Anda di halaman 1dari 23
REFERAT TERAPI OKSIGEN Pembimbing : dr. Ranjan Kumar, Sp.An Nurul Dwi Lestari 1620221174 Mega Mulya dwi
REFERAT
TERAPI OKSIGEN
Pembimbing : dr. Ranjan Kumar, Sp.An
Nurul Dwi Lestari
1620221174
Mega Mulya dwi Fitriyani
1620221191
SMF ANESTESI dan REANIMASI
RS Persahabatan
Bab I Pendahuluan Bab III Kesimpulan Bab II Tinjauan Pustaka
Bab I
Pendahuluan
Bab III
Kesimpulan
Bab II
Tinjauan
Pustaka
 Oksigen (O 2 )  salah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme,
Oksigen (O 2 )  salah satu komponen gas
dan unsur vital dalam proses
metabolisme, untuk mempertahankan
kelangsungan hidup seluruh sel tubuh.
Terapi oksigen adalah suatu tindakan untuk
meningkatkan tekanan parsial oksigen pada
Adanya kekurangan O
ditandai dengan
inspirasi  dilakukan dengan cara
2
meningkatkan kadar oksigen inspirasi / FiO2
keadaan hipoksia, yang dalam proses
(Orthobarik ), dan meningkatkan tekanan
lanjut dapat menyebabkan kematian
oksigen (Hiperbarik)
jaringan bahkan dapat mengancam
kehidupan.
Pendahuluan
 Memahami anatomi dan fisiologi sistem respirasi.  Memahami tujuan, indikasi, kontraindikasi, dan manfaat terapi oksigen.
Memahami anatomi dan fisiologi sistem
respirasi.
Memahami tujuan, indikasi,
kontraindikasi, dan manfaat terapi
oksigen.
Memahami keuntungan dan kerugian
penggunaan sistem aliran rendah dan
tinggi
Meningkatkan kemampuan dalam
penulisan ilmiah dibidang kedokteran.
Tujuan
Manfaat Untuk menambah pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi sistem respirasi dan terapi oksigen di bidang anestesi
Manfaat
Untuk menambah pengetahuan tentang
anatomi dan fisiologi sistem respirasi dan
terapi oksigen di bidang anestesi
BAB II Tinjauan Pustaka Anatomi Fisiologi Terapi Oksigen • Upper • Lower • Eksternal • Internal
BAB II
Tinjauan Pustaka
Anatomi
Fisiologi
Terapi Oksigen
• Upper
• Lower
• Eksternal
• Internal
• Definisi
• Tujuan
• Indikasi
• Kontraindikasi
• Protokol
Pemberian
• Risiko
Pemberian
Anatomi
Anatomi
 Mekanisme dimulai dengan masuk dan keluarnya udara dari atmosfer ke dalam paru-paru  2 macam
Mekanisme dimulai dengan masuk dan
keluarnya udara dari atmosfer ke dalam
paru-paru
2 macam sistem respirasi :
1. Eksternal
2. Internal
Fisiologi Sistem Pernapasan
Volume Paru Fungsi Paru Kapasitas Paru
Volume Paru
Fungsi
Paru
Kapasitas
Paru
 Volume Tidal  Volume udara yang dihirup dan dihembuskan setiap kali bernapas  Volume Cadangan
Volume Tidal
Volume udara yang dihirup dan dihembuskan setiap kali
bernapas
Volume Cadangan Inspirasi
Volume udara maksimal yang dapat dihirup setelah inhalasi
normal
Volume Cadangan Ekspirasi
Volume udara maksimal yang dapat dihembuskan dengan
kuat setelah exhalasi normal
Volume Residu
Volume udara yg tersisa dalam paru-paru setelah exhalasi
maksimal
Volume Paru
 Kapasitas vital (VC), volume udara maksimal dari poin inspirasi maksimal.  Kapasitas inspirasi (IC) Volume
Kapasitas vital (VC), volume udara
maksimal dari poin inspirasi maksimal.
Kapasitas inspirasi (IC) Volume udara
maksimal yang dihirup setelah ekspirasi
normal.
Kapasitas residual fungsiunal (FRC),
volume udara yang tersisa dalam paru
setelah ekspirasi normal.
Kapasitas total paru (TLC) volume udara
dalam paru setelah inspirasi maksimal
Kapasitas Paru
Suatu tindakan untuk meningkatkan tekanan parsial oksigen pada inspirasi  meningkatkan kadar oksigen inspirasi (FiO2) dan
Suatu tindakan untuk meningkatkan
tekanan parsial oksigen pada inspirasi 
meningkatkan kadar oksigen inspirasi
(FiO2) dan meningkatkan tekanan oksigen
Terapi Oksigen
 Meningkatkan konsentrasi O2 pd darah arteri  masuk ke jaringan u/memfasilitasi met. Aerob  Mempertahankan
Meningkatkan konsentrasi O2 pd darah
arteri  masuk ke jaringan
u/memfasilitasi met. Aerob
Mempertahankan PaO2 > 60 mmHg atau
SaO2 > 90%  mencegah dan mengatasi
hipoksemia/hipoksia serta
mempertahankan oksigenasi jaringan
yang adekuat dan menurunkan kerja
napas dan miokard.
Tujuan
Alat Aliran (L/menit) Fi O 2 (fraksi oksigen inspirasi) 1 0,24 2 0,28 3 0,32 Kanula
Alat
Aliran (L/menit)
Fi O 2 (fraksi oksigen inspirasi)
1
0,24
2
0,28
3
0,32
Kanula nasal
4
0,36
5
0,40
6
0,44
5-6
0,40
Masker
6-7
0,50
oksigen
7-8
0,60
6
0,60
Masker
7
0,70
dengan
8
0,80
kantong
9
≥0,80
reservoir
10
≥0,80
 Secara umum indikasi pemberian terapi oksigen yaitu, untuk mencegah atau mengatasi hipoksia, penurunan PaCO 2
Secara umum indikasi pemberian terapi
oksigen yaitu, untuk mencegah atau
mengatasi hipoksia, penurunan PaCO 2
dengan gejala dan tanda-tanda hipoksia,
dispnea; takipnue; gelisah; disorientasi;
apatis; kesadaran menurun dan keadaan-
keadaan lain seperti gagal napas akut,
syok, keracunan CO 2.
Indikasi
 Kanul nasal / Kateter binasal / nasal prong: jika ada obstruksi nasal.  Kateter nasofaringeal
Kanul nasal / Kateter binasal / nasal
prong: jika ada obstruksi nasal.
Kateter nasofaringeal / kateter nasal: jika
ada fraktur dasar tengkorak kepala,
trauma maksilofasial, dan obstruksi nasal.
Sungkup muka dengan kantong
rebreathing: pada pasien dengan PaCO 2
tinggi, akan lebih meningkatkan kadar
PaCO 2 nya lagi
Kontra Indikasi
Sistem aliran rendah Sitem aliran tinggi Protokol Prosedur
Sistem aliran rendah
Sitem aliran tinggi
Protokol Prosedur
 Keracunan  Bila oksigen diberikan dgn fraksi < 50% terus-menerus selama 1-2 hari Kerusakan jar.paru,
Keracunan  Bila oksigen diberikan dgn
fraksi < 50% terus-menerus selama 1-2
hari
Kerusakan jar.paru, terjadi akibat terbentuknya
metabolik oksigen yg merangsang PMN dan H2O
melepaskan enzim proteolitik dan enzim lisosom
yg dapat merusak alveoli
Risiko Terapi Oksigen
 Terapi oksigen adalah memasukkan oksigen tambahan dari luar ke paru melalui saluran pernafasan dengan menggunakan
Terapi oksigen adalah memasukkan
oksigen tambahan dari luar ke paru
melalui saluran pernafasan dengan
menggunakan alat sesuai kebutuhan
Tujuan terapi oksigen adalah untuk
meningkatkan konsentrasi O 2 pada darah
arteri sehingga masuk ke jaringan untuk
memfasilitasi metabolisme aerob,
mempertahankan PaO 2 > 60 mmHg atau
SaO 2 > 90 %.
Kesimpulan
 Indikasi : pasien hipoksia, oksigenasi kurang sedangkan paru normal, oksigenasi cukup sedangkan paru tidak normal,
Indikasi : pasien hipoksia, oksigenasi
kurang sedangkan paru normal,
oksigenasi cukup sedangkan paru tidak
normal, oksigenasi cukup, paru normal,
sedangkan sirkulasi tidak normal, pasien
yang membutuhkan pemberian oksigen
konsentrasi tinggi, pasien dengan tekanan
partial karbondioksida ( PaCO 2 ) rendah.
 Kontra indikasi pemakaian terapi oksigen ini adalah pemakaian kanul nasal/kateter binasal/nasal prong : jika ada
Kontra indikasi pemakaian terapi oksigen
ini adalah pemakaian kanul nasal/kateter
binasal/nasal prong : jika ada obstruksi
nasal, pemakaian kateter nasofaringeal /
kateter nasal : jika ada fraktur dasar
tengkorak kepala, trauma maksilofasial,
dan obstruksi nasal, pemakaian sungkup
muka dengan kantong rebreathing : pada
pasien dengan PaCO 2 tinggi, akan lebih
meningkatkan kadar PaCO 2 nya lagi.
Komplikasi  Keracunan oksigen, kerusakan jaringan paru, retensi gas dll.
Komplikasi  Keracunan oksigen,
kerusakan jaringan paru, retensi gas dll.
SEKIAN dan TERIMA KASIH
SEKIAN dan TERIMA
KASIH