Anda di halaman 1dari 11

Manajemen Sekuritas &

Manajemen Kas

1. Annisa Ekasiwi Anggraeni (1610102010)


2. Yuda Adi Kurniawan
(1610102020)
3. Indri Putri (1610102030)
Pengertian Sekuritas
• Sekuritas merupakan surat-surat berharga yang segera
dapat dijual untuk memperoleh uang kas.
• Sekuritas jangka pendek bertujuan agar dapat segera
diuangkan (dijual) jika sewaktu-waktu perusahaan
memerlukan dana dalam operasinya.
• Sekuritas jangka panjang (dimiliki lebih dari 1 tahun)
bertujuan sebagai investasi jangka panjang yang tertera
pada pos investasi (investment) pada neraca.
• Alasan perusahaan memilih sekuritas adalah untuk
menjaga likuiditas perusahaan dan memperoleh
pendapatan dari investasi tersebut.
Fungsi dari pemilik sekuritas
• Sebagai pengganti saldo kas dikarenakan
sekuritas bersifat likuid (mudah diuangkan
atau dijual)
• Memperoleh pendapatan kerja berupa
keuntungan (berupa: dividen,bunga atau
capital gain)
Kriteria Pemilihan Sekuritas
 Jangka Pendek, meliputi :
 Risiko keuangan (financial risk)
 Risiko suku bunga (interest rate risk)
 Risiko likuiditas (liquidity risk)
 Risiko inflasi dan tingkat keuntungan yang diharapkan
 Hasil atau yield atau retur, dipengaruhi oleh adanya faktor :
 Risiko keuangan
 Risiko tingkat bunga
 Risiko likuiditas
 Risiko inflasi atau Risiko daya beli
 Portofolio yang optimal
 Potofolio yang menghasilkan risiko terkecil (minimal) dengan hasil
tertentu atau memperoleh hasil yang maksimal dengan risiko
tertentu.
Alternatif Investasi Pada Sekuritas
Jangka Pendek
Beberapa alternatif sekuritas yang sering diperjual-belikan di
Amerika :
 US. Treasury Bills
 Federal Agency Securities
 Negotiable Certificates of Deposit (CD), dll
Di Indonesia, beberapa surat berharga yang diperjual-belikan,
antara lain :
 Saham
 Obligasi
 Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
 Sertifikat deposito
 Surat berharga Pasar Uang dan Commercial Paper
Manajemen Kas
• Kas merupakan aktiva yang tidak dapat menghasilkan “laba” ,
dalam arti tidak dapat mendapatkan laba secara langsung
dalam operasi perusahaan.
• Oleh karena itu perlu dilakukan usaha pengelolaan manajemen
kas yang efektif dan efisien sehingga pemanfaatan kas tersebut
dapat optimal.
• Yaitu dengan cara pemisahan antara aliran kas masuk dengan
kas keluar.
• Perimbangan pengeluaran dan penerimaan kas harus
disesuaikan dengan kepentingan perusahaan, menentukan
berapa kas yang ideal yang boleh disimpan oleh perusahaan
sehingga operasi perusahaan tidak terganggu.
• Tujuan perusahaan akan
membutuhkan/menyimpan uang kas :
1. Kebutuhan kas untuk transaksi, diperlukan dalam
pelaksanaan operasi usaha perusahaan.
2. Kebutuhan kas untuk berjaga-jaga, agar
mengantisipasi aliran kas masuk dan keluar yang
tidak kontinyu dan sulit diperkirakan.
3. Kebutuhan kas untuk berspekulasi, agar perusahaan
dapan memanfaatkan kesempatan apabila ada
barang yang dapat dibeli secara lebih murah.
Persediaan Kas Minimal
• Bertujuan untuk menjaga agar kelangsungan operasi perusahaan tetap
terjamin dan dapat memenuhi kewajiban finansial perusahaan apabila
sewaktu-waktu harus dibayar.

• Jumlah uang kas minimal yang harus ada di perusahaan berbeda-beda


antara [erusahaan yang satu dengan yang lain, tergantung pada:
 Besar kecilnya persahaan dan kemampuan perusahaan.

 Besarnya aliran kas masuk dan kas keluar beserta penyimpangannya.

 Hubungan baik dengan pihak perbankan, suplier dan perantara


Model Manajemen Kas
A. Model Baumol
Baumol mengakui ada kesamaan antara manajemen kas dengan
manajemen persediaan, ditinjau dari aspek keuangan.saldo kas
diperlakukan sama dengan persediaan barang.

B. Modell Miller and Orr


Model penentuan persediaan apabila aliran kas masuk dan keluar
tidak konstan. Perusahaan harus menetapkan jumlah saldo kas
yang paling tinggi sebagai batas atas dan saldo kas terendah
sebagai batas bawah.
Anggaran Kas
Anggaran yang merencanakan secara terperinci
tentang jumlah kas serta perubahan dari waktu ke
waktu selama periode yang akan datang.
Penyusunan Anggaran Kas
1. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran menurut
rencana operasional perusahaan.
2. Menyusun perkiraan kebutuhan yang diperlukan untuk
menutup defisit kas.
3. Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan
pengeluaran setelah adanya transaki finansiil dan anggaran kas.