Anda di halaman 1dari 31

RESPIRASI TUMBUHAN

DISUSUN OLEH :
1.Resyap Parihin
2.Tiara Fazriany
3.Tri Hartati
Peran Respirasi

• Mengubah energi potensial menjadi energi


kinetik
• Menghasilkan energi untuk proses
metabolisme dan pembelahan sel
• Membentuk senyawa antara penyusun sel
• Merubah senyawa tidak larut menjadi larut
• Melepaskan CO2 untuk daur karbon di
alam
Respirasi & Fotosintesis

 Respirasi adalah
kebalikan dari fotosintesis.

 Respirasi menggunakan
produk fotosintesis –
fotosintesis menggunakan
produk respirasi.
Perbedaan Fotosintesis & Respirasi
Mengapa tumbuhan dapat melakukan
respirasi tanpa organ?

 Setiap bagian tumbuhan mengurus kebutuhan


pertukaran gasnya masing-masing.

 Tumbuhan tidak memerlukan pertukaran gas


yang besar. Akar, batang dan daun berespirasi
jauh lebih rendah daripada hewan.

 Jarak di mana gas harus berdifusi tidak besar.


Respirasi dapat dibagi 2, yaitu:

1.Respirasi Aerob

2.Respirasi Anaerob
Respirasi Aerob:
Selama proses respirasi, oksigen bebas digunakan,
karbondioksida, air dan energi dikeluarkan sebagai
produk.

1 mol Glukosa  36 ATP (673 kkal)


Kebanyakan tumbuhan melakukan respirasi
aerob, dan akan berhenti jika tidak ada oksigen.

Selama proses respirasi aerob, bahan makanan


seperti karbohidrat, lemak, dan protein dioksidasi
menjadi CO2 dan H2O dan sejumlah besar energi
dibebaskan.

 Energi yang dihasilkan diserap dalam bentuk


ADP, dan disompan dalam bentuk ATP.

 Energi akan diproduksi kembali dengan hidrolisa


ATP, jika diperlukan.
• Apakah tumbuhan
melakukan respirasi
aerob pada siang hari?
 Pada siang hari, tumbuhan berfotosintesis.
Oksigen dihasilkan lebih banyak daripada yang
dibutuhkan untuk respirasi aerob. Oksigen yang
berlebih dibebaskan ke sekeliling tumbuhan.

 Pada malam hari, proses fotosintesis berhenti.


Tumbuhan mengambil oksigen dari sekelilingnya
untuk respirasi aerob dan mengeluarkan
karbondioksida untuk sekelilingnya.
Respirasi Anaerob:
Reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan
energi tanpa menggunakan oksigen.

C6H12O6  2 C2H5OH + 2 CO2 + 21 kkal


glukosa alkohol energi
Respirasi anarob hanya dijumpai pada
tumbuhan tertentu.
Beberapa bakteri melakukan respirasi
anaerob.
Respirasi anaerob pada ragi (yeast) disebut :
Fermentasi Alkohol
Ragi berespirasi secara anaerob dengan
mengubah gula menjadi alkohol pada proses
fermentasi.
 Respirasi anaerob terjadi selama :
- masa istirahat biji
- tahap awal perkecambahan biji
- di dalam sel dinding buah
- beberapa mikrorganisme , seperti cacing
tanah.
Persamaan Respirasi Aerob & Anaerob

 Reaksi oksidasi untuk menghasilkan energi dari


makanan yang kompleks.
 Menghasilkan ATP.
 Menggunakan koenzim sebagai pembawa
hidrogen untuk melepaskan hidrogen dari molekul
organik.
Klasifikasi Makhluk Hidup
Berdasarkan Proses Respirasi
1. Aerob : makhluk hidup yang melakukan
respirasi dengan adanya O2
2. Anaeorob : makhluk hidup yang melakukan
respirasi tanpa adanya O2.
3. Aerob Obligat : makhluk hidup yang secara
normal melakukan respirasi dan menghasilkan
energi di bawah kondisi aerob, tetapi tidak dapat
bertahan hidup pada kondisi anaerob
4. Aerob Fakultatif : makhluk hidup yang secara
normal melakukan respirasi dan menghasilkan
energi pada kondisi aerob, tetapi dapat bertahan
hidup pada kondisi anaerob.
Apa yang dipelihara proses respirasi?

• Respirasi berhubungan dengan perbaikan:


– Protein
– Membran
– dll
• 85% berhubungan dengan pemeliharaan
protein (kira-kira 6% per hari)

• Oleh sebab itu, ada hubungan yang kuat


antara kandungan protein dan tingkat respirasi
pada jaringan yang tidak berkembang.
• Pemeliharaan respirasi kira-kira 50% dari total
respirasi tumbuhan.
Respirasi terjadi di
dalam mitokondria

From Rost et al., “Plant biology,” 2nd edn.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

• Jenis sel atau jaringan


– Sel-sel yang muda dan berkembang
(Meristematic Areas) biasanya memiliki laju
respirasi yang lebih tinggi.
– Buah dan biji yang berkembang dan sedang
dalam proses pematangan.
– Sel-sel tua dan sel-sel struktural memiliki laju
respirasi yang lebih rendah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respirasi
• Suhu
– Umumnya respirasi memiliki suhu optimum
dan maksimum yang lebih tinggi daripada
suhu fotosintesis.
– Dapat memiliki kehilangan berat kering
bersih pada suhu tinggi di mana repsirasi
melebihi fotosintesis.
– Suhu maksudnya suhu di dalam sel
tumbuhan, bukan suhu udara.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

• Oksigen
– Laju respirasi meningkat dengan
meningkatnya konsentrasi oksigen.

– O2 yang rendah dapat mengurangi respirasi


aerob dan meningkatkan respirasi anaerob.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

• Karbondioksida
– Konsentrasi CO2 yang tinggi  mengurangi
laju respirasi
– Jarang terjadi, kecuali ketika konsentrasi O2
terbatas
• Tanah yang banjir
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

• Air
- Respirasi sangat lambat jika kandungan
air di dalam protoplasma rendah (cth.
Pada biji yang kering dan matang)
- Biji yang dorman  laju respirasi rendah
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

• Cahaya
– Tidak berpengaruh langsung terhadap bentuk
respirasi
– Dapat meningkatkan laju fotorespirasi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

• Glukosa
– Glukosa yang cukup diperlukan untuk
melakukan Respirasi
– Pengurangan dapat terjadi :
• Fotosintesis berkurang
• Aliran karbohidrat di dlam tumbuhan akan
berkurang
– Dimakan serangga
– Rintanga Phloem
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

• ATP
– ATP yang tinggi mengurangi laju respirasi
– Biasanya terjadi ketika proses metabolik
menjadi lambat atau berhenti
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respirasi
• Luka Tumbuhan
– Luka akan meningkatkan laju respirasi
– Laju pertumbuhan tanaman meingkat untuk
mengurangi:
• Kerusakan mekanis
• Hujan es
• Pemotongan rumput, angin
– Beberapa herbisida membunuh tumbuhan dengan
mengganggu atau memepengaruhi respirasi
• Umumnya efek tidak langsung
• Herbisida mengganggu aktifitas enzim atau
beberapa proses metabolik yang akan
mempengaruhi respirasi