Anda di halaman 1dari 17

DISUSUN OLEH

Kelompok 4
ATIK MURDIYATIN
SOKEH
DAROJAH
MUH. MUKHSIN
ERNATI ROISAH
GAYU WINARSIH
ERNA KRIS
RUDI MARDIYANTO
ANDIPTA YANGGA
IMAM MARTONO
OKI
DEFINISI
 Menurut WHO. (1989) Stroke adalah disfungsi
neurologi akut yang disebabkan oleh gangguan aliran
darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan
gejala sesuai dengan daerah fokal pada otak yang
terganggu.
ETIOLOGI
 Thrombosis Cerebral.
 Emboli
 Haemorhagi
 Hypoksia Umum
 Hipoksia setempat
Etiologi....
FAKTOR RESIKO
 Akibat adanya kerusakan pada arteri, yaitu usia, hipertensi
dan DM.
 Penyebab timbulnya thrombosis, polisitemia.
 Penyebab emboli MCI. Kelainan katup, heart tidak teratur
atau jenis penyakit jantung lainnya.
 Penyebab haemorhagic, tekanan darah terlalu tinggi,
aneurisma pada arteri dan penurunan faktor pembekuan
darah (leukemia, pengobatan dengan anti koagulan )
 Bukti-bukti yang menyatakan telah terjadi kerusakan
pembuluh darah arteri sebelumnya : penyakit jantung
angina, TIA., suplai darah menurun pada ektremitas
KLASIFIKASI
 MENURUT PATOLOGI DAN GEJALA KLINIK
Stroke haemorargi
Stroke Non haemorargie

 MENURUT PERJALAN PENYAKIT


TIA
Stroke Involusi
Stroke Komplit
MANIFESTASI KLINIS
 Jika dilihat bagian hemisfer yang terkena tanda dan gejala dapat
berupa:
 Stroke hemisfer Kanan
 Hemiparese sebelah kiri tubuh.
 Penilaian buruk
 Mempunyai kerentanan terhadap sisi kolateral sehingga kemungkinan
terjatuh ke sisi yang berlawanan tersebut.
 Stroke yang Hemifer kiri
 Mengalami hemiparese kanan
 Disfagia global
 Perilaku lambat dan sangat hati-hati
 Afasia
 Kelainan bidang pandang sebelah kanan.
 Mudah frustasi
PATOFISIOLOGI
 Infark serbral adalah berkurangnya suplai darah ke area
tertentu di otak
 Atherosklerotik sering/cenderung sebagai faktor penting
terhadap otak, thrombus dapat berasal dari flak
arterosklerotik , atau darah dapat beku pada area yang
stenosis, dimana aliran darah akan lambat atau terjadi
turbulensi.
 Thrombus dapat pecah dari dinding pembuluh darah
terbawa sebagai emboli dalam aliran darah. Thrombus
mengakibatkan ;
-Iskemia jaringan otak yang disuplai oleh pembuluh darah
yang bersangkutan.
-Edema dan kongesti disekitar area.
Patfis....
 Oklusi pada pembuluh darah serebral oleh embolus
menyebabkan edema dan nekrosis diikuti thrombosis.
 Jika terjadi septik infeksi akan meluas pada dinding
pembukuh darah maka akan terjadi abses atau
ensefalitis , atau jika sisa infeksi berada pada
pembuluh darah yang tersumbat menyebabkan
dilatasi aneurisma pembuluh darah.
 Jika sirkulasi serebral terhambat, dapat berkembang
anoksia cerebral
PX DIAGNOSTIK
 Rontgen kepala dan medula spinalis
 Angiografi
 Elektro encephalografi
 Computerized Tomografi Scanning ( CT. Scan)
 Punksi lumbal
 Magnetic Resonance Imaging
PENATALAKSANAAN STROKE
 Untuk mengobati keadaan akut perlu diperhatikan
faktor-faktor kritis sebagai berikut
 Berusaha menstabilkan tanda-tanda vital dengan :
 Mempertahankan saluran nafas yang paten yaitu lakukan
pengisapan lendiryang sering, oksigenasi, kalau perlu
lakukan trakeostomi, membantu pernafasan.
 Mengontrol tekanan darah berdasarkan kondisi pasien,
termasuk usaha memperbaiki hipotensi dan hipertensi.
 Berusaha menemukan dan memperbaiki aritmia jantung.
 Merawat kandung kemih, sedapat mungkin jangan
memakai kateter.
 Menempatkan pasien dalam posisi yang tepat, harus
dilakukan secepat mungkin pasien harus dirubah posisi
tiap 2 jam dan dilakukan latihan-latihan gerak pasif.
Pengobatan Konservatif
 Vasodilator meningkatkan aliran darah serebral ( ADS
) secara percobaan, tetapi maknanya :pada tubuh
manusia belum dapat dibuktikan.
 Dapat diberikan histamin, aminophilin, asetazolamid,
papaverin intra arterial.
 Anti agregasi thrombosis seperti aspirin digunakan
untuk menghambat reaksi pelepasan agregasi
thrombosis yang terjadi sesudah ulserasi alteroma.
 Pengobatan Pembedahan
 Tujuan utama adalah memperbaiki aliran darah
serebral :
 Endosterektomi karotis membentuk kembali arteri
karotis , yaitu dengan membuka arteri karotis di leher.
 Revaskularisasi terutama merupakan tindakan
pembedahan dan manfaatnya paling dirasakan oleh
pasien TIA.
 Evaluasi bekuan darah dilakukan pada stroke akut
 Ligasi arteri karotis komunis di leher khususnya pada
aneurisma.
KOMPLIKASI
 Berhubungan dengan immobilisasi ; infeksi
pernafasan, nyeri pada daerah tertekan, konstipasi dan
thromboflebitis.
 Berhubungan dengan paralisis: nyeri pada daerah
punggung, dislokasi sendi, deformitas dan terjatuh
 Berhubungan dengan kerusakan otak : epilepsi dan
sakit kepala.
 Hidrocephalus
PRIORITAS KEPERAWATAN
 Meningkatkan perfusi serebri dan oksigenasi yang
adekuat.
 Mencegah dan meminimalkan komplikasi dan
kelumpuhan permanen.
 Membantu pasien untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari.
 Memberikan dukungan terhadap perubahan gaya
mobilisasi/gaya gerak/gaya berjalan.
 Meningkatnya asupan makanan yang dikonsumsi
TUJUAN AKHIR KEPERAWATAN
 Meningkatnya fungsi serebral dan menurunnya defisit
neurologis.
 Mengurangi rasa nyeri yang timbul
 Kebutuhan sehari-hari terpenuhi baik oleh dirinya
maupun orang lain.
 Terpenuhinya kebutuhan nutrisi
 Meningkatnya kembali fungsi sensori
DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG
MUNGKIN MUNCUL:
 Gangguan perfusi jaringan cerebral b.d penurunan suplai
darah dan o2 ke otak
 Gangguan rasa nyaman nyeri b/d peningkatan TIK
 Kerusakan mobilitas fisik b.d kelemahan pada
otot/anggota gerak.
 Kerusakan komunikasi verbal b.d kerusakan artikuler
 Gangguan perubahan fungsi sensori b.d ketidakmampuan
menghirup,melihat dan mengecap
 Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d
anoreksia
 Resiko kerusakan menelan b.d refluks
 Defisit self-care: b.d kegagalan menggerakan anggota
tubuh
INTERVENSI KEPERAWATAN