleh karena itu sintesis benzaldehida via lintasan Friedel-Crafts
memerlukan sintesis formil klorida secara in situ. Ini dapat dilakukan melalui
reaksi Gatterman-Koch yang mereaksikan benzena dengan karbon
monoksida dan hidrogen klorida pada tekanan tinggi dan dikatalisasikan
dengan campuran aluminium klorida dan kupro klorida.
Hidroksialkilasi Friedel-Crafts
• Arena bereaksi dengan beberapa aldehida dan keton tertentu menghasilkan
produk yang terhidroksialkilasi. Sebagai contohnya reaksi turunan mesitil dari
glioksal dengan benzena yang membentuk benzoin.
Mekanisme reaksi
• Tahap pertama reaksi terdiri dari disosiasi atom klor menjadi kation asil:

• Kemudian diikuti dengan serangan nukelofilik arena terhadap gugus asil:


• Pada akhirnya atom klor bereaksi menjadi HCl dan katalis AlCl3 terbentuk
kembali seperti semula: