Anda di halaman 1dari 33

KELOMPOK 4

• Andika Putra 151001053


• Fikri Ali Azam 151001064
• M.Wahyulil I 151001074
• Paramitha S 151001079
• Yoga Herdiansyah 151001092
DEFINISI SINDROM NEFROTIK
Sindrom nefrotik adalah suatu
kumpulan gejala gangguan klinis, meliputi
• proteinuria masif > 3,5 gr/hr,
• Hipoalbuminemia
• Edema
• hiperlipidemia.
Manifestasi dari keempat kondisi tersebut
yang sangat merusak membran kapiler
glomerulus dan menyebabkan peningkatan
permeabilitas glomerulus (Muttaqin, 2012)
(Muttaqin, 2012)
Etiologi Sindrom Nefrotik

Penyebab sindrom nefrotik yang pasti belum


diketahui, akhir-akhir ini dianggap sebagai
suatu penyakit autoimun, yaitu suatu reaksi
antigen – antibodi. Umumnya etiologi dibagi
menjadi :

(Mansjoer,2001)
1. Sindrom nefrotik bawaan
2. Sindrom nefrotik sekunder
3. Sindrom nefrotik idiopatik
- Kelainan minimal
- Nefropati membranosa
- Glomerulonefritis proliferatif
- Glomerulonefritis membranoproliferatif
- Glomerulosklerosis fokal segmental
Klasifikasi dari Sindrom Nefrotik

Whaley dan Wong (1999 : 1385) membagi tipe-tipe sindrom nefrotik:

Sindrom Nefrotik Kongenital


Sindrom Nefrotik Sekunder
Sindrom Nefrotik Lesi Minimal ( MCNS : minimal
change nephrotic syndrome).
Patofisiologi Sindrom Nefrotik
Perubahan patologis yang mendasari pada sindrom
nefrotik adalah proteinuria

disebabkan oleh peningkatan


permeabilitas dinding
HIPOALBUMIN kapiler glomerolus.

hilangnya glikoprotein
Mekanisme timbulnya
bermuatan negatif pada
edema pada sindrom
dinding kapiler
nefrotik
KOK BISA EDEMA???...
Hipoalbumin menyebabkan penurunan tekanan
onkotik plasma sehingga terjadi transudasi cairan
dari kompartemen intravaskuler ke ruangan
interstitial.

Penurunan volum intravaskuler

Penurunan perfusi renal

reabsorpsi natrium di tubulus distal


ginjal.

menstimulasi pelepasan hormon antidiuretik (ADH) yang


akan meningkatkan reabsorpsi air di tubulus kolektivus.
SINDROM NEFROTIK

Mekanisme terjadinya peningkatan kolesterol


dan trigliserida akibat 2 faktor

1. hipoproteinemia 2. katabolisme lemak


menstimulasi terganggu sebagai
akibat penurunan
sintesis protein di kadar lipoprotein
hati termasuk lipase plasma
lipoprotein. (enzim utama yang
memecah lemak di
plasma darah).
Manifestasi Klinis dari Sindrom
Nefrotik

• Anoreksia dan diare disebabkan karena edema mukosa


usus.
• Sakit kepala, malaise, nyeri abdomen, berat badan
meningkat dan keletihan umumnya terjadi.
• Gagal tumbuh dan pelisutan otot (jangka panjang)
• Proteinuria > 3,5 gr/hr pada dewasa atau 0,05 g/kg
BB/hr pada anak-anak
• Hipoalbuminemia < 30 gr/l
• Hiperlipidemia, umumnya ditemukan
hiperkolesterolemia
• Hiperkoagulabilitas, yang akan meningkatkan risiko
trombosis vena dan arteri
Lanjutan Manifestasi....

• Kenaikan berat badan secara progresif


dalam beberapa hari/minggu.
• Mudah lelah atau lethargie tapi tidak
kelihatan sakit payah.
• Hipertensi (jarang terjadi)
• Pembengkakan jaringan akibat
penimbunan garam dan air
• Pucat
• Hematuri
• Penurunan jumlah urin
Pemeriksaan Penunjang
1. Urin
- Protein
Pada SN terjadi proteinuria dimana urin
mengandung protein ³ 0,05 – 0,1 gr/kgBB/hr.
- Sedimen
Pada kasus ini didapatkan hasil laborat sediment
yaitu leukosit 2 – 4/ LPB, eritrosit 0 – 1/ LPB, dan
epitel penuh/ LPK.
- Elektrolit
Ekskresi natrium urin rendah (< 5 mmol / 24 jam),
2. Darah
• Protein serum bermakna, sedangkan lipid serum biasanya
meningkat. Kadar albumin biasanya turun di bawah 2 gr / dl dan
bahkan dapat < 1 gr / dl
• Lemak
Pada kasus ini didapatkan hasil laborat cholesterol total 361 mg/100
mL.
• Urea, Kreatinin, Elektrolit
Kadar urea dan kreatinin plasma pada awalnya biasanya normal,
tetapi pada beberapa kasus dapat meningkat. Elektrolit serum
biasanya tetap dalam batas normal. Pada kasus ini didapatkan hasil
laborat ureum 35,2 mg/100 mL dan creatinin 0,16 mg/100 mL.
• Hematologi
Kadar hemoglobin dan hematokrit dapat menurun atau meningkat
dalam korelasi terbalik dengan volume plasma. Dapat terjadi
anemia. Umumnya terjadi peningkatan jumlah trombosit.Pada
kasus ini didapatkan hasil laborat Hb 11,8 gr/dL, trombosit
591.000/mm3, Ht 35%, leukosit 13.100/mm3 dan LED 80mm/jam.
Penatalaksanaan dari Sindrom
Nefrotik
Penatalaksanaan Medis
-obat diuretik
-obat simvastatin (JURNAL )
-obat kortikosteroid
PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
• Perawatan kulit.
• Terapi cairan
• Tirah baring
• Pencegahan infeksi.
• Penatalaksanaan krisis hipovolemik.
• Dukungan bagi orang tua dan anak
Komplikasi Sindrom Nefrotik
• Komplikasi Sindrom Nefrotik
• Infeksi sekunder
• Shock hipovolemik
• Trombosis vaskuler
• malnutrisi atau kegagalan ginjal.
• Tromboemboli
• Gagal ginjal akut akibat hipovolemia.
• Edema pulmonal,
• Perburukan pernafasan
• Peritonitis
• Hipovolemia
ASUHAN KEPERAWATAN TEORI
1. Pengkajian
a) Identitas klien
• Umur: lebih banyak pada anak-anak terutama pada usia pra-sekolah (3-6
th). Ini dikarenakan adanya gangguan pada sistem imunitas tubuh dan
kelainan genetik sejak lahir.
• Jenis kelamin: anak laki-laki lebih sering terjadi dibandingkan anak
perempuan dengan rasio 2:1. Ini dikarenakan pada fase umur anak 3-6
tahun terjadi perkembangan psikoseksual : dimana anak berada pada fase
oedipal/falik dengan ciri meraba-raba dan merasakan kenikmatan dari
beberapa daerah genitalnya. Kebiasaan ini dapat mempengaruhi
kebersihan diri terutama daerah genital. Karena anak-anak pada masa ini
juga sering bermain dan kebersihan tangan kurang terjaga. Hal ini nantinya
juga dapat memicu terjadinya infeksi.
• Agama
• Suku/bangsa
• Status
• Pendidikan
• Pekerjaan
Riwayat Kesehatan
• Keluhan utama: kaki edema, wajah sembab,
kelemahan fisik, perut membesar (adanya acites).
Riwayat kesehatan sekarang
Untuk pengkajian riwayat kesehatan
sekarang, perawatan perlu menanyakan hal
berikut:
• Kaji berapa lama keluhan adanya perubahan
urine output
• Kaji onset keluhan bengkak pada wajah atau kaki
apakah disertai dengan adanya keluhan pusing
dan cepat lelah
• Kaji adanya anoreksia pada klien
• Kaji adanya keluhan sakit kepala dan malaise
Riwayat kesehatan dahulu
Perawat perlu mengkaji:
• Apakah klien pernah menderita penyakit edema?
• Apakah ada riwayat dirawat dengan penyakit
diabetes melitus dan penyakit hipertensi pada
masa sebelumnya?
• Penting juga dikaji tentang riwayat pemakaian
obat-obatan masa lalu dan adanya riwayat alergi
terhadap jenis obat
Riwayat kesehatan keluarga
• Kaji adanya penyakit keturunan dalam keluarga
seperti DM yang memicu timbulnya manifestasi
klinis sindrom nefrotik
• Kebutuhan bio-psiko-sosio-spiritual
• Pola nutrisi dan metabolisme: anoreksia,
mual, muntah.
• Pola eliminasi: diare, oliguria.
• Pola aktivitas dan latihan: mudah lelah,
malaise
• Pola istirahat tidur: susah tidur
• Pola mekanisme koping : cemas, maladaptive
• Pola persepsi diri dan konsep diri : putus asa,
rendah diri
• Pemeriksaan Fisik
• Status kesehatan umum
• Keadaan umum: klien lemah dan terlihat sakit
berat
• Kesadaran: biasanya compos mentis
• TTV: sering tidak didapatkan adanya
perubahan.
• B1 (Breathing)
Biasanya tidak didapatkan adanya hgangguan
pola nafas dan jalan nafas walau secara
frekuensi mengalami peningkatan terutama
pada fase akut.Pada fase lanjut sering
didapatkan adanya gangguan pola nafas dan
jalan nafas yang merupakan respons terhadap
edema pulmoner dan efusi pleura.
• B2 (Blood)
Sering ditemukan penurunan curah jantung
respons sekunder dari peningkatan beban
volume .
• B3 (Brain)
Didapatkan edema terutama periorbital, sklera tidak
ikterik.Status neurologis mengalami perubahan sesuai
dengan tingkat parahnya azotemia pada sistem saraf
pusat.
• B4 (Bladder)
Perubahan warna urine output seperti warna urine
berwarna kola
• B5 (Bowel)
Didapatkan adanya mual dan muntah, anoreksia
sehingga didapatkan penurunan intake nutrisi dari
kebutuhan.Didapatkan asites pada abdomen.
• B6 (Bone)
Didapatkan adanya kelemahan fisik secara umum, efek
sekunder dari edema tungkai dari keletihan fisik secara
umum.
Diagnosa keperawatan
– Kelebihan volume cairan berhubungan dengan
kehilangan protein sekunder terhadap
peningkatan permiabilitas glomerulus.
– Ketidakseimbangan nutrisi kuruang dari
kebutuhan berhubungan dengan malnutrisi
sekunder terhadap kehilangan protein dan
penurunan napsu makan.
EVALUASI KEPERAWATAN
• Setelah mendapat intervensi keperawatan,
maka pasien dengan sindrom nefrotik
diharapkan sebagai berikut:
• Kelebihan volume cairan teratasi
• Meningkatnya asupan nutrisi
• Peningkatan kemampuan aktivitas sehari-hari
• Penurunan kecemasan
MATUR SUWUN.....