Anda di halaman 1dari 31

Aprila Ayu DN

Aris Dwi R
Cessa Adina P
Eka Setya
Erma Wahyu
Esty Wahyu
Izdihar Della P
Novi Anggraeni S
Saesaria Ratna B
Titin Catur W
Steril berarti bebas mikroba. Sterilisasi adalah
proses untuk mendapatkan kondisi steril. Sediaan
steril secara umum adalah sediaan farmasi yang
mempunyai kekhususan sterilitas dan bebas dari
mikroorganisme.
Kandungan bahan sesuai dengan
pernyataan pada etiket dan tidak
terjadi pengurangan kualitas Penggunaan wadah
selama penyimpanan akibat yang cocok
perusakan obat secara kimiawi dan
sebagainya

Tersatukan tanpa Bebas


terjadi reaksi mikroorganisme

Bebas pirogen Isotonis

Isohidris
Keuntungan Kerugian
• Aksi obat lebih cepat • Tidak praktis
• Cocok untuk obat inaktif • Butuh alat khusus (untuk
jika diberikan oral injeksi)
• Obat yang mengiritasi • Sakit
bila diberikan secara oral • Risiko, kalau alergi atau
• Kondisi pasien (pingsan, salah obat maka tidak
dehidrasi) sehingga tidak bisa langsung dihilangkan
memungkinkan obat • Butuh personil khusus,
diberikan secara oral. misal di rumah sakit oleh
dokter atau perawat.
Sediaan steril berupa larutan, emulsi, atau suspensi atau
serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih
dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan
cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit
atau selaput lendir.
Keuntungan Kerugian

• Bekerja cepat • Karena bekerja cepat, jika


• Dapat digunakan untuk obat terjadi kekeliruan sukar
yang rusak jika terkena dilakukan pencegahan.
cairan lambung, merangsang • Cara pemberian lebih sukar,
jika masuk ke cairan lambung, harus memakai tenaga khusus.
atau tidak di absorpsi baik • Kemungkinan terjadinya
oleh cairan lambung. infeksi pada bekas suntikan.
• Kemurnian dan takaran zat • Secara ekonomis lebih mahal
aktif lebih terjamin. dibandingkan dengan
• Dapat digunakan sebagai sediaan yang digunakan
depo terapi. peroral.
Perbedaan Injeksi dan Infus Intravena

Keterangan Injeksi Infus intravena

. Maksud
1 bentuk injeksi infus tujuan infusi

2. Volume antara 1ml - 10 ml lebih dari 10 ml

3. Alat dan Cara Injeksi Infusi / tranfusi

4. Waktu sebentar lama

5. Pembawa air, etanol, minyak hanya air

6. Isohidris sedapat mungkin harus

7. Isotonis sedapat mungkin harus

8. Bebas Pirogen tidak selalu harus

9. Kemasan wadah tunggal atau ganda wadah tunggal


Larutan
Suspensi
Injeksi
Emulsi
Serbuk
Syarat Isotonis Bebas
injeksi & mikroba
Isohidris
larutan

Aman Bebas Bebas


dipakai partikel pirogen
Zat
tambahan
Zat aktif Zat • Pengisotonis
pembawa • Antibakteri
• Pendapar

Contoh :
Injeksi dexamethasone
natrii fosfat
• Sterilisasi Akhir
Dilakukan sterilisasi akhir
• Caranya :
Bahan obat dan zat pembantu
dilarutkan ke dalam zat pembawa
dan dibuat larutan injeksi. Saring
hingga jernih dan tidak boleh ada
serat yang terbawa ke dalam filtrat
larutan. Masukkan ke dalam wadah
dalam keadaan bersih dan sedapat
mungkin aseptik, setelah dikemas,
hasilnya disterilkan dengan cara yang
cocok.
Digunakan jika zat aktif tidak larut dalam pembawa
syarat
Kadar partikel padat < 5%

Diameter partikel 5-10 mikrometer

Pembuatan dilakukan dengan mensterilkan masing-masing


komponen dan dibuat secara aseptik
Perhatikan laju sedimentasi partikel tersuspensi

Laju endap partikel dapat dikurangi dengan


meningkatkan viskositas medium suspensi
Zat aktif Intramuskular
(i.m)
Surfaktan / pembasah
Rute
Isotonik
Pemberian
Antibakteri
Subkutan
Suspensi agent
Pengatur pH
Contoh :
Injeksi kortisonasetat
Agen pensolubilisasi 50mg/ml
Menghaluskan ukuran partikel atau
merekristalisasi bahan obat

Sterilisasi bahan obat

Sterilisasi pembawa & pelarut

Campur bahan aktif dengan pembawa


secara aseptik

Aduk ad homogen dan campurkan secara


aseptik
Syarat

Terdapat 2 fase ( minyak dan air )

Terdapat emulgator

Ukuran kurang dari 1µm

Antioksidan

Sterilisasi secara aseptis


Pemberian

• Zat aktif Emulsi A/M

• Zat pembawa • Subkutan


• Fase dispersi dan Sediaan lepas lama
pendispersi emulsi M/A
• Emulgator • Intramuskular
• Zat pengawet
Emulsi nutrien M/A
• Antioksidan
• Intravena
Contoh :
Injeksi nutrisi
lemak
• Pemilihan metode pembuatan emulsi (gom basah, gom kering, atau botol)

• Sterilisasi bahan obat

• Sterilisasi pembawa & pelarut

• Pencampuran dapat dilakukan dengan homogenizer secara aseptik

• Aduk ad homogen dan campurkan secara aseptik

• Masukkan dalam wadah steril, tutup, dan segel secara aseptik


Syarat

Dapat
langsung
Kering Halus Homogen larut dalam
larutan atau
suspensi
• Zat aktif
• Zat pengawet
• Pelarut yang sesuai

Contoh :
Injeksi amoksilin
serbuk
• Menimbang sejumlah serbuk
• Biasanya dibuat secara kristalisasi dan semprot kering
aseptik
• Memasukkannya ke dalam vial dengan teknik aseptis
• Pengujian sterilitas
Uji pH

Uji kejernihan

Uji keseragaman volume

Uji kebocoran

Uji tonisitas

Uji sterilitas

Uji pirogenitas
Dexamethasoni Phosphatis Injectio (fornas :94)
Injeksi Deksametason Fosfat
• Komposisi. Tiap ml mengandung :
Dexamethasoni Natrii Phosphas setara dengan
Dexamethasoni Phosphas 4mg
Zat tambahan yang cocok qs
Aqua Pro Injection ad 1 ml
• Penyimpanan : dalam wadah dosis tunggal atau wadah dosis ganda,
terlindung dari cahaya.
• Catatan 1. pH 7,0 – 8,5
2. Disterilkan dengan cara sterilisasi C
3. Pada etiket harusnya juga tertera : Kesetaraan
deksametason fosfat.
4. 1,1 g deksametason natrium fosfat setara dengan 1g
deksametason fosfat.
Zat Aktif

R/ Dexamethasoni Natrii Phosphas setara dengan Antibakterial


Dexamethasoni Phosphas 40mg
Benzil alkohol 1% Pengisotonis
NaCl 0,84%
Aqua Pro Injection ad 10ml

Zat Pembawa
• PTB
0,52 −b1C
B=
b2
0,52 −0,09 𝑥 0,4
B=
0,576
= 0,840 g/100ml

Hipotonis
Penambahan NaCl menggunakan penurunan titik beku
R/ Dexamethasone Natrii Phospat 0,4 %
Buat isotonik dengan NaCl
Aqua pro injeksi ad 10ml
Persen dexamethason 0,4%
Diketahui penurunan 1% = 0,09oC
Jadi, untuk 0,4% penurunan = 0,036oC
Kekurangan penurunan 0,52-0,036oC = 0,484oC
Penurunan NaCl 1% = 0,576oC
NaCl yg ditambahkan adalah
(0,48 dibagi 0,576) x 1% = 0,84%
Larutan 10 ml memerlukan NaCl
0,84% x 10 ml = 0,084g

Nacl yang harus


ditambahkan
• Dexamethasoni Natrii Phospas
0,4
x 10ml = 0,04g
100
0,04g +10% = 0,044g
• API
10 ml +10% = 11ml
• NaCl
0,084g +10% = 0,092g
• Benzil Alkohol
1
x 10ml = 0,01g
100
0,01g +10% = 0,11g
Ditimbang Benzil Disaring menggunakan
Disiapkan alat dan 110mg, campurkan kertas saring ke dalam
bahan, sterilkan. dalam larutan, aduk beaker glass
ad larut

Ditimbang NaCl 92mg, Masukkan ke dlm vial


Kalibrasi vial 10ml campurkan dlm larutan 10ml
Dexa, aduk ad larut

Diambil API 11ml, Ditimbang Dexa


masukkan beaker 44mg, masukkan ke Beri etiket dan
glass tutup dg dlam beaker glass sterilkan di autoklaf
alumunium foil campurkan dg API, selama 15 menit
aduk ad larut
• Uji pH
• Uji kejernihan
• Uji kebocoran
• Uji sterilitas
• Uji volume terpindahkan